DISKOMINFO Kubu Raya
Halaman Resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya
12/06/2026
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa rencana pembangunan Pasar Induk Kubu Raya mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan kini telah memasuki tahap yang semakin matang.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Pekerjaan Umum terkait pembangunan Pasar Induk Melati Kubu Raya di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Jumat, 12 Juni 2026.
Sujiwo mengatakan pembangunan pasar induk merupakan kabar baik dan kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, usulan yang selama ini diperjuangkan pemerintah daerah telah mendapat perhatian dan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perdagangan.
“Alhamdulillah, ini kabar baik dan kabar gembira untuk masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Usulan kita untuk membangun pasar induk sudah direspons langsung oleh Kementerian PU dan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, serta anggota Komisi V DPR RI lainnya yang turut mengawal dan memperjuangkan pembangunan pasar induk tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang telah mengawal dan memperjuangkan pembangunan pasar induk ini. Tentu juga dukungan dari anggota Komisi V DPR RI lainnya sangat berarti bagi terwujudnya pembangunan ini,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam rapat yang diikuti bersama Direktur Infrastruktur dan pihak terkait dari bidang perekonomian, diperoleh gambaran bahwa rencana pembangunan Pasar Induk Kubu Raya telah berada pada posisi yang sangat positif.
“Pada intinya, 90 persen pasar induk tahun depan sudah dalam posisi yang mantap. Tinggal 10 persen lagi yang terus kita perjuangkan. Mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” tuturnya.
Menurut Sujiwo, keberadaan pasar induk modern menjadi harapan besar masyarakat Kubu Raya karena akan menghadirkan pusat perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan representatif. Pasar tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga dilengkapi ruang publik dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kami menginginkan pasar induk yang modern, tertata dengan baik, pasarnya kering, nyaman, dan memiliki ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Yang paling utama, para pedagang yang ada saat ini nantinya akan menjadi prioritas untuk menempati pasar induk tersebut,” jelasnya.
Sujiwo menilai pembangunan pasar induk sangat strategis mengingat Kubu Raya memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga perdagangan. Selain itu, berbagai pusat pergudangan komoditas kebutuhan pokok juga berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
“Pasar merupakan pusat pergerakan ekonomi. Kubu Raya memiliki potensi luar biasa dari hasil bumi, hasil kebun, hasil pertanian, hasil laut, hingga aktivitas pergudangan berbagai komoditas seperti bawang, gula, beras, dan kebutuhan lainnya. Karena itu pasar induk akan menjadi penggerak ekonomi yang sangat penting,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait serta para pemangku kepentingan lainnya guna memastikan pembangunan Pasar Induk Kubu Raya dapat segera direalisasikan sesuai harapan masyarakat. (DiskominfoKKR/IKP)
Rapat Persiapan Live Streaming untuk kegiatan Launching Perumda Aneka Usaha pada hari Rabu, 17 Juni 2026 mendatang.
11/06/2026
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengatakan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Kubu Raya sekaligus Pelepasan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 secara simbolis di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis, 11 Juni 2026.
Sukiryanto mengatakan sebanyak 511 petugas akan melaksanakan pendataan lapangan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Menurutnya, data yang dihimpun melalui sensus tersebut akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian di Kabupaten Kubu Raya dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembangunan ke depan.
“Melalui Sensus Ekonomi ini kita dapat mengetahui kondisi riil perekonomian daerah. Hasilnya nanti akan menjadi catatan penting bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan, perubahan, dan peningkatan di sektor-sektor yang paling tepat sesuai kondisi saat ini,” ujarnya.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya saat ini masih berada di atas angka 5,30 persen. Karena itu, pemerintah daerah berharap hasil sensus dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut di tengah dinamika perekonomian global.
Menurut Sukiryanto, akurasi data menjadi faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan sensus. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari camat, kepala desa, kepala dusun hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk turut mendukung dan membantu petugas dalam proses pendataan di lapangan.
“Saya berharap seluruh camat di sembilan kecamatan, kepala desa di 123 desa, termasuk kepala dusun dan BPD dapat membantu menyukseskan sensus ini. Bahkan kalau perlu ikut mendampingi petugas agar pendataan benar-benar akurat dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya, Supandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki beberapa perbedaan dibandingkan sensus ekonomi sebelumnya.
