ROCK DOVER
Official Page of Rock International Ministry in Dover, NH. (Halaman resmi Gereja Rock International Ministry di Dover, NH) we help you to fulfill your destiny
06/14/2026
*King's Swords*
Senin, 15 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 23:8 – 24:25
Kisah Para Rasul 9:32 – 10:23
Mazmur 74:1–9
*MENGENAL IDENTITAS KITA*
*"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26)*
Sejak awal penciptaan, manusia tidak diciptakan secara kebetulan. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga apa yang ada pada diri manusia adalah mulia dan baik sebagai satu pribadi yang utuh roh, jiwa dan tubuh. Ada sebuah identitas yang mulia yang melekat dalam diri manusia yaitu sebagai: gambar Allah. Hal inilah yang membuat manusia berbeda dari seluruh ciptaan lainnya, sehingga hidup kita bukan sekadar ada, tetapi membawa tujuan ilahi yang mencerminkan siapakah Allah di bumi.
Menjadi gambar Allah bukan hanya soal bentuk, tetapi tentang natur, karakter, dan fungsi. Kita dipanggil untuk mencerminkan kasih-Nya, kebenaran-Nya, dan kekudusan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita sehingga dunia seharusnya dapat _"melihat Allah"_ melalui cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak.
Namun sering kali, kita kehilangan kesadaran akan identitas sebagai gambar Allah sehingga kita mencari nilai dari pencapaian, pengakuan orang lain, atau apa yang kita miliki. Padahal, nilai sejati kita sudah ditetapkan sejak awal yaitu kita adalah perwakilan Sang Raja di bumi ini. Kita berharga karena kita adalah gambar Allah. Dalam perspektif Kerajaan Allah, identitas selalu mendahului fungsi. Kita tidak melakukan sesuatu supaya menjadi berharga-kita melakukan sesuatu karena kita sudah berharga di dalam Allah.
Dosa memang telah merusak gambar Allah dalam diri manusia, tetapi melalui Yesus Kristus, gambar itu dipulihkan. Di dalam Dia, kita dipanggil kembali untuk hidup sesuai tujuan Allah yang semula menjadi cerminan Kerajaan Allah di bumi. Agar mengalami pemulihan itu, kita harus terus berjalan di dalam Dia, berakar dan dibangun di dalam Dia serta diperkokohkan dalam iman kepada-Nya sehingga menghasilkan kehidupan yang berbuah. Setelah menerima pemulihan, kita tidak lagi hidup dengan tujuan pribadi, melainkan dengan tujuan yang lebih besar yaitu untuk mengerjakan kehendak dan tujuan-tujuan Allah di muka bumi.
Hari ini, ingatlah bahwa kita bukan sekadar individu biasa yang menjalani hidup tanpa arah. Kita adalah pembawa gambar Allah, wakil dari Kerajaan-Nya di bumi. Hiduplah dengan kesadaran bahwa setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kita adalah cerminan Sang Raja. Kita bukan sekadar manusia biasa, tetapi pembawa gambar Allah. (RSN)
*Questions:*
1. Identitas apa yang melekat di dalam diri kita yang membedakan kita dengan ciptaan yang lain?
2. Bagaimana cara hidup kita sebagai warga Kerajaan Allah?
*Values:*
Karena kita adalah gambar Allah maka kita dipanggil untuk mencerminkan kasih-Nya , kebenaran-Nya, dan kekudusanNya dalam setiap aspek kehidupan kita.
