Pesantren Raudlatul Muhtadin
Pesantren, majlis dzikir dan ta'lim
22/07/2022
11/08/2021
SURONAN
ati, ben atine landep
ngawiti Kanti lafad/ucapan Bismillahirrahmanirrahim. Nawaitu takaruban ila Allah. Teng awal tahun kito niati sedanten ucapan, kelakuan, amal mung kange Takarub dumateng Gusti Allah SWT, nyuwun Ridhonipun Gusti.
Nikmat engkang agung nggeh neniko tiang engkang saget parek/cedak dumateng Gusti Allah SWT. Saget sholat, saget sujud, saget rukuk, saget dzikiran, Lan ibadah sak lentunipun.
31/07/2021
Kembali membaca
Sanad KITAB FUTUHUL GHOIB
Syekh Abdul Qadir Al Jailani RA
MAQOLAH KE 3
HIKMA MENDAPATKAN UJIAN
Ketika seorang hamba mengalami kesulitan hidup, maka pertama-tama dia mencoba
bergerak mengatasinya dengan usahanya sendiri. Maka apabila tidak mampu menyelesaikan/gagal dia mencari pertolongan kepada orang lain. Seperti kepada raja, penguasa, orang kaya atau jika sakit, kepada dokter. Namun jika hal ini pun tidak menemukan solusi maka dia baru kembali kepada Allah SWT, berdo’a kepada-Nya dengan kerendah-hatian dan pujian.
Sebaliknya jika dia mampu mengatasinya sendiri, maka dia tidak meminta tolong kepada sesamanya, demikian p**a jika dia berhasil karena sesamanya, maka dia tidak kembali kepada Allah SWT.
Kemudian jika seorang hamba tidak p**a memperoleh pertolongan dari Allah SWT, maka dipasrahkannya dirinya kepada Allah SWT, dan terus demikian, mengangkat kedua tangannya mengemis, berdo’a merendah diri, memuji, memohon dengan penuh harap dan cemas. Namun, Allah SWT membiarkan dia sampai letih dalam berdo’a dan tidak mengabulkannya, sehingga dia memutus semua sebab-sebab/sarana yang ada di dunia.
Maka kehendak Allah SWT mewujud melaluinya, tindakan Allah SWT mewujud melaluinya dan hamba ini berlalu dari segala sebab-sebab sarana duniawi, segala aktivitas dan upaya duniawi, dan bertumpu pada ruhaninya.
*Maka pada peringkat ini, tiada terlihat olehnya, selain kehendak Allah Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan sampailah dia tentang Keesaan Allah, pada peringkat haqqul yaqin (* tingkat keyakinan tertinggi yang diperoleh setelah menyaksikan dengan mata kepala dan mata hati). Bahwa pada hakikatnya, tiada yang melakukan segala sesuatu kecuali Allah SWT; tidak ada penggerak tidak p**a penghenti, selain Allah SWT; tidak ada kebaikan, kejahatan, tidak p**a kerugian dan
keuntungan, tiada faedah (manfaat), tiada memberi tiada p**a menahan, tiada awal, tiada akhir, tidak ada kehidupan dan kematian, tiada kemuliaan dan kehinaan, tidak ada kelimpahan (kaya) dan kemiskinan, kecuali karena Allah SWT*.
Maka di hadapan Allah SWT dalam kehendak Allah SWT, hamba bagaikan bayi di tangan perawat, bagaikan mayat dimandikan ditangan yang memandikan, dan bagaikanbola di tongkat pemain kuda, berputar dan bergulir dari keadaan ke keadaan, dan dia merasa tidak berdaya. Dengan demikian, dia lepas dari dirinya sendiri, dan melebur dalam kehendak Allah SWT. Maka tidak dilihatnya kecuali Allah SWT dan kehendak-Nya, tidak didengar dan tidakdipahaminya, kecuali Allah SWT. Jika melihat sesuatu, maka sesuatu itu adalah kehendak Allah SWT; jika diamendengar atau mengetahui sesuatu, maka dia mendengar firman-Nya, dan mengetahui lewat ilmu-Nya. Maka terkaruniailah dia dengan karunia-Nya, dan beruntung lewat kedekatan dengan-Nya, dan melalui kedekatan ini, dia menjadi mulia, ridha, bahagia, dan puas dengan janji-janji Allah SWT, dan bertumpu pada firman-Nya. dia merasa enggan dan menolak segala selain
Allah SWT, dia rindu dan senantiasa mengingat Allah SWT; makin mantaplah keyakinannya pada Allah SWT Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa. dia bertumpu pada-Nya, memperoleh petunjuk dari-Nya, berbusana nur ilmu-Nya, dan termuliakan oleh ilmu-Nya. Yang didengar dan diingatnya adalah dari-Nya. Maka segala syukur, puji, dan sembah tertuju kepada Allah Subhana hu wata'ala...
CATATAN :
- *La Haula wala quata ila bilahil aliyyil adzim* tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali kekuatan dan kehendak Allah yang maha tinggi dan agung.
- Allah SWT berfirman:
*Ma yuridullahu liyaj'ala 'alaikum min harajin walakin yuridu liyuthohirokum*
Allah SWT tidak menghendaki untuk menyulitkan kalian, tetapi Allah SWT hendak membersihkan kalian. Al-Maa-idah ayat 6.
- *wa Allahu yuridu ayyatuba Alaikum*
Dan Allah SWT menghendaki kalian taubat.
Annisa' ayat 27
- *yuridu Allah bikumul Yusra wala yuridu bikumul 'usro*
Allah SWT menghendaki kemudahan bagi kalian. dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian. Al-Baqarah ayat 185
27/07/2021
LAUTAN KEWALIAN KENJENG SYEKH ABDUL QODIR AL JAILANI.
Terjemah Kitab Manaqib Jawahirul ma'ani (sanad Shohibul ijazah syekh Ahmad Jauhari Umar)
9
Alhamdulillah terjemah kitab sudah selesai dari maqolah 1-9 dan Do'a. silahkan, diijinkan untuk mengunduh, copy, disimpan bisa dibuka diakun FB Ponpes Raudlatul Muhtadin
Kanjeng Syekh Abdul Qadir Al Jailani R.A dawuh : Beliau menjelaskan tentang nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT ( untuk jalan syukur, ibror-bagi manusia biasa-"ketika mendapatkan nikmat"; -bagi para wali- "ketika mendapat nikmat" sebagai jalan Rahasia-rahasia cahaya ilahiyyah, terungkapnya rahasia-rahasia yang tersimpan jika diceritakan)
Allah SWT berfirman : Adapun dengan nikmat-nikmat yang diberikan Rabb-mu kepada engkau maka ceritakanlah.(sebagai pelajaran dan penguatan iman bahwa Allah SWT sebagai maha pemberi nikmat).
Disetiap Wali ada di atas kaki (delamaan/pijakan ) Nabi Muhammad SAW, dan aku ada di atas kaki kakek-ku yaitu kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dan tidak mengangkat di kaki (delamaan) kanjeng Nabi SAW kecuali menaruh kaki ( delamaan-ku ). didalam suatu keadaan Nabi SAW mengangkat kakinya kecuali mengangkat kakinya dari kaki- kakinya para Nabi, tidak ada jalan untuk memperoleh selain Nabi.
Setiap manusia punya guru, setiap jin punya guru, setiap Malaikat punya guru. Aku (Kanjeng Syekh) guru semua itu
Demi keagungan Tuhan-ku Allah SWT, tidak akan ku lepas tangan-ku di atas kepalanya para murid-ku, pecinta-ku. Akan terbuka jelas walaupun mereka di timur, aku ada di barat, tangan-ku akan kupanjangkan (sampai) untuk menolong mereka para murid dan pecinta-ku.
Dan setiap manusia semua sahabat-ku, murid-ku, pecinta-ku jika mendapatkan musibah (tersandung dalam perjalanan hidup nya) akan ku tolong sampai nanti hari qiyamah.
Aku akan membantunya jika mereka tergelincir, mereka hidup ataupun sudah meninggal. Maka sesungguhnya kendaraan-ku (kuda) sudah disiapkan pelitanya, dan pedang-ku sudah dikenal, dan tombak-ku sudah berdiri tegak, busur-ku sudah dibentangkan, dan keberanian-ku unggul, dan panah-ku sudah disiapkan, semua itu untuk menjaga murid-ku jika dalam keadaan lalai (lupa)
Aku (kanjeng Syekh) ibarat apinya Allah SWT yang telah dinyalakan. Aku ini Waliyullah yang akan merobek setiap orang yang tidak punya sopan santun kepadaku dan aku diberi ilmu bagaikan lautan yang tidak bertepi, aku adalah pemimpin nya waktu, aku adalah juru bicara, aku waliyullah yangdijaga oleh Allah, aku waliyullah yang diperhatikan. Wahai orang-orang yang berpuasa disiang hari, wahai yang bertahajjud dimalam harinya, wahai orang-orang yang tinggal di gunung yang sudah dibinasakan gunung-gunung nya, wahai orang-orang ahli gereja yang sudah dirobohkan gereja-gerejanya, menghadaplah kalian untuk ta'at melaksanakan perintah-perintah Allah.
Wahai wali rijal, wahai wali abthol, wahai wali athfal, kemarilah kalian kepadaku, ambillah ilmu dari waliyullah yang bagikan lautan yang tiada bertepi.
Wahai Allah Yang Maha Agung, Engkaulah satu-satunya yang menguasai mahluk di langit dan bumi, Engkau maha besar perkasa maha kuat. Aku ( kanjeng syekh) miskin, aku tunduk dalam kefakiran Tiada Tuhan selain Engkau.
Demi keagungan Engkau, Sesungguhnya keberuntungan dan kesengsaraan diperlihatkan kepada-ku dan diberhentikan dihadapan-ku dan sungguh nur mataku ada yang tinggal di lauhil mahfudh, aku adalah waliyullah yang bisa melihat kejadian yang telah lalu, Aku waliyullah yang besok hari kiyamah dijadikan hujjatullah untuk kamu
sekalian, aku sebagai pengganti dan pewaris Rasulullah SAW.
Disetiap datangnya tahun, memberi salam kepada-ku dan memberi kabar kepada-ku apa yang akan terjadi didalam tahun itu. Begitu juga bulan, Minggu, hari memberi salam dan kabar apa yang akan terjadi.
Kanjeng Syekh Abdul Qadir Al Jailani dawuh:
Jika seseorang memohon kepadaku ( tawasul kepada-ku untuk aku mohonkan kepada Allah SWT) dari kesusahan/kebingungan maka akan dibuka melalui tawasul kepadaku. Dan jika seseorang memanggil ku dalam kesempitan maka akan dibuka lebar-lebar (dimudahkan). Dan jika seseorang bertawasul kepada-ku atas hajatnya maka dikabulkan hajatnya. Maka ketika kalian memohon kepada Allah SWT, memohonlah kepada Allah SWT dengan bertawasul kepada-ku.....
Sesungguhnya keagungan kanjeng Syekh banyak sekali. Tingkahlaku (ahwal) kanjeng syekh bercahaya lebih terang dari pada cahaya matahari yang jelas. Ucapan kanjeng syekh cocok bagi orang yang mempunyai akal yang selamet. Dan ada didalam kewafatannya Kanjeng syekh mengalir kepada kita keberkahan. Beliau meninggal pada malam Jum'at tanggal 11 rabi'ul akhir tahun 561 H, umur beliau 91 tahun dimakamkan di Baghdad, makamnya selalu di ziarah dan dituju banyak orang. Semoga Allah memberi ridho dan memberikan manfaat kepada kita dan kanjeng Syekh. Allahumma aamin x3
Ya Allah, Hamparkanlah bau harum keridhoan-Mu kepada kanjeng Syekh, dan berikan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syekh.
Catatan :
- para waliyullah adalah pewaris dan penerus Nabi Muhammad SAW. (Mencintai Waliyullah berarti mencintai Rasulullah SAW dan Allah SWT)
- kanjeng syekh adalah wali kutub, wali ghous yang tampak sekali bau kewaliannya.
- didawuhkan : ALMAR'U MA'A MAN AHABBA ( Seseorang bersama seseorang yang di cintai)
Jalan Cahaya adalah Cinta (mahabbah) jika sudah cinta maka akan meniru apa yg dilakukan apa yg dicintai.
- tentang TAWASUL Rasulullah SAW dawuhaken : *Tawasalubi wa bi ahli baiti ila Allah, fainnahu la yuraddu mutawasilun binna* diriwayatkan Ibnu hibban di shohihih. Artinya : berdo'alah kepada Allah SWT dengan tawasul kepada - ku ( Rasulullah SAW) Jika tidak bertawasul kepada-ku maka bertawasul kepada ahli bait-ku yaitu para Habaib yang ahli khususiyyah dari dzuriyyah ku yaitu ahli Shofa dan Wafa (Waliyullah) karena tidak akan ditolak do'anya siapa yang bertawasul kepada-ku dan para ahli bait-ku.
