GBIA Rhemata
Halaman ini berisikan artikel² rohani Kekristenan, info seminar, dan segala hal yg berkaitan dgn k
16/07/2022
*KEBENARAN YG DISEGEL DNG DARAH*
Saat masih anak Sekolah Minggu kita mendengar cerita tentang Daniel yang dibuang ke gua singa namun dia tidak dimakan singa, kita senang sekali. Kita juga mendengar Sadrak, Mesak, dan Abednego dibuang ke dalam nyala api namun sehelai rambut pun dari mereka tidak ada yang hangus.
Lalu mengapakah para Rasul mati syahid, Paulus dipenggal, Petrus disalibkan dengan kepala sebelah bawah, Bartholomeus bahkan dikuliti. Satu-satunya Rasul yang mati tua adalah Yohanes di p**au Patmos, walau sebelumnya dia pernah dicemplungkan dalam minyak mendidih dan tidak mati.
Orang kristen dianiaya oleh satu persatu kaisar Roma, mereka dijadikan tontonan dalam arena stadium untuk dimakan singa, dan disiram dengan aspal diikat di tiang untuk dijadikan obor dalam pertandingan pacuan kuda.
*Kristen Anak Iblis Membakar Kristen Anak Allah*
Penganiayaan kaisar pagan terhadap Kristen berhenti sejak Konstantin naik tahta sekitar tahun 303 AD. Sepuluh tahun kemudian, 313 AD, Konstantin pada saat berada di kota Milan mengumumkan bahwa semua barang yang pernah dirampas dari orang Kristen harus dikembalikan. Pengumuman ini dikenal dengan nama Edict of Milan. Pada saat itu orang Kristen bersukacita, dan Gembala kota Roma, Sylvester juga, tanpa menyadari bahwa sesungguhnya iblis mengubah taktik dari menganiaya orang Kristen dari luar secara kejam menjadi menyusup masuk ke dalam kekristenan untuk merusak dari dalam.
Konstantin menggabungkan gereja dengan Kekaisaran Roma, dan menjadikan kekristenan sebagai agama, bahkan agama negara. Setiap bayi karena secara langsung adalah warga negara Roma maka ia harus dipercik dengan air yang mereka sebut "BAPTIS" untuk dijadikan anggota gereja Roma yang Am (Katolik). Semakin hari kaisar semakin ikut campur tangan atas segala sesuatu dalam Gereja Roma yang Am itu, yang sesungguhnya adalah Gereja Konstantin.
Apakah semua orang Kristen setuju dengan gereja Konstantin? Hanya orang bodoh yang berpikir bahwa tidak ada orang Kristen yang melawan penyimpangan yang terjadi. Tetapi siapakah yang sanggup melawan kaisar Roma pada saat itu? Siapapun yang melawan keinginan Kaisar pasti akan menuai kematian.
*ANABAPTIS Melawan Dari Bawah Tanah*
Sejumlah kecil orang Kristen yang mengasihi Tuhan dan kebenaran Alkitab berani melawan. Mereka tidak setuju bayi yang belum mengerti apapun dibaptis untuk dikristenkan. Dan juga tidak setuju gereja bersatu dengan negara. Dua kesalahan awal dan utama ini cukup menenggelamkan gereja menjadi pelita kosong yang tak berminyak. Gereja semakin hari semakin mengutamakan upacara ritual saja. Dan demi upacara ritual mereka mengangkat imam yang bukan keturunan Harun, aneh sekali. Kemudian semakin banyak pengajaran yang menyimpang dari Alkitab. Mereka mengajarkan keselamatan melalui upacara misa dan Perjamuan Kudus, padahal seharusnya itu Perjamuan Tuhan yang khusus untuk mengingat akan Tuhan.
Ada sekelompok orang yang mampu melihat bahwa pintu masuk menuju kesesatan sesungguhnya adalah pengkristenan bayi melalui diperciki dengan air yang mereka sebut pembaptisan juga, padahal itu sesungguhnya adalah perantisan. Kelompok orang ini tidak bisa terima bayi dibaptis. Menurut mereka perintah Tuhan sangat jelas yaitu pergi membaptis orang yang bertobat dan percaya, bukan bayi yang belum tahu tangan kanannya.
Kelompok penentang gereja Konstantin itu membaptis ulang orang gereja Konstantin yang berhasil mereka sadarkan dan mau bergabung ke dalam kelompok mereka. Orang gereja Konstantin menyebut mereka ANABAPTIS, bahasa Yunani ANA = ULANG, jadi ANABAPTIS artinya BAPTIS ULANG, atau kelompok PEMBAPTIS ULANG. Sudah pasti gereja Konstantin menuduh kaum ANABAPTIS sebagai bidat dan sesat.
