Firman Rakyat Sumbar
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Firman Rakyat Sumbar, Broadcasting & media production company, Jalan Kamang No. 19 Jati, Padang.
MASYARAKAT GUNUANG: TIDAK DILIBATKAN, TANAH ULAYAT TERANCAM DILINTASI TOL
PADANG PANJANG, RAKYATSUMBAR.ID — Masyarakat Nagari Gunuang menilai proses sosialisasi trase jalan tol belum melibatkan warga secara utuh. Posisi Pemerintah Kota Padang Panjang dalam perencanaan jalur yang menyangkut wilayah mereka pun dipertanyakan.
Pertanyaan ini bukan penolakan pembangunan, melainkan hak warga atas informasi sebelum tanah, sawah, dan ruang hidup mereka berubah. Pembangunan tidak hanya diukur dari panjang jalan, tetapi juga keseimbangan antara infrastruktur, ketahanan pangan, serta perlindungan tanah ulayat.
"Kami tidak meminta diistimewakan. Kami hanya meminta tidak dikorbankan," tegas warga.
Masyarakat menuntut jawaban: ke mana trase ditarik, adakah jalur alternatif, dan bagaimana negara menjamin perlindungan hak mereka.
Baca selengkapnya 👉 rakyatsumbar.id
SIMPANG MALINTANG CUPAK TANGAH MACET TOTAL SETIAP SORE, DISHUB KOTA PADANG DIMINTA TINDAKAN
PADANG, RAKYATSUMBAR.ID — Hasil pantauan Ciloteh Wanipin mengonfirmasi kemacetan parah yang kerap melanda Simpang Malintang, Jalan Raya Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terutama saat jam p**ang kerja. Arus kendaraan sering kali berhenti total dalam waktu cukup lama.
Persimpangan ini menghubungkan Jalan Raya Cupak Tangah, Jalan Pisang, dan Jalan Kapalo Koto, sekaligus menjadi jalur alternatif warga menuju kawasan Bandar Buat dan Pasar Baru. Antrean kendaraan membentang dari arah Simpang Pasar Baru hingga Pelangi Swalayan, berlangsung sekitar 30 menit atau lebih setiap sore.
Warga menyebut kepadatan terjadi karena jalan yang sempit dilalui beragam kendaraan termasuk truk besar. Pada pagi hari lalu lintas relatif lancar karena ada petugas yang mengatur, namun sore hari kendaraan dari segala arah menumpuk tanpa pengaturan.
Belum ada kecelakaan serius, namun kepadatan terus berulang dan mengganggu mobilitas warga. Masyarakat meminta Dinas Perhubungan Kota Padang dan pihak terkait segera menindaklanjuti melalui penataan lalu lintas maupun pelebaran ruas jalan agar kemacetan berkurang.
MAKAM TUA GUNUNG NAGO, SIAPA SOSOK DI BALIKNYA?
Di tengah kawasan Lambung Bukik, Pauh, Kota Padang, terdapat sebuah makam tua yang sejak turun-temurun dikenal masyarakat sebagai Makam Angku Gunung Nago atau Si Nago.
Cerita tentang sosok ini diwariskan dari generasi ke generasi. Ada kisah tentang asal-usulnya, perjalanan hidupnya, hingga cerita tentang kesaktian yang masih hidup dalam ingatan masyarakat.
Namun, siapa sebenarnya Si Nago? Dari mana asalnya? Benarkah berasal dari Solok Salayo? Dan bagaimana sejarah makam tua tersebut hingga namanya melekat dengan kawasan Gunung Nago?
Belum semua pertanyaan itu memiliki jawaban sejarah yang terverifikasi.
Karena itu, masyarakat berharap Universitas Andalas (UNAND) dan pihak terkait dapat menelusuri jejak sejarah makam tersebut, sehingga dapat dipisahkan mana fakta sejarah, kesaksian masyarakat, dan mana yang berkembang sebagai legenda.
Makamnya masih ada. Ceritanya masih hidup. Tetapi sejarah sosok di dalamnya masih menjadi misteri.
