GBI Imamat Rajani Surabaya
GBI IMAMAT RAJANI, Jl. Kertajaya 86 surabaya
03/06/2026
Renungan Harian Kamis, 04 Juni 2026
JIKA BUKAN TUHAN
Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 127:1-5
Ayat Hafalan: Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah jerih payah orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Mazmur 127:1
Apa yang kita anggap terpenting dalam hidup kita? Apa yang kita cari dan usahakan tiap hari? Ada yang menganggap kemakmuran adalah segalanya. Orang berpikir kemakmuran adalah memiliki rumah bagus dan mobil mahal. Tetapi, ternyata semua harta benda tidak menjamin kemakmuran. Orang menganggap keamanan itu paling utama. Tetapi, adakah tempat yang sungguh aman di dunia? Tidak ada sarana keamanan apa pun di dunia dapat menjamin manusia sungguh aman.
Kemakmuran dan keamanan adalah anugerah dari Tuhan, sang pemberi kehidupan. Maka itu, kita tidak boleh berfokus pada kemakmuran dan keamanan. Dua hal ini Tuhan yang berikan kita. Tuhan mempunyai rencana dan ingin kita menjadi berkat bagi sesama dengan menggunakan karunia itu. Biarlah kita tetap memuliakan Tuhan, sang pemberi karunia, di atas semua karunia yang kita miliki yang berasal dari Tuhan.
Tanpa Tuhan, tidak ada kemakmuran yang sejati. Tanpa Tuhan, tidak ada keamanan yang pasti. Tanpa Tuhan, semuanya tidak berarti. Jangan pernah menggantikan Tuhan dengan apa pun juga, apabila kita tidak ingin hidup kita sia-sia, "seperti upaya menjaring angin," kata penulis kitab Pengkhotbah.
KEMAKMURAN DAN KEAMANAN ADALAH ANUGERAH TUHAN
KITA LAYAK MENEMPATKAN TUHAN SAJA DI ATAS SEGALANYA.
02/06/2026
Renungan Harian Rabu, 03 Juni 2026
JIWA YANG HANCUR
Ayat Bacaan Hari ini: 2 Tawarikh 33:1-20
Ayat Hafalan: Dalam keadaan terdesak, ia berusaha melunakkan hati Tuhan, Allahnya. Ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya.
2 Tawarikh 33:12
Setelah Hizkia mendapat perpanjangan usia dari Tuhan, Manasye, anaknya, menjadi raja. Sayangnya, Manasye raja Yehuda yang paling jahat. Dia membuat banyak patung berhala untuk penyembahan. Bait Allah dijadikan rumah bagi berhala, dan dia mempersembahkan anak-anaknya sendiri sebagai korban dalam api.
Manasye melakukan banyak kejahatan sehingga dia menyakiti hati Tuhan. Tetapi, suatu hari panglima tentara Asyur datang menghancurkan kerajaan Manasye. Dia dibelenggu dan dibawa ke Babel. Di dalam penderitaan, Manasye sangat merendahkan dirinya di hadapan Tuhan. Dia berseru dan menjerit. Tuhan mendengar dan mengabulkan doanya. Manasye dibebaskan dan dipulihkan lagi sebagai raja. Akhirnya, Manasye mengakui Tuhan itu Allah.
Sering kali, Tuhan mengizinkan masalah menerpa kita untuk mendidik dan merendahkan diri kita. Saat kita sadar dari dosa dan merendahkan diri, bertobat
dan mencari Tuhan, Tuhan pun memulihkan keadaan kita. Benarlah pengakuan pemazmur: Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm. 51:19).
HATI TUHAN TIDAK TAHAN MENYAKSIKAN SEORANG YANG HANCUR HATI MEMOHON BELAS KASIHNYA.
30/05/2026
Renungan Harian Minggu, 31 Mei 2026
BERBALIK KEPADA TUHAN, PASTI DIPULIHKAN
Ayat Bacaan Hari ini: Yoel 2:12-27
Ayat Hafalan: "Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya." Yoel 2:13
Karena sering memberontak dan hidup menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, bangsa Israel harus menanggung akibatnya: mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan.
