Pdt. Gomgom R. Tumanggor

Pdt. Gomgom R. Tumanggor

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pdt. Gomgom R. Tumanggor, Motivational Speaker, GKPPD Sada Arih Medan, Medan.

13/06/2026

DIBENARKAN OLEH KARENA IMAN
Galatia 2: 15 - 21

Nats ini tidak lepas dari peristiwa antara Paulus dengan Petrus saat Petrus sedang sehidangan dengan orang-orang yang tidak bersunat. Saat rombongan Yakobus datang, Petrus dan orang-orang Yahudi lainnya mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut. Inilah yang diprotes Paulus dan mengatakannya sebagai tindakan yang munafik. Bagaimana orang yang sedang berbicara tentang Injil Kristus namun tindakannya bukan mencerminkan Injil. Maka pada nats ini Paulus menjelaskan bagaimana sesungguhnya peran Hukum Taurat (tradisi Yahudi) dengan pembenaran oleh iman kepada Kristus.

Dengan tegas dikatakan bahwa tidak ada satupun manusia yang dibenarkan oleh karena melakukan Hukum Taurat. Hukum Tarurat itu adalah ibarat cermin yang dapat memperlihatkan tubuh kita yang kotor atau cacat, namun tidak mampu untuk memperbaikinya. Maka bila kita ingin bersih dan sempurna maka kita harus membutuhkan alat lain untuk membersihkannya.

Demikian dengan pembenaran kita di hadapan Tuhan. Hukum Taurat itu hanya alat agar kita bisa melihat dan mengetahui dosa-dosa dan kejahatan kita kepada Tuhan. Sementara Hukum Taurat tidak memiliki kuasa untuk membenarkan kita dari dosa-dosa yang telah dinampakkannya itu tadi. Satu-satunya yang bisa membenarkan kita dari dosa adalah iman kepada Yesus Kristus.

Pembenaran yang dimaksud adalah di sini adalah status benar di hadapan Allah, bukan karena hukum. Ada orang yang banar atas dasar hukum bila dia bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah dan melanggar hukum (akan tetapi tidak ada manusia yang dibenarkan oleh hukum ini karena semua manusia pada dasarnya telah jatuh ke dalam dosa). Namun ada orang yang dinyatakan benar karena statusnya diubah oleh sebuah otoritas yang berhak menyatakan dia benar (istilah hukumnya adalah amnesti). Bukan berarti kita tidak pernah berbuat salah dan dosa, namun oleh karena iman kita kepada Kristus, kita tidak lagi menanggung hukuman atas dosa itu.

Lantas bagaimana bila orang yang mengaku beriman kepada Kristus namun tetap melakukan dosa, apakah Kristus akan menjadi pelayan dosa? Tentu tidak. Inilah fungsi kedua hukum taurat itu, bahwa hukum taurat bisa dipakai sebagai petunjuk untuk hidup benar. Melakukan Hukum Taurat bukan untuk mendapatkan pembenaran, namun sebagai buah dari pembenaran di dalam iman kepada Yesus Kristus itu tadi. Kita melakukan Hukum Taurat sebab kita telah dibenarkan oleh Kristus.

Maka Paulus menyimpulkannya dengan kalimat yang sangat indah pada akhir nats ini: "aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku". Sebab bila ada kebenaran oleh karena Hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Apa respon kita setelah mengetahui ini? Pertama adalah dengan banyak-banyak bersyukur. Kita yang seharusnya dihukum bahkan mati oleh karena dosa, sekarang telah dibenarkan di dalam iman kepada Yesus Kristus. Kematian Kristus sebagai ganjaran atas dosa kita, dan kebangkitan-Nya sebagai kehidupan kepada kita.

Kemudian yang kedua adalah marilah menjaga status kita yang baru, yaitu sebagai manusia yang telah dibenarkan di dalam Kristus, dengan menjaga hidup kita agar senantiasa membuahkan buah-buah kebenaran. Jangan lagi bersekutu dengan dosa dan kejahatan. Namun hiduplah di dalam kekudusan dan kebenaran sebagai wujud nyata bahwa Kristus telah menguduskan dan membenarkan kita.

Selamat Hari Minggu

06/06/2026

DUNIA DAN SEGALA ISINYA ADALAH MILIK TUHAN
Mazmur 50: 7 - 15

Nats ini menyatakan kepada kita tentang Tuhan yang sesungguhnya dan siapa kita sesungguhnya bagi Tuhan. Diberitahukan kepada kita tentang apa yang membuat hati Tuhan senang bila kita datang ke hadapan-Nya.

Nats ini dimulai dari seruan dari Tuhan dan menunjukkan otoritas yang tertinggi yang dimiliki-Nya. Kata "dengarlah!" Dan "Aku hendak bersaksi terhadap kamu" menjelaskan apabila kita datang kepada Tuhan kita adalah sebagai pendengar. Banyak dari antara kita yang tidak menyadari ini, sehingga yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika kita datang ke hadirat Tuhan, justru kitalah yang berbicara lebih banyak bahkan berteriak menyampaikan apa isi hati kita kepada Tuhan. Sementara kita lupa bahwa sesungguhnya yang kita lakukan adalah untuk mendengar.