Kingdom Quotes:
*Sebagai warga Kerajaan Allah maka setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kita adalah cerminan Sang Raja.*
*King's Swords*
Minggu, 14 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 22:1 – 23:7
Kisah Para Rasul 9:1–31
Mazmur 73:15–28
*ROOTED in CHRIST: BECOMING FRUITFUL DISCIPLE*
*"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:6-7 - TB2 )*
Tema minggu kedua bulan Juni 2026 adalah Rooted in Christ: Becoming Fruitful Disciple yang memiliki arti *Mengakar dalam Kristus: Menjadi Murid yang Berbuah.* Mengakar dalam Kristus berarti hidup yang tertanam kuat, bertumbuh sehat, dan menghasilkan buah nyata. Dalam Kolose 2:6-7, kata _"berakar"_ berasal dari bahasa Yunani rhizoo = tertanam dalam, tidak mudah goyah, dan _"dibangun"_ epoikodomeő terus dibangun di atas fondasi yang kokoh. Ini bukan proses instan, tetapi perjalanan hidup yang konsisten. Mari kita belajar tiga hal tentang Rooted in Christ: Becoming Fruitful Disciple.
Yang pertama, *Kehidupan yang Berbuah* (Matius 7:16-20). Buah adalah bukti, bukan slogan. Prinsip kehidupan yang berbuah: _"Dari buahnya kamu akan mengenal mereka."_ Kata karpos = hasil nyata dari kehidupan. Mazmur 1-3 mengingatkan kita agar waspada -- pohon yang sehat berbuah pada waktunya, tetapi hama rohani seperti dosa, kompromi, dan kepahitan merusak akar. Yohanes 15:8 mendorong kita agar memiliki kehidupan yang berkualitas Bapa dimuliakan saat kita berbuah banyak. Yesus memperingatkan tentang nabi palsu-penampilan bisa menipu, tetapi buah tidak. Hari ini, kita perlu menjaga _"akar"_: apa yang kita konsumsi, pikirkan, dan hidupi.
Yang kedua, *Mencerminkan Karakter Kristus* (Filipi 1:11). Buah sejati adalah karakter yang berubah. Kata kunci dari ayat ini adalah _"buah kebenaran"_ (karpos dikaiosynës) - hidup benar yang lahir dari Kristus. Ada proses kehidupan untuk memiliki karakter Kristus, Roma 8:29 dibentuk serupa dengan Kristus. Faktor penting dalam pembentukan karakter adalah kedekatan, Yohanes 15:5 semakin melekat, semakin serupa. Pada waktu itu, jemaat Filipi hidup di tengah tekanan, namun Paulus menekankan karakter, bukan sekadar aktivitas. Saat ini, dunia butuh integritas, bukan sekadar penampilan rohani.
Yang ketiga, *Tinggal di dalam Firman* (Yohanes 8:31-32). Akar yang kuat berasal dari Firman. Kata kunci dari ayat ini adalah meno tinggal, menetap, konsisten. Mazmur 119:105 mengingatkan bahwa Firman adalah pelita dan terang. Saat kita tinggal di dalam Firman, ibla selalu melakukan perlawanan dan menyerang dengan memutarbalikkan Firman, Matius 4:1-11 Yesus memang berbicara kepada orang yang _"percaya"_, tetapi menekankan bahwa murid sejati adalah yang tinggal dalam Firman. Waspadalah, hari ini, distraksi digital sering mencabut kita dari Firman.
Akar menentukan buah. Jika hidup kita sungguh tertanam dalam Kristus, maka buah tidak bisa ditahan ia akan muncul, bertumbuh, dan berdampak. Jangan fokus pada hasil instan, tetapi perkuat akar setiap hari. Stay blessed. (DW)
*Questions:*
1. Apakah kehidupan kita sudah berbuah lebat dan manis?
2. Apakah kehidupan kita sudah mencerminkan karakter Kristus?
*Values:*
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau hidupnya berbuah lebat dan manis.
