MT HADYU RASUL

MT HADYU RASUL

Share

Tempat belajar dan menggali ilmu agama Islam yang berdasarkan Qur'an dan Sunnah serta mendakwahkannya kepada orang lain.

Radio HADYU RASUL - Apps on Google Play 13/09/2024

*_INFO SIARAN RADIO HADYU RASUL_*

*๐Ÿ“ฑSimak dan dengarkan Radio HADYU RASUL* dengan mendownload aplikasinya di Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.streamingmurah.hadyurasul

Alhamdulillah, saat ini program acara *Kajian Malam* dengan tema *Dahsyatnya Kecerdasan Emosional* bersama *Al Ustadz Indra Ambiya, SE, M.Ag.*

Radio HADYU RASUL - Apps on Google Play

Hadyu Rasul di TikTok 30/08/2024

https://www.tiktok.com/.official?_t=8pGrtcAI4tM&_r=1

Hadyu Rasul di TikTok .official 1 Pengikut, 1 Mengikuti, 9 S**a - Tonton video pendek mengagumkan yang dibuat oleh Hadyu Rasul

29/08/2024

*_MUTIARA HADITS_*

Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. (HR. Muslim)

Radio HADYU RASUL - Apps on Google Play 28/08/2024

*_INFO SIARAN RADIO HADYU RASUL_*

*๐Ÿ“ฑSimak dan dengarkan Radio HADYU RASUL* dengan mendownload aplikasinya di Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.streamingmurah.hadyurasul

Alhamdulillah, saat ini program acara *Kajian Fajar* dengan tema *Urgensi Ma'rifatullah* bersama *Al Ustadz Hamdan Abu Nabhan.*

*Video Kajian & Kegiatan Hadyu Rasul*
https://youtube.com/

*MARS HADYU RASUL*
https://youtu.be/d2OuYYOPE8I

*Seruan Dakwah Radio HADYU RASUL*
https://youtu.be/mSuk9V2zUUU

Radio HADYU RASUL - Apps on Google Play

24/07/2024

*_MUTIARA HADITS_*

Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat atau cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat. (HR. Bukhari & Muslim)

23/07/2024

*_MUTIARA HADITS PILIHAN_*

Jabir bin Abdullah dia berkata, Saya menikah dengan seorang wanita pada masa Rasulullah ๏ทบ, lalu saya bertemu Nabi ๏ทบ, beliau bertanya: "Wahai Jabir, apakah kamu telah menikah?" Saya menjawab, "Ya". Beliau bertanya lagi: "Dengan seorang gadis atau janda?" Saya menjawab, "Dengan seorang janda". Beliau bersabda: "Kenapa kamu tidak memilih yang masih gadis, hingga kamu bisa mencumbunya dan dia bisa mencumbumu?" Saya menjawab, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki saudara-saudara perempuan, dan saya khawatir jika dia (gadis) melunturkan hubungan baik antara saya dengan mereka". Lalu beliau bersabda: "Jika demikian maka tidak masalah, sesungguhnya seorang wanita dinikahi karena agamanya, hartanya, dan kecantikannya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung". (HR. Muslim)

06/07/2024
06/07/2024

Hadist tentang Shaum akhir Bulan Dzulhijjah dan Hari Pertama Muharram

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุขุฎูุฑูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฐููŠ ุงู„ู’ุญูุฌูŽู‘ุฉู ูˆูŽุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฎูŽุชูŽู…ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุถููŠูŽุฉูŽ ุจูุตูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽุงูู’ุชูŽุชูŽุญูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽุฉูŽ ุจูุตูŽูˆู’ู…ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุฉูŽ ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹.

๐Ÿ“– โ€œSiapa yang shaum pada hari terakhir bulan Dzulhijah dan hari pertama bulan Muharam, maka ia telah menutup tahun lalu dengan shaum dan membuka tahun yang datang dengan shaum. Sungguh Allah telah menjadikan kifarat dosa selama lima puluh tahun baginyaโ€
(Lihat, al-Laali al-Mashnuโ€™ah fi al-Ahadits al-Maudhuโ€™ah, II:92; al-Maudhuโ€™at, II:199; Tadzkirrah al-Maudhuโ€™at, hal. 118; Tanzih as-Syariโ€™ah, II:176). Dalam kitab al-Fawaid al-Majmuโ€™ah fi al-Ahadits al-Maudhuโ€™ah, hal. 96, No. 31 dengan sedikit perbedaan redaksi pada akhir hadis:

ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุนูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุฉูŽ ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹

*Keterangan:*
Hadis ini Daif, bahkan maudhuโ€™ (palsu). Pada sanadnya terdapat dua rawi pendusta, yaitu Ahmad bin Abdullah al-Harawi dan Wahb bin Wahb. Kata Imam as-Suyuthi, โ€œkeduanya pendustaโ€
(Lihat, al-Laali al-Mashnuโ€™ah fi al-Ahadits al-Maudhuโ€™ah, II:92) Kata Imam Ibn al-Jauzi, โ€œKeduanya pendusta dan pemalsu hadisโ€ (lihat, al-Maudhuโ€™at, II:199).

30/11/2021

*BAHAYA MEMBUAT DAN MENYEBARKAN HADITS PALSU*

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜Anhu, dia berkata: โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ู…ูุชูŽุนูŽู…ูู‘ุฏู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุจูŽูˆูŽู‘ุฃู’ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œSiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.โ€ (HR. Bukhari Muslim)

Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu โ€˜Anhu, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ุนูŽู†ูู‘ูŠู’ ุจูุญูŽุฏููŠู’ุซู ูŠูŽุฑูŽูŠู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุฐูุจูŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจูŽูŠู’ู†ู

โ€œSiapa yang menyampaikan hadits dariku dengan suatu hadits yang masih diduga bahwa itu adalah dusta, maka ia termasuk salah satu dari dua pendusta.โ€ (HR. Muslim)

Artinya yang membuat dan yang menyebarkannya.

Dari Mughirah Radhiyallahu โ€˜Anhu, dia berkata: โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูƒูŽูƒูŽุฐูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏู ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ู…ูุชูŽุนูŽู…ูู‘ุฏู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุจูŽูˆูŽู‘ุฃู’ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œSesungguhnya berdusta atas namaku tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain. Maka barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.โ€ (HR. Muslim)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahayanya berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Yaitu dengan cara membuat-buat hadits palsu lalu menisbatkannya kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam secara dusta walaupun niat/tujuannya baik.

Para ulama menyebutkan bahwa seburuk-buruk pemalsu hadits adalah orang-orang shalih yang mereka bodoh lalu membuat hadits-hadits palsu dengan tujuan berbuat kebaikan. Seperti Nuh bin Abi Maryam Abu โ€˜Ismah dan lainnya yang membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan-keutamaan surat per surat yang tujuannya, dia berkata: โ€œKarena aku melihat orang-orang sibuk dengan fikih mazhab dan berpaling dari Al-Qurโ€™an, maka aku sengaja buat hadits-hadits ini tujuannya supaya mereka mau mempelajari Al-Qurโ€™an.โ€ Ini tujuannya bagus sekali, tapi sayang caranya salah dengan berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

Maka haram hukumnya kita membuat-buat hadits palsu. Misalnya dengan cara membuat-buat dari ucapan yang bagus lalu kemudian menisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Seperti yang kita lihat di zaman sekarang beredarnya hadits-hadits yang baru muncul dizaman ini.

Salah satu contoh hadits palsu yang biasanya muncul sebelum bulan Ramadhan adalah katanya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam naik mimbar lalu mengucapkan: โ€œAmin, amin, amin.โ€ Lalu kemudian Rasulullah ditanya apa yang kau aminkan. Kata Rasulullah: โ€œSemoga terhina orang yang sebelum Ramadhan belum minta maaf kepada orang tuanya, kepada tetangganya, kepada istrinya.โ€ Padahal lafadz haditsnya bukan seperti itu.

Hadits yang ada dalam riwayat Imam Ahmad dan yang lainnya, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam ditanya apa yang kau aminkan Wahai Rasulullah? Kata Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู: ุฃูŽุฑู’ุบูŽู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ู’ููŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุนูุฏูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุบู’ููŽุฑู’ ู„ูŽู‡ูุŒ ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ุขู…ููŠู†ูŽ.

โ€œTadi Jibril datang dan berkata: โ€˜Semoga dihinakan orang yang masuk bulan Ramadhan lalu keluar darinya dalam keadaan tidak mendapat ampunan dari Allah Subhanahu wa Taโ€™ala.โ€™ Kata Rasulullah: โ€˜Amin'โ€ (HR. Ahmad)

Itu hadits yang shahih. Tapi kemudian oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab ini, dia mengambil bagian awal hadits lalu memasukkan padanya lafadz dari dirinya sendiri. Sehingga akhirnya dengan hadits ini banyak orang yang meyakini disunnahkannya meminta maaf sebelum bulan Ramadhan. Ternyata dasarnya hadits yang tidak ada asalnya sama sekali, dusta atas nama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

*HARAMNYA MENYEBARKAN HADITS PALSU*

Demikian p**a hadits ini juga menunjukkan haramnya kita ikut menyebarkan hadits-hadits palsu. Maka hadits-hadits palsu tidak boleh disebarkan kecuali dalam rangka untuk menjelaskan akan kepalsuannya.

Adapun kemudian kita sebarkan dalam rangka untuk diamalkan, demi Allah ini hakikatnya kita sudah ikut andil dalam berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

Makannya di sini beliau membawakan lafadz Muslim dari hadits Samurah bin Jundub:

ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ุนูŽู†ูู‘ูŠู’ ุจูุญูŽุฏููŠู’ุซู ูŠูŽุฑูŽูŠู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุฐูุจูŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจูŽูŠู’ู†ู

โ€œSiapa yang menyampaikan dariku suatu hadits yang masih diduga itu dusta tapi ia sampaikan, maka ia termasuk salah satu dari orang yang berdusta.โ€ (HR. Muslim)

Kata Ibnu Hibban dalam kitab Al-Majruhim (Arab: ุงู„ู…ุฌุฑูˆุญูŠู†) ketika membawakan hadits ini, beliau membawakan judul untuk hadits ini: โ€œSiapa yang ia masih ragu ketika ia meriwayatkan hadits apakah ini haditsnya shahih atau dhaif tapi ia sampaikan, maka ia masuk di dalam hadits ini.โ€

Bayangkan, kalau masih diduga bahwa ini tidak shahih itu masuk didalam ancaman, bagaimana kalau kita ternyata sudah tahu itu palsu kemudian disampaikan?

Maka kewajiban kita sebelum menyampaikan hadits adalah memastikan dulu keshahihannya, tanya kepada ahlinya. Jangan sampai hanya karena melihat isinya bagus kemudian kita sebarkan ternyata haditsnya palsu.

Contoh misalnya di bulan Rajab turut beredar hadits-hadits palsu tentang keutamaan puasa Rajab di hari pertama, hari kedua, hari ketiga, sampai hari ke-20. Padahal Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah dalam kitab Tabyinul โ€˜Ajab (Arab: ุชุจูŠูŠู† ุงู„ุนุฌุจ ุจู…ุง ูˆุฑุฏ ููŠ ูุถู„ ุฑุฌุจ) sudah menjelaskan akan kepalsuannya hadits tersebut.

Maka hati-hati, jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan hadits palsu. Karena ancamannya berat, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengatakan: โ€œSiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.โ€

Bayangkan, saudaraku seiman.. Ini ancaman yang sangat mengerikan sekali.

Maka dari itu wajib kita untuk menjelaskan kepada manusia akan kepalsuan hadits. Karena ini sama saja kita membela sunnah. Ketika kita menjelaskan ini haditsnya palsu, ini haditsnya dhaif, ini haditsnya shahih, demi Allah itu hakikatnya pembelaan terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

Alhamdulillah, kita kaum muslimin diberikan oleh Allah ilmu hadits. Dengan ilmu hadits itulah kita bisa memeriksa suatu hadits dari sisi derajatnya apakah shahih atau tidak. Ini merupakan keistimewaan yang khusus dimiliki oleh umat Islam saja, tidak dimiliki oleh umat-umat yang lainnya. Abdullah bin Mubarak berkata:

ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ู…ู† ุงู„ุฏูŠู†ุŒ ู„ูˆ ู„ุง ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ู„ู‚ุงู„ ู…ู† ุดุงุก ุนู„ู‰ ู…ุง ุดุงุก

Sanad hadits itu adalah bagian dari agama ini. Kalau bukan karena adanya sanad hadits, orang akan sembarangan membuat-buat hadits-hadits Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Tapi dengan adanya sanad, kita bisa periksa sanadnya shahih atau tidak.

