BCCM Talungan

BCCM Talungan

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from BCCM Talungan, Church, Tuaran.

07/11/2021

Dasar dan Tujuan Hidup yang Sebenarnya

Kiriman dari:
Bangaran Pasamboan

"Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, s**a memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya." (1 Timotius 6:18-19)

Petikan dari pesan yang aka disampaikan Timotius kepada mereka yang kaya.

Mereka sudah kaya dan kekayaan mereka harus dilengkapi dengan kekayaan rohani, yaitu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebaikan, yang terlihat dalam tindakan yang s**a memberi dan membagi.

Harta duniawi yang mereka punya adalah alat tindakan rohani mengumpulkan harta sorgawi.

Menggunakan harta dengan baik adalah modal harta sorgawi. Sangat disayangkan kalau yang terjadi adalah bahwa demi harta duniawi orang melupakan sorga. Dasar yang baik bagi kehidupan adalah berbuat baik dengan harta yang ada.

Oups! Tunggu! Berbuat baik dengan harta duniawi tidak hanya supaya masuk sorga, itu tujuan jangka panjangnya; tetapi untuk jangka pendeknya, mengacu pada kalimat "di waktu yang akan datang" juga berarti hidup yang diberkati di dunia ini; membantu orang lain adalah membantu diri
sendiri.

"Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!" (Filipi 4:5)

11/10/2021

Persembahan: Apa yang Kita Punyai

Baca: 2 Korintus 8:1-15

"Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu." (2 Korintus 8:12)

Hal memberi sering kali masih menjadi keberatan hati bagi banyak orang Kristen. Ketika harus mengembalikan persepuluhan, memberi persembahan untuk mendukung pelayanan, memberi untuk sesama yang membutuhkan, sering kali kita lakukan dengan berat hati; atau mungkin ada motivasi terselubung. Terkadang p**a kita tergesa-gesa memikirkan kapan Tuhan segera membalas pemberian kita itu.

Memberi haruslah menjadi bagian hidup orang percaya. Hal memberi tidaklah selalu berhubungan dengan berapa besar nilai atau jumlahnya, tetapi selalu berhubungan dengan seberapa tulus hati kita terlibat dalam pemberian itu kembali. Mari kita belajar untuk memberi tanpa mengharapkan pemberian itu kembali. Kunci persembahan yang berkenan kepada Tuhan adalah ketika kita memberi persembahan dengan rela hati. Selain itu, persembahan yang berkenan kepada Tuhan adalah jika kita memberi berdasarkan apa yang kita punyai.

Ketika membawa persembahan, orang-orang Israel tidak memberikan persembahan dalam jumlah yang sama, tapi sesuai dengan kemampuan mereka. Seringkali kita menunggu sampai mempunyai uang atau harta lebih baru mau memberikan persembahan. Tetapi begitu memiliki uang lebih kita pun berubah sikap dan berpikir ulang 1000 kali untuk memberi, bahkan kita berani "mencuri" milik Tuhan. "Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?' Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan." (Maleakhi 3:8,10).

Tuhan tidak pernah menuntut apa yang tidak kita punyai; yang ada pada kita, sekalipun sedikit, kalau dipersembahkan kepada Tuhan dengan s**arela menyenangkan hati Tuhan!

09/07/2021

Sendiri Bersama Tuhan

Baca: 1 Raja- Raja 17:1-6

"Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan." (1 Raja-Raja 17:3)

Di mata Tuhan penyembahan berhala adalah dosa besar dan merupakan suatu kekejian, sebab Tuhan sudah memperingatkan umat Israel, "...janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka." (Yehezkiel 20:18). Tuhan sangat "...benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia," (Mazmur 31:7). Sebagai akibatnya Tuhan menghukum bangsa Israel dengan kekeringan selama 3,5 tahun. Karena menyampaikan pesan Tuhan tentang penghukuman atas Israel tersebut keberadaan Elia menjadi sangat terancam dan dimusuhi oleh raja Ahab.