📖 Baca berita selengkapnya di RakyatSumbar.id dan ikuti penelusuran sejarah Makam Tua Angku Gunung Nago—warisan cerita yang jangan sampai hilang ditelan zaman.
Oleh: Firman Wanipin — Wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar | Founder Channel YouTube Ciloteh Wanipin
07/10/2026
MASYARAKAT GUNUANG: TIDAK DILIBATKAN, TANAH ULAYAT TERANCAM DILINTASI TOL
PADANG PANJANG, RAKYATSUMBAR.ID — Masyarakat Nagari Gunuang menilai proses sosialisasi trase jalan tol belum melibatkan warga secara utuh. Posisi Pemerintah Kota Padang Panjang dalam perencanaan jalur yang menyangkut wilayah mereka pun dipertanyakan.
Pertanyaan ini bukan penolakan pembangunan, melainkan hak warga atas informasi sebelum tanah, sawah, dan ruang hidup mereka berubah. Pembangunan tidak hanya diukur dari panjang jalan, tetapi juga keseimbangan antara infrastruktur, ketahanan pangan, serta perlindungan tanah ulayat.
"Kami tidak meminta diistimewakan. Kami hanya meminta tidak dikorbankan," tegas warga.
Masyarakat menuntut jawaban: ke mana trase ditarik, adakah jalur alternatif, dan bagaimana negara menjamin perlindungan hak mereka.
Baca selengkapnya 👉 rakyatsumbar.id
Apakah sudah sesuai? 😊
05/10/2026
Jalan Simpang Pasar Baru Cupak Tangah Berlubang, Pengendara Diminta Waspada
PADANG, RAKYATSUMBAR.ID — Kondisi jalan di kawasan Simpang Pasar Baru, Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dikeluhkan karena terdapat lubang cukup dalam yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara.
Lubang tersebut berada di jalur menuju arah Koramil Pauh. Kondisi ini menjadi perhatian karena kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan dan menghindari lubang agar tidak mengalami kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Terlebih bagi pengendara sepeda motor, lubang yang berada di badan jalan berpotensi membahayakan apabila tidak terlihat dengan jelas, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau saat kondisi jalan basah.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan badan jalan perlu segera mendapat penanganan. Apabila dibiarkan, kerusakan berpotensi semakin melebar dan memperbesar risiko bagi pengguna jalan.
Warga dan pengguna jalan berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan serta memperbaiki bagian jalan yang berlubang tersebut.
Penanganan dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut.
Sementara itu, pengendara yang melintas di kawasan Simpang Pasar Baru menuju Koramil Pauh diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan, khususnya ketika mendekati titik jalan yang mengalami kerusakan.
Warga berharap lubang tersebut tidak menunggu sampai memakan korban. Perbaikan dini dinilai jauh lebih penting sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.
05/10/2026
Warga Soroti Dugaan Penumpukan Solar Dekat Permukiman di Batang Kuranji
PADANG, RAKYATSUMBAR.ID — Warga sekitar Jembatan Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, menyoroti keberadaan sejumlah IBC tank dan wadah yang diduga berisi solar di dekat kawasan permukiman saat berlangsungnya pengerukan sedimen Sungai Batang Kuranji.
Warga khawatir penyimpanan BBM dalam jumlah besar di sekitar rumah penduduk dapat menimbulkan risiko keselamatan dan lingkungan.
“Ini solar tidak sedikit, kalau terbakar, bisa habis kampung ini,” ujar HN, warga setempat.
Proyek pengerukan tersebut disebut merupakan kegiatan tanggap darurat yang dikelola Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang dan dilaksanakan PT Nindya Karya. PPK proyek berinisial E, sementara pengawas lapangan berinisial AT.
Selain keberadaan BBM, warga juga mempertanyakan pengangkutan material hasil pengerukan menuju kawasan yang disebut Malvinas. Mereka meminta kejelasan mengenai status lokasi tersebut sebagai tempat penempatan material dan dokumen yang menjadi dasar pemindahannya.