Menurutnya, pendataan usaha besar dilaksanakan langsung oleh petugas organik BPS pada 1 hingga 30 Juni 2026. Sedangkan pendataan usaha menengah, usaha kecil, usaha mikro, dan rumah tangga akan dilakukan secara door to door oleh petugas mitra BPS mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Untuk usaha besar menjadi tanggung jawab petugas organik BPS. Sementara untuk pendataan usaha menengah, kecil, mikro, dan rumah tangga dilakukan oleh petugas mitra yang telah kami latih,” jelasnya.
Supandi mengatakan dari total 511 petugas yang diterjunkan, sebanyak 60 orang bertugas sebagai pengawas atau pemeriksa lapangan, sedangkan 451 orang lainnya bertugas sebagai petugas pendata lapangan.
Ia memastikan jumlah tersebut telah mencakup seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya yang terdiri dari 123 desa. Setiap petugas lapangan rata-rata akan mendata lima hingga delapan rumah tangga atau pelaku usaha setiap hari selama masa pendataan berlangsung.
Lebih lanjut, Supandi menjelaskan bahwa data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya digunakan untuk mengetahui persebaran aktivitas ekonomi dan sektor usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi ekonomi daerah yang belum tergarap secara optimal.
Selain itu, sensus juga memuat data sosial ekonomi masyarakat yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperbarui basis data pembangunan dan meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program bantuan maupun kebijakan pembangunan.
“Melalui data Sensus Ekonomi ini pemerintah dapat melihat potensi daerah yang masih bisa dikembangkan, menarik investasi yang sesuai, serta memperbarui data sosial ekonomi masyarakat agar kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama BPS berharap dapat memperoleh data yang akurat, lengkap, dan berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang. (DiskominfoKKR/IKP)
11/06/2026
Bupati Kubu Raya, Sujiwo menghadiri pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis, 11 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, Sujiwo mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik dan berharap Pemuda Katolik dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Sujiwo, pemuda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan harus diberikan ruang untuk berkontribusi. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, berkomitmen mendukung organisasi kepemudaan yang aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pemuda itu harapan. Pemuda itu hebat dan dahsyat. Saya berharap Pemuda Katolik mengambil peran, bukan untuk hebat-hebatan, tetapi bagaimana bisa bermanfaat bagi masyarakat tanpa memandang agama maupun etnis," ujar Sujiwo.
Ia juga mengungkapkan telah menginstruksikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk melakukan pendataan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang aktif sebagai dasar pemberian dukungan melalui bantuan hibah sesuai kemampuan keuangan daerah.
"Kami ingin organisasi yang benar-benar eksis dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah," katanya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kubu Raya, Yohanes Adam Abbah, mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian para kader dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, dalam waktu dekat Pemuda Katolik akan turun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang dapat dibantu melalui program organisasi.
"Kami ingin hadir di tengah masyarakat, melihat kebutuhan yang ada, lalu berupaya memberikan bantuan sesuai kemampuan organisasi. Yang terpenting adalah keberadaan kami bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Yohanes juga menegaskan komitmen Pemuda Katolik dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Kabupaten Kubu Raya melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan lintas agama.
"Kami rutin berkoordinasi dengan organisasi kepemudaan lainnya untuk menjaga kondusivitas daerah dan mendukung terciptanya keharmonisan di Kabupaten Kubu Raya," pungkasnya. (DiskominfoKKR/IKP)
11/06/2026
Bupati Kubu Raya, Sujiwo menegaskan pentingnya membangun budaya gemar makan ikan sejak usia dini sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan mencetak generasi yang sehat serta cerdas.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di TK Angkasa Komplek Lanud Supadio, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Sujiwo, anak-anak perlu dikenalkan sejak dini dengan berbagai jenis ikan beserta manfaatnya bagi kesehatan. Konsumsi ikan secara rutin dinilai mampu memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan omega yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak-anak usia dini harus sudah mengenal menu-menu ikan sekaligus nama-nama ikan. Tujuannya agar orang tua maupun guru dapat memberikan asupan makanan yang bersumber dari ikan karena kandungan gizinya sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak,” ujarnya.
Sujiwo mengatakan, keberhasilan sejumlah negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak terlepas dari pola konsumsi masyarakat yang menjadikan ikan sebagai salah satu sumber pangan utama.
