Obelia Publisher
Penerbit dan Toko Buku Alternatif. Berdomisili di Kota Medan, Sumatera Utara. Berdiri sejak Agustus
12/06/2026
Yuk kenalan dengan Athira!
Athira Ibna Andhika lahir di Medan, 7 Februari 2011. Athira belajar menulis di Kelas Penulisan Kreatif Sekolah Azzakiyah Islamic Leadership. Puisi-puisinya telah dimuat media nasional. Selain membaca fiksi, Athira juga senang menggambar. Temui Athira di Instagram: уɑуɑ.
***
Athira tidak muncul tiba-tiba. Agustus tahun 2024 dalam program bulanan kami: Cakap Asyik, Athira tampil sebagai narasumber. Bukan hanya dengan modal keberanian "ingin tampil". Tentu kalau hanya bermodal itu saja kami tidak akan meloloskan ia duduk di kursi depan. Thira, yang dibawa oleh gurunya, teman baik kami, Mister Titan, menawarkan potensi-potensi luar biasa yang dia miliki, di antaranya ya menulis puisi dan menggambar. Dan itulah yang membuat kami memberikan pengalaman itu kepadanya.
Tahun ini buku puisi Athira terbit: Daun Gugur Takkan Hijau Kembali. Menunjukkan sebuah langkah besar bagi perkembangannya, perkembangan kekaryaannya. Selagi masa pre order dapatkan bukunya dengan harga Rp60.000 saja. Para pemesan akan diundang untuk hadir pada peluncuran bukunya 27 Juni mendatang.
10/06/2026
ALAS AWAN
dari ‘Berpayung Tuhan’ karya Nadin Amizah.
ayo melebur bersama
dengan begitu kita berdua menjadi doa
di sela-sela pintu terkunci
terdapat hatimu yang perlu dibuka
dibuka sehalus hela napas
ayo melebur bersama
menjadi teman angin dan alas para awan
walaupun kita biru haru
walaupun kita saling melempar
melempar kebenaran.
Februari, 2024
15.16
***
Pada puisi ini Athira mencoba merespons lagu Berpayung Tuhan milik Nadin Amizah. Reaksi atas lagu yang membentuk puisi itu setidaknya menjadi pemberitahuan kecil bagaimana proses kreatif Athira dalam menulis puisi-puisinya. Ingin tau lebih banyak soal proses kreatif dan perjalanan panjang Athira dalam meramu buku puisi Daun Gugur Takkan Hijau Kembali?
Silakan pesan bukunya -- masih dengan harga promo -- untuk mendapat tempat pada peluncuran bukunya tanggal 27 Juni mendatang.
Foto-foto cakep ini dijepret oleh ibu negara
06/06/2026
Sudah dibuka pre order "Daun Gugur Takkan Hijau Kembali" Sepilihan Puisi Athira Ibna Andhika.
50 pemesan pertama akan diundang pada peluncuran bukunya pada 27 Juni mendatang.
***
Sepanjang kami menerbitkan buku pengarang Sumatera Utara, jarang sekali kami menemukan seorang penulis muda seusia Athira yang secara tekun dan serius mendalami penulisan puisi. Ketekunan itu berbuah p**a dengan hadirnya buku Daun Gugur Takkan Hijau Kembali ini.
Buku yang berisi 63 puisi serta 19 ilustrasi yang juga dibuat oleh Athira ini menjadi satu upaya bahwa usia tidak menjadi patokan bagi siapa saja untuk berkarya. Juga tidak menjadi batasan untuk menciptakan karya berjenis apa.
Adanya karya ini juga memutus anggapan bahwa puisi sudah tidak lagi diminati penulis-penulis muda. Tapi tidak juga serta merta untuk menjadikan sang penyair jumawa. Tentulah mesti ada pengujian secara objektif terhadap karya ini, baik secara akademis yang bersifat penelitian maupun sebatas apresiasi ataupun kritik dalam bentuk esai.
Athira menulis apa yang dekat, dengan kejujuran yang teduh. Membuat kita patut merenung dan menyelami makna yang dibawanya dalam puisi-puisi ini. Semoga para pembaca dapat mencari celah makna itu.
25/05/2026
Teja Purnama dalam esainya Membaca Tisrah, memberikan pandangan yang tajam mengenai apa itu Tisrah dan bagaimana dunianya. Esai yang ditulisnya dalam rangka menjadi narasumber pada peluncuran dan diskusi buku Tisrah 16 Mei lalu mengemukakan bahwa:
Ketiga naskah ini menampilkan dua adegan yang simultan pada dua ruang terpisah di panggung. Di Elegi Selembar Dinding adegan simultan terjadi di warung Selamet dan kamar losmen, pada Orang-orang Bawah terjadi di titik lokasi pekerjaan di bawah tanah dan kantor di permukaan tanah, sedangkan di Tabu adegan simultan terjadi dengan di dua layer (lapisan), yakni masa kini yang berlangsung dan masa lalu. Bdj Siregar telah menyadari pentingnya pengamatan untuk memilah, memilih fakta-fakta, lalu menyingkap masalah sosial di kehidupan orang-orang biasa, kemudian menyusunnya menjadi drama realis.