Mengapa banyak dari antara kita yang merasa tidak diperdulikan, merasa sepi, dan seperti tidak dianggap? Sesungguhnya itu karena dia tidak mau mendengar. Kita menghabiskan waktu untuk berdoa dan menyampaikan segala yang ada dalam hati kita kepada Tuhan, lalu setelah itu kita merasa doa kita tidak menemukan jawaban. Itu karena setelah kita berdoa menyampaikan seluruh isi hati kita kepada Tuhan, kita berhenti dan tidak mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita.

Banyak orang yang sangat rajin berdoa namun sangat jarang untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan. Lalu bagaimana kita bisa menemukan jawaban atas doa kita apabila demikian? Lebih lengkap lagi, banyak orang dengan semangat memuji Tuhan, bernyanyi dengan penuh semangat, memberikan persembahan, namun saat Tuhan berfirman dia tidak lagi berfokus untuk mendengarkan. Hal itulah yang ditegur Tuhan melalui nats ini.

Lebih spesifik Tuhan membahas tentang ritual ibadah dan korban persembahan yang diberikan umat kepada-Nya. Mereka sangat rajin memberikan korban bakaran kepada Tuhan, namun satu hal yang sangat penting mereka lupakan, yaitu mempersembahkan syukur kepada Tuhan. Mereka berprinsip apabila mereka telah melakukan ritual ibadah dengan rajin dan mempersembahkan korban kepada Tuhan maka Tuhan pasti senang, dan akan memberikan berkat. Transaksional sekali pemikiran seperti ini.

Tuhan memjelaskan bahwa Dia adalah pemilik segala sesuatu yang ada di dunia ini, bahkan lembu atau harta yang kita akui sebagai milik kita sesungguhnya adalah di bawah kuasa Tuhan. Bila Tuhan membutuhkan sesuatu tidak perlu Dia meminta kepada kita, sebab Dialah pemilik segalanya. Jadi jangan pernah merasa bahwa dengan apa yang kita berikan kepada Tuhan, lalu Tuhan senang kepada kita.

Yang Tuhan lihat dari kita bukanlah dari apa yang kita bawakan dan berikan kepada Tuhan, melainkan dari hati kita saat kita membawanya. Apakah kita membawanya dengan rasa syukur atau sekadar kewajiban belaka? Bila kita membawanya dengan rasa syukur tentu yang kita bawa itu sudah kita persiapkan dengan sebaik-baiknya, sebagai wujud hormat kita kepada Tuhan. Bila demikian tentulah Tuhan senang dengan apa yang kita bawakan.

Bila kita telah berfokus dahulu untuk mendengar Tuhan, dan datang kepada-Nya dengan rasa syukur, maka datanglahlah kita untuk menyempaikan apa yang membuat hati kita terasa sesak. Pada saat itu Tuhan akan menolong dan kita juga akan senantiasa memuliakan Tuhan.

Selamat Hari Minggu

30/05/2026

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL
Matius 28: 16 - 20

Nats ini adalah situasi sebelum Tuhan Yesus pergi ke sorga. Dia pergi persis dari hadapan para murid-Nya dan orang-orang lain yang dekat kepada-Nya. Dalam situasi itu ada pesan penting yang disampaikan Yesus dan kemudian gereja menyebutnya "amanat agung Tuhan Yesus" (ay. 19). Inilah yang menjadi tugas pokok gereja mulai awal eksis hingga hari ini dan hingga akhir zaman. Gereja yang dimaksud bukan sekadar gedung atau merek, namun gereja yang sesungguhnya adalah kita semua orang percaya yang telah menyatu dengan Yesus di dalam anugerah-Nya.

Dari Galilea para murid berangkat menuju bukit yang telah ditunjukkan Yesus sebelumnya. Sesampainya di sana mereka sujud menyembah-Nya, walaupun ada beberapa dari antara mereka yang masih ragu. Situasi sulit yang mereka alami tentang penangkapan Yesus, penyaliban-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya yang spektakuler ternyata masih membuat keraguan bagi beberapa orang dari mereka. Namun setelah Roh Kudus turun tentu keraguan itu tidak ada lagi.

Pesan Yesus kepada para murid-Nya yang disampaikan saat itu, dan yang menjadi tugas gereja, yaitu: pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Kata "pergilah" ini adalah seruan untuk bergerak. Artinya gereja (orang kristen) harus tetap bergerak untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus untuk mewujudkan tugas ini. Kristus yang telah kite terima dan anugerah yang telah sampai kepada kita tidak bisa berhenti hanya kepada diri kita sendiri saja. Itu adalah anugerah bagi kita yang harus kita sebarkan agar semakin banyak orang yang dapat menikmatinya.

