Qurban Raya
Event qurban
30/03/2026
12/02/2026
Logika matematika kita sederhana: Punya 100, dikasih orang 90, sisa 10. (Rugi d**g?)
Tapi logika Rasulullah ﷺ berbeda 180 derajat.
Dalam hadits shahih riwayat Tirmidzi, Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menyembelih kambing dan membagikan hampir seluruh dagingnya. Yang tersisa di rumah cuma bagian bahu untuk dimakan keluarga.
Saat Nabi tanya: “Apa yang sisa?” Aisyah menjawab jujur: “Habis ya Rasulullah, sisa bahunya saja.”
Jawaban Nabi ﷺ sungguh menampar logika duniawi kita: “Bukan habis. Justru SEMUANYA TERSISA (menjadi pahala abadi), kecuali bahu ini (yang akan habis dimakan).”
Masya Allah. Akhi, Ukhti... Saat kita transfer uang untuk beli Hewan Qurban, syaitan membisikkan: “Uangmu berkurang! Saldomu turun! Rugi!”
Padahal hakikatnya, itulah satu-satunya harta yang BENAR-BENAR MENJADI MILIK KITA selamanya. Sementara uang yang masih mengendap di rekening? Itu belum tentu milik kita. Bisa jadi besok hilang, terpakai berobat, atau (maaf) jadi rebutan ahli waris saat kita tiada.
Qurban adalah cara cerdas mengabadikan harta. Jangan takut miskin karena memberi. Takutlah miskin karena menimbun yang fana.
Siap mengabadikan harta antum tahun ini? Komen “KUNCI” buat nyimpen deposito abadi antum.
05/02/2026
PALING LAMBAT TGL 1 syawal! Sebelum tgl 1 Syawal harga Domba di Qurban Raya menggunakan HARGA TAHUN LALU 📢📢
Jujur-jujuran saja, Akhi...
Tahun ini, gaji antum naik berapa persen? 5%? 10%? Atau malah “jalan di tempat”? 😅
Sementara itu, harga hewan Qurban punya hukum alamnya sendiri.
Menjelang Idul Adha, inflasi harga ternak bisa “nge-gas” sampai 20-30% dibanding harga sekarang.
Ini adalah Balapan yang Tidak Adil.
Kalau antum nekat menunda beli Qurban sampai bulan Dzulhijjah (H-7), antum dipaksa membayar “Harga Pucuk” dengan “Gaji UMR”.
Hasilnya? Boncos. Cashflow bulanan pasti berantakan.
🚫 Stop Mengadu Dompet dengan Inflasi.
Di Qurban Raya, kami punya solusinya: FITUR LOCK PRICE (Kunci Harga). 🔒
Antum daftar Tabungan hari ini, kami TARIK GARIS RATA (FLAT) untuk harganya.
Mau besok harga pasar naik gila-gilaan, mau pedagang lain goreng harga...
Angka cicilan antum TIDAK AKAN BERUBAH. Tetap, Pasti, dan Terjangkau.
Biarkan orang lain pusing memikirkan kenaikan harga.
Antum cukup fokus kerja dan ibadah, karena Qurban antum sudah aman terkendali.
Komen “KUNCI”, kami kirimkan link pendaftarannya ke Antum
03/02/2026
JANGAN SAMPAI ANAK KITA BENCI IDUL ADHA 🚫💔
Sering kita lihat pemandangan ini di masjid:
Ayah antusias menyeret anaknya ke depan lubang penyembelihan. “Ayo Nak, liat tuh sapinya dipotong! Biar berani!”
Anaknya menjerit, menangis, bahkan muntah. Besoknya, si anak mogok makan daging dan bilang: “Aku gak mau makan sapi, kasihan.”
Akhi, Ukhti... Niat kita mengenalkan syiar itu mulia. Tapi ingat, nalar anak-anak (terutama pre-logical stage) belum bisa membedakan antara “Ibadah Kurban” dengan “Kekerasan/Sadisme” jika tidak diberi konteks.
Jangan biarkan mereka merekam memori bahwa Islam adalah agama yang “kejam” dan penuh darah.
Lakukan “Tarbiyah Qurban” sebelum hari H:
Ceritakan kisah Nabi Ibrahim (Cinta Allah di atas segalanya).
Jelaskan konsep “Ikhlas” dan berbagi daging.
Pastikan tontonan di lapangan memenuhi adab Ihsan (tidak brutal).
Jika anak belum siap atau takut, JANGAN DIPAKSA. Islam itu agama kemudahan, bukan paksaan yang traumatis.
Yuk, jadi orang tua yang bijak. Selamatkan fitrah anak kita.
Tag pasangan atau teman antum yang punya anak balita! 👇
01/02/2026
Jangan sampai gaya hidup kita “Sultan”, tapi Qurban kita “Diskonan”.
Dalam sejarah manusia, ada dua tipe orang dalam berqurban:
1️⃣ Tipe Habil: Dia mencari yang TERBAIK. Dia memilih domba yang paling gemuk, paling sehat, dan paling berharga dari hartanya. Dia berpikir: “Ini untuk Allah, Dzat Yang Maha Memberi, masa aku kasih barang rongsokan?”
2️⃣ Tipe Qabil: Dia mencari yang TERBURUK (Sisa). Dia memilih hasil panen yang busuk, yang dia sendiri pun jijik melihatnya. Dia berpikir: “Ah, sayang uangnya. Cari yang paling murah aja, yang penting gugur kewajiban.”
Hasilnya? Allah menerima Qurban Habil dan menolak mentah-mentah Qurban Qabil. ❌
Akhi, Ukhti... Saat kita scrolling katalog Qurban nanti, coba cek hati kita. Apakah kita sibuk mencari filter “Sort by Lowest Price” demi menghemat budget duniawi? Atau kita mencari hewan terbaik demi mengharap ridha Ilahi?