Selama seribuan tahun sesungguhnya hanya ada dua kelompok orang Kristen, yaitu kelompok PEMBAPTIS BAYI dan kelompok ANABAPTIS yang menentang pembaptisan bayi. Karena kelompok Pembaptis Bayi adalah yang bersatu dengan pemerintah duniawi maka mereka berposisi sebagai penguasa dan di permukaan, sedangkan kelompok ANABAPTIS yang dituduh bidat, sesat dan darah mereka halal maka mereka bersembunyi di bawah tanah.
Karena dituduh bidat, para ANABAPTIS dicari dan jika ditemukan mereka akan dihukum dengan hukuman dari yang ringan sampai hukuman terkejam yang bisa dipikirkan oleh manusia. Ada orang berkata, mengapa nama mereka tidak dicatat sejarah dan siapa pemimpin mereka? Mereka lupa bahwa sejarah dicatat oleh pemenang, dan mereka tidak berkepentingan melestarikan nama bidat. Lagip**a para ANABAPTIS berusaha keras menyembunyikan identitas diri mereka, teman-teman mereka, apalagi pemimpin mereka karena dicari untuk dibunuh. ANABAPTIS yang dibunuh oleh gereja Konstantin jumlahnya tak terhitung. Bahkan bukan hanya gereja Konstantin yang memburu mereka, diikuti juga oleh Protestan dan Reformator.
*Segel Kebenaran Dengan Darah*
Banyak orang bertanya, jika kaum ANABAPTIS berdiri di atas kebenaran, mengapa Tuhan tidak menolong mereka seperti Ia menolong Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Apakah Tuhannya ANABAPTIS berbeda dari Tuhannya Sadrakh, Mesakh dan Abednego?
Banyak orang tidak paham bahwa Tuhannya para Rasul yang hampir semuanya mati syahid itu sama dengan Tuhannya kaum ANABAPTIS, dan juga sama dengan Tuhannya Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Hal yang membedakan hanyalah THEMA yang diusung berbeda. Zaman Sadrakh, Mesakh dan Abednego themanya ialah Allah yang maha kuasa, dan khusus dalam kasus Sadrakh, Mesakh dan Abednego ialah Jehovah yang lebih berkuasa dari Nebukadnezar, raja Babel.
Sedangkan zaman para Rasul dan ANABAPTIS ialah kebenaran yang mereka imani lebih mahal dari apapun bahkan lebih mahal dari nyawa mereka. Mereka telah mengimani pengajaran yang benar yang dari Allah yang maha benar, yang lebih mahal dari nyawa mereka.
Tuhan mengizinkan mereka menyegel kebenaran yang mereka imani dengan darah mereka. Dan sekaligus untuk menunjukkan kepada dunia, bahkan tercatat dalam sejarah bahwa mereka di pihak kebenaran sedangkan penganiaya mereka adalah anak-anak iblis yang mengajarkan kesesatan, serta membuktikan kesesatan mereka melalui tindakan bapa mereka yaitu iblis bapa segala pembunuh. Mereka sambil membunuh orang sambil memegang salib dan menyulut api membakar orang dalam nama Yesus padahal tindakan yang mereka lakukan adalah perbuatan iblis.
Tindakan mereka seharusnya dibaca oleh pencari kebenaran sepanjang masa, dan itu seharusnya merupakan tanda kesesatan yang nyata. Pencari kebenaran yang penuh hikmat seharusnya tahu bahwa ajaran yang dibela dengan perbuatan iblis itu mustahil adalah kebenaran. Senyaring apapun seruan, dan setebal apapun buku yang ditulis, dan sebesar apapun gedung gereja yang dibangun, jika ajaran yang disampaikan dan dibela bukanlah kebenaran, maka semua itu akan percuma belaka.
Saya tak habis-habisnya mengucap syukur bisa bertemu kelompok ANABAPTIS, dan mempelajari sejarah mereka, dan poin-poin doktrin yang mereka pegang teguh serta bela hingga menyegelnya dengan darah mereka. Saya sangat bersukacita jika dihitung ke dalam kelompok mereka, apalagi bisa mewarisi pengajaran mereka. Dan saking sukacitanya maka saya juga mau membagi kepada pencari kebenaran seperti saya.
Kiranya tulisan singkat ini bisa merangsang, menyentak pembaca, agar kita sama-sama menikmati kebenaran dan bisa masuk dalam kelompok ANABAPTIS dan terhitung sebagai orang yang menjunjung tinggi kebenaran yang alkitabiah. Kiranya Roh Kudus memberi hikmat dan menyertai.
