INSOMNIA ENT

INSOMNIA ENT

Share

INSOMNIA ENTERTAINMENT berdiri pada bulan september 2008. Terbentuknya INSOMNIA ENT didasari oleh ke

Photos from INSOMNIA ENT's post 12/06/2026

Setelah sempat “menghilang” dari rilisan besar dan hanya merilis satu single sepanjang tahun lalu, Dikta akhirnya resmi kembali lewat EP terbaru bertajuk “Unapologetic” pada tanggal 15 Mei 2026 ( Jumat ). sebuah proyek musik yang terasa jauh lebih personal, lebih berani, dan menjadi titik eksplorasi baru dalam perjalanan bermusiknya.

Bukan sekadar judul, “Unapologetic” menjadi representasi penuh dari kondisi Dikta saat mengerjakan EP ini. Ia menyebut seluruh proses kreatifnya dilakukan secara sadar, penuh keyakinan, dan tanpa penyesalan sedikit pun. “Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini,” ungkapnya. Nama “Unapologetic” pun dipilih karena dianggap paling tepat menggambarkan keseluruhan energi yang ingin ia hadirkan.

Berisi enam lagu, EP ini memperlihatkan sisi musik Dikta yang belum pernah benar-benar ditampilkan sebelumnya. Meski tidak seluruhnya bersifat eksperimental, beberapa lagu di dalamnya menjadi ruang bagi Dikta untuk akhirnya memainkan warna musik yang selama ini ingin ia eksplor namun belum sempat diwujudkan. Hasilnya, “Unapologetic” hadir dengan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya baik secara musikalitas, pendekatan lirik, hingga emosi yang dibangun.

Pradikta Wicaksono
————

Photos from INSOMNIA ENT's post 12/06/2026

Di usia 21 tahun, saat banyak musisi masih mencari bentuk, Gabriëlle justru memilih untuk langsung menyerang.

Lewat EP debut Animals, yang dirilis melalui Repertoart Records, ia meninggalkan pendekatan clean vocal di single sebelumnya Falling For An End dan beralih ke sesuatu yang jauh lebih kasar, lebih keras, dan lebih jujur scream vocal yang membawa kemarahan ke permukaan.

Langkah ini bukan tanpa risiko. Gabriëlle baru mengenal musik metal sekitar empat tahun lalu, dan teknik extreme vocal baru ia pelajari dalam dua tahun terakhir.

Namun di Animals, keterbatasan waktu itu justru terasa seperti bahan bakar mendorongnya untuk tidak bermain aman dan langsung menempatkan dirinya di spektrum modern metal dengan pengaruh hardcore yang agresif.

Gabriëlle
—————————

Photos from INSOMNIA ENT's post 11/06/2026

Musisi asal Pamulang, Tangerang Selatan, Jescara, akan merilis single terbarunya berjudul “Berbalik Arah” pada 15 Mei 2026 lalu di seluruh platform musik digital.

Lagu ini hadir sebagai karya akustik pop yang reflektif dengan balutan gitar hangat, piano yang emosional, dan lirik yang dekat dengan keresahan banyak orang di era sekarang.

“Berbalik Arah” bercerita tentang seseorang yang takut melangkah ke tahap berikutnya dalam hidupnya karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.

Di tengah era media sosial, perasaan selalu tertinggal, tidak cukup baik, hingga rendah diri menjadi hal yang semakin sering dirasakan banyak orang. Padahal, dirinya sendiri pun sedang berjuang dan menjalani proses terbaik yang ia bisa.

Namun terkadang, proses yang panjang dapat membuat seseorang merasa lelah, hingga pikiran untuk menyerah terasa seperti jalan pintas yang paling mudah diambil.

Melawan suara keraguan dalam diri menjadi tantangan bagi setiap orang. Terkadang, justru mimpi terbesar yang ingin kita capai adalah hal yang paling sering memunculkan rasa takut dan ragu, bukan? Tapi bagaimana kita bisa menjalaninya? Melewatinya? Bukankah proses itu sendiri adalah bagian dari pelajaran hidup, untuk mengenal diri kita lebih baik?

Jescara
——————

Photos from INSOMNIA ENT's post 11/06/2026

Costive kembali merilis karya terbaru berjudul “Soft Luck”, sebuah lagu dengan irama musik alternative-rock yang mengangkat sisi hangat dari sebuah hubungan dengan rasa syukur karena memiliki seseorang yang selalu hadir dan memberi arti.

Lewat lirik yang sederhana namun emosional, “Soft Luck” menggambarkan perasaan seseorang yang menyadari betapa berharganya kehadiran pasangannya dalam hidup.

Single “Softluck” yang ditulis oleh Aldy merupakan lagu tentang rasa syukur ketika menyadari betapa beruntungnya memiliki seseorang yang tetap memilih untuk tinggal, bertahan, dan menjaga di tengah segala ketidaksempurnaan.