Di tengah situasi yang genting ini, Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada Elia. Sebagaimana arti nama Elia, Tuhan adalah Allahku, maka Tuhan membuktikan diri-Nya sebagai Allah yang hidup, yang sanggup menolong, melindungi dan memelihara Elia. Sungguh benar apa kata pemazmur, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2).

Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi dan bersembunyi di tepi sungai Kerit. Adapun arti kata "Kerit" adalah diasingkan, dipisahkan, disendirikan, atau terpencil. Sungai Kerit menjadi "sekolah" bagi Elia untuk menjalani proses pembentukan Tuhan. Di tempat yang terasing dan terpisah dari hingar bingar, iman Elia dimantapkan. Dalam kesendirian inilah Elia diajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan mengandalkan Dia saja. Elia pun tinggal selama beberapa waktu lamanya di tepi sungai Kerit sehingga ia terlindungi dari kejaran tentara Ahab.

Terkadang Tuhan mengijinkan "kekeringan" terjadi dalam hidup ini supaya kita belajar bergantung kepada Tuhan, memisahkan diri dari kesibukan dan bersekutu dengan Tuhan dan mencari hadirat-Nya. "Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" (1 Tawarikh 16:11), sebab "...tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN." (Mazmur 9:11). Dalam situasi sulit sekalipun, asal kita mau melangkah sesuai perintah Tuhan pasti ada jaminan perlindungan-Nya, seperti yang dialami Elia.

Dalam kesendirian dan terpisah Elia memperoleh pengalaman rohani yang sangat berharga bersama Tuhan!

26/04/2021

Kenyang
Nas: "Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu ...." (Ulangan 8:11)

Kenyang

Sejarawan Yahudi, Yuval Noah Harari, mencatat fakta bahwa pada 2010 ada satu juta manusia di dunia mati akibat kombinasi antara kelaparan dan kekurangan gizi. Ironisnya, pada tahun yang sama, ada tiga juta orang di dunia mati akibat kegemukan-terlampau banyak mengkonsumsi makanan atau makan terlalu berlebih. Fakta membuktikan, rupanya, baik kelaparan maupun kekenyangan bisa hadir sebagai ancaman bagi manusia. Bahkan kekenyangan justru memiliki daya merusak yang lebih mematikan!

Kitab Ulangan mengisahkan, sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, Musa menyampaikan nasihat terakhir kepada mereka. Salah satunya, nasihat supaya mereka mewaspadai kesejahteraan atau kemakmuran. Sebab kondisi berkelimpahan serba kenyang mengandung bahayanya sendiri, yaitu bisa membuat mereka melupakan Tuhan (ay. 10-14). Lupa, di padang gurun dulu mereka pernah lapar. Sekaligus lupa akan kebaikan Tuhan pada saat mereka lapar dulu. Kenyang bukan jaminan mereka bersyukur dan ingat akan Tuhan. Harus ada peringatan untuk bahaya tersebut.

Secara fisik orang yang terlalu kenyang mudah terserang rasa ngantuk. Akibatnya, secara mental ia cenderung kurang waspada. Secara sosial, ia bisa kurang peka dan tidak peduli sekitar karena gampang tergoda untuk membuang-buang makanan. Secara rohani, ia bisa merasa cukup, merasa tak punya alasan untuk membutuhkan Tuhan, lalu melupakan Dia. Sudah banyak bukti, apabila tak waspada, kelimpahan justru menjauhkan seseorang, sebuah keluarga, atau masyarakat, bahkan suatu bangsa dari Tuhan. Jadi, peringatan untuk mewaspadai kemakmuran memang sangat beralasan, bukan? --PAD

KRISIS IMAN TAK SELALU MASUK LEWAT PINTU KEKURANGAN,
TAPI BISA JUGA MENYUSUP LEWAT PINTU KELIMPAHAN.

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Tuaran?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Tuaran
88450

Opening Hours

07:00 - 14:00