New History

New History

Share

informasi dan hiburan Konten Baru ( MODERNISASI )

Mengikuti kebutuhan penonton publik

12/06/2026

Informasi untuk pengguna sosmed, jangan panik 😎

12/06/2026

Penjelasan Dirut Pertamina

11/06/2026

Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meluruskan informasi yang beredar terkait bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp5,4 juta.
Juru Bicara Ketua DEN Jodi Mahardi menegaskan besaran bansos tunai tersebut bukan merupakan program bantuan baru, angkanya hanya ilustrasi.

"Angka Rp5,4 juta bukan merupakan program bantuan tunai baru yang akan diterima secara merata oleh setiap warga negara," kata Jodi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6).

Menurut dia, besaran tersebut disusun sebagai gambaran akumulasi besaran bansos yang bisa diterima rumah tangga penerima dari berbagai program perlindungan sosial yang sudah ada.

Jodi menjelaskan manfaat yang diterima setiap rumah tangga tidak akan sama, karena bergantung pada kondisi masing-masing penerima.

"Setiap rumah tangga memiliki kondisi dan tingkat eligibilitas yang berbeda, manfaat riil yang diterima tentu tidak akan sama," ujarnya.

Lebih lanjut, Jodi menyampaikan pemerintah saat ini tengah fokus membangun sistem perlindungan sosial yang lebih terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Transformasi tata kelola ini dirancang agar penyaluran berbagai program bantuan dan subsidi dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat yang berhak.

"Pemerintah ingin memastikan bahwa manfaat program perlindungan sosial dapat disalurkan secara jauh lebih efektif dan tepat sasaran khusus bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan," ujar Jodi.

Saat ini, pemerintah masih melakukan transformasi kebijakan ini secara bertahap. Uji coba implementasi digitalisasi penyaluran bansos telah berjalan di sejumlah daerah dan akan terus dievaluasi secara komprehensif sebelum diterapkan secara nasional.

Jodi menyatakan pemerintah berkomitmen penuh untuk menghadirkan program perlindungan sosial yang semakin responsif, terintegrasi, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan rakyat.

Sumber : CNN Indonesia

11/06/2026

Sony Sanjaya bongkar mama pejabat korupsi MBG

11/06/2026

Media sosial dihebohkan dengan penemuan batu bara di halaman rumah seorang warga di Kalimantan saat tengah menggali lubang untuk septic tank.

Dalam video viral yang dibagikan akun TikTok , mulanya terlihat beberapa orang pria tengah menggali lubang di pekarangan rumah.

Bukannya menggali tanah biasa, penggalian tersebut justru memperlihatkan lapisan hitam pekat yang belakangan diketahui sebagai batu bara.

Lapisan tersebut tampak padat dan berkilau, menandakan keberadaan batu bara di dalam tanah.

Penemuan ini tentu membuat pemilik rumah terkejut, mengingat tujuan awal penggalian hanyalah untuk kebutuhan sanitasi.

“Kalimantan ini, depan teraspun ada batu bara, padahal gali tanah untuk septic tank” tulis akun tersebut pada Rabu, 22 April 2026.

Namun semakin dalam digali, material hitam tersebut semakin banyak ditemukan.

Dalam video, terlihat saat seseorang memegang bongkahan batu bara berwarna hitam mengilap.

Permukaannya terlihat keras dengan kilap khas yang menunjukkan kualitasnya sebagai hasil tambang.

Tak hanya berhenti di dalam lubang, batu bara yang ditemukan kemudian dikumpulkan di teras rumah.

Terlihat gundukan batu bara yang diletakkan di dekat pagar, memenuhi sebagian area depan rumah.

Lokasi penemuan yang berada di area permukiman membuat kejadian ini semakin menarik perhatian.

Banyak yang tak menyangka bahwa “harta karun” hasil bumi bisa ditemukan secara tidak sengaja di pekarangan rumah.