Jakarta, 15 Maret 2022
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
YouTube channel: GBIA GRAPHE dan GBIA INDONESIA.
Maranatha!
16/07/2022
*SISTEM PENGGAJIAN ALKITABIAH*
Jika seseorang sungguh berhikmat ia pasti menyadari bahwa sistem penggajian membawa pengaruh yang sangat besar terhadap pelayanan. Ketika Jenderal di Pentagon merencanakan penyerangan ke Afganistan, salah satu faktor yang mereka pasti pikirkan amat sangat dan baik-baik ialah supply kebutuhan prajurit yang dikirim ke sana. Dan pihak musuh, Taliban, juga sangat tahu bahwa jika mereka berhasil memotong supply pasukan, maka mereka akan berhasil setidaknya menghambat kemajuan pasukan AS. Itulah sebabnya mereka berulang-ulang menyerang mobil pengangkut bahan makanan.
Sistem penggajian gereja telah dimanfaatkan iblis yang sangat pintar dan licik untuk merusak gereja.
[1]. Gembala digaji oleh negara. Ini sistem yang diterapkan di Eropa oleh gereja-gereja yang bersatu dengan negara. Sistem ini telah menjadi salah satu faktor yang menghancurkan gereja di sana. Jika tiap tanggal 1 gaji masuk ke dalam rekening seperti pegawai negeri, maka jemaat dari seribu orang turun hingga sepuluh orang, Gembala tidak perlu pusing.
[2]. Gembala digaji oleh Sinode. Ini persis sama dengan yang pertama. Dan sistem ini memakai tingkat pendidikan sebagai patokan. Gembala bukan hanya tidak pusing kalau jemaat tinggal sepuluh orang, bahkan sistem ini telah mendorong mereka kejar titel, dan ramai-ramai cari yang akreditasi. Tidak pernah hadir kuliah pokoknya ada gelar doktor.
[3]. Gembala digaji oleh majelis. Hasil akhirnya, Gembala jadi KARYAWAN majelis. Orang muda TIDAK BERMINAT jadi hamba Tuhan, dan gereja kalang-kabut mencari Gembala dan akhirnya saling membajak Gembala gereja lain. Ketika kekurangan hamba Tuhan, maka hamba Tuhan juga tahu profesinya langka sehingga dia berubah menjadi hamba uang dengan menuntut fasilitas, standard gaji dll. Gereja akan digembalakan oleh Gembala upahan yang cari makan di gereja. Setelah waktu berjalan lama, gereja akan mirip Yayasan, atau ormas, tidak ada penginjilan karena Gembala upahan, dan khotbah pun alakadarnya. Bahkan biasanya Gembala hanya tukang kubur orang, tukang kawinkan orang, tukang Baptis orang.
[4]. Gaji Gembala ditetapkan seluruh anggota jemaat. Efeknya sang Gembala adalah KARYAWAN dari anggota jemaatnya yang baru berumur 18th. Sudah pasti akan semakin sedikit orang yang MERASA dipanggil Tuhan untuk melayani Fulltime. Kekristenan akan menuju punah sendirinya.
[5]. Gembala tetapkan sendiri gajinya. Biasanya yang bisa begini karena Gembala adalah sang pendiri gereja. Efeknya, jika Gembala ambil sedikit dia merasa kekurangan, dan jika dia ambil banyak akan ada banyak gosip yang beredar bahwa dia ambil kebanyakan. Sangat tidak elok, dan akan jadi batu sandungan.
[6]. Gembala ambil seluruh Persembahan Persepuluhan (PP). Gereja demikian biasanya adalah yang Gembalanya mantan pengusaha yang banting steer dari pengusaha materi menjadi pengusaha rohani. Tidak puas dengan 500 PP, dia masih perlu tambah Khotbah mengancam dengan kutuk, belalang pelahap dll. Gereja demikian biasanya mengikuti angin badai penyesatan, sebentar musim tertawa dia ajak jemaatnya tertawa, nanti musim menangis dia ajak jemaatnya menangis. Apa saja akan dilakukannya asal itu bisa membuat pengunjung ramai dan PP bertambah. Segala macam cerita akan dikarangnya, dari dibawa ke Sorga hingga dibawa ke neraka. Dan kesaksian yang heboh paling disukainya karena itu semacam entertainmen yang menarik untuk disuguhkan.