Terakhir, saya tidak tahu berapa lama Bdj Siregar mendapatkan kata “Tisrah” untuk dijadikan judul buku drama ini. Saya cukup lama dibuat bingung arti kata itu. Awalnya saya pikir itu nama tokoh, rupanya tidak. Saya cari di KBBI, juga tidak ada. Saya tanya Google, “apa arti Tisrah?”, mesin itu malah menjawab, “Kata ‘Tisrah’ tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia, Jawa, maupun Sunda. Besar kemungkin kata itu merupakan salah ketik (typo)...” Lalu dengan pengertiannya yang mekanik, mesin itu mengajukan beberapa kata yang menurutnya kemungkinan kata asli dari “Tisrah”, yakni titirah/tetirah, istirahat, tirah. Tidak ada yang sejalan dengan isi naskah. Dan entah kenapa saya teringat bahasa Sankserta. Saya menemukan “Tisrah” berarti tiga untuk gender feminim, “Trayah” untuk gender maskulin, “Trini” netral, dan “Tri” bentuk dasar. Saya geleng-geleng kepala.
Saya tidak mencari lagi. Saya tetapkan tafsir saya pada tiga perempuan. Ada Rani, Biyanka, dan Shasya dalam Elegi Selembar Dinding. Ada Nat, Perempuan Sepatu Kuning, dan Puput di Orang-orang Bawah. Ada Narti, Marni, dan Bude Samirem di Tabu. Ketiga perempuan di masing-masing naskah ini punya berperan dan punya pengaruh dalam melahirkan perlawanan kepada kuasa yang menekan dan menindas.
Atau jangan-jangan... Ah! Mungkin itu? Tapi,
09/05/2026
Elegi Selembar Dinding menguak kehidupan perempuan losmen yang memilukan. Kenapa dan bagaimana kehidupan mereka di sana, dan apa yang membuat mereka bertahan hidup di lingkungan penuh keremangan itu?
Orang-orang Bawah menampilkan persoalan pekerja proyek bawah tanah yang jauh dari kehidupan dunia normal, meninggalkan sanak keluarga demi pekerjaan yang keras dan penuh intrik. Pergaulan sesama pekerja membuat mereka bertahan, walau sesekali bersitegang untuk mencari hiburan.
Tabu, persoalan cinta terlarang yang disebabkan oleh arah mata angin, posisi pintu rumah yang berhadap-hadapan, yang menimbulkan polemik antara kakak beradik. Apakah tradisi ini masih ada sampai sekarang? Coba kita perhatikan lingkungan sekitar.
Dapatkan buku Tisrah - naskah drama Bdj Siregar - dan tiket pementasan Elegi Selembar Dinding hanya Rp100.000.
Pemesanan bisa melalui dm atau chat whatsapp kami.
06/05/2026
Tisrah merupakan kump**an naskah drama yang ditulis oleh Bdj Siregar. Berisi tiga naskah yang dua di antaranya sudah dipentaskan: Orang-orang Bawah (pertunjukan dramatic reading tahun 2020 -- Juara 2 AMUK teater), Tabu (pertunjukan dramatic reading tahun 2020 -- Juara 1 AMUK teater). Sementara satu naskah lagi adalah yang teranyar: Elegi Selembar Dinding ditulis tahun 2026, dan akan dipentaskan pada 16 Mei 2026, sebagai acara puncak dari peluncuran buku Tisrah.
Garapan-garapan Bdj Siregar kerap mengedepankan konsep pemanggungan realis yang bertujuan untuk menampilkan kompleksitas kehidupan nyata di atas panggung, baik itu karakter, latar, pun konfliknya. Sehingga apa yang disebut sebagai sense of realism bisa dicapai oleh penonton.
Menyambut terbitnya buku ini, Teater Iqra dan Obelia Publisher mempersembahkan Peluncuran Buku Tisrah: Naskah Drama Bdj Siregar dan Pertunjukan Teater Elegi Selembar Dinding pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Gedung Utama Taman Budaya Medan mulai pukul 13.30 WIB.
Mari menjadi saksi atas lahirnya karya istimewa ini. Dapatkan buku dan tiketnya lewat kontak kami, ada penawaran spesial untuk teman sekalian!
30/04/2026
Kopi dan Kepo, Buku Puisi Hasan Al Banna terbitan Obelia Publisher sudah tersedia kembali. Cetakan kedua ini ada beberapa perubahan tampilan.
Bagi teman-teman yang ingin memilikinya silakan kontak kami ya.
Sudah tersedia: Buku Puisi Hasan Al Banna - Kopi dan Kepo (cetakan kedua).
Buku ini merupakan tiga besar Buku Sastra Pilihan Tempo tahun 2023 kategori puisi. Bagi teman-teman yang berminat silakan kontak kami.
24/04/2026
Yang jarang tersorot kamera: Bunda dan Drama.
Kita akan mencakapkan soal teks drama maupun pertunjukannya bersama sosok yang gelimang pengalaman. Bergelut sejak puluhan tahun silam. Bdj akan mengupas sedikit perjalanannya sejak mula hingga kini masih bertahan. Tentu saja dipandu oleh Ahmad Hakiki yang kelihaiannya mengorek informasi berbekal latar belakang jurnalistiknya yang apik.
Jadi, yang mau bergabung menyaksikan momen langka ini silakan mendaftar ke nomor tertera ya!
*) Cakap Asyik akan disiarkan langsung melalui instagram: obelia.publisher
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Amaliun, Kel. Kota Matsum II, Kec. Medan Area
Medan
20215