Koran Rimba Raya
mengupas Fakta di balik berita
http://rimbaraya.net/kabar-bener-meriah/pelayanan-rsu-muyang-kute-memang-masih-sangat-buruk/
06/12/2014
edisi 8 desember 2014..
http://rimbaraya.net/kabar-aceh-tengah/sadis-mahasiwa-asal-takengon-buang-bayi-di-toilet/
Hasan Basri Tewas di Amuk Gajah
Redelong || Rimba Raya
ketika di temukan mayat hasan basri sudah tidak bernyawa warga beramai-ramai mengotong dan membawa jenazah Hasan basri ke Pukesmas Pintu Rime untuk dilakukan otopsi hal tersebut di ungkapkan oleh Saiful Warga Bener Meriah dini hari (25/11) sekitar 18-40 wib melalui Via Hand phond.
menurut saiful, saat ini jenazah hasan sedang dalam perjalanan dari pintu rime gayo menuju kerumah duka yang berada di S**a Ramai Atas. lebih lanjut saiful berharap agar Rimba Raya mengambil dokumentasi berupa Fhoto kerumah duka.
GeRAK-GAYO : Sesalkan Pungli Di BKPP Aceh Tengah
Takegon || Rimba Raya
Aramiko Ari Tonang Ketua Gerak Gayo kepada Rimba Raya melalui press relis nya (19/11) menyesalkan terjadinya Pungutan Liar (Pungli) di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Tengah terhadap Honer K2 yang sudah dinyatakan lulus oleh MENPAN RI.
Menurut Aramiko, Informasi Pungli tersebut berdasarkan peryataan dari salah seorang pegawai yang telah Lulus sebagai Honorer K2 yang di mintai uang oleh oknum pegawai BKPP Aceh Tengah sejumlah Rp 500,000; dengan dalih untuk pengurusan NIP ke BKN.Dari sumber tersebut Aramiko menjelaskan Pemberian uang tersebut tidak di sertai tanda terima/kwitansi serah terima uang sehingga tidak ada bukti apapun dalam pemberian uang tersebut. Uang yang telah diberikan itu merupakan pungli yang bisa dikatagorikan sebagai Korupsi yang di lakukan oknum Pegawai BKPP Aceh Tengah.
“Kami sangat menyesalkan atas kejadian ini, kita sedang mencoba menghimpun data untuk kelengkapan berkas guna untuk kelengkapan Bahan untuk selanjutnya akan kita Laporkan kepada Pihak yang berwajib, hal semacam ini seharusnya tidak boleh terjadi karena bagi Honorer K2 yang sudah lulus jangan mudah di Tipu atau di takut-takuti oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung Jawab, karena bagi Honorer K2 yang sudah lulus untuk proses administrasi selanjutnya sudah tidak ada lagi biaya -biaya yang di keluarkan, jikalaupun ada biaya yang di keluarkan itu harus berdasarkan aturan yang dapat di pertanggung jawabkan,” ungkap Ketua Gerak Ini.
Lanjut Aramiko, Pemerintah sudah mengalokasikan dana melalui kementrian terkait dan tidak ada pungatan biaya sepeserpun yang dilakukan oleh pihak penyelenggara termaksuk untuk NIP pegawai tersebut kalau sudah sampai waktunya NIP para Honorer K2 pasti akan di Keluarkan BKN untuk itu Aramiko menghimbau kepada seluruh pegawai yang sudah lulus agar tidak tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang telah memmanfaatkan situasi dan kondisi saat ini.
Berdasarkan pantauan Gerak Gayo kejadian tersebut sudah sering di manfaatkan oleh Oknum-oknum yang hampir setiap tahun terjadi di setiap Kabupaten Kota yang ada di Aceh terutama di Negeri Atas Awan ini, seperti halnya Bidan PTT Aceh tengah yang sudah menyerahkan uang sebesar Rp 40 Juta S/d 60 Juta kepada oknum Dinas Kesehatan. Namun, pada kenyataannya ternyata tidak mereka yang sudah menyetor tidak lulus sebagai bidan PTT.
Selain itu, Aramiko menambahkan SK yang di keluarkan Departemen Kesehatan Tahun 2012 sebanyak 56 Bidan PTT hingga berita ini di turunkan masih terlantar tidak di pungsikan, sementara mereka yang lulus sudah mengantongi SK dari departemen kesehatan.
“yang sangat kita sesalkan kenapa mereka yang sudah lulus tidak di pekerjaan sebagaimana mestinya, sehingga ini telah merugikan hak dari pada bidan PTT yang sudah lulus pada saat itu, sementara pelaku pengutipan uang sogok pada saat Tes Bidan PTT sudah di tangkap dan sudah di ponis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Takengon” tegas Aramiko.