[7]. Gembala MAKSIMUM ambil 11 PP (Persembahan Persepuluhan). Jika ada 500 PP, Gembala hanya boleh memilih 11 PP sesukanya, dan sisanya 489 PP untuk keperluan lain. Orang Kristen diajar untuk memberikan minimum 10% dari penghasilannya dengan *SUKARELA* dan *SUKACITA.* Selama lebih tiga puluh tahun jadi Gembala, saya tidak pernah dapatkan orang Kristen LAHIR BARU yang keberatan kasih kepada Tuhan di atas 10% dari penghasilannya. Sistem penggajian ini *MENCONTOH* sistem Tuhan ketika dulu Ia mengaji suku Lewi. *Jadi, hanya sistem ini yang ada dasar Alkitabnya.* Ketika Tuhan memberkati anggota jemaat yang setia kasih PP, itu sama dengan Ia memberkati pekerjaNya. Inilah sistem yang paling ideal, paling masuk akal, paling membawa efek positif bagi kekristenan. *Sistem inilah yang diajarkan dan dipakai GBIA.*
Sejak gereja berdiri sampai hari pengangkatan (Rapture) tak perlu ada rapat menentukan gaji Gembala, karena dia hamba Tuhan bukan hamba majelis. Tak ada pihak yang perlu iri jika Gembala dapat cukup besar karena selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin melayani Tuhan. Jika Gembala merasa terlalu banyak tentu dia boleh ambil KURANG dari 11 Persepuluhan. Ini sistem paling logis, paling efektif, dan paling alkitabiah, karena ada CONTOHNYA pada saat Tuhan menggaji suku Lewi dengan persepuluhan sebelas suku lain.
*CATATAN:*
Ada sih yang berkata bahwa hamba Tuhan tidak perlu digaji, mereka harus hidup dari persembahan sukarela anggota jemaat. Biasanya orang yang berkata demikian justru adalah yang tidak mau jadi hamba Tuhan Fulltimer, yang maunya cuma komentar bahkan mengatur. Dia juga biasanya tidak peduli kalau kekristenan menurun bahkan punah karena keinginan orang untuk melayani Tuhan menurun.
Banyak orang tidak paham bahwa sifat Kisah Para Rasul adalah CATATAN tentang keadaan ketika kekristenan dimulai. Gereja mula-mula bukan yang paling benar melainkan yang masih dibentuk, sambil buku petunjuknya sedang ditulis.
Banyak orang membandingkan pelayan sekarang dengan Paulus dan keadaan jemaat paling awal. Padahal itu keadaan yang mirip dengan keadaan perang kemerdekaan. Tidak satupun negara yang memberlakukan tentara regulernya di saat normal dengan keadaan sukarelawan saat perang kemerdekaan. Kalau semua anggota TNI disuruh bawa bekal sendiri-sendiri, pasti tidak ada satu pun anak muda yang daftar. Maka itu biasanya yang berbicara demikian pun tidak mau jadi pelayan Tuhan Fulltimer. Bisa saja ada orang yang tabungannya sudah cukup, atau yang sudah punya saham di berbagai perusahaan, ikutan melayani dan berkata tak perlu sistem gaji cukup hidup dengan iman, dan dia menunjuk contoh keadaan di Kisah Para Rasul. Tetapi jelas sekali bahwa cara ini tidak bisa menjadi sebuah sistem yang berlaku untuk semua pekerja Fulltimer di semua daerah dan sepanjang waktu.
Ada juga yang mengandalkan sistem disodok pakai amplop. Gembala yang di kota besar bisa hidup dari sodokan amplop ibu-ibu yang badannya penuh emas, tetapi kasihan mereka yang di kota kecil, apalagi yang di kampung. Lagi p**a sodokan amplop telah menyebabkan si Gembala tidak berani tegur dosa, terutama jika yang harus ditegur justru yang sering menyodoknya dengan amplop. Akhir dari sistem ini ialah Gembala menjadi pengemis berdasi, dan anak-anaknya tidak bangga dengan profesi ayah mereka.
Banyak orang menyebut dirinya hamba Tuhan, padahal yang menentukan gaji mereka itu manusia. Sesungguhnya mereka bukan hamba Tuhan melainkan hamba manusia. Pegawai Negeri itu hamba negara karena digaji negara, pegawai perusahaan swasta itu hamba pemilik perusahaan, pengkhotbah hamba siapa? Ada banyak orang yang jadi hamba sinode, dan juga ada banyak yang jadi hamba majelis karena majelis yang tentukan gaji mereka. Dan ada banyak pengkhotbah koruptor yang mengambil seluruh persepuluhan, bayangkan ia bawa p**ang seribu amplop persepuluhan.