Kalimantan sendiri memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Namun, penemuan secara langsung di halaman rumah warga seperti ini tergolong cukup jarang terjadi.

Video tersebut pun langsung viral dan memicu berbagai reaksi netizen di media sosial.

Sebagian merasa takjub, sementara lainnya menyayangkan aksi perekam video yang membagikan penemuan “harta karun” tersebut di pekarangan rumahnya.

“Waduh kenapa di videoin kak, nanti diklaim sama pemerintah,” tulis akun ***

“Awas tambang apapun jangan diupload di medsos ujung-ujungnya jaddi hak milik sama negara,” ujara akun ***

“Yailah, malah diviralin, auto milik negara inii,” imbuh akun ***

“Padahal belum semeter udah ketemu batu bara, berarti banyak dibawah itu,” kata akun ***

Hingga kini, video penemuan batu bara tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial dan sudah dilihat sebanyak 1,2 juta kali di TikTok.

Meski demikian belum ada informasi jelas mengenai lokasi penemuan tambang batu bara tersebut.

Sumber : suara.com

11/06/2026

“Negeri ini tak akan hancur karena bencana atau perbedaan. Sebaliknya, negeri ini mudah hancur karena moral bejat dan korupsi.”

Kalau hanya karena gempa, banjir, atau gunung meletus, negeri ini mestinya sudah lama pensiun dari peta dunia. Dari dulu kita hidup berdampingan dengan alam yang kadang batuk-batuk sedikit. Tapi lihatlah, setiap kali tanah berguncang, orang-orang kecil justru saling menguatkan. Dapur umum berdiri lebih cepat daripada meja rapat. Perbedaan agama, suku, pilihan politik—semuanya mendadak tak penting ketika yang dibutuhkan adalah sebotol air dan selembar selimut.

Perbedaan tidak pernah benar-benar menjadi masalah. Sejak awal, negeri ini memang didirikan di atas keberagaman. Kalau mau seragam, mungkin dari dulu kita sudah sepakat pakai satu warna saja. Tapi kita memilih banyak warna. Dan anehnya, justru itulah yang membuat kainnya indah.

Yang berbahaya bukanlah perbedaan, melainkan ketika hati mulai kehilangan rasa malu. Ketika jabatan dipakai bukan untuk mengabdi, melainkan untuk mengisi laci. Ketika hukum bisa ditawar, dan keadilan bisa dicicil. Korupsi itu bukan sekadar soal uang negara yang hilang; ia menggerogoti kepercayaan. Dan kalau kepercayaan sudah hilang, bangsa sebesar apa pun akan rapuh.

Orang sering bertanya, apa ancaman terbesar bagi negeri ini? Saya kira bukan orang yang berbeda pendapat. Demokrasi memang berisik, tapi kebisingan itu tanda kehidupan. Yang patut dikhawatirkan adalah keserakahan yang diam-diam dilegalkan, kebohongan yang dibiasakan, dan nurani yang ditidurkan.

Negeri ini kuat. Ia sudah melewati penjajahan, krisis, dan berbagai ujian sejarah. Tapi ia akan goyah jika orang-orang yang diberi amanah lupa bahwa kekuasaan itu titipan, bukan warisan keluarga. Kalau moral dijaga, perbedaan akan jadi rahmat. Kalau moral rusak, bahkan keseragaman pun tak akan menyelamatkan.

Jadi jangan terlalu takut pada bencana atau pada tetangga yang berbeda pandangan. Takutlah pada diri sendiri ketika mulai merasa korupsi itu wajar, dan ketidakjujuran itu sekadar “cara.” Di situlah awal kehancuran yang sebenarnya.

Sumber : Literasi Kata

11/06/2026

Negara Nordik yang satu ini selalu konsisten masuk daftar teratas negara paling bahagia di dunia. Denmark bisa seperti sekarang karena kondisi politik di sana yang stabil, korupsi yang rendah, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Lagi-lagi pengelolaan pajak yang bikin negara ini dicintai masyarakatnya. Tingginya pajak di sini sebanding dengan pemberian fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis di sana.