Lewat lirik-lirik yang jujur dan personal, lagu ini tidak hanya berbicara soal cinta, tetapi juga penghargaan terhadap hal-hal kecil yang sering terlewat dari sosok yang selalu hadir dan memberi dukungan.

Dengan nuansa penuh ketulusan, kesetiaan, serta harapan agar hubungan tetap terjaga, “Softluck” menjadi ungkapan terima kasih mendalam bagi mereka yang tanpa disadari memiliki peran besar dalam hidup seseorang.

C*STIVE ___.manda
—————————

Photos from INSOMNIA ENT's post 10/06/2026

Band rock asal Lancaster, Pennsylvania, From Ashes to New resmi merilis album terbaru mereka bertajuk “Reflections” melalui Better Noise Music.

Album ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan “Blackout” (2023) yang sebelumnya berhasil menduduki posisi #1 di berbagai chart rock dan metal global.

Bersamaan dengan perilisan album, From Ashes to New juga merilis video musik untuk single terbaru mereka, ‘Forever’. Lagu ini menghadirkan perpaduan verse yang kontemplatif dengan chorus dan breakdown yang eksplosif, menegaskan kekuatan dinamika khas band ini.

“‘Forever’ adalah lagu yang selesai di tahap paling akhir dalam proses album ini, seolah menunggu semuanya berada di tempat yang tepat sebelum akhirnya bisa tercipta. Ada rasa final di dalamnya, seperti berdiri di tengah sisa-sisa sesuatu yang sudah tidak bisa diperbaiki,” ujar vokalis Matt Brandyberry.

“Lagu ini menggambarkan perasaan ketika penyesalan terus menghantui dan tidak mau pergi.”

Ia juga menambahkan bahwa band ini secara sadar mendorong batas kreativitas mereka dalam album ini.

“Kami mendorong diri kami lebih jauh dari sebelumnya. Tujuannya bukan untuk bermain aman, tapi untuk berkembang dan menciptakan sesuatu yang benar-benar membekas. ‘Forever’ tidak berakhir dengan rapi namun ia tetap menggantung, dan memang itu yang kami inginkan.”


—————————

Photos from INSOMNIA ENT's post 10/06/2026

Khlorine resmi memperkenalkan maxi single / EP terbaru bertajuk Nirantara - sebuah perjalanan emosional yang merangkum proses tenggelamnya seseorang ke dalam raga, rasa, dan ruang sunyi yang tak lagi memiliki batas.

“Nirantara” Berisikan tiga track: “Telusur”, “Luruh, Raga dan Rasa” dan “Nirantara” Track pembuka, Telusur, menjadi fase awal ketika sebuah rasa mulai masuk secara perlahan namun intens.

Bukan ledakan emosi yang datang tiba-tiba, melainkan sesuatu yang merayap diam-diam melalui celah pikiran dan tubuh.

Lirik seperti “telusuri nadiku” dan “dari celah fikirku menggambarkan bagaimana sesuatu dapat tumbuh di dalam diri hingga perlahan mengambil alih kesadaran.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Luruh, Raga dan Rasa, sebuah interlude yang menjadi titik transisi. Di fase ini, tubuh dan perasaan mulai kehilangan bentuknya sedikit demi sedikit. Tidak hancur sekaligus, namun luruh secara perlahan - menyisakan ruang kosong, pasrah, dan rasa menghilang tanpa penjelasan.


———————

Photos from INSOMNIA ENT's post 09/06/2026

“Nocturne to Sunrise” adalah Album pertama INIS setelah 7 tahun berkarir sebagai musisi independent.

Album eksperimental yang di produseri oleh 4 produser yaitu : Nara Satriangga, Jondry Rusadi, Oby Hamdi hingga Pamungkas yang tentunya berlatar belakang berbeda-beda ini menggambarkan pengalaman Lucid Dreaming Inis dengan sangat sempurna. “Nocture to Sunrise” akan dirilis pada 8 Mei mendatang.

Musik dengan konsep audio book ini memiliki genre lagu yang berbeda-beda di setiap tracknya. Jika didengarkan run through pendengar dapat merasakan hearing experience yang imajinatif melalui audio.

Kali ini, INIS hadir lebih sharp dengan dirinya sebagai lucid dreamer song-writter, konsep yang raw dan sangat personal, “Nocturne to Sunrise” bercerita tentang cicle of life dalam menemukan makna cinta yang letak terbesarnya pada diri sendiri yang sering kali terlupa.

Hook dan buildup emosionalnya membuat lagu ini sangat adiktif—jenis lagu yang diputar berulang kali, baik saat seseorang sedang memulihkan diri.


————————

Photos from INSOMNIA ENT's post 09/06/2026

Solois asal Surabaya Raditya Mahendra resmi merilis single baru yang berjudul “Pulang”. Single ini sudah bisa dinikmati di gerai musik digital, bersamaan dengan hari ulang tahun dari sang istri.

Benar sekali, ini adalah single romantis yang didedikasikan Raditya Mahendra untuk pasangannya, sekaligus menjadi anthem bagi para pendengar untuk menggambarkan perasaan rindu kepada orang tersayang.