01/07/2021
انا نتوسل بك الى ربك فى قضاء حاجتنا
Inna natawassalu bika ila Rabbika fii qodhoi haajatina.
Wahai Shulthonul Auliya', Sesungguhnya kami bertawasul kepada engkau menuju kepada Allah SWT, dengan membawa hajat - hajat yang dikabulkan...
Pengaosan maljum
Tanbih :
Menurut sunah ilahiyyah (kebiasaan yang dilakukan oleh Allah SWT di bumi untuk orang Islam) setiap orang Islam ingin memperkuat keislamannya dan menaikan derajat keimanannya, itu akan menghadapi ujian-ujian dari Allah SWT supaya jelas mana yang benar-benar iman dan siapa yang bohong dalam menyatakan iman.
Sunnah ilahiyyah ini sudah di jelaskan di dalam Al Qur'an di surat Al 'ankabut yang artinya ;
*Apa orang-orang itu pada mengira jika dia sudah menyatakan beriman akan dibiarkan oleh Allah SWT tanpa diuji?* Anggapan yang seperti itu salah.
- setiap harinya apa yang kita hadapi sebenernya ujian artinya setiap saat kita punya tantangan untuk mengkontrol nafsu untuk tetap tenang. tidak mengarahkan nafsuh ke amarah, ke nafsu birahi dan nafsu- nafsu yang mendorong lupa kepada Allah SWT.
- Artinya tidak membayangkan kapan mencapai kenikmatan-kenikmatan dunia padahal saat ini kita sudah mendapatkan nikmat, menikmati apa yang kita hadapi saat ini yaitu mengimani kekuasaan Allah SWT, af'al(tindakan) Allah SWT dan sifat (keinginan )Allah SWT, yang pasti terjadi didunia dan akhirat.
Sanad kitab Hidayatul adzkiya'
29/05/2021
Lautan KAROMAH dan BAROKAH Kanjeng Syekh Abdul Qadir Jailani
MAQOLAH ke 5 (Lima) kitab MANAQIB jawahirul ma'ani (Shohibul ijazah syekh Jauhari Umar)
Syekh Abdul Qodir Al Jailani radiallahu’anhu mengenakan pakaian ulama, berjubah besar dan berpakaian mulia serta mengendarai kuda dan terbentang kemuliaan di antara kedua tangannya.
Beliau sering berbicara di atas kursi yang tinggi dan ketika berbicara beliau melakukannya dengan suara yang cepat dan lantang. Apabila ada seseorang yang berhati keras melihatnya maka seseorang tersebut akan berubah menjadi khusu'/tunduk. Dan apabila ada seseorang yang melihatnya, maka seakan-akan dia telah melihat manusia seluruhnya.
Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA apabila melewati sebuah kerumunan manusia pada hari Jum'at, maka sekump**an manusia tersebut akan sama berhenti di atas kaki-kaki mereka sembari berdoa kepada Allah SWT meminta agar dikabulkan seluruh hajat (Tawasul) mereka dikarenakan kemasyhuran dan nama baik Beliau di hadapan masyarakat.
Pada suatu hari beliau pernah didatangi oleh sekelompok orang yang menentangnya dengan membawakan dua buah keranjang yang tertutup rapat. Mereka meminta kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA untuk menyebutkan apa isi dari kedua keranjang tersebut. Maka turunlah beliau dari kursinya dan meletakkan tangan di atas salah satu keranjang tersebut. Kemudian beliau menjawab dengan mengatakan bahwa isi dari keranjang itu adalah seorang anak laki-laki yang lumpuh.
Beliau pun menyuruh putranya Abdur Rozaq untuk membukanya. Maka dibukalah keranjang tersebut dan benarlah bahwa isi di dalamnya adalah seorang anak yang lumpuh maka Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA pun memegang tangan anak tersebut dan berkata, "Berdirilah!" maka anak itupun berdiri dan mampu bergerak. Sementara di kotak yang lain beliau juga meletakkan tangannya dan mengatakan bahwa isi di dalam keranjang tersebut adalah seorang anak yang normal yang tidak memiliki cacat apapun. Dan ketika keranjang dibuka, maka benarlah bahwa isinya adalah seorang anak yang langsung hendak berdiri dan berlari. Maka Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA pun memegangnya dan memintanya untuk duduk. Maka duduklah anak tersebut. Akhirnya, dengan kejadian ini para kelompok yang akan menentang Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA tersebutpun sama bertobat kepada Allah.