Aramiko berharap tidak terjadi hal yang sama terjadi kembali kepada Honorer K2 yang sudah lulus di Aceh Tengah, ia juga meminta Bupati Aceh Tengah untuk menelusuri dan menindak oknum pegawainya yang telah melakukan tindakan korupsi maupun "PUNGLI" dan memberikan sangsi sebagai bentuk penerapan pemerintahan yang bersih. Kepada DPRK Aceh Tengah Gerak Gayo juga meminta untuk segera turun kelapangan agar apa yang menjadi cita-cita rakyat Gayo untuk mencapai pemerintahan yang bersih demi terwujudnya kesejahteraan rakyat di Negeri Atas Awan ini dapat kita rasakan.
Disamping itu juga Aramiko memaparkan GeRAK-GAYO yang lahir di Takengon Aceh Tengah bermula dari bentuk keprihatinan terhadap kinerja pemerintah yang dijalankan oleh SKPD yang tidak bisa mengoptimalkan kinerjanya sebagai lembaga pelayanan masyarakat sehingga banyak terjadi penyimpangan yang mengorbankan hak dari pada masyarakat secara luas, sehingga ini menjadi hal penting bagi GeRAK-GAYO untuk segera disikapi dan dapat menjadi kontrol sosial pemerintah guna mencegah Korupsi dan terwujudnya pelayanan masyarakat yang maksimal (Clean Government dan Good Government).***Mashury
serunai pemadam kebakaran terdengar sangat ramai,, menuju ke Kampung Paya Baning Kecamatan Bandar untuk memadamkan api yang sedang menjalar saat ini..
Asisten II Buka Rakor Programa Penyuluhan
Idi || Rimba Raya
Drs.Mohd.Mukhtar,M.AP Asisten II Setdakab Aceh Timur membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Programa Penyuluhan 2015 yang dipusatkan di Aula BPP Peureulak, (4/11). Kegiatan itu diikuti puluhan penyuluh dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur. Dalam sambutannya, Mukhtar mengatakan, Rakor itu diharapkan dapat memposisikan programa penyuluhan yang disusun mendapat dukungan terhadap program-program prioritas dari dinas tekhnis tahun ini, masalah-masalah penyuluhan yang selama ini dirasakan menghambat persiapan perencanaan dan pelaksanaan progama penyuluhan dapat diatasi. Dalam kesempatan itu, Mukhtar menyerahkan kendaraan roda dua untuk tiga Kepala BPP yakni Kepala BPP Ranto Peureulak, Kepala BPP Peudawa dan Kepala BPP Madat. Hadir Kepala Dinas Pertanian Ir.H.Sanusi, Kepala Peternakan Drh.Jamal dan Kabag Humas T Amran SE.
Sementara itu, Kepala Bapeluh Aceh Timur, Lukman,S.IP,M.AP dalam sambutan sebelumnya mengatakan, permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan programa penyuluhan saat ini yaitu belum tertibnya penyusunan programa penyuluhan disemua tingkatan dan juga naskah programa penyuluhan belum sepenuhnya dijadikan sebagai acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan.***Torkis
Aceh Timur Terima Penghargaan FPTI
IDI || Rimba Raya
Sukses menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XV Tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan khusus dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Sebagaimana diketahui, Kejurnas kali ini dipusatkan di Idi, yang diselenggarakan pada 31 Oktober – 6 November 2014. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Sekum FPTI Pontas P.Sitanggang,MM pada upacara penutupan Kejurnas XV Tahun 2014 di Idi. Penghargaan itu diterima Bupati Aceh Timur melalui Asisten II Setdakab Aceh Timur Drs.Mohd.Mukhtar,M.AP, (6/11) di Lapangan Panjat Tebing Aceh Timur di Idi.
Dalam sesi penutupan hadir juga Kepala Disbudparpora, Ashadi, Kepala Disperindag Yusri, Sekum KONI Aceh Timur Firman Dandy, Ketua FPTI Aceh Timur Muhajir dan Sekretaris FPTI Aceh Timur Ilyas Ismail serta para atlet Panjat Tebing dari 26 provinsi di Indonesia.
Drs.Mohd.Mukhtar dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan menjadi tuan rumah Kejurnas XV tahun ini, karena sejak merdeka baru kali ini Aceh Timur dipercayakan menyelenggarakan Kejurnas salah satu cabang olahraga. “Kita sangat bersyukur atas kepercayaan ini dan kita siap menyelenggarakan berbagai event tingkat nasional dari berbagai cabor di Aceh Timur sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki Aceh Timur saat ini,” ujarnya.
Para atlet yang sukses meraih medali dalam Kejurnas kali ini agar terus mempertahankan prestasinya, karena tidak semua atlet mampu meraih medali, meskipun hanya sebatas medali perunggu. “Pertahankan prestasi yang telah diraih dan terus berprestasi dalam berbagai event nasional dan Internasional,” kata Mohd. Mukhtar seraya mengharapkan, atlet yang belum berprestasi agar tidak putus asa serta terus berlatih untuk mengapai prestasi guna mengharumkan nama daerah.
Data dari perolehan medali Kejurnas FPTI XV di Aceh Timur yakni Jawa Timur memperoleh 9 emas 2 perak 9 perunggu, Jawa Tengah dengan perolehan medali 3 emas 6 perak dan 4 perunggu. DKI Jakarta harus puas diposisi ketiga dengan 3 emas 3 perak dan 5 perunggu. Urutan keempat disusul Bali dengan 2 emas 2 perak 0 perunggu dan Sulawesi Selatan berada diposisi kelima dengan perolehan 1 emas 1 perak 0 perunggu. Selanjutnya, DI Yokyakarta 1 emas 0 perak 1 perunggu dan Bangka Belitung 0 emas 2 perak 1 perunggu. Untuk Provinsi Sumatera Barat, NTB dan Riau harus puas diurutan kedelapan dengan perolehan medali 0 emas 1 perak 0 perunggu. ***Torkis.
Rakerda Dekranasda Aceh 2014,
Aceh Timur Raih Dua Penghargaan
IDI || Rimba Raya
Berdasarkan penilaian dewan juri dan Surat Keputusan Ketua Derkasnasda Aceh pada Rapat Kerja Daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Rakerda Dekranasda) dan Pameran Produk Kerajinan, Makanan Unggulan Se-Aceh Tahun 2014, Dekranasda Kabupaten Aceh Timur meraih dua penghargaan, hal ini disampaikan sebelum acara tersebut ditutup secara resmi oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, (4/11) di Aula Islamic Center, sebagaimana yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Timur, T. Amran, melalui siaran persnya.
Ketua Dekranasda Aceh Timur, Fitriani D Hasballah mengatakan bahwa pada Rakerda kali ini tidak mampu mempertahankan apa yang telah diraih pada Rakerda Tahun lalu di Kabupaten Aceh Barat Daya. Pada Rakerda Tahun lalu, Aceh Timur meraih empat juara, namun pada tahun ini kita hanya meraih dua juara, walau demikian kita masih mengucapkan syukur Alhamdulillah karena Gampong/Desa Binaan masih mendapat juara walau hanya meraih juara harapan II, gampong binaan di Alue Muka Dua O Kecamatan Idi Rayeuk merupakan gampong binaan baru tepatnya baru pada tahun ini Dekranasda Aceh Timur melakukan pembinaan di gampong tersebut dikarenakan gampong Mateng Gleum di Kec. Peureulak telah meraih juara I pada tahun lalu sehingga diharuskan mencari gampong binaan baru.
Berdasarkan peraturan dan mekanisme yang berlaku dari Dewan Kerajinan Nasional apabila suatu Gampong Binaan telah meraih juara I pada acara tahunan tersebut maka Dekranasda Kabupaten/Kota harus mencari gampong binaan baru untuk memunculkan perajin-perajin dengan produk baru. Selain meraih juara harapan II pada Gampong Binaan, Dekranasda Kabupaten Aceh Timur pada Rakerda kali ini juga menorehkan prestasi baru semenjak laporan Ketua Dekranasda Kab/Kota Se-Aceh diperlombakan.
“Walau tahun ini juara yang kita raih tidak sebanyak tahun lalu, namun setidaknya kita telah menorehkan prestasi pada lomba Dekranasda Se-Aceh yang meraih juara harapan II, tahun-tahun sebelumnya Dekranasda Aceh Timur belum pernah meraih juara ini, dan belum segenap gampong kerajinan di Alue Muka Dua O kita bina telah meraih prestasi membanggakan, kedepannya kepada seluruh pengurus Dekranasda Kabupaten Aceh Timur untuk lebih giat dan bekerja lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik kepada perajin,” kata Fitriani .
Kegiatan tahunan tersebut diikuti seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Se-Aceh, selain itu juga digelar Pameran Produk Kerajinan dan Makanan Unggulan masing-masing Daerah yang berlangsung bersamaan dengan Pameran Pembangunan Kota Lhokseumawe dalam rangka memperingati HUT Ke-13 Kota yang dulu terkenal dengan “Petro Dollar”, Rakerda Dekranasda Se-Aceh pada Tahun 2015 akan dilaksanakan di Kota Subulussalam. ***Torkis
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Bandara Rembele
Takengon
24581