Bagaimana cara gereja Anda menggaji Gembala Anda? Cari tahu! Jadilah cerdas bahkan jadilah kritis, terutama ketika Anda ingin mencari gereja yang alkitabiah. Banyak orang menentang persepuluhan karena merasa muak dengan gaya hidup hedonis para koruptor gereja, dan sistem penggajian para pengkhotbah yang tidak alkitabiah.
Jakarta, 10 Oktober 2020
Dr. Suhento Liauw
YOUTUBE CHANNEL: GBIA GRAPHE
Maranatha!
*KESELAMATAN dan BAPTISAN*
Mengenai KESELAMATAN dan BAPTISAN, banyak gereja tidak mengerti tuntas.
[1]. Seseorang mendapatkan kepastian MASUK SORGA hanya melalui bertobat dan percaya bahwa Yesus Kristus TELAH dihukumkan untuk semua dosanya.
[2]. Kita diselamatkan melalui iman, tidak boleh ditambah apapun.
Ef. 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
*TIDAK BOLEH DITAMBAH APAPUN TERMASUK TIDAK BOLEH DITAMBAH UPACARA PEMBAPTISAN.*
[3]. Orang yang sudah beriman dengan benar, jika tidak memungkinkan untuk dibaptis, misalnya sedang sakit, bahkan sedang disalib seperti penjahat yang bertobat, TIDAK PERLU DIBAPTIS. Jika dia meninggal tentu dia akan masuk Sorga karena sudah beriman dengan benar. Tetapi jika nanti sehat lagi, ya dibaptis dengan cara yang benar. Jika yang bersangkutan atau keluarganya minta dia dibaptis selagi dia masih sakit, apalagi ngotot, itu tandanya bahwa mereka semua belum mengerti kebenaran tentang KESELAMATAN hingga tuntas dan benar. Mereka masih berpikir bahwa jika dia tidak keburu dibaptis dan mati maka dia akan ke neraka. Berarti mereka belum mengerti tuntas tentang keselamatan yang hanya melalui iman, yang tidak perlu ada perbuatan manusia.
[4]. BAPTIS yang berasal dari kata Yunani BAPTIZO itu artinya masuk ke dalam air. Kalau cuma dipercik sedikit air ini bahasa Yunaninya RANTIZO.
[5]. Banyak gereja kacau karena pemimpin mereka tidak paham kebenaran hingga tuntas. Orang yang sehat mereka BAPTIS, sedangkan yang sakit mereka RANTIS. Sebenarnya jika mereka mengatakan pada yang sakit bahwa dia dibaptis tetapi hanya dengan beberapa tetes air, itu sesungguhnya membohonginya karena kalau hanya beberapa tetes air itu bukan baptis melainkan ranti.
[6]. Jalan keselamatan hanya satu yaitu Yesus Kristus. Orang PL yang mau selamat harus percaya pada Juruselamat yang akan datang, dan orang PB percaya pada Juruselamat yang sudah datang. Jika baptisan diperlukan untuk masuk Sorga, siapa yang bisa membaptis Adam? Dan siapakah yang bisa membaptis Musa dan Elia? Mustahil pembaptisan bisa menjadi syarat untuk masuk Sorga. Syarat masuk Sorga hanya bertobat dan beriman, itu saja. Sekali lagi orang PL percaya Juruselamat YANG AKAN DATANG, sedangkan orang PB percaya Juruselamat YANG SUDAH DATANG.
SAYA PIKIR TULISAN SINGKAT INI SUDAH BISA DIMENGERTI. JIKA BELUM MENGERTI SILAKAN BERTANYA.
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
YouTube: GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA.
--------------------------------------
Jika Anda ingin membaca artikel tentang kekristenan? Silahkan kunjungi website kami:
Youtube Channel : GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA
--------------------------------------
*Renungan Harian 19 Januari*
Dari Buku: _Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis_
*Kebebasan Beragama dan Kaum Baptis Virginia*
Nas: _Imamat 25:1-23_
Pemenjaraan para pengkhotbah Baptis yang pertama kali tercatat di Virginia terjadi pada tanggal 4 Juni 1768 di Fredericksburg.”¹ Pada tanggal 16 Oktober 1777, di sebuah ruangan belakang di kota yang sama, Thomas Jefferson, George Mason, Edmund Pendleton, George Wythe, dan Thomas Ludwell Lee, berunding selama berjam-jam dan kemudian keluar dari ruangan itu dengan konsep pertama Undang-undang Virginia mengenai Kebebasan Beragama.
Orang-orang ini tahu tentang keyakinan kaum Baptis mengenai kebebasan hati nurani dan kerelaan mereka untuk menderita penganiayaan karena mempraktekan keyakinan ini. Jefferson telah menghadiri beberapa dari gereja-gereja kecil mereka di Albemarle County dan Orange County, dan firma hukum Mason terletak tepat di seberang jalan dari tempat Jeremiah Moore dipenjarakan di Alexandria karena berkhotbah tanpa izin negara ataupun pentahbisan gereja negara.
Perjuangan tersebut begitu hebat sehingga diperlukan hampir 10 tahun melobi dan mempetisi badan legislatif (kaum Baptis memiliki 3 wakil yang mewakili mereka pada saat yang bersamaan) sebelum Undang-Undang diloloskan pada tanggal *19 Januari 1776.* Jefferson menyatakan bahwa Undang-Undang itu adalah produk legislatif yang paling keras dipertarungkan sepanjang karir politiknya.”²
Di periode waktu yang sama itu ada pertentangan hebat berkaitan dengan perpajakan untuk mendukung pendeta-pendeta gereja negara. Di satu titik, Jeremiah Moore, Jeremiah Walker, dan John Young menyampaikan kepada pertemuan badan legislatif Virginia di sebuah gudang di Richmond, dalam sebuah gerobak dorong, sebuah petisi yang ditandatangani oleh 10.000 warga Virginia untuk menentang rencana prakiraan untuk menghidupi guru-guru agama. Kekalahan calon Undang-Undang itulah yang akhirnya membuka jalan bagi Undang-Undangnya Jefferson.
William Warren Sweet, dalam bukunya Story of Religion in America, dibenarkan ketika berkata, Kebebasan beragama telah menang di Virginia dan segera menyebar ke seluruh negara dan beberapa tahun kemudian, dalam bentuk Amendemen Pertama terhadap Undang-Undang Dasar Federal, segera menjadi bagian dari hukum negeri yang paling dasar.
Pada waktu hal ini terjadi, Jefferson, penggagasnya, ada di Perancis, tetapi begitu bangganya dia atas sumbangsihnya dalam perjuangan yang akan terus diingat itu, sehingga ia meminta agar hal itu dituliskan di batu nisannya: “Thomas Jefferson, Penggagas dari Deklarasi Kemerdekaan, dari Undang-Undang Virginia mengenai Kebebasan Beragama, dan Bapa dari Universitas Virginia.
Tetapi keadilan memaksa pengakuan bahwa sumbangsih Jefferson dalam pencapaian ini tidaklah sebesar James Madison, dan kontribusi kedua orang ini tidaklah sepenting sumbangsih orang-orang sederhana yang dipanggil kaum Baptis.”3 Para negarawan berbicara dan menulis dengan fasihnya; kaum Baptis berkotbah, mengajukan permohonan, dan menderita penganiayaan. Allah memakai orang-orang sederhana ini agar kebebasan beragama sebagai sebuah prinsip dasar dari masyarakat kita dituangkan dalam dua dokumen: The Virginia Declaration of Rights dan The Statue of Virginia for Religious Freedom.
Dari dua dokumen ini diambil kata-kata pembukaan Federal Bill of Rights (Hukum Hak Asasi Federal), yang menyatakan, “Kongres tidak boleh membuat hukum yang berkaitan dengan pendirian agama, atau pelarangan kebebasan praktek beragama.” Kiranya kita “berdiri teguh dalam kemerdekaan yang mana Kristus telah membuat kita merdeka” (Gal 5:1) dan “memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya” (Ima 25:10).
EWT
_____________________
¹Lewis Peyton Little, Imprisoned Preachers and Religious Liberty in Virginia (Lynchburg, Va.: J.P. Bell Co., 1938), hal. 93-98, 510-15.
²Charles F. James, A Documentary History of the Struggle for Religious Liberty in Virginia (1900; reprint ed., New York: Da Capo Press, 1971), hal.137-41.
³William Warren Sweet, The Story of Religion in America (1950; reprint ed., Grand Rapids: Baker Book House, 1973), hal.193.
------------------------------------------
*Renungan Tambahan*
*DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.:*
1. AS adalah contoh negara yang diinginkan Tuhan, yang benar-benar menjamin kebebasan beragama yg sebebas-bebasnya. Tidak heran jika Tuhan kemudian memberkati negara ini sehingga sejak didirikan ia menjadi negara terkuat menjaga dunia ini. Dua kali Perang Dunia, untung ditolong AS, kalau tidak maka semua orang Eropa di bawah Jerman dan semua orang Asia di bawah Jepang. Semua negara di dunia berhutang pada Amerika. Inggris pasti habis oleh Hi**er demikian juga Rusia, dan di Asia bahkan Australia tidak ada yang sanggup melawan Jepang.
2. Hal yang sangat menyedihkan ialah orang-orang Kristen yang terjebak pada tipu muslihat iblis, mengangkat iblis jadi bapa mereka, terhasut menjadi penganiaya orang Kristen lain, bukannya melaksanakan Amanat Agung memberitakan Injil. Karena gereja2 Eropa dikuasai iblis sehingga berabad-abad bahkan beribu tahun tidak memberitakan Injil. Hal yang sangat menyedihkan ialah ketika membaca catatan Marcopolo, bahwa Kubilai Khan meminta Marcopolo bawa 100 guru untuk mengajarkan agamanya, tetapi sampai Kubilai Khan mati, guru yang diminta tak pernah datang. Gereja dikuasai iblis, tak bisa beritakan Injil.
3. Dulu pada masa koloni di AS, Gembala gereja-negara digaji oleh negara, dan guru agama juga di gaji oleh negara. Tentu ini prototipe yang mereka jiplak dari Eropa. Banyak pemimpin Kristen di Indonesia juga tak berhikmat dan gagal paham, mereka menyetujui ada guru agama di Sekolah Negeri dan pemimpin umat digaji oleh negara. AS adalah teladan negara yang ideal, maka itu iblis berusaha keras menghancurkan AS. Dengan kemenangan curang Demokrat iblis berhasil mencatatkan satu langkah kemenangan menuju agendanya untuk menghancurkan AS.
*Kata ALLAH, Siapakah Yang Boleh Memakainya?*
Sejak ada bahasa Arab, tentu sudah ada kata _AL_ yg fungsinya sebagai artikel seperti bahasa Inggris _The_ Dan juga sudah ada kata ilah yg artinya sesuatu yang disembah. Lama kelamaan terbentuklah kata ALLAH yg menurut SEMUA Encyclopedia maupun kamus yang berkompeten bahwa itu berasal dari hasil kontraksi dari artikel AL dan kata ILAH sehingga menjadi ALLAH. Jadi, kata ALLAH adalah sama dengan kata _the god_ dalam bhs Inggris, atau God dengan huruf besar yang merujuk kepada Sang yang disembah. Kata ini telah dipakai oleh orang Kristen Arab sejak abad pertama sampai sekarang. Itu adalah sebuah SEBUTAN kepada Sang Pencipta, atau yang disembah.
Tetapi kemudian Mr. M pada abad ke-6 membuat pernyataan bahwa ALLAH itu sebuah NAMA dari sesembahan mereka. Jadi ketika umat Mr. M menyebut Allah, dalam pikiran mereka itu adalah sebuah nama, bukan sebuah sebutan seperti God. Jadi, kondisinya seperti begini, kata Laksamana adalah sebutan untuk jenderal angkatan laut. Tetapi ada orang yang memberi nama anaknya nama Laksamana. Dengan demikian maka kata LAKSAMANA bisa berarti sebuah sebutan dan juga sebuah nama, sangat tergantung siapa yang memakainya. Para prajurit angkatan laut pasti memakai kata laksamana dengan pengertian sebagai JENDERAL ANGKATAN LAUT. Tetapi ketika anak cucu Laksamana memakainya mereka memahaminya sabagai nama ayah atau kakek mereka.
Kata ALLAH sudah ada di Alkitab bahasa Arab sejak belum ada Islam, dan dalam Alkitab bahasa Melayu sejak zaman Belanda, dan sejak Indonesia merdeka tidak ada masalah tentang kata ALLAH dalam Alkitab bahasa Indonesia. Belakangan kata ALLAH jadi masalah setelah sejumlah tokoh muslim jadi Kristen. Penyebabnya ialah bahwa mereka membawa konsep LAMA mereka BAHWA KATA ALLAH ITU SEBUAH NAMA bukan sebuah sebutan. Kondisinya mirip anak Laksamana masuk Angkatan Laut. Para mantan umat tetangga itu mirip anak-cucu Laksamana yang sudah tertanam konsep bahwa Laksamana itu nama, bukan sebutan. Saat mereka jadi prajurit Angkatan Laut, mereka kebingungan.
Celaka sekali karena sejumlah orang Kristen TERPENGARUH oleh para mantan umat "tetangga" yang jadi Kristen, ikut meyakini bahwa kata ALLAH itu nama. Mereka sampai tidak bisa diyakinkan dengan Encyclopedia dan Kamus, dan mereka mengutip buku Kyai ini dan ustad itu, sebuah sikap yg sama seperti anak cucu Laksamana, yang tentu berkata bahwa kata ALLAH itu sebuah nama, dan ngotot bahkan tidak mau pakai otak sama sekali. Dijelaskan pun tidak mempan, sehingga sangat mengherankan kita.
Ada sejumlah orang yang ngotot percaya bahwa Allah itu dewa bulan. Persoalannya sebenarnya demikian, karena kata Allah artinya YANG DISEMBAH ITU, maka semua yang mereka sembah dipanggil Allah termasuk bulan juga dipanggil Allah. Karena tercatat dalam sejarah bulan pernah dipanggil Allah, lalu orang-orang yang pendek pikirannya, langsung menyimpulkan bahwa Allah itu nama dewa bulan, jangan dipakai. Kasusnya sama dengan kata THEOS yang juga artinya yang disembah, zaman dulu orang Yunani memanggil Hercules sebagai theos, dan banyak sekali yang mereka panggil theos. Dan mereka juga memanggil matahari, bulan dan bintang-bintang dengan sebutan theos. Dan heran sekali tidak ada orang yang berkata tidak boleh pakai kata Theos karena itu nama dewa bulan atau dewa orang Yunani. Rasul-rasul menulis kitab PB memakai kata Theos menggantikan kata Elohim PL.
*Tetapi orang Kristen sejati adalah orang yang berdiri di atas kebenaran, bukan yang ikut-ikutan gelombang penyesatan.* Banyak orang berkata kepada saya, mengapakah bapak tetap pakai kata ALLAH? Saya jawab mereka bahwa sebenarnya sangat gampang untuk menggantikannya dengan kata lain. Tetapi saya tidak mau ikut-ikutan apalagi terpengaruh konsep agama lain bahwa kata ALLAH itu sebuah NAMA. Itu sesungguhnya adalah sebutan. Mr. M menyebut taman Eden itu Firdaus, sehingga mengacaukan konsep Firdaus dalam Alkitab. Dan apakah kita tidak boleh memakai kata Firdaus dengan makna dan konsep yang benar? Orang Kristen dapat membedakan Firdaus Mr. M dengan Firdaus Alkitab. Sorga mereka bisa kawin dengan bidadari, sedangkan Sorga Alkitab tidak ada kawin mawin lagi. Apakah kita tidak boleh memakai kata Sorga dengan konsep yang benar? Orang Kristen tahu menggunakan kata Sorga dengan konsep Alkitab dan tidak terkacaukan oleh kata Sorga agama yang lain. Demikian juga dengan kata ALLAH, orang Kristen yang berakal budi tahu membedakan Allah tetangga itu namanya Allah sedangkan orang Kristen memakai kata Allah itu karena memahaminya sebagai sebutan seperti God atau Theos atau Elohim.
Karena kata Allah itu sebutan seperti kata Presiden, ya presiden Indonesia dengan presiden AS tentu beda walau sama-sama dipanggil presiden. Orang Kristen berhikmat tahu bahwa Allah yang di Alkitab dengan Allah yang disembah tetangga itu beda. Sorga juga berbeda, bahkan cara masuk Sorga juga beda, dan suasana di Sorga Alkitab itu indah mulia penuh kekudusan sedangkan Sorga yang satunya penuh kesibukan seks.
Kasus kata ALLAH juga banyak disalahmengerti oleh para theolog Barat, karena mereka hanya mendengar penjelasan dari kelompok tetangga bahwa kata ALLAH itu nama, bukan sebutan. Jadi, mereka seperti orang yang hanya mendapat penjelasan cucu Laksamana bahwa laksamana itu nama kakek mereka. Mereka tidak mendapatkan penjelasan dari Angkatan Laut bahwa Laksamana itu sebutan komandan mereka. Misalnya Robert Murray yg menulis ISLAMIC INVASION. Dan sejumlah pengkhotbah di Indonesia yang kurang teliti dan kurang akademik, terutama yang terpengaruh konsep tetangga, menjadi senang dengan dukungan theolog Barat yang salah paham itu. Saya tidak mengganti kata ALLAH dengan kata lain karena tindakan itu bertentangan dengan akal sehat saya.
Jadilah orang yang berdiri di atas kebenaran, bukan orang yang ikut-ikutan, terlebih janganlah menjadi orang yang terpengaruh KONSEP agama lain, sekali lagi perhatikan KONSEP di balik setiap kata.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah silakan mengunjungi
Silahkan berkunjung ke Channel YouTube: GBIA GRAPHE
Dr. Suhento Liauw.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Tangerang
15570