Salah satunya adalah hasil ladang mereka sangat mengecewakan, alias tak menghasilkan panenan seperti yang diharapkan, karena hasil pertanian mereka diserang berbagai jenis belalalang: "Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap." (Yoel 1:4), sehingga "Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering." (Yoel 1:10-12). Tak bisa dibayangkan betapa menderitanya mereka! Pada waktu itu umat Israel benar-benar berada di titik terendah, sepertinya sudah tidak memiliki pengharapan lagi. Ini adalah bentuk teguran Tuhan kepada bangsa Israel! "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal," (Ibrani 2:2). Tuhan mengijinkan penderitaan dialami oleh bangsa Israel bukan berarti Tuhan tidak mengasihi atau berlaku kejam, tapi supaya mereka segera sadar dan bertobat. Jadi Tuhan selalu memberi kesempatan kepada bangsa Israel untuk bertobat.
Mungkin saat ini kita sedang mengalami hal seperti bangsa Israel, jangan langsung protes dan menyalahkan Tuhan! Hal pertama yang kita lakukan adalah koreksi diri. Mungkin ini akibat dari kesalahan dan pelanggaran yang kita perbuat. Langkah terbaik adalah secepatnya datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan dari-Nya!
30/05/2026
Shalom Jemaat Imra dan Bpk/Ibu Saudara yang dikasihi oleh Tuhan...
Mari bersama mengikuti Ibadah Raya GBI IMRA:
Pada Minggu, 31 Mei 2026
Di Main Hall GBI Imamat Rajani Lt2.
Jl Raya Kertajaya 86 Surabaya
Yang akan diadakan 2 kali:
Ibadah l: Pukul 09.30
Yang akan dilayani Oleh Ps Yandi Christian
Ibadah II: Pukul 17.00
Dilayani Oleh Ps James Ong
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati kita semua
28/05/2026
Renungan Harian Jumat, 29 Mei 2026
JANGAN LUPA
Ayat Bacaan hari ini: Yesaya 1:1-31
Ayat Hafalan: … "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku." Yesaya 1:2b
Anak yang tidak taat dan memberontak pasti menyedihkan hati orang tua. Banyak alasan membuat mereka berbuat seperti itu. Mungkin, mereka tidak mendapat perhatian, kurang kasih sayang, tidak mendapat didikan yang baik, terpengaruh pergaulan buruk dan lainnya.
Tuhan itu seperti orang tua yang bertanggung jawab. Seperti orang tua yang melahirkan, membesarkan, dan mengasuh anak-anaknya sangat baik. Tetapi, anak-anak-Nya, bangsa Israel yang dipilih, dibebaskan dari Mesir dan diberkati, justru memberontak dan hidup di dalam kejahatan. Mereka melupakan Tuhan dan kebaikan-Nya. Mereka seperti lembu yang tidak mengenal pemiliknya dan keledai yang tidak mengenal palungan dari tuannya (ay. 3). Oleh sebab itu, Tuhan akan menghukum bangsa Israel. Tuhan mendatangkan hukuman agar bangsa pilihan-Nya bertobat dan berbalik kepada-Nya.
Musuh besar kita adalah keinginan sendiri dan merasa hebat sehingga kita lupa akan Tuhan dan pertolongan-Nya. Ayo kita sadari dan kembali karena kita sudah berpaling dari Tuhan. Jangan menunggu sampai kita harus menerima didikan dan hajaran Tuhan yang keras untuk membuat kita bertobat.
JANGAN PERNAH MELUPAKAN TUHAN DAN KEBAIKANNYA
YANG TELAH MENYELAMATKAN DAN MEMBERKATI KITA.
27/05/2026
Renungan Harian Kamis, 28 Mei 2026
UMAT ISTIMEWA
Ayat Bacaan Hari ini: Yehezkiel 36:1-38
Ayat Hafalan: Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Yehezkiel 36:24
Sebuah sukacita menjadi orang yang dianggap istimewa oleh orang lain. Hal ini artinya keberadaan kita diterima sangat baik oleh orang lain. Tetapi, kita perlu sadari hal ini perlu disertai dengan menjadi pribadi yang lebih baik, bukan menjadi angkuh dan lupa diri.
Sebagai hukuman Tuhan, bangsa Israel harus menjalani hidup dalam pembuangan karena pemberontakan mereka. Meskipun demikian, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Di mata Tuhan, umat-Nya tetap istimewa. Maka itu, Tuhan akan menolong, mengambil dan mengumpulkan serta membawa mereka kembali
ke negerinya. Sikap Tuhan menunjukkan 3 hal. Pertama, Tuhan sayang umat-Nya
dan berkenan menyelamatkan mereka. Kedua, Tuhan menjaga umat-Nya dan membuat mereka hidup di jalan-Nya. Ketiga, Tuhan memanggil umat-Nya untuk menjalani hidup sebagai umat istimewa, yaitu umat pilihan Tuhan.