“Ya Allah, tebarkanlah bau wangi keridhoan kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani, dan berikan kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya".
Catatan :
- Kedatangan/kita mendatangi wali adalah keberkahan untuk kita, dan dimudahkan hajat-hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT, apalagi jika kita mencintai para wali bisa sebagai jalan menuju kedekatan/kemesraan kita kepada Allah SWT.
- Karomah yang di berikan Allah SWT kepada para wali sebagai pintu Rahmat dan pintu Taubat untuk hamba-hamba Allah SWT maka jika kita ingin mendapatkan Rahmat dan mampu bertobat dihadapan Allah SWT dekati, cinta para wali untuk mendapatkan Karomahnya.
-mukasyafahnya para wali adalah sebagian ilmu Allah SWT yang diberikan, Allah SWT adalah maha mengetahui. Tidak ada yang mustahil untuk mengetahui jika Allah SWT memberikan ilmu kepada para kekasihnya.
Allahu'alam bis Showab..
24/05/2021
Lautan KAROMAH Kanjeng Syekh Abdul Qadir Al Jailani
MAQOLAH ketiga (3) Kitab MANAQIB JAWAHIRUL MA'ANI
Shohibul ijazah Syekh Ahmad Jauhari Umar
Dan berkata Syekh Abdul Qodir Al Jailani Radhiyallahu 'Anhu :
"Pada waktu Nabi Muhammad SAW dinaikkan pada malam Isra Mi'raj, Allah SWT menyambut ruh para nabi dan wali dari maqam mereka untuk ziarah/bertemu kepada Nabi Muhammad SAW. Maka Pada waktu Nabi Muhammad SAW mendekati Arsy yang mulia, beliau melihat ada sesuatu Yang Agung lagi Tinggi untuk mencapainya membutuhkan tangga dan pijakan. Maka, Allah SWT pun mengutus ruhku ( Syekh Abdul Qadir Al Jailani) kepadanya (Nabi Muhammad SAW) supaya aku meletakkan pundakku untuk menjadi tempat pijakannya ( Nabi Muhammad SAW)”.
Di saat Nabi Muhammad SAW meletakkan kedua kakinya di atas pundakku, beliau ( Rasulullah SAW) bertanya kepada Allah SWT tentangku. Maka Allah SWT pun memberikan penjelasan " Dia adalah anakmu dari keturunan Hasan bin Ali, namanya *Abdul Qodir*.
" Seandainya, Sesungguhnya Aku (Allah) jika tidak penutup kenabian kepadamu (Nabi Muhammad SAW) Niscaya dialah (Syekh Abdul Qadir Al Jailani yang meneruskan risalah kenabian ini." ( ungkapan ini harus dimaknai secara Tasawuf tidak dimaknai secara radikal, "Laula anni khatamtun Nubuwata" Laula menjadi huruf Syarat imtinaiyyah (terhalang) harus ada jawab, jawabnya adalah khotamtu (Nabi Terakhir adalah Nabi Muhammad SAW)
Ungkapan ini bermaksud untuk taukid (pengagungan/kemuliaan) bahwa kanjeng syekh sudah di takdirkan oleh Allah SWT sebagai umat Rasulullah SAW yang terpilih sebagai Wali; Sulthonul Auliya')
Maka beliau pun bersyukur kepada Allah SWT atas kejadiannya Syekh Abdul Qadir,
dan Berkata kepadaku Kakekku yaitu Nabi Muhammad SAW: " Wahai anakku! Sungguh beruntung engkau dapat melihatku dan engkau mendapatkan nikmatku. Maka beruntunglah p**a bagi orang yang melihatmu, atau orang yang melihat orang yang melihatmu, atau orang yang melihat orang yang melihat orang yang melihatmu hingga 27 tingkatan".
"Aku menjadikanmu sebagai menteriku di dunia dan akhirat". Aku letakkan kedua kakiku ini di atas pundakmu, serta kedua kakimu di atas pundak semua wali tanpa adanya kesombongan dan kebanggaan.
Seandainya ada nabi setelahku, niscaya engkaulah yang berhak menerimanya namun tidak ada kenabian setelahku (Penjelasan seperti diatas)
“Ya Allah, tebarkanlah bau wangi keridhoan kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani, dan berikan kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya".
24/05/2021
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Semarang
14/01/2023