Tqn Solok
Toriqoot qodiriyyah wan naqsabandiyyah Pondok pesantren suryalaya syekh ahmad shohibul wafa tajul arifin
22/09/2014
Foto Pangersah Abah anom dan Hj. Umi yoyo. Di ambil di kursi teras kediaman bp.h.samsul bahri di palembang thn 2004 sumsel .
22/09/2014
Assalamualaikum w.w.
Bismillahirrohmanirrohim.
Alhamdulillah wasyukurillah Abah sangat gembira dengan beberapa kali telah dicetaknya kitab Aurat aurat Thoreqat Qoodiriyyah Naqsabandiyyah yang dinamai Uquudul Jumaan ini.
Inilah satu pertanda bahwa para Ikhwan sangat membutuhkannya demi untuk lebih tertib dalam menjalankan thoreqat tersebut diatas agar memperdalam pengabdiaan terhadab Tuhan yang Maha Akbar
Oleh karenanya Abah berharap kepada Para Ikhwan. Marilah kita bersama sama membuktikan ketaatan dalam Bakti Ngabdi trhadap Tuhan khususnya terhadap sesama bangsa dan negara pada umumnya.
Akhirnya mudah mudahan Allah Swt melimpahkan Taufik dan hidayah-Nya agar tambah manfaat dan mashlahatnya untuk kita sekalian.
Amin yaa Robbal Alamin.
Suryalaya. 1 Pebruari 1975
K.H.A SHOHIBULWAFA TAJUL `ARIFIN
Rabitah itu mempunyai dasar Hukum yang jelas, baik yang wajib maupun yang sunnah dan termasuk upacara keagamaan., yaitu berdasarkan dalil Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 35, Hai orangt-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya…” Kh.beben wakil tqn suryalaya mengatakan Sesungguhnya segala amal perbuatan itu harus dengan niat, dan sesungguhnya bagi manusia itu apa yang diniatkannya.”
Ia juga memberikan alasan bahwa amalan Rabitah itu telah menjadi kesepakatan ahli tasawuf, karena itu melaksanakan Rabitah menjadi kewajiban bagi mereka yang sudah memasuki Tasawuf. Alasan selanjutnya, pada hakekatnya untuk melenyapkan yang lain selain Tuhan, dan menciptakan adanya kesadaran di dalam hati sebagaimana dikiyaskan oleh ulama Fiqih, disunnahkan bagi orang yang shalat agar penglihatannya tidak melapaui isyaratnya.
Jadi rabitah itu akan menjelma dalam hati seseorang seperti pada orang yang di ikutinya.
Kh. Zezen menekankan masalah akhlak bertasawuf, bahwa wajib ada seorang ikhwan tqn pun yang mengatakan Rabitah itu wajib, tetapi murid yang meninggalkan rabitah gurunya, dianggap tercela dan kurang beradab kepada gurunya. Diakhir hujjahnya ia mengatakan, mereka yang telah melakukan rabitah tentu akan merasakan buahnya. Karena itu mereka akan tetap melaksanakannya meskipun banyak orang yang membantahnya
Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya,
TTD
KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin
08/09/2014
Wakil talkin tqn suryalaya
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Aripan Subarang Basuang Data Bungo Solok
Solok