Di Denmark, tiap bulan pekerjanya bisa menerima upah US$ 5.310 atau Rp 76,6 juta. Sementara pajak tahunannya sekitar 45 persen dari penghasilan. Makanya Denmark disebut-sebut sebagai negara dengan pajak tertinggi di dunia.

10/06/2026

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026.

⛽ Pertamax (RON 92)
• Sebelumnya: Rp12.300/liter
• Sekarang: Rp16.250/liter

⛽ Pertamax Green (RON 95)
• Sebelumnya: Rp12.900/liter
• Sekarang: Rp17.000/liter

Kenaikan harga ini berbeda di setiap provinsi. Beberapa daerah dengan harga Pertamax tertinggi mencapai Rp17.000 per liter antara lain Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Menurut Pertamina, penyesuaian harga dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

10/06/2026

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim Pemerintah Jepang mengajak warga negara Indonesia (WNI) untuk pindah kewarganegaraan. WNI yang ingin pindah kewarganegaraan ke Jepang diiming-imingi pekerjaan dengan gaji Rp 27 juta per bulan.

Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam unggahan tersebut tidak benar. Narasi yang beredar Unggahan yang mengeklaim Jepang mengajak WNI pindah negara dengan iming-iming pekerjaan bergaji Rp 27 juta dibagikan akun Facebook dan Instagram ini.

Akun tersebut membagikan foto Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi. Foto diberi keterangan sebagai berikut: Jepang ajak wni pindah negara dan diberi pekerjaan gaji 27 juta / bulan

Saat ditelusuri melalui Google Search, tidak ditemukan informasi valid Pemerintah Jepang mengajak WNI pindah negara dengan iming-iming pekerjaan bergaji Rp 27 juta per bulan. Selain itu, unggahan yang beredar juga tidak menyertakan sumber yang jelas.

Tim Cek Fakta Kompas.com mencoba menghubungi Kuasa Usaha Ad-Interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru melalui pesan di Instagram pada Senin (8/6/2026). Namun, hingga artikel ini diterbitkan masih belum ada tanggapan. Sementara, melalui pesan tertulis kepada Kompas.com, Kementerian Luar Negeri RI, menyebut informasi tersebut tidak benar. "Berita tersebut tidak benar," tulis Kementerian Luar Negeri Ri, Senin (8/6/2026). Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri foto Prabowo dan PM Jepang, Sanae Takaichi bersalaman menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya, diketahui bahwa foto itu identik dengan unggahan di laman Sekretariat Kabinet ini. Foto itu adalah momen Prabowo bertemu Sanae Takaichi pada 31 Maret 2026 di Istana Akasaka, Tokyo, Jepang. Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis dan peran aktif dalam menjaga stabilitas serta perdamaian global. Tidak ada keterangan Pemerintah Jepang mengajak WNI untuk pindah negara. Sampai saat ini juga tidak ditemukan pernyataan dari Pemerintah Jepang yang mengajak WNI pindah negara dengan iming-iming pekerjaan bergaji Rp 27 juta. Adapun selama ini memang terdapat program kerja sama antara Jepang dan Indonesia di bidang tenaga kerja. Program itu seperti Technical Intern Training Program (TITP) serta Pekerja Berketerampilan Spesifik (SSW). Kesimpulan Narasi yang menyebut Jepang mengajak WNI pindah warga negara dengan iming-iming pekerjaan bergaji Rp 27 juta per bulan adalah hoaks. Tidak ada informasi kredibel terkait klaim tersebut. Kementerian Luar Negeri RI juga menyebut bahwa narasi Jepang mengajak WNI pindah negara tidak benar.

Sumber : Kompas.com

Want your business to be the top-listed Media Company in Pati?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Semarang
Pati