Dugaan bahwa solar tersebut merupakan BBM subsidi juga belum terverifikasi. Kepastian mengenai jenis, volume, asal, serta legalitas penggunaan BBM masih membutuhkan pemeriksaan instansi berwenang.
PPK berinisial E menyatakan akan menindaklanjuti laporan dan kekhawatiran warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari BWSS V maupun PT Nindya Karya mengenai penyimpanan BBM dan lokasi penempatan material tersebut.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan aspek keselamatan, lingkungan, legalitas BBM, serta kepatuhan pelaksanaan proyek.
Status persoalan ini masih berupa laporan dan kekhawatiran warga, bukan kesimp**an bahwa telah terjadi pelanggaran.
BWSSV NindyaKarya
01/10/2026
MOBIL WARTAWAN IKUT MOGOK — ENDAPAN SEPERTI SEMEN DITEMUKAN DI TANGKI BBM!
Sungguh ironis. Saat hendak meliput maraknya kendaraan mogok setelah mengisi Pertalite, mobil wartawan Rakyat Sumbar justru ikut menjadi korban. 🚗❌
Berdasarkan penemuan di lapangan, bengkel-bengkel di Kota Padang kini kebanjiran kendaraan dengan keluhan serupa. Ditemukan endapan putih pekat menyerupai semen di saringan tangki dan p***a bensin. BBM yang dikeluarkan berubah warna menjadi abu-abu keruh.
"Endapan yang mirip semen ini yang membuat mobil mogok. Jika rusak parah, harus ganti fuel pump," ujar Hendra, pemilik Bengkel CIA. Kini saringan dan p***a bensin sampai jadi barang langka!
Wartawan yang mengalami hal ini pun meminta penjelasan terbuka dari Pertamina. Jika terbukti ada masalah kualitas, masyarakat berhak mendapat ganti rugi.
📖 Baca berita selengkapnya di rakyatsumbar.id 👇
https://rakyatsumbar.id/liput-kendaraan-mogok-mobil-wartawan-ikut-mogok
RakyatSumbar Padang
MOBIL AWAK MEDIA MOGOK USAI ISI PERTALITE DI SPBU GUNUNG PANGILUN, ENDAPAN DITEMUKAN DI TANGKI
PADANG, RAKYATSUMBAR.ID — Kendaraan yang digunakan awak media Rakyat Sumbar mengalami mogok setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Nomor 14.251.507 kawasan Gunung Pangilun, Kota Padang, Sabtu (26/9/2026).
Pengisian bahan bakar tercatat dalam bukti transaksi pada pukul 12.42 WIB dengan nominal Rp150.000. Setelah kendaraan kembali melanjutkan perjalanan, kendaraan mengalami gangguan, kehilangan tenaga, hingga akhirnya mogok.
Kendaraan kemudian dibawa ke Bengkel CIA di Kampuang Baru Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, untuk dilakukan pemeriksaan.
Pemilik bengkel, Hendra, mengatakan pemeriksaan pada bagian tangki dan saluran bahan bakar menemukan endapan berwarna putih pekat yang secara visual menyerupai semen.
“Endapan itulah yang menyumbat saringan hingga p***a bensin. Mobil kehilangan tenaga lalu mati. Jika sudah parah, p***a bensin harus diganti,” ujar Hendra, Senin (28/9/2026).
Menurut Hendra, bahan bakar yang dikeluarkan dari tangki terlihat berwarna abu-abu dan keruh. Namun, ia menegaskan temuan tersebut belum dapat memastikan sumber maupun penyebab kontaminasi tanpa pemeriksaan lebih lanjut atau pengujian laboratorium.
Hendra juga menyebut dalam beberapa hari terakhir terdapat sejumlah kendaraan yang datang ke bengkelnya dengan keluhan yang disebut serupa. Kondisi tersebut, menurut dia, turut meningkatkan kebutuhan terhadap saringan dan p***a bahan bakar.
