Agen Properti Tangerang
AGEN PROPERTI TANGERANG-DEPOK
Tlp & WA: 0851 9863 9027
Rumah/properti sudah diverifikasi
Rumah/properti berkualitas
Harga sesuai atau dibawah pasar.
Belajar Psikologi Adalah Sangat Penting Dan Berguna.
Bangkit Lagi PT. Dirgantara Indonesia
Begitu Ternyata
Mosok
Masa Sih!
Ciri-ciri orang NPD
Hidup yang baik dan benar harus memenuhi unsur nyaman, apapun alasannya jika tidak ada rasa nyaman dalam diri setiap orang, maka semua hal dalam kehidupannya tidak ada artinya.
13/04/2026
Kapsul Orion Terbalik
Kapsul Orion menempatkan penampang terbesarnya (pelindung panas/heat shield) menghadap Bumi saat masuk kembali ke atmosfer untuk menahan panas ekstrem akibat gesekan atmosfer dan memperlambat kecepatan secara drastis. Pelindung panas ablasi ini menyerap dan membuang panas tinggi, melindungi kru di dalamnya agar tidak terbakar.
Berikut adalah poin-poin penting mengapa penampang terbesar Orion menghadap bumi:
* Perlindungan Panas Maksimal: Pelindung panas (heat shield) di bagian bawah kapsul dirancang untuk menahan suhu mencapai $2.760^{\circ}\text{C}$ ($5.000^{\circ}\text{F}$), yang dihasilkan saat kapsul bergesekan dengan atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
* Ablasi (Pengikisan): Material pelindung panas dirancang untuk mengikis (terbakar) perlahan, sehingga panas yang dihasilkan tidak merambat masuk ke kabin astronot.
* Pengereman Aerodinamis: Penampang luas menciptakan gaya hambat (drag) yang besar, memaksa kapsul melambat dari kecepatan re-entry yang luar biasa menjadi kecepatan yang aman untuk membuka parasut.
* Stabilitas: Desain ini menjaga kapsul tetap stabil dengan posisi pelindung panas di depan selama proses penurunan yang krusial.
Sistem ini sangat vital untuk keselamatan misi Artemis II, memastikan kapsul dan kru kembali dengan aman dari perjalanan di belakang Bulan.
Kapsul Orion sebenarnya dirancang agar secara alami "ingin" terbang dengan bagian tumpul (heat shield) di depan.
Rahasia aerodinamisnya terletak pada dua hal utama: Pusat Massa (Center of Mass) dan Sistem Kendali Reaksi (RCS).
Berikut adalah penjelasan teknis mengapa Orion tidak terbalik:
1. Pusat Massa yang Rendah (Offset Center of Gravity):
Insinyur NASA menempatkan komponen terberat di bagian bawah kapsul. Ini membuat Orion seperti mainan "rolly-polly" atau boneka yang tidak bisa jatuh. Secara aerodinamis, pusat massa yang jauh di depan (ke arah heat shield) memastikan kapsul tetap stabil pada posisi tersebut meski dihantam tekanan udara tinggi.
2. Sudut Serang (Angle of Attack):
Pusat massa Orion sengaja digeser sedikit ke samping (tidak tepat di tengah sumbu simetri). Hal ini menyebabkan kapsul terbang dengan sedikit miring. Kemiringan ini menciptakan gaya angkat (lift), yang memungkinkan astronot mengendalikan arah terbang kapsul di atmosfer, bukan sekadar jatuh bebas.
3. Pendorong RCS (Reaction Control System):
Orion dilengkapi dengan mesin pendorong kecil (jet nitrogen atau hidrazin) di sekeliling kapsul. Jika tekanan udara mencoba memutar atau membalikkan kapsul, sensor komputer akan mendeteksinya dan menembakkan pendorong tersebut untuk mengoreksi posisi secara instan.
4. Bentuk Kerucut Tumpul (Blunt Body Theory):
Secara fisika, bentuk tumpul justru lebih stabil pada kecepatan hipersonik karena menciptakan gelombang kejut (shock wave) yang kuat di depan kapsul. Gelombang ini menjauhkan panas ekstrem dari badan kapsul dan menciptakan bantalan udara yang membantu menjaga stabilitas.
Tanpa distribusi beban yang presisi dan bantuan pendorong aktif, Orion memang akan cenderung berputar tidak terkendali.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Address
Jalan Swasa No. 1 Perumnas 2 Kel. Kelapadua Kec. Bencongan Kab. Tangerang
Tangerang
15811
07/04/2026