Najar Ruddin Nur R

Najar Ruddin Nur R

Share

MOTIVATOR - TRAINER - COACH -WRITER -PUBLIC SPEAKER

21/05/2026

Level 2: Apa yang harus dipahami?

speaker

Photos from Najar Ruddin Nur R's post 19/05/2026

Niat awal saya, memang ingin menjadi Pembicara.

speaker

18/05/2026

Buat nyaman untuk lebih PD

speaker

16/05/2026

Cek Level: Leader or Follower

speaker

14/05/2026

Tidak Semua Generasi itu lemah
Tidak semua generasi itu lemah. Mereka lahir dari rahim ibu yang sangat kuat. Mereka dibentuk oleh faktor biologis dan lingkungan. Semua faktor menjadi penentu karakter sebuah bangsa.

Sebagaimana yang dikatan Perdana Menteri pertama Indonesia, "Hidup yang tak diperjuangkan, jangan harap dimenangkan", Sutan Sjahrir. Bagi generasi sekarang, mereka sudah berjuang versi mereka (Best Version). Tapi, kenyataannya berbeda. Publik menilai, generasi sekarang tidak bisa ditekan seperti zaman mereka dulu.

Secara biologis mereka sangat kuat dan secara lingkungan mereka dididik kemanjaan. Apa hasilnya? Generasi lemah, rapuh, mudah menyerah, mudah menyalahkan diri sendiri, takut mencoba, dan ada  1001 dampaknya.

Saya meyakini dalam sebuah sejarah peradaban manapun, seperti peradaban Romawi, Persia, Yunai, India, China, Arab, dan negara lainnya. Pernah mengalami masa peradaban yang lemah dan bahkan mengalami kehancuran.

Kata Ibnu Khaldun dalam buku Muqaddimah, sebuah bangsa itu seperti bayi baru lahir, anak kecil, remaja, dewasa, pemuda, orang tua, dan lanjut usia. Ini sebuah kaidah, dari lemah, mulai berdaya, berdaya, berdampak, berjaya, dan kemunduran.

Indonesia  menuju generasi emas, tapi melihat kenyataan sekarang ada dua rasa, yaitu optimis dan pesimis. Optimis karena gerakan anak muda Indonesia sangat banyak dari berbagai bidang dan pesimis karena banyak yang s**a dengan hp daripada menganalisa sebuah buku.

Saya memprediksi, 2045 generasi Indonesia akan terbagi dua, yaitu generasi yang sangat kuat dengan segala kecanggihannya dan generasi yang sangat lemah karena kurang membaca sejarah peradaban dunia dan Indonesia.

Generasi sekarang idealnya melakukan transformasi diri, dari cara berpikir 1000 tahun lagi, membangun gerakan yang kecil tapi kontinyu, berkolaborasi dengan semua pihak, dan berkarya dengan kemampuannya
Balikpapan, 15 Mei 2026

12/05/2026

Tong Kosong Nyaring Bunyinya

speaker

09/05/2026

Uang bisa didapatkan dengan skill. Skill bisa didapatkan dengan belajar ilmu. Ilmu bisa didapatkan dengan kesadaran. Kesadaran didapatkan ketika ilham mendatangimu. Tapi, ada juga dari ilham mampu mengubah sebuah nasib dan peradaban dunia.

Saya pernah mendapatkan satu statement dari Gen-Z, "Skill bisa aja kita dapatkan pada saat bekerja". Faktanya, kesuksesan dunia kerja adalah pertemuan antara skill dan kesempatan. Hal ini yang jarang disadari sejak dini.

Lalu, muncullah berbagai riset yang menyatakan, "Generasi sekarang banyak yang sulit mendapatkan pekerjaan atau sulit bertahan dengan tekanan".

Siapa yang salah? Tidak ada yang salah, kita saja yang lambat menyadari. Padahal dunia ini semakin cepat. Siapa yang adaptasi, dialah pemenangnya. Siapa yang lambat, dialah pecundang. Oleh karena itu, sebagai generasi yang akan memimpin sebuah masyarakat, maka perlu memiliki kesadaran dalam menuntut ilmu yang sesuai kebutuhan zaman dan kebutuhan diri.

Saya merekomendasikan tiga kesadaran, yang harus segera dimiliki. Pertama, kesadaran untuk mengubah mindset. Karena setiap perubahan, berawal dari mindset. Kedua, kesadaran untuk meningkatkan kapasitas dan kabapilitas diri. Karena setiap keahlian dimulai dari latihan. Ketiga, kesadaran untuk fokus dengan hal yang produktif dan berkualitas.

Samarinda, 9 Mei 2026

06/05/2026

Motivasi emang cukup?

speaker

05/05/2026

Kesempatan atas izin Allah SWT yang diberikan kepada saya, bisa sharing kepada pelajar Forum OSIS Bontang (Sabtu, 2/5/2026). Saya teringat masa lalu, pada tahun 2008 saya masuk SMP. Kala itu,  berbeda jauh dengan kondisi sekarang (2026). Pelajar kota Bontang punya kesempatan untuk belajar sebuah ilmu yang akan selalu digunakan setiap hari, yaitu ilmu komunikasi.

Tapi tidak semuanya ikut OSIS, untuk belajar organisasi. Sebagian punya kesempatan untuk belajar organisasi sejak dini. Kembali pada tahun 2008, saya tidak memiliki kesempatan yang sama seperti mereka. Bukan tak mau belajar organisasi, melainkan tidak ada organisasinya dan tidak ada pembinanya.

Ternyata, mereka yang ikut forum OSIS hanya FOMO atau sebagai jalan mencari jati diri sebagai pemuda yang haus validasi. Tapi itulah generasi sekarang, perlu pengakuan dan apresiasi.  Itu tak salah, terus apresiasi mereka dengan cara tak biasa.

Saya rekomendasikan tiga cara yang tak biasa buat generasi sekarang. Pertama, selalu dengarkan dan puji mereka dengan tanpa sadar memberikan motivasi dan kritik. Kadang-kadang hal filosofis bisa kita sematkan bagi senior. Kedua, dorong mereka untuk berpikir kreatif dan imajinatif. Berikan pertanyaan yang membangun bukan menyudutkan. Ketiga, berikan analisis SWOT dari setiap keputusan. Tidak selalu soal kuantitas, tapi prioritas menentukan kualitas.
Samarinda, 5 Mei 2026

02/05/2026

Samakan hal ini agar dirimu semakin menarik!

speaker

29/04/2026

Mimpi besar selalu dimulai dengan hal ini!

speaker

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Samarinda?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jalan Jakarta Gang Imam Karti Blok 8 No 1
Samarinda
75243