ESG Intelligence

ESG Intelligence

Share

ESG Intelligence is a data-driven platform under Center of Environment, Social & Governance Studies

05/06/2026

ESG di industri garmen masih sering dipahami sebatas isu lingkungan atau kampanye sustainability. Padahal, ESG juga menilai bagaimana perusahaan mengelola risiko dalam rantai pasok, melindungi pekerja, serta memastikan transparansi dan responsible sourcing. Hal ini menjadi semakin penting karena industri garmen memiliki dampak lingkungan yang besar sekaligus menghadapi risiko sosial dalam supply chain seperti keselamatan kerja, upah layak, dan hak pekerja. Di saat yang sama, buyer, investor, serta regulasi internasional seperti OECD dan Uni Eropa juga semakin mendorong transparansi dan penguatan supply chain due diligence dalam industri garmen.

Artinya, perusahaan garmen perlu:
- Memetakan dampak lingkungan dari proses produksi dan rantai pasok
- Memperkuat sistem perlindungan pekerja dan standar ketenagakerjaan
- Meningkatkan transparansi supplier, responsible sourcing, dan supply chain due diligence

Jadi, sudahkah perusahaan Anda mengidentifikasi risiko ESG yang paling material dalam rantai pasok garmen? Hubungi CESGS untuk memetakan gap dan memperkuat strategi ESG perusahaan Anda di bit.ly/TanyaCESGS

05/06/2026

ESG di industri garmen masih sering dipahami sebatas isu lingkungan atau kampanye sustainability. Padahal, ESG juga menilai bagaimana perusahaan mengelola risiko dalam rantai pasok, melindungi pekerja, serta memastikan transparansi dan responsible sourcing. Hal ini menjadi semakin penting karena industri garmen memiliki dampak lingkungan yang besar sekaligus menghadapi risiko sosial dalam supply chain seperti keselamatan kerja, upah layak, dan hak pekerja. Di saat yang sama, buyer, investor, serta regulasi internasional seperti OECD dan Uni Eropa juga semakin mendorong transparansi dan penguatan supply chain due diligence dalam industri garmen.

Artinya, perusahaan garmen perlu:
- Memetakan dampak lingkungan dari proses produksi dan rantai pasok
- Memperkuat sistem perlindungan pekerja dan standar ketenagakerjaan
- Meningkatkan transparansi supplier, responsible sourcing, dan supply chain due diligence
- ⁠
Jadi, sudahkah perusahaan Anda mengidentifikasi risiko ESG yang paling material dalam rantai pasok garmen? Hubungi CESGS untuk memetakan gap dan memperkuat strategi ESG perusahaan Anda di bit.ly/TanyaCESGS

04/06/2026

Pada (03/06), CESGS menyambut kedatangan Dr. Md. Mahmudul Alam, Profesor Keuangan dari BRAC University, sebuah universitas yang berlokasi di Dhaka, Bangladesh. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang berharga untuk berdiskusi mengenai peluang penelitian ke depan, potensi hibah penelitian, serta kemungkinan kolaborasi dalam publikasi jurnal ilmiah.

Dalam sesi bersama Tim Riset dan Inovasi CESGS, Dr. Alam juga berbagi wawasan dan strategi dalam proses publikasi jurnal internasional, mulai dari pengembangan ide riset, pemilihan topik yang relevan, hingga penguatan kualitas naskah akademik. CESGS menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan diskusi yang inspiratif ini, serta berharap kolaborasi yang terjalin dapat membuka lebih banyak peluang riset, publikasi, dan inovasi di masa mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut terkait kolaborasi riset berkelanjutan, hubungi CESGS: bit.ly/TanyaCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 03/06/2026

Internet memang terasa “virtual”, tapi aktivitas digital kita tetap memiliki jejak karbon. Dari streaming, email dengan lampiran besar, penyimpanan file di cloud, hingga doom scrolling, semuanya membutuhkan proses pengiriman, pemrosesan, dan penyimpanan data yang ditopang oleh infrastruktur fisik serta konsumsi energi.

Mengurangi jejak karbon digital bukan berarti harus berhenti menggunakan internet. Kita bisa mulai dari kebiasaan kecil: kurangi streaming yang tidak perlu, matikan autoplay, unsubscribe email yang tidak dibaca, dan merapikan file di cloud. Tujuannya bukan anti-digital, tetapi menggunakan teknologi dengan lebih efisien dan sadar dampak.