Karena itu, ia berharap kebiasaan mengonsumsi ikan dapat terus ditanamkan di tengah masyarakat. Meski demikian, Sujiwo menilai gerakan gemar makan ikan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Ia meminta Dinas Perikanan menyiapkan program nyata yang dapat memudahkan masyarakat memperoleh sumber pangan ikan, terutama bagi keluarga kurang mampu.
“Saya minta ada tindak lanjut berupa gerakan nyata. Manfaatkan kolam, keramba, maupun terpal untuk budidaya ikan melalui kelompok-kelompok masyarakat. Jadi masyarakat yang kurang mampu tetap bisa menyediakan menu ikan bagi keluarganya,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung pengembangan program budidaya ikan berbasis masyarakat sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pemenuhan gizi keluarga.
Sementara itu, Komandan Lanud Supadio, Marsma TNI Sidik Setiyono mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Lanud Supadio dalam mendukung pembangunan generasi masa depan melalui peningkatan konsumsi ikan.
“Kita harus menyiapkan generasi yang akan datang dari sekarang. Salah satunya dengan membiasakan anak-anak mencintai dan mengonsumsi ikan sebagai sumber gizi yang baik,” katanya.
Sidik menilai potensi perikanan yang dimiliki Indonesia sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, peningkatan konsumsi ikan juga diyakini dapat mendukung kesejahteraan nelayan serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (DiskominfoKKR/IKP)
10/06/2026
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengapresiasi penyelenggaraan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar Blesskids School Kubu Raya sebagai wadah bagi anak-anak untuk menampilkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta menunjukkan perkembangan kemampuan mereka kepada orang tua dan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus Blesskids School Kubu Raya di Hotel Golden Tulip, Rabu, 10 Juni 2026.
Sukiryanto mengatakan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian dan perjuangan yang luar biasa, baik dari tenaga pendidik maupun orang tua.
Selain itu, guru harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi masing-masing anak, sementara orang tua dituntut untuk terus memberikan dukungan dan kesabaran dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Ini merupakan sekolah khusus yang membutuhkan perjuangan. Guru harus menyesuaikan keadaan anak-anak dalam proses pembelajaran, sementara orang tua juga harus bersabar dan melihat kondisi ini sebagai sebuah anugerah,” ujarnya.
Ia menyatakan dukungannya terhadap keberadaan lembaga pendidikan nonformal yang memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, keberadaan sekolah seperti Blesskids School sangat penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Sukiryanto berharap ke depan yayasan dapat terus mengembangkan layanan pendidikan yang lebih inklusif dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang dapat mengakses layanan pendidikan tanpa terkendala faktor biaya.
“Kami berharap ke depan yayasan dapat mengembangkan kelas-kelas yang menyesuaikan kondisi ekonomi orang tua. Dengan begitu, baik masyarakat menengah atas maupun menengah ke bawah dapat sama-sama menikmati layanan pendidikan yang tersedia,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pentas seni yang menampilkan berbagai pertunjukan budaya dan kreativitas anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik untuk menumbuhkan semangat, keberanian, dan rasa percaya diri anak-anak dalam menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik
“Melalui pentas seni ini, orang tua dapat melihat perkembangan anak-anaknya. Mereka bisa tampil di atas panggung, tersenyum, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga,” tuturnya.
Sukiryanto berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berkarya, dan menikmati pendidikan secara optimal.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. (DiskominfoKKR/IKP)
10/06/2026
Bunda Literasi Kubu Raya, Atzebiyatulensi Sujiwo, menegaskan bahwa perpustakaan saat ini harus mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat yang inklusif. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Aula Balai Diklat Keuangan Pontianak, Sungai Raya, Rabu, 10 Juni 2026.
Atzebi mengatakan, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat informasi, ruang kolaborasi, serta sarana belajar sepanjang hayat yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, latar belakang, maupun kondisi sosial ekonomi.
Menurutnya, melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, perpustakaan didorong untuk semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab berbagai kebutuhan warga melalui layanan yang bermanfaat dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.
“Perpustakaan harus hadir sebagai tempat yang memberdayakan, mengembangkan keterampilan, meningkatkan pengetahuan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai Bunda Literasi Kubu Raya, Atzebiyatulensi meyakini bahwa budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Literasi, kata dia, tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berinovasi, serta mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan literasi. Menurutnya, peran keluarga, sekolah, dan perpustakaan sangat penting dalam membangun budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.
