Majelis Ar Raudhoh Ciledug
MAjelis Ar Raudhoh Ciledug
12/11/2021
Sultonul Qulub Habibana Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa
*MASALAH MIMPI MELIHAT NABI SAW*
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melihatku dalam mimpi maka ia seakan melihatku ketika terjaga. Setan tidak dapat meniru wujudku.”
Maka dari itu, siapa memimpikan Nabi SAW, berarti ia telah melihat beliau dengan sebenarnya tanpa sedikit pun keraguan. Berbeda dengan memimpikan orang lain, karena mungkin saja setan meniru wujud mereka untuk mencampuradukkan sejumlah hal kepada orang yang memimpikan wujud tersebut, atau dengan maksud untuk menjatuhkannya dalam fitnah dan kesesatan.
*Bagaimana Anda mengetahui bahwa sosok yang dilihat dalam mimpi adalah Nabi SAW?*
Para ulama menjelaskan bahwa orang yang bermimpi bisa mengetahui apakah sosok yang ia lihat di dalam mimpi Nabi SAW atau bukan melalui tiga hal berikut;
Pertama; sosok yang ia lihat di dalam mimpi berkata kepadanya misalnya, “Aku Rasulullah,” “Aku Muhammad bin Abdullah,” “Aku nabimu,” atau kata-kata semakna lainnya.
Kedua; orang yang melihat sosok tersebut yakin bahwa sosok yang ia lihat dalam mimpi itu nabi Muhammad SAW, tanpa diberitahukan oleh siapapun.
Ketiga; ada orang lain berkata kepadanya dalam mimpi, “Orang yang engkau lihat itu, orang yang berbicara kepadamu, orang yang sebentar lagi akan berbicara kepadaku, orang yang sebentar lagi akan masuk menemuimu adalah Nabi SAW,” baik ia memimpikan orang tersebut, atau mendengar suaranya saja.
Berdasarkan tiga hal ini –atau hal-hal lain- orang yang bermimpi yakin bahwa sosok yang ia lihat di dalam mimpinya adalah nabi Muhammad SAW tanpa sedikit pun keraguan, dan ia percaya pada mimpi yang ia alami itu.
*Mimpi dan Hukum-hukum syar’i*
Mimpi yang baik termasuk salah satu kabar gembira yang dipertahankan Allah 'Azza wa Jalla hingga hari kiamat untuk meneguhkan jiwa, menenangkan kalbu, ucapan selamat yang didahulukan dan berita gembira yang disegerakan.
Nabi SAW bersabda, *“Tidak ada lagi yang tersisa dari kabar gembira nubuwah selain mimpi yang baik, yang dilihat seorang hamba saleh, atau dilihat (orang lain) untuknya.”*
HR. Muslim, hadits nomor 1075, lafal hadits miliknya, An-Nasa`i, hadits nomor 1044, dan Ibnu Hibban, hadits nomor 1900.
Hanya saja mimpi tidak memberlakukan suatu hukum syar’i pun, tapi hanya sebagai pelengkap saja, karena hukum-hukum syar’i sudah diturunkan kepada Nabi SAW secara sempurna sebelum beliau wafat dan agama Allah juga sudah sempurna.
Imam Ibnu Hajar menuturkan dalam Fathul Bary, “Perkataan Nabi SAW di dalam mimpi harus disesuaikan dengan sunnah beliau. Jika sesuai, berarti perkataan tersebut benar. Tapi jika tidak sesuai, yang salah adalah pendengaran orang yang bermimpi.”
Maka dari itu, siapa melihat Nabi SAW dalam mimpi, lalu Nabi SAW memerintahkan sesuatu kepadanya; perintah tersebut harus dicermati terlebih dahulu. Apabila perintah tersebut sesuai dengan yang beliau ucapkan semasa hidup beliau, juga diriwayatkan para perawi dari beliau dalam sunah dan sirah beliau; perintah tersebut bisa diamalkan. Tapi jika berseberangan dengan sunah dan sirah beliau, maka perintah tersebut harus ditakwilkan, atau mimpi tersebut dicarikan solusinya.
```Catatan:
1.Mimpi Nabi adalah suatu anugerah Ilahi yang sangat mungkin diraih oleh setiap orang.
2.Berbohong atas mimpi adalah dosa yang terlaknat pelakunya.
3.Berbaik sangka sangat dianjurkan pada siapapun yang menceritakan tentang mimpinya melihat Nabi SAW, selagi dia bukan orang yang menghalalkan kebohongan.
4.Mimpi Nabi tidak bisa merubah syariat baik menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal.
Kezaliman,kebohongan, ingkar janji,membunuh org yg tdk bersalah,membenci keluarga Nabi dan sahabat adalah maksiat yg tdk akan bisa menjadi halal lewat mimpi.
5.Berburuk sangka pada muslim hukumnya haram, baik terkait mimpi atau yang lain. Siapa yang buruk prasangkanya buruk p**a amalnya.```
*Abu Hasan_313*
Semoga kita semua dapat bertemu Nabi Muhammmad SAW didalam mimpi kita... Aamiin Allahuma Aamiin...
# Allahuma Sholi Ala Sayidina Wa Maulana Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain...
17/12/2020
Dokumentasi Acara Rutinan Majelis Ar Raudhoh Ciledug
*🕋📖Ayat Kita Hari Ini, Kamis 2 Jumadil’awal 1442 H/ 17 Desember 2020*
وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ
Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
*(Q.S. Luqman: 18)*
``` Kita Menebar Dakwah Untuk meraih berkah.```
Sejarah Majelis Ar Raudhoh
Majelis Ar Raudhoh Berdiri sejak tahun 2018 dengan acara Dzikir,Sholawat dan Taklim yang bertempat di Kediaman Kang M. Alfi Ramdhani di Jatiseeng - Ciledug. Sebelum Majelis memiliki Alat Hadroh untuk Menunjang Pembacaan "Maulid Adhiya Ulami" karya Al Arifbillah Ada'i ilallah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim Bin Hafidz ibn Syaikh Abu Bakar bin Salim berkerja sama dengan Grup Hadroh El Karomah dari Desa Hulubanteng - Pabuaran pimpinan (Ust M Subhan H) yang awalnya dikenalkan oleh anggotanya Akhina (In'am Falahudin), Dengan Awalnya memiliki jadwal rutinan sebulaan sekali pada setiap Malam Jum'at Kliwon yang Awalnya Majelis dinamakan Majelis Gahwah Wal Bukhur.
Seiring berjalanya waktu kaami mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun pertama berdirinya Majelis yang disebut milad pertama. Kami mengadakan acara yang Alhamdulillah dihadiri Para Habaib sekitar Khususon Guru Kami Habib Syech bin Muhammad Al Habsyi (Salah satu Dewan Guru Majelis Rasulullah SAW Jawa Barat) dengan dijembatani oleh yang selalu mendukung pergerakan dan Syiar kami Habib Musthofa bin Muhammad Alattas. Maka dari situlah Berkah Nama Majelis Ar Raudhoh yang diberikan oleh Habibana Al Habib Syech Al Habsyi sehingga kami bisa memiliki alat sendiri dan membentuk Grup Hadroh angkatan Pertama HNS (Hadroh Nurus Syifa) dan Angkatan ke 2 HMAR (Hadroh Majelis Ar Raudhoh) hingga sekarang.
Majelis Ar Raudhoh Alhamdulillah telah mengadakan Tabligh Akbar dengan Mengundang Habib Abdurrahman Al Jufri dari Kuningan pada peringatan Tahun Baru Islam yang bertempat di Desa Bojong Negara - Ciledug atas jembatan Sohibul Wilayah dari Anggota Hadroh (Akhina Muhammad Iman Sulaiman) dan Tabligh Akbar Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad Yang Ke 3tn Majelis Ar Raudhoh dengan Mengundang Al Habib Hasyim bin Faris Al Kaff dari Depok, atas permintaan Akhina (Abdullah Hilmi Mubarok) yang sekaligus acara pernikahan dengan adik Khodimul Majelis Ar Raudhoh pada tanggal 13 November 2020.
Alhamdulillah hingga sekarang Majelis Ar Raudhoh Memiliki Rutinan di Rumah pada setiap pekan sekali yakni Malam Senin dengan Membaca Ratibul Hadad dan Maulid Adhiya Ulami serta Taklim...
Kami Selalu Memohon doa kepada Para Habaib,Masyaikh,Kiyai dan Asatidz dimanapun berada. Doakan agar majelis kami selalu istiqomah dan bermanfaat. Aamiin Allahuma Aamiin.
Kami mengucapkan Terima Kasih Yang Sebasar-besarnya kepada seluruh yang telah mensuport Majelis Ar Raudhoh. Semoga menjadi amal dan ladang pahala bagi kita semua dan semoga kita mendapat Syafaat Udzma serta Khosoh dari Beliau Rasulullah SAW sehingga Allah SWT akan selalu meridhoi kita.. Aamiin Allahuma Aamiin.
Salam Hormat dan Takdhim...
Khodimul Majelis Ar Raudhoh
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Buyut Roda Gang Sabur
Sumber
45188