Ini adalah single yang membuktikan produktivitas Raditya Mahendra di tahun ini setelah ia merilis EP Bittersweet (Phase One) dan single Echo pada kuartal pertama 2026.

“Pulang” adalah sebuah trek berbahasa Indonesia yang cukup lugas. Di dalamnya berisi rasa gelisah akibat menahan rindu dan jauh dari orang tersayang. Perasaan ini dialami sendiri oleh Raditya Mahendra.

“Ide lagu ini emang berangkat dari pengalamanku pribadi. Waktu itu aku LDR sama anak dan istri, dan lagu ini tiba-tiba muncul begitu saja di pikiranku,” ujar Raditya Mahendra.

Ini adalah rilisan perdana Raditya Mahendra yang berbahasa Indonesia. Penulisannya pun tergolong sangat cepat. Proses kreatifnya dibantu oleh songwriter asal Surabaya lainnya bernama Raditya Bagus.

“Proses drafting lagu ini cepet banget, nggak sampai 1 jam. Setelah draft jadi, liriknya aku tulis bareng Raditya Bagus dan selesai di jam 3 dini hari,” lanjut Raditya Mahendra.

Meskipun “Pulang” adalah lagu rindu dan terkesan melankolis nan galau, namun liriknya justru menampilkan kekuatan dalam menjalani hubungan jarak jauh. Beberapa referensi dari musisi lain pun menambah aspek puitis dari lagu ini.


————————

Photos from INSOMNIA ENT's post 08/06/2026

band alternative/math rock/emo asal Jakarta, telah menjadi salah satu pelopor musik math rock di Asia Tenggara selama lebih dari satu dekade. Debut mereka di 2023, SIMILAR, yang masuk sebagai salah satu Album Terbaik 2023, menampilkan Mario Camarena (CHON) pada lagu “KALA”, yang meraih nominasi Anugerah Musik Indonesia 2023 untuk Produksi Instrumental Terbaik.

Setelahnya, mereka merilis rework kolaboratif bertajuk DIFFERENT, yang menjadi lawan kata dari SIMILAR, menampilkan Perunggu, Morgensoll, Littlefingers, Mardial, White Chorus, Matter Mos, Individual Distortion, In Inertia, Reruntuh + Gulf of Meru, Enola, Murphy Radio, dan Namoy Budaya.

Proyek ini meraih nominasi Anugerah Musik Indonesia 2025 untuk Artis Jazz Alternatif Terbaik melalui lagu “ka/la (Littlefingers ver.),” dan menjadi bukti evolusi mereka yang terus melampaui batas genre, sekaligus menutup babak ini sebelum mereka bergerak menuju proyek paling ambisius mereka hingga saat ini.

Melanjutkan kesuksesan debut album dan rework kolaboratifnya, eleventwelfth siap menghadirkan follow-up yang besar: sebuah album sophomore naratif dua bagian bertajuk “11” dan “12”.

Terbentang secara kronologis dalam 23 lagu, proyek ini mengikuti perjalanan seorang protagonis yang menjalani dialog internal dengan alam bawah sadarnya sendiri, sebuah percakapan yang berat dan terus berlangsung seiring sang protagonis berjuang mengejar mimpinya.

“11”, sebagai bagian pertama yang terdiri dari 11 lagu, menjadi fondasi perjuangan ini. “12”, bagian penutup yang terdiri dari 12 lagu, akan hadir di akhir tahun. Ini adalah rekaman tentang beratnya ambisi, suara-suara yang menentangnya, dan apa yang harus dibayar untuk terus


—————————

Photos from INSOMNIA ENT's post 08/06/2026

LURRUH mengawali petualangan sebagai unit Hardcore dari Indonesia, Jakarta yang terbentuk pada tahun 2026. LURRUH membawa satu formula secara brutal dalam single pertamanya.

“HERESI” adalah single perdana dari EP album yang sedang dimasak dengan pengaruh Metalik Hardcore tahun 90an ke dalam struktur modern dan kaotik yang akan menjadi karakter LURRUH dalam karya-karya selanjutnya.

“HERESI” mencerminkan kemarahan yang tidak tertahankan. “HERESI” merupakan kenyataan yang pahit. Dan “HERESI” merayakan ketidakhadiran penyelamat, karena pada akhirnya tidak ada yang datang untuk menyelamatkan kita.

“HERESI” membuka sebuah perjalanan sonik yang merepresentasikan lanskap era kemerosotan moral dan spiritual. Dimana kecemasan dinormalisasi dan pertanyaan tak pernah menemukan jawaban.

Kata-kata berubah menjadi racun, ingatan dan realitas saling menjerat dalam teror, menciptakan kegagalan yang berulang dan ketakutan. Pada akhirnya, nihilisme mengambil alih. Tidak ada penyelamat, dan memang tak pernah ada.


——————

Want your establishment to be the top-listed Arts & Entertainment in Serang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Serang
42115