Kingdom Quotes:
*Buah yang kuat tidak lahir dari kehidupan yang sibuk—tetapi dari akar yang dalam di dalam Kristus.*
Come and join us
*King's Swords*
Kamis, 11 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 16:15 – 18:18
Kisah Para Rasul 7:20–43
Mazmur 72:1–20
*GAIRAH CINTA: JANGAN SAMPAI PADAM*
*"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” (Mazmur 42:2–3)*
Ada satu bahaya yang sering tidak disadari dalam kehidupan rohani: kita masih berjalan bersama Tuhan, tetapi tanpa rasa. Kita masih beribadah, tetapi hati tidak lagi terbakar. Kita masih berdoa, tetapi jiwa tidak lagi haus. Tanpa sadar, relasi yang seharusnya hidup berubah menjadi rutinitas yang kering. Padahal, sejak awal, hubungan dengan Tuhan tidak pernah dimaksudkan menjadi sekadar kewajiban. Tuhan tidak mencari aktivitas kita, Dia menginginkan hati kita. Daud memahami ini dengan sangat dalam, la tidak berkata, _"Aku setia beribadah kepada-Mu,"_ tetapi ia berkata, _"Jiwaku haus kepada-Mu."_ Ada kerinduan, ada gairah, ada dorongan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun di dunia ini.
Masalahnya, seiring waktu, banyak orang kehilangan api itu. Bukan karena Tuhan menjauh, tetapi karena hati yang mulai terbagi. Dunia menawarkan begitu banyak distraksi kesibukan, ambisi, kenyamanan yang perlahan menggeser posisi Tuhan dari pusat menjadi pelengkap. Akibatnya, cinta yang dulu menyala kini hanya tersisa bara. Padahal cinta sejati, seperti yang ditulis dalam Kidung Agung, adalah nyala api Tuhan-api yang seharusnya tidak mudah padam. Cinta bukan hanya keputusan, tetapi juga harus dipelihara dengan kesadaran. Jika tidak dijaga, ia akan menurun. Jika tidak dihidupkan, ia akan dingin.
Itulah sebabnya Tuhan menegur jemaat dalam Wahyu: mereka tidak kehilangan pelayanan, tetapi mereka kehilangan kasih mula-mula. Ini peringatan yang keras sekaligus jujur, Kita bisa tetap aktif secara rohani, tetapi kosong secara kasih. Kahar baiknya, api itu tidak hilang-hanya perlu dinyalakan kembali. Saat kita kembali mendekat kepada Tuhan, sumber kasih itu sendiri, maka hati kita akan dipulihkan. Karena Allah adalah kasih, dan siapa tinggal di dalam Dia, akan terus diperbarui di dalam kasih.
Kasih mula-mula dipulihkan bukan terutama dengan melakukan lebih banyak kegiatan rohani, melainkan dengan kembali membangun keintiman dengan Tuhan. Meluangkan waktu dalam doa, merenungkan firman, menyembah dengan hati yang sungguh, dan belajar peka terhadap suara-Nya adalah cara api itu kembali menyala. Ketika kasih kepada Tuhan menyala kembali, ketaatan tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sukacita. Pelayanan tidak lagi. menjadi kewajiban, tetapi luapan cinta. Bahkan di tengah tekanan hidup, hati tetap memiliki gairah karena sumbernya bukan keadaan, melainkan Tuhan sendiri, Orang yang mengasihi Tuhan dengan sungguh akan tetap haus mencari-Nya, bahkan ketika dunia menawarkan banyak pengganti. (DD)
*Questions:*
1. Apakah hubungan Anda dengan Tuhan masih dipenuhi kerinduan, atau sudah berubah menjadi rutinitas tanpa rasa?
2. Apa yang selama ini diam-diam menggeser Tuhan dari pusat hati Anda?
*Values:*
Cinta kepada Tuhan tidak boleh dibiarkan berjalan otomatis. Ia harus dijaga, dipelihara, dan terus dinyalakan.