Atas kejadian tersebut, awak media meminta Pertamina dan instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap kualitas Pertalite di SPBU yang tercantum dalam bukti transaksi.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan, termasuk memastikan apakah terdapat persoalan pada kualitas BBM, sistem penyimpanan dan penyaluran, kondisi kendaraan, atau faktor lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pengelola SPBU terkait kejadian tersebut.
RakyatSumbar.id membuka ruang bagi pihak SPBU, Pertamina, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan hasil pemeriksaan agar informasi mengenai kejadian ini
01/10/2026
17 TITIK LAHAN TANJUANG BALIK DISOROT, DOKUMEN TANAH ULAYAT JADI TANDA TANYA
LIMA PULUH KOTA — Sedikitnya 17 titik koordinat pembukaan lahan di Nagari Tanjuang Balik, Pangkalan Koto Baru, kini ditelusuri. Nama Ketua KAN Tanjuang Balik (PET) tercantum dalam dokumen penyerahan tanah ulayat kepada perusahaan sekitar 2021, namun muncul p**a surat penyerahan kembali yang ditandatangani sejumlah ninik mamak.
Lokasi pembukaan lahan berada di hulu Sungai Singgam–Batang Gulamo yang berkaitan dengan kawasan Waduk PLTA Koto Panjang. Status kawasan dan keabsahan dokumen serta SKGRT kini dipertanyakan, namun belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum diverifikasi instansi berwenang. Klarifikasi dari pihak terkait masih diupayakan.
🔎 Berita ini bersambung.
📖 Baca selengkapnya di rakyatsumbar.id
InvestigasiRakyatSumbar RakyatSumbar
PAUH KOTA PAHLAWAN, UNAND DIDORONG PERKUAT KAJIAN SEJARAH
PADANG, RAKYATSUMBAR.ID — Pauh bukan sekadar kawasan di Kota Padang. Wilayah yang dikenal sebagai bagian dari Pauh Si Ampek Baleh ini memiliki sejarah panjang perlawanan masyarakat terhadap kekuasaan kolonial.
Sejarawan Rusli Amran menyebut Pauh sebagai “Kota Pahlawan”. Dalam sejumlah catatan sejarah, masyarakat Pauh tercatat berulang kali melakukan perlawanan terhadap VOC dan Belanda. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 7 Agustus 1669, ketika masyarakat Pauh bersama Koto Tangah menyerang loji VOC di kawasan Muara Padang. Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Padang.
Jejak perlawanan Pauh juga berlanjut hingga masa berikutnya. Nama Si Patai dikenal dalam sejarah perlawanan rakyat Padang, termasuk keterlibatannya dalam Perang Belasting 1908 dan gerakan Sarekat Djin menjelang pemberontakan 1927.
Sejarah Pauh tidak hanya berbicara tentang perjuangan. Di dalamnya terdapat jejak adat, agama, surau, silek, serta struktur sosial masyarakat Pauh Si Ampek Baleh yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat Minangkabau.
Menariknya, kawasan yang memiliki sejarah panjang tersebut kini menjadi lokasi kampus utama Universitas Andalas (UNAND) di Limau Manis, Kecamatan Pauh.
Karena itu, UNAND dinilai memiliki ruang akademik yang strategis untuk memperkuat penelitian dan dokumentasi mengenai sejarah Pauh Si Ampek Baleh. Kajian dapat mempertemukan arsip kolonial, tambo, sejarah lisan, manuskrip, situs sejarah, serta penelitian adat dan budaya masyarakat Pauh.
Pauh tidak cukup hanya dikenang sebagai “Kota Pahlawan”. Sejarahnya perlu diteliti, didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kisah lengkap tentang sejarah Pauh Si Ampek Baleh, jejak perlawanan masyarakat Pauh, Si Patai, serta alasan pentingnya Universitas Andalas meneliti sejarah kawasan ini, dapat dibaca selengkapnya di RakyatSumbar.id.
Oleh: Firman Wanipin
Founder Channel YouTube Ciloteh Wanipin & Wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Jalan Kamang No. 19 Jati
Padang
25129
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when Firman Rakyat Sumbar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.