Ingat, Qurban adalah kendaraan menuju akhirat. Masak mau naik kendaraan yang mogok?
Yuk, luruskan niat. Tahun ini, berikan yang terbaik seperti Habil. Bukan sisa-sisa seperti Qabil.
Siap Qurban Terbaik?
31/01/2026
JANGAN TUKAR SYARIAT DENGAN LOGIKA 🧠🚫
Sering kita dengar celetukan:
“Ah, ngapain potong kambing? Orang miskin butuh hidup sehari hari bukan daging sehari habis. Mending uangnya disedekahin ke panti asuhan, lebih guna!”
Sepintas, logika ini terlihat “cerdas” dan “humanis”.
Tapi ketahuilah, Akhi... Ibadah itu pondasinya adalah ITTIBA’ (Mengikuti Tuntunan), bukan RA’YU (Opini/Akal).
Kalau standar ibadah adalah “manfaat materi”, maka Nabi ﷺ adalah orang pertama yang akan menjual 100 unta qurban beliau untuk dibagikan uangnya kepada fakir miskin Madinah.
Tapi faktanya? Beliau tetap menyembelih.
Kenapa?
Karena Allah berfirman:
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2).
Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan bahwa mengalirkan darah (menyembelih) pada hari Nahar adalah ibadah yang tak tergantikan oleh sedekah uang, berapapun jumlahnya.
Jadi, jangan tertipu oleh perasaan “sok bijak”.
Sedekah uang ada waktunya (sepanjang tahun).
Tapi saat Idul Adha, syiarnya adalah Menyembelih.
Tunaikan syariat, kalahkan logika.
Sudah siap berqurban tahun ini atau masih mau berdebat dengan dalil?
m
30/01/2026
BUKAN SALAH WARGA, TAPI SALAH KITA YANG “NUMPUK” DI SATU TITIK. 🥩📉
Beberapa hari lalu, seorang teman panitia masjid curhat dengan nada frustrasi: “Akhi, miris banget. Warga datang bawa kupon, padahal di stang motornya sudah numpuk 5-6 kantong daging dari masjid lain. Mau ditolak gak bisa, mau dikasih rasanya sakit hati.”
Kita mungkin refleks menyalahkan warga: “Serakah banget sih!” Tapi tahan dulu emosinya. Mari kita bedah pakai Data. 📊
Kenapa fenomena “Penimbun Daging” ini cuma marak di Kota? Karena faktanya, Kota Bandung memang “Banjir Daging”.
Data tahun 2025 menunjukkan: 🏙️ Kota Bandung: Surplus 13.321 Ekor Hewan Qurban. ki Kabupaten Bandung: Defisit, cuma 822 Ekor untuk wilayah seluas itu.
Bayangkan, di Kota, daging jadi “barang murah” yang melimpah ruah sampai orang bingung mau diapakan. Sementara di Kabupaten, daging jadi “barang mewah” yang dinanti satu tahun sekali.
Jadi, masalahnya bukan cuma pada mental warga yang aji mumpung. Tapi pada distribusi kita yang MALDISTRIBUSI (Salah Alamat).
Kita terus-terusan menyiram air ke gelas yang sudah luber, sementara gelas di sebelah kita kering kerontang.
Tahun 2026, Mari Ubah Strateginya. 🔄 Jangan biarkan Qurban antum jadi “kantong ke-7” di stang motor yang sudah penuh. Pindahkan amanah antum ke wilayah yang benar-benar kosong.
Di Qurban Raya, kami pastikan hewan antum disembelih dan dibagikan di titik-titik merah (defisit) Bandung Raya. Agar nilai Udhiyyah-nya mahal di mata Allah dan berharga di mata penerima.
Siap memindahkan Qurban ke tempat yang lebih butuh?
28/01/2026
KE MANA HADIAH INI HARUS DIBERIKAN? 🤔
Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bingung saat ingin memberi hadiah, lalu beliau bertanya kepada Nabi ﷺ: “Kepada siapa aku harus memberikannya?”
Jawaban Nabi ﷺ sangat sederhana namun telak: “Kepada yang pintu rumahnya paling dekat denganmu.” (HR. Bukhari no. 2259).
Akhi, Ukhti... Lihatlah Peta Bandung di slide ini. Data tahun lalu menunjukkan saudara kita di Kabupaten Bandung mengalami krisis daging qurban (Defisit 16x lipat dibanding Kota).
Mereka bukan orang jauh. Mereka adalah tetangga kita. Pintu mereka dekat dengan kita. Kenapa kita sibuk mengirim bantuan menyeberangi samudra, jika yang di seberang jalan saja masih menahan lapar?
Di bulan Sya’ban yang mulia ini, saat amal-amal diangkat ke langit, mari kita luruskan prioritas. Pastikan nama “Tetangga Dekat” ada dalam daftar penerima manfaat Qurban antum tahun ini.
Siap memuliakan tetangga terdekat?
Komen “Peduli” untuk join qurban berbagi
’ban
27/01/2026
Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menukil perkataan ulama: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, Bulan Sya’ban adalah bulan menyiram, dan Bulan Ramadan adalah bulan memanen.” (Lathaif al-Ma’arif)
Jangan biarkan benih niat antum mati kekeringan karena lalai. Di bulan diangkatnya amal ini (HR. An-Nasa’i), mari kita sirami iman dengan Puasa Sunnah, dan sirami harta dengan Tabungan Qurban.
Agar kelak saat panen raya tiba, kita tidak hanya memanen pahala puasa di Ramadan, tapi juga mempersembahkan Qurban terbaik di Dzulhijjah.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Antapani
Pamarayan
40291