Ingin memahami isu ESG dan keberlanjutan digital secara lebih strategis? Hubungi CESGS untuk diskusi lebih lanjut! bit.ly/TanyaCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 29/05/2026

Limbah pertanian bisa menjadi solusi untuk kemasan yang lebih berkelanjutan. Pada Februari 2026, Amazon India menggandeng IIT Roorkee untuk mengembangkan paper mailer berbahan jerami gandum dan ampas tebu sebagai alternatif kemasan yang dapat didaur ulang.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa circular economy dapat dimulai sejak pemilihan material. Namun, keberhasilannya tetap perlu dibuktikan melalui uji laboratorium, skala produksi, traceability, dan dampak lingkungan yang terukur.

Ingin menyusun strategi circular economy dan ESG program yang lebih terukur? Hubungi CESGS untuk diskusi lebih lanjut di bit.ly/TanyaCESGS

28/05/2026

WE’RE HIRING!
Scientific Copywriter (Full-time)

Are you detail-oriented, fluent in English, and interested in sustainability, research, and ESG-related issues? CESGS is looking for a Scientific Copywriter to support the preparation of research and partnership proposals, proofread research documents, and refine publication content before release.

If you have strong writing, editing, and proofreading skills, and are ready to grow in a dynamic research-driven environment, we would love to hear from you!

📩 Apply now: bit.ly/Application-ScientificCopywriterCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 26/05/2026

Climateworks Centre Monash University berkolaborasi dengan CESGS dalam Program Net Zero Campus (NZC) Indonesia untuk mendorong transisi menuju kampus emisi nol bersih dan berkelanjutan di sektor pendidikan tinggi. CESGS berperan sebagai salah satu mitra strategis Climateworks Centre dalam mendukungpengembangan ekosistem dan dialog NZC di sejumlah kampus agar menjadi lebih terarah dan relevan.

Pada 19 Mei, CESGS mendampingi Climateworks Centre dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) berkunjung ke Universitas Airlangga guna menjajaki peluang kolaborasi terkait pengembangan strategi NZC. Di Jawa Timur, penjajakan kerjasama serupa juga dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Surabaya dan Malang, termasuk Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Negeri Malang.

Net Zero Campus merupakan inisiatif yang dikembangkan oleh Climateworks Centre dan Purnomo Yusgiantoro Center untuk meningkatkan kesadaran, membangunkapasitas, serta mendukung pengembangan strategi emisi nol bersih dengan melibatkan berbagai universitas di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang menyesuaikan konteks dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

Melalui kolaborasi ini, CESGS berharap semakin banyak institusi pendidikan yang dapat memperkuat perannya dalam mendukung transisi menuju kampus rendah karbon dan berkelanjutan.

Photos from ESG Intelligence's post 25/05/2026

Laptop lama, HP rusak, charger mati, atau kabel data yang menumpuk bukan sekadar barang bekas. Semua itu termasuk e-waste atau sampah elektronik yang perlu dikelola dengan benar karena dapat mengandung material berbahaya seperti timbal, merkuri, kadmium, dan dioksin.

Berdasarkan Global E-waste Monitor 2024, dunia menghasilkan sekitar 62 juta ton e-waste pada 2022, namun hanya 22,3% yang tercatat didaur ulang secara resmi. E-waste juga relevan bagi perusahaan karena berkaitan dengan asset management, compliance, ESG responsibility, dan circular economy. Karena itu, jangan asal buang sampah elektronik ke tong sampah biasa. Perbaiki jika masih bisa, donasikan jika masih layak, pisahkan dari sampah rumah tangga, dan bawa ke drop point atau program daur ulang resmi.

Ingin mengembangkan program edukasi lingkungan, waste management, dan ESG campaign yang lebih terukur? Hubungi CESGS untuk diskusi lebih lanjut! bit.ly/TanyaCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 20/05/2026

MSCI Rebalance Mei 2026 menjadi perhatian karena sejumlah saham Indonesia keluar dari indeks MSCI Global Standard dan MSCI Global Small Cap. Perubahan ini bukan hanya soal daftar saham, tetapi juga menjadi sinyal penting bagi perusahaan publik untuk lebih memperhatikan likuiditas, free float, transparansi, struktur kepemilikan, tata kelola, dan kualitas pelaporan.

Bagi investor global, indeks seperti MSCI sering menjadi salah satu acuan dalam pengambilan keputusan investasi. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya memiliki valuasi besar, tetapi juga perlu memastikan sahamnya mudah diakses, aktif diperdagangkan, dan didukung oleh governance yang kuat.

Isu ini juga menunjukkan bahwa ESG dan tata kelola semakin relevan dalam membangun kepercayaan pasar. Perusahaan perlu mulai memetakan gap dan memantau indikator penting secara berkala agar lebih siap dinilai dengan standar global. Ingin menyusun strategi ESG dan governance yang lebih terarah? Hubungi CESGS di bit.ly/TanyaCESGS

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Surabaya

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00