Makanya di zaman sekarang penting sekali. Terkadang ada orang seenaknya saja mengatakan (HR. Muslim) ternyata dicari dalam Shahih Muslim tidak ada. Dia mengatakan (HR. Bukhari) namun ketika dicari dalam Shahih Bukhari juga tidak ada.

Maka dari itu kita berusaha untuk ikut andil dalam membela sunnah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan hadits palsu, juga kita cek dulu sebelum kita sebarkan apakah hadits itu shahih atau dhahif. Kalau ternyata hadits itu palsu, maka kita jelaskan supaya manusia menjauhinya dan tidak menyebarkannya.

28/06/2021

๐ŸŒพ *Bila "CORONA" tak kunjung pergi !!* ๐Ÿ˜ท

Bila kita mentafakuri kondisi saat ini, hampir setiap kita menyaksikan baik lewat medsos atau secara langsung kalimat "Inna ilaihi Raji'un" bermunculan, ambulance pembawa mayat berseliweran, dan penggali kubur semakin sibuk...yang di panggil Alloh terkadang bukan orang lain tapi mungkin teman dekat kita....miris dan terkoyak hati ini menyaksikan nya!!
Kita yang masih hidup dan sehat tidak bisa dan tidak mampu berbuat apapun kecuali hanya sekedar berdoa tanpa semuanya yang sakit kita layat dan tidak semua yang wafat kita hantar....
Yang wafat saat ini, bulan ini, tahun ini, dan hari ini...ada dan tidak ada pandemi Corona-pun mereka akan tetap menghadap alloh sesuai ketetapan-Nya yang sudah di catat oleh malaikat di saat ditiupkan ruh dalam kandungan ibunya usia empat bulan!! (QS Ali Imran :145)
Bila " corona" tak kunjung pergi, yang sakit dan mati-pun akan tetap ada sesuai catatan Alloh bukan catatan medis.(QS Qof : 19)
Bila " Corona" tak kunjung pergi, orang yang mempertahankan nyawanya dan berjuang agar nafas hidupnya tak berhenti akan selalu ada dan dirinya pun juga orang sekitar tidak tahu takdir apa selanjutnya yang akan terjadi. (QS Al qiyamah : 26-30)
Bila " corona" tak kunjung pergi, semua urusan manusia termasuk nyawanya, Alloh sudah tugaskan malaikat untuk mencabut atau memperpanjang usianya sesuai instruksi Alloh pada malaikat, bukan intruksi pada para medis dan para kiai. (QS Sajdah :11)
Bila "Corona" tak kunjung pergi, tidak perlu takut, was was, dan cemas karena bagi manusia kematian itu adalah hal yang nyata dan bukanlah sebuah akhir namun sebagai awal fase kehidupan yang baru. (QS Ar Rahman : 26-27)
Bila "Corona" tak kunjung pergi, disinilah kita sebagai 'insan' dipertaruhkan apakah menjadi hamba yang amalnya semakin baik dan semakin yakin bahwa ini yang terbaik menurut Alloh, atau semakin maksiat dan semakin sibuk mencari sumber penyakit dan penyebab kematian sehingga semakin abai bahwa Alloh itu Maha Kuasa. (QS Al Mulk : 2)
Bila "corona" tak kunjung pergi, kita tetap jalani hidup dengan normal dan maksimalkan ikhtiar dengan ridho-Nya,....berdamai- lah dengan Alloh... berdamai-lah dengan Qur'an... berdamai-lah dengan Sunnah nabi... berdamai-lah dengan mesjid... berdamai lah dengan majlis ilmu... berdamai-lah dengan para medis dan terapis... berdamai-lah dengan orang orang Sholeh... karena kita juga tahu apakah 'corona ' ini akan pergi atau tidak, hanyalah Alloh yang Maha Tahu. (QS at taghobun : 11)
Positif thinking dan positif feeling....
Sehat itu ni'mat
Sakit itu ni'mat
Mati-pun juga ni'mat
Bila kita selalu di jalan Allah SWT....(QS Al Baqarah : 154)

By : Ucu Najmudin Pesantren holistik Al Muthmainnah

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Serang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Jalan Hs. Khozin (Komplek DPR)
Serang