Jika kita sukacita karena dianggap istimewa oleh orang lain, kita akan lebih bersukacita bila Tuhan juga memandang kita istimewa. Maka itu, seperti Tuhan sangat sayang umat-Nya, kita harus menjalani hidup sungguh-sungguh bersama Tuhan karena kita hidup sebagai umat yang istimewa.
HIDUPLAH SUNGGUH-SUNGGUH BERSAMA TUHAN, SEBAB KITA ADALAH UMAT TUHAN YANG ISTIWEWA.
26/05/2026
Renungan Harian Rabu, 27 Mei 2026
PILIHAN YANG BENAR
Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 1:1-6
Ayat Hafalan: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kump**an pencemooh. Mazmur 1:1
Kitab Mazmur menguraikan manusia ke dalam 2 golongan, yaitu orang benar dan orang fasik. Orang benar hidup menuruti perintah Tuhan sehingga mengalami hidup yang bahagia. Orang fasik menempuh jalan kejahatan sehingga berakhir pada kebinasaan (ay. 6). Bukan hanya kitab Mazmur, tetapi seluruh Alkitab juga menyampaikan pesan yang sama.
Seseorang tidak akan hidup benar atau menjadi fasik dengan tiba-tiba. Itulah akibat dari pilihan yang kita ambil setiap hari. Seseorang dapat menjadi fasik karena dia terpengaruh dengan ajakan orang fasik, mulai bertekun di dalam dosa, dan nyaman di dalamnya (ay. 1). Tetapi, orang tidak menempuh jalan yang jahat karena dia memilih taat perintah Tuhan, dialah yang disebut berbahagia. Dia bersukacita dan diberkati karena hidupnya berkenan bagi Tuhan. Dia mengasihi Tuhan, menyukai firman Tuhan dan hidup taat setiap hari
(ay. 2).
Ingatlah untuk selalu waspada dalam mengambil setiap pilihan kita. Nasihat siapa yang perlu kita dengarkan atau abaikan. Tindakan apa yang perlu kita lakukan atau hindari. Pergaulan mana yang perlu kita ikuti atau jauhi. Semuanya harus diukur apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. Apa pun yang kita lakukan karena
kita mengasihi Tuhan. Tindakan ini akan membuat hidup kita berbahagia!
JIKA KITA MENGAMBIL PILIHAN YANG BERKENAN BAGI TUHAN,
KITA AKAN HIDUP TAAT DAN PASTI MENGALAMI KEBAHAGIAAN.
24/05/2026
Renungan Harian Senin, 25 Mei 2026
MENGHITUNG HARI
Ayata Bacaan Hari ini: Mazmur 90:1-17
Ayat Hafalan: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90:12
Musa lahir dari keluarga budak Ibrani. Tetapi, dia hidup sebagai pangeran dengan segala fasilitas hikmat Mesir (Kis. 7:22). Di usia 40 tahun, dia tergerak untuk memperhatikan nasib rakyat Ibrani dan ingin membela mereka (Kis. 7:23). Ternyata, jabatan pangeran di istana tidak dapat membuat Musa menolong bangsanya. Malah, diburu Firaun sehingga harus melarikan diri ke Midian dan menjadi gembala selama 40 tahun.
Di usia 80 tahun, Tuhan mengutus Musa untuk menghadap Firaun (Kel. 7:7). Saat itu, Musa mengakui dia gagap dan tidak pandai bicara sehingga perlu orang lain untuk menyambung perkataannya (Kel. 4). Di saat itu Tuhan minta Musa membebaskan umat-Nya. Selama 40 tahun dengan penyertaan Tuhan, Musa memimpin bangsa Israel di padang gurun hingga mendekati Tanah Perjanjian, lalu meninggal di usia 120 tahun (Ul. 34:7).
Mazmur 90 ini adalah doa Musa (ay. 1), yang lahir dari renungan bagaimana dia menjalani hari-harinya yang berliku-liku. DIa menyadari manusia berasal dari debu (ay. 3). Hidupnya sangat singkat, seperti mimpi, atau seperti rumput yang bertumbuh di pagi hari, tetapi layu di saat petang (ay. 5-6). Sungguh kita tidak berdaya. Maka, kita harus menyandarkan hidup kepada Tuhan dan menjadikan-Nya tempat perlindungan kita (ay. 1-2). Dia juga mengajari sehingga kita dapat menjalani setiap hari dengan penuh arti.
SETIAP HARI AKAN MENJADI SANGAT BERARTI, JIKA KITA HIDUP BERSERAH KEPADA TUHAN.
23/05/2026
Renungan Harian Minggu, 24 Mei 2026
SEKUAT TENAGA
Ayat Bacaan Hari ini: Pengkhotbah 9:1-12
Ayat Hafalan: Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, Pengkhotbah 9:10a
Tuhan berfirman, "Apa pun yang dapat dikerjakan tanganmu, kerjakanlah dengan sekuat tenaga." Apa yang Tuhan maksudkan adalah adalah tugas atau pekerjaan. Mengapa Tuhan tidak berbicara apa adanya―segala pekerjaanmu, tetapi "apa pun yang dapat dikerjakan tanganmu"?
Ada alasan yang penting.
Semua orang berharap bisa bekerja di bidang sesuai keinginan mereka dengan penghasilan yang baik. Tetapi, tidak semua orang memperoleh itu. Banyak orang bekerja di bidang tidak seperti keinginan dan penghasilan yang kurang baik. Bahkan, banyak orang terpaksa bekerja serabutan: melakukan pekerjaan tidak tetap, di bidang tidak tetap, dan penghasilan tidak tetap juga. Ada pekerjaan yang mapan,
ada p**a pekerjaan yang tidak mapan.
Apakah kita berpikir hanya pekerjaan yang mapan yang harus kita kerjakan dengan serius? Apakah kita berpikir pekerjaan yang tidak mapan boleh dilakukan asal-asalan?
Tuhan berfirman, "Apa pun yang dapat dikerjakan tanganmu, kerjakanlah dengan sekuat tenaga." Tuhan ingin kita memahami semua pekerjaan yang halal―ideal atau tidak, mapan atau tidak, kerja tetap atau serabutan, dan tugas-tugas tidak berupah―adalah pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita, yang harus kita jalani dengan kesungguhan dan penuh hormat kepada Tuhan.
APA PUN JUGA YANG KAMU PERBUAT, PERBUATLAH DENGAN SEGENAP
HATIMU SEPERTI UNTUK TUHAN DAN BUKAN UNTUK MANUSIA. (KOLOSE 3:23)
22/05/2026
Renungan harian Sabtu, 23 Mei 2026
TUHAN MELIHAT IMAN
Ayat Bacaan Hari ini: MARKUS 2:1-12
Ayat Hafalan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" Markus 2:5
Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum. Lalu, 4 orang datang kepadanya menggotong seorang yang lumpuh. Mereka berharap kesembuhan bagi si lumpuh. Yesus melihat iman mereka. Akhirnya, mereka p**ang bersukacita karena harapan mereka sudah terpenuhi. Yesus mengampuni dosa, lalu menyembuhkan kaki si lumpuh (ay. 5b, 11).
Sebelum menyembuhkan si lumpuh, Yesus melihat iman mereka. Mereka memiliki iman yang dapat dilihat melalui perbuatan. Di rumah itu penuh kerumunan orang, bahkan sampai muka pintu. Tetapi, kondisi itu tidak menghalangi niat mereka untuk masuk. Ketika mereka tidak menemukan jalan masuk, mereka membuka atap rumah, lalu menurunkan si lumpuh. Mereka segenap hati percaya Yesus. Ada harapan buat kita. Ada masalah kita yang harus kita selesaikan dan perlu Tuhan turun tangan. Apakah kita memiliki iman yang dapat dilihat? Dapatkah Tuhan melihat iman yang menunjukkan hati kita percaya kepada-Nya?
Sesungguhnya, iman yang tidak dapat dilihat bukanlah iman! Tanpa perbuatan, iman itu mati. (Yak. 2:26). Jika kita rindu melihat harapan menjadi kenyataan, tunjukkan iman kita! Lakukanlah sesuatu, jangan hanya berdiam! Cara paling sederhana kita memperlihatkan iman adalah tidak berhenti berdoa kepada Tuhan!
JIKA KITA INGIN MELIHAT HARAPAN MENJADI KENYATAAN,
LAKUKANLAH APA YANG KITA BISA DAN TETAPLAH BERDOA.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Telephone
Address
Jalan Kertajaya 86
Surabaya