Kingdom Quotes:
*Kembalilah kepada sumber kasih itu, dan biarkan Tuhan mengobarkan kembali gairah yang sudah mulai redup. Karena relasi yang hidup dengan Tuhan selalu ditandai oleh hati yang terus rindu dan menyala.*
06/09/2026
*King's Swords*
Selasa, 09 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 14:1 – 15:12
Kisah Para Rasul 5:12–42
Amsal 14:15–24
*HIDUP DALAM OTORITAS KERAJAAN ALLAH*
*“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kejadian 1:28)*
Sejak awal, manusia diciptakan bukan hanya untuk hidup yang tanpa arah atau tujuan, tetapi untuk memerintah bersama Allah. Ini adalah bagian dari identitas Kerajaan bahwa kita diberi otoritas, bukan untuk menguasai sesama, tetapi untuk menjalankan kehendak Sang Raja di bumi sehingga setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kita adalah cerminan Sang Raja.
Namun sering kali kata _"otoritas"_ disalahpahami sebagai kekuasaan atau dominasi. Dalam perspektif Kerajaan Allah, otoritas justru dimulai dari ketaatan kepada Sang Raja. Kita tidak bisa memerintah dengan benar jika kita tidak terlebih dahulu tunduk kepada pemerintahan-Nya. Itulah sebabnya ketika Adan dan Hawa tidak taat kepada Allah maka otoritas atas bumi tidak lagi ada padanya. Ketaatan Yesus kepada Bapa untuk mati di atas kayu salib menebus dosa-dosa manusia memberikan teladan dan mengembalikan otoritas Kerajaan. Allah kepada manusia untuk hidup bersama Allah dan menjalankan kehendak-Nya.
Otoritas Kerajaan Allah dalam diri kita dimulai dari mengatur diri sendiri. Kita dipanggil untuk memerintah atas pikiran, emosi, dan keinginan kita. Ketika kita memilih kebenaran daripada dosa, memilih kesabaran daripada kemarahan, dan memilih iman daripada ketakutan, maka kita sedang menjalankan otoritas Kerajaan Allah di dalam kehidupan pribadi.
Otoritas Kerajaan Allah terlihat dari tanggung jawab kita kepada keluarga, pekerjaan dan lingkungan di sekitar kita dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kita menjalankan otoritas Kerajaan Allah dan memerintah bersama-Nya berarti menjalankan setiap tanggung jawab yang dipercayakan dengan penuh kejujuran, kasih, integritas, keadilan dan kebenaran.
Otoritas Kerajaan Allah juga dinyatakan melalui perkataan dan tindakan yang membangun serta tindakan kita berdiri melawan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah baik dalam diri maupun sekitar kita. Apa yang kita ucapkan memiliki kuasa. Kita bisa memilih untuk membawa kehidupan, pengharapan, kesembuhan dan damai sejahtera kepada kehidupan dunia yang penuh dengan kegelapan sehingga tindakan aktif kita menghadirkan terang dan kebenaran Allah dan dari situlah Kerajaan Allah dinyatakan.
Semua ini hanya mungkin terjadi jika kita tetap terhubung dengan Sang Raja dengan penuh ketaatan, Otoritas sejati bukan berasal dari posisi, tetapi dari hubungan dengan Allah. Semakin dekat kita dengan-Nya, semakin nyata otoritas itu bekerja melalui hidup kita. Kita adalah bagian dari Kerajaan Allah, yang dipanggil untuk memerintah bersama Sang Raja. Hiduplah dengan kesadaran itu-setia dalam hal kecil, taat dalam setiap langkah, dan biarkan Kerajaan-Nya dinyatakan melalui hidup kita. (RSN)
*Questions:*
1. Bagaimana menerima otoritas untuk memerintah bersama Sang Raja di dalam Kerajaan Allah?
2. Bagaimana menerapkan otoritas Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari?
*Values:*
Otoritas Kerajaan Allah dimulai dari ketaatan kepada Sang Raja, karena kita tidak bisa memerintah dengan benar jika kita tidak terlebih dahulu tunduk kepada pemerintahan-Nya.
*Kingdom Quotes:*
Otoritas sejati bukan berasal dari posisi, tetapi dari hubungan yang intim dan persekutuan dengan Allah.
