Refki
just another part of me who still learn to make a positive contribution
29/06/2026
Yang satu lagi s**a lari….
Yang satu lagi s**a nge-mc…
Dua dua kesayangan yg sedang mencari jati diri 🤪
Mimi Nanda Tri Wahdini dari yg cuma awalnya lari di treadmill, sekarang lari belasan kilo tiap hari…
Ayra dari yg takut ngomong dan pemalu, sekarang maju tanpa grogi..
Duo cancer yang klo udah kompetisi, biasanya akan menyelesaikan apa yg sudah dimulai…
Tp klo udah ga sesuai rencana, mood cancer berubah jadi momster 🤣😅
Dear ayra and mimi..whatever you do, papa will always here for you..to back up, to support,i’ve got your back and always pray for…
Happy for your progress…
Happy for all of your achievement…
And Happy birthday for my sun and star, my better half…
Yours,
Papa
Makkah 29 Juni 2026
*abaikan slide terakhir yg udah gondrong eh gundul 🤪
20/05/2026
Hari ini kami belajar…
Pagi ini, di acara Wisuda ke-4 (UMCB), ada momen yang begitu mengharukan sekaligus memantik inspirasi. Sesuai dengan tagline kampus ini, “Shining and Inspiring”, acara hari ini benar-benar memancarkan wujud nyatanya.
Inspirasi tersebut tidak hanya datang dari pidato Rektor yang memaparkan lompatan prestasi mahasiswa dan dosen dalam dua tahun terakhir, tetapi dari sebuah catatan sejarah baru bagi UMCB: seorang wisudawati S1 yang telah menginjak usia 71 tahun.
Ya, 71 tahun. Ibu Yul namanya.
Dengan langkah tegap dalam balutan toga, beliau melaju mantap menuju podium. Ibu Yul berhasil menyelesaikan pendidikan formalnya dengan predikat Pujian, berdiri sejajar di antara wisudawan lain yang usianya mungkin setara dengan anak atau bahkan cucu beliau. Namun, dari sorot mata dan gesturnya, tak ada yang menyangka beliau telah berada di usia senja. Semangatnya memancar jauh melampaui angka usianya.
Di balik senyum kelulusannya, ada cerita perjuangan yang luar biasa. Para dosen menuturkan bahwa semasa kuliah, Ibu Yul harus melewati dua kali operasi. Hebatnya, ujian fisik tersebut tak sedikit pun menyurutkan tekadnya. Beliau membuktikan ketangguhannya dengan LULUS TEPAT WAKTU.
Luar biasa, Ibu Yul. Hari ini, kami semua belajar banyak dari ibu—tentang dedikasi tanpa batas, resiliensi, dan ketahanan dalam berjuang. Bahwa semangat menuntut ilmu, baik di ruang formal maupun informal, sejatinya memang tak pernah dibatasi oleh usia.
Percobaan ke #87 bikin kopi dirumah
Masih pake robusta, hari ini bikin sparkling iced cranberry americano, akibat terkena algoritma ig, muncul lah resep resep cranberry, bluberry no sugar + espresso ..
Maka si barusta sotoy ini nyobain..40ml espresso + 60ml soda water + 100 ml es batu + 15 ml cranberry no sugar dan 50 ml air dingin…
Hasilnya!!! Tidaakk secantik video template ini sodara!!
Hasilnya asem nya naik, sodanya bikin perut perih dan cranberrynya sama sekali ga berasa ! 🤣🤣
Percobaan gagal lagi…rasa cranberry yg asem,plus espresso dr robusta yg jg acid plus soda water..wassalaaamm hahahaa…
Pelajaran pagi ini..
^ yang terlihat manis di sosial media, ternyata asem di dunia nyata ^
Haahaha…have a nice friday all
belajar bikin (dari) secangkir kopi.
Belakangan mulai memahami bahwa meracik espresso, latte, hingga americano—yang terlihat sederhana—sebenarnya adalah perpaduan ilmu, rasa, dan disiplin. Tiga gelas dengan resep yang sama, bisa menghasilkan rasa yang berbeda mungkin karena belom pro. Dari situ belajar: konsistensi tidak lahir dari niat, tapi dari latihan yang berulang.
Dulu, saya bukan penikmat americano. Hari ini, saya mulai menikmatinya—tanpa gula, meski masih “berdamai” dengan sedikit flavour. Perjalanan kecil, tapi penuh makna..pelan tapi ada progres..
Ternyata, meracik kopi tak jauh berbeda dengan membangun sesuatu dalam hidup—termasuk bisnis. Kita menyusun komposisi terbaik menurut versi kita, namun hasilnya bisa saja meleset dari ekspektasi. Di situlah ruang belajar terbuka: memperbaiki, mengulang, dan nyoba lagi.
Hari ini saya mencoba membuat sparkling iced americano.
Hasilnya? Gagal !!. Hehe.
Tapi mungkin, kegagalan kecil ini justru bagian penting dari proses menjadi lebih ngerti..
Salut untuk para barista—yang bukan hanya meracik kopi, tapi juga merawat konsistensi rasa di setiap cangkir.
Kalau saya?
Masih “barusta”— “baru seolah-olah barista”
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Address
Padang
25136