“Orang tua dapat menumbuhkan kebiasaan membaca di rumah, sekolah memperkuat budaya belajar, dan perpustakaan menjadi ruang yang nyaman, inklusif, serta ramah bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Atzebi juga menyampaikan apresiasi kepada para pustakawan, pegiat literasi, relawan, dan seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam mengembangkan layanan perpustakaan sehingga semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir berbagai inovasi dan program yang mampu meningkatkan minat baca, memperluas akses informasi, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis perpustakaan.
“Perpustakaan harus menjadi pusat pengetahuan dan pemberdayaan yang mampu menciptakan masyarakat yang cerdas, kreatif, mandiri, dan sejahtera,” tuturnya.
Melalui kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi. (DiskominfoKKR/IKP)
09/06/2026
Bupati Sujiwo menegaskan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana yang diperkirakan meningkat seiring masuknya musim kemarau panjang.
Hal itu disampaikannya seusai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa, 9 Juni 2026.
Sujiwo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung upaya penanggulangan bencana dan karhutla.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berupaya menambah dukungan anggaran melalui APBD Perubahan guna memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan di lapangan. Menurutnya, keterbatasan personel yang dimiliki BPBD dan Damkar menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kubu Raya yang cukup luas.
Saat ini, jumlah personel BPBD dan Damkar hanya sekitar 48 orang sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi petugas di lapangan, Sujiwo memastikan pemerintah daerah akan memberikan insentif bagi anggota BPBD dan Damkar yang melaksanakan tugas pada hari libur.
“Mulai triwulan keempat tahun ini, anggota BPBD dan Damkar yang bertugas pada hari Sabtu dan Minggu dalam penanggulangan bencana maupun karhutla akan mendapatkan insentif tambahan. Ini sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan bahwa penanggulangan bencana dan karhutla merupakan tanggung jawab utama pemerintah. Karena itu, BPBD dan Damkar harus terus meningkatkan koordinasi, pemantauan lapangan, serta komunikasi yang intensif agar setiap potensi bencana dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan prediksi sejumlah lembaga, termasuk BMKG, Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan ekstrem. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini melalui langkah-langkah kesiapsiagaan yang matang.
“Ini bentuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menghadapi potensi kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Selain memberikan arahan, Sujiwo juga menyerahkan bantuan sembako serta menyiapkan bantuan berupa kaos lapangan bagi personel BPBD dan Damkar. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi pribadi kepada petugas yang selama ini bertugas di garis depan penanggulangan bencana.
Menurutnya, kedekatan antara pimpinan dan personel sangat penting untuk membangun semangat kerja, kekompakan, dan koordinasi yang baik dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kubu Raya, Arianto, mengatakan kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah pengadaan peralatan pendukung penanganan karhutla, terutama selang pemadam.
“Usulan kebutuhan peralatan sudah kami sampaikan kepada TAPD dan dalam waktu dekat akan dilakukan proses pengadaan. Yang paling prioritas saat ini adalah selang karena menjadi kebutuhan utama dalam penanganan kebakaran di lapangan,” ujarnya.
Arianto menjelaskan, sejumlah titik yang terpantau mengalami kebakaran dalam beberapa waktu terakhir berada di wilayah Rasau Jaya, Punggur, Sungai Raya Dalam, dan Batu Ampar.
Namun berdasarkan pemantauan terkini dan data BMKG, titik api pada hari ini terpantau nihil setelah beberapa hari terakhir wilayah Kubu Raya diguyur hujan.
Meski demikian, BPBD bersama seluruh pihak terkait tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi karhutla yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama musim kemarau berlangsung. (DiskominfoKKR/IKP)
05/06/2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kubu Raya dalam rangka Rembuk Tani bersama Menko Pangan RI yang mengusung tema "Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan" di Poktan Sungai Raya, Jalan Arteri Supadio, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Jumat, 5 Juni 2026 dan turut didampingi Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, bersama jajaran terkait.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani guna membahas berbagai isu strategis di sektor pertanian, khususnya terkait ketersediaan pupuk, stabilitas harga gabah, serta upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kehadirannya di Kalimantan Barat merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia untuk memastikan ketersediaan pupuk di lapangan serta menjaga harga pupuk tetap terjangkau bagi petani.
Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi rantai pasok dunia, pemerintah harus memastikan kebutuhan dalam negeri, terutama sektor pangan, tetap aman dan terkendali. Ia menjelaskan bahwa stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi aman dengan realisasi distribusi sekitar 4 juta ton dan capaian penyaluran mencapai 20 persen.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus berupaya menjaga keterjangkauan harga pupuk melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian diskon sekitar 20 persen guna meringankan beban petani. Selain itu, pemerintah turut memberikan perhatian serius terhadap stabilitas harga gabah agar tetap berada pada tingkat yang menguntungkan petani.
"Komitmen pemerintah jelas, pupuk harus tersedia dan sampai kepada petani, sementara harga gabah harus stabil serta memberikan keuntungan bagi petani. Dengan demikian ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga dan kesejahteraan petani meningkat," kata Menko Pangan menegaskan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyambut baik kunjungan Menko Pangan RI beserta jajaran yang dinilainya menjadi motivasi dan penyemangat bagi para petani di Kabupaten Kubu Raya.
Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Kubu Raya memiliki kurang lebih sekitar 44.033 petani, sementara peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan perwakilan dari kelompok gabungan tani (Gapoktan).
Menurutnya, penjelasan langsung dari pemerintah pusat mengenai ketersediaan pupuk dan stabilitas harga memberikan keyakinan bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Sukiryanto juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut turut hadir Direktur Pupuk Indonesia yang memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Selain itu, dilaporkan p**a kepada Menko Pangan bahwa harga gabah saat ini telah mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram, yang menunjukkan kondisi pertanian yang semakin baik.
"Alhamdulillah harga pupuk sudah stabil, ketersediaannya juga aman dan tidak ada kekurangan. Begitu juga harga gabah yang terus dijaga. Ini merupakan capaian yang baik bagi sektor pertanian kita," ujarnya.
Ia berharap capaian positif yang telah diraih pada awal tahun ini dapat terus meningkat hingga akhir tahun sehingga target produksi pangan yang ditetapkan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Barat, dapat tercapai.
Kegiatan rembuk tani tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para petani dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. (DiskominfoKKR/IKP)
02/06/2026
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam upaya penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian sekaligus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, seusai membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian sekaligus Penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama Menuju Industri Sawit Bebas Pekerja Anak di Kabupaten Kubu Raya yang berlangsung di Aula Bank Kalbar Cabang Kubu Raya, Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO) bersama Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture (PAACLA) dan dihadiri sejumlah perusahaan perkebunan sawit, pemangku kepentingan, serta perangkat daerah terkait.
Sukiryanto mengatakan, upaya menghapus pekerja anak tidak cukup hanya melalui sosialisasi dan pengawasan, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan yang menyebabkan anak-anak terpaksa bekerja di usia dini.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, pemerintah daerah mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang membutuhkan sehingga anak-anak dapat memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dengan baik.
“Kalau hal itu terjadi berarti ada kemungkinan besar anak tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu. Karena itu akar permasalahannya juga harus kita cari dan kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sukiryanto juga menyoroti pentingnya peran perusahaan perkebunan sawit dalam mendukung pembangunan daerah melalui program CSR yang transparan dan tepat sasaran. Ia menilai pelaksanaan CSR perlu melibatkan pemerintah daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan.
Menurutnya, Kabupaten Kubu Raya memiliki sekitar 27 perusahaan sawit yang beroperasi di berbagai wilayah. Keberadaan perusahaan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membantu mengatasi berbagai dampak yang muncul di masyarakat.
Sukiryanto menegaskan bahwa pelaksanaan CSR seharusnya difokuskan pada kebutuhan masyarakat dan penanganan dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, termasuk dukungan terhadap infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
“CSR harus dikelola secara transparan, jelas, dan melibatkan pemerintah daerah dalam pengawasannya. Tujuannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang terdampak,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk media massa, untuk ikut mengawal pelaksanaan program CSR agar berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Melalui rapat koordinasi dan penandatanganan deklarasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bebas pekerja anak sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat. (DiskominfoKKR/IKP)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Jalan Arteri Supadio, Arang Limbung
Pontianak
78391
Opening Hours
| Monday | 07:30 - 15:30 |
| Tuesday | 07:30 - 15:30 |
| Wednesday | 07:30 - 15:30 |
| Thursday | 07:30 - 15:30 |
| Friday | 07:30 - 15:30 |