06/08/2026
*King's Swords*
Minggu, 07 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 11:1 – 12:31
Kisah Para Rasul 4:1–22
Mazmur 71:1–8
*KNOWING OUR PURPOSE: To GLORIFY GOD*
*“Jadi, baik kamu makan atau minum, ataupun melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31 - TB2)*
Tema minggu pertama bulan Juni 2026 adalah Knowing Our Purpose: To Glorify God yang memiliki arti *Mengenal Tujuan Kita: Untuk Memuliakan Allah.* Tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan Allah dalam segala hal. Kata _"kemuliaan"_ dalam 1 Korintus 10:31 berasal dari bahasa Yunani doxa, yang berarti kehormatan, kemegahan, dan pengakuan akan nilai Allah. Hidup kita menjadi panggung yang menunjukkan siapa Allah itu. Mari kita belajar tiga hal tentang Knowing Our Purpose: To Glorify God.
Yang pertama, *Menjalani Gaya Hidup Kerajaan Allah.* Gaya hidup yang kita hidupi dan jalani setiap hari menentukan arah hidup kita. Gaya hidup dunia, Roma 12:2-mengikuti pola dunia (aión = sistem zaman yang rusak). Fokusnya diri sendiri, ambisi pribadi, dan kesenangan sesaat. Gaya hidup Kerajaan Allah, Matius 6:33 mencari Kerajaan Allah lebih dahulu. Kata zéteő mengejar dengan sungguh-sungguh. Dalam Galatia 5:19-23-kita melihat ciri nyata dan perbandingan antara perbuatan daging dan buah Roh. Konteks pada zaman Korintus, jemaat mula-mula hidup di tengah budaya Romawi yang penuh kompromi. Paulus menegaskan kepada mereka agar mereka jangan ikut arus kompromi. Hari ini, kita pun dipanggil hidup berbeda-nilai kita bukan dari dunia, tetapi dari Kerajaan Allah.
Yang kedua, *To Glorify God Memuliakan Allah* (Yohanes 17:4). Kehidupan Yesus selalu berfokus untuk memuliakan Bapa. Dalam Yohanes 17:4 fokus Yesus menyelesaikan tugas-Nya. Kata teleio menuntaskan dengan sempurna. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus tidak mencari kepentingan diri sendiri dan tidak mencari pujian manusia, Galatia 1:10. Ada hal yang harus kita waspadai sebagai penghalang, yaitu melakukan kebaikan demi dilihat orang, Matius 6:1. Renungkari sejenak, Yesus hidup di tengah tekanan religius dan sosial, namun tetap fokus pada Bapa. Kita pun harus waspada-media sosial, ambisi pribadi, dan validasi manusia sering mencuri kemuliaan Allah dalam hidup kita.
Yang ketiga, *Berbuah Lebat dan Manis,* (Yohanes 15:4-5). Kemuliaan Allah terlihat dari buah kehidupan kita. Miliki kehidupan yang berakar, Yohanes 15:4-tinggal (meno) di dalam Kristus. Miliki kehidupan yang bertumbuh, Kolose 2:7-berakar dan dibangun dalam Dia. Miliki kehidupan yang berbuah, Yohanes 15:5 tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Gambaran pokok anggur sangat relevan bagi orang Yahudi. Ranting yang melekat pasti berbuah. Hari ini, kualitas hubungan kita dengan Kristus menentukan kualitas buah kehidupan kita-karakter, keputusan, dan dampak.
Hidup yang memuliakan Allah bukan soal momen besar, tetapi konsistensi dalam hal kecil. Saat kita hidup dengan nilai Kerajaan, fokus pada Allah, dan tinggal dalam Kristus, hidup kita otomatis memancarkan kemuliaan-Nya. Stay blessed. (DW)
*Questions:*
1. Sudahkah kita memiliki dan menjalani gaya hidup Kerajaan Allah?
2. Sudahkah kita memuliakan Allah dengan kehidupan kita?
*Values:*
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau menjalani gaya hidup Kerajaan Allah.
Kingdom Quotes:
*Tujuan hidup kita bukan untuk terlihat hebat—namun untuk membuat Allah terlihat nyata melalui setiap aspek hidup kita.*
06/08/2026
*King's Swords*
Senin, 08 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 13:1–39
Kisah Para Rasul 4:23 – 5:11
Mazmur 71:9–18
*KUASA DALAM PILIHAN*
*“Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.” (Mazmur 119:30)*
Kehendak bebas diberikan Allah pada kita karena kita diciptakan serupa dengan gambar Allah. Memang tidak semua hal dalam hidup kita merupakan pilihan. Namun, sepanjang hidup mulai dari hal-hal sehari-hari seperti makanan, mata pencaharian, kepada siapa kita percaya, siapa yang kita pilih untuk menjadi pasangan hidup dan bagaimana kita menyikapi berbagai hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita-kebanyakan adalah pilihan.
Pilihan makanan kita mencerminkan kesehatan tubuh. Apa yang kita lihat dan dengarkan tertuang dalam tindakan dan percakapan kita. Disiplin menentukan hasil usaha kita. Bahkan pakaianpun menentukan cara orang memperlakukan kita. Semua itu artinya kita yang memutuskan seberapa sehat kita mau. Kita yang menentukan apakah kata-kata dan tindakan kita menunjukkan hikmat, atau justru kebodohan. Ada cara berpakaian yang membuat orang memperlakukan kita dengan santun atau dengan kurang ajar. Bukan masalah mewah, tapi sopan, bersih dan rapi. Begitupun dengan usaha kita dalam bekerja.
Dalam istilah kekinian, apakah umat Allah _"pro-choice"_? Tentu saja! Namun, pro-choice bukan berarti membenarkan tindakan yang salah untuk menghindari konsekuensi dari pilihan sebelumnya. Menggugurkan janin setelah *MEMILIH* untuk berhubungan intim adalah contoh upaya menghindari konsekuensi. Pilihannya adalah *SEBELUM* berhubungan intim, bukan *SETELAHnya,* Malas bekerja lalu tidak bisa memuaskan kebutuhan (baik primer atau bahkan tersier seperti pengakuan publik atas pencapaiannya) kadang juga menjadi pemicu tindakan negatif seperti mencuri, manipulasi, penipuan, dan sebagainya. Padahal sebenarnya pilihan untuk tidak disiplin bekerjalah penyebabnya.
Pendeta Jack Hibbs pernah bergurau dalam salah satu khotbahnya, _"Saya memang bisa menjilat stopkontak di dinding Tentu tidak saya lakukan, karena akibatnya pasti sangat menyakitkan."_ Gurauan yang sederhana ini perlu kita renungkan lebih dalam dalam hidup kita dalam proses memilih.
Memiliki pilihan adalah anugerah. Akan tetapi, bersama setiap pilihan, ada konsekuensi yang merupakan hasil (positif) atau akibat (negatif). Di tengah dunia yang penuh dengan pilihan, anak Tuhan diajak untuk memilih dengan hikmat sesuai dengan Firman Tuhan Bahkan Tuhan membayar harga sangat mahal untuk pilihan-Nya itu. Salib Yesus sendiri pun adalah sebuah pilihan. Mari murid-murid Tuhan, libatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita dan kita akan berbuah banyak dan memuliakan Tuhan kita. (SO)
*Questions:*
1. Adakah tindakan anda yang sebenarnya upaya untuk mendapatkan yang anda inginkan – yang tidak tercapai karena anda awalnya salah pilih?
2. Jika ada pilihan anda selama ini yang ternyata berakibat negatif, maukah anda berbalik dan konsisten berubah?
*Values:*
Dalam setiap pilihan ada kuasa, sekaligus pertanggungjawaban.
Kingdom Quotes:
*You are free to make whatever choice you want, but you are not free from the consequences of that choice." (Zig Ziglar)*
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Address
Central Avenue
Dover, NH
03820