Kemudian "jadikanlah semua bangsa murid-Ku", kalimat ini sepadan dengan "ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepada-Mu". Ini adalah tugas pemuridan. Kita semua orang percaya atau gereja memiliki tugas agar semakin banyak orang yang mengerti dan memahami apa itu sesungguhnya perintah Tuhan. Untuk itu sebelumnya kita juga tentu harus memiliki pemahaman yang benar tentang perintah Tuhan sehingga kita dapat melakukan pemuridan ini. Gereja yang tidak melakukan pemuridan dengan baik dan benar akan sangat mudah runtuh oleh goncangan dunia ini.

Di era kemajukan teknologi saat ini proses pemuridan ini adalah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan gereja. Gereja harus bertumbuh dan berkembang oleh karena proses pemuridan berjalan dengan baik dan benar. Sunami informasi oleh karena kemajuan teknologi saat ini bisa merusak pengertian dan pemahaman tentang Tuhan. Untuk itu proses pemuridan oleh gereja adalah hal yang sangat pokok dalam proses pertumbuhannya.

Selanjutnya adalah pembaptisan. Tentu ini adalah pertanda penting dalam menyatakan anugerah Tuhan. Mengaku percaya saja tidak cukup, mengerti tentang firman Tuhan saja tidak cukup juga harus menerima baptisan. Baptisan adalah pertanda lahir baru sehingga kita yang dulunya adalah berdosa sekarang telah lahir baru menjadi kudus di dalam Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Kelahiran baru di dalam baptisan menandakan bahwa kita telah menjadi milik Kristus dan bersekutu di dalam-Nya.

Lalu kalimat Yesus kepada mereka ditutup dengan satu pernyataan penting, yaitu tentang penyertaan Tuhan. Kita tidak akan mampu melakukan semuanya itu bila bukan atas penyertaan Tuhan. Atau dengan kata lain, hanya dengan penyertaan Tuhan saja kita dapat melakukan semuanya itu. Kemudian dalam melakukan tugas itu pasti banyak tantangan yang harus dihadapi, untuk itu penyertaan Tuhan yang membuat kita aman dalam melakukannya. Biarlah kita semua benar-benar menjadi saksi Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Allah Tritungal.

Selamat Hari Minggu

23/05/2026

BERAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH
1 Korintus 12: 3 - 11

Selamat Pentakosta bagi kita semua. Pentakosta adalah hari kelimapuluh setelah Yesus bangkit. Hari Pentakosta ini adalah hari yang spesial dalam sejarah kekristenan dan perjalanan perkembangan iman Kristen. Pada hari Pentakosta ini Roh Kudus turun dan pertama sekali tercurah atas para murid Yesus. Kemudian Petrus berkhotbah kepada banyak orang yang datang sebelumnya ke Yerusalem dari berbagai daerah dan mereka semua mengerti apa yang disampaikan Petrus. Pada hari itu banyak orang yang dengan sungguh-sungguh dan percaya pada Kristus dan kemudian terbentuklah persekutuan orang percaya mula-mula. Itu sebabnya dikatakan bahwa hari Pentakosta adalah hari lahirnya gereja.

Roh Kudus dicurahkan bukan hanya sekadar penggenapan atas janji Yesus yang disampaikan kepada murid-murid-Nya. Namun pertanda bahwa orang-orang percaya tidak cukup bila hanya mengaku percaya saja pada Yesus lalu kemudian beroleh keselamatan. Akan tetapi Roh Kudus adalah Kuasa Allah yang diberikan kepada orang-orang percaya agar kita bergerak, melakukan yang Tuhan inginkan sehingga iman kita sungguh-sungguh berbuah. Hal inilah yang ingin disampaikan kepada kita sebab orang-orang Korintus bahkan kita juga pada saat ini bertanya: bagaimana Roh Kudus itu bekerja dalam hidup orang-orang percaya?

Roh Kudus adalah kuasa dari Tuhan yang menjadikan kita memiliki kemampuan dan keyakinan untuk mengaku dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tanpa Roh Kudus kita tidak sadari bahwa kita akan tertarik pada berhala-berhala yang bisu. Kalimat ini menyatakan bahwa pengakuan percaya pada Yesus hanya datang dari Roh Kudus. Bisa saja orang-orang mengaku percaya pada Yesus namun bila pengakuan itu hanya di bibir saja, bukan datangnya dari kuasa Roh Kudus maka pengakuan itu tidak bernilai apa-apa.

Kemudian bila kita telah menerima Roh Kudus dan Roh Kudus benar-benar bekerja di dalam hidup kita, maka kita tidak akan mungkin berkata: "terkutuklah Yesus", sebaliknya akan dibawa pada pengakuan bahwa: "Yesus adala Tuhan". Artinya kerja utama Roh Kusud adalah membawa kita untuk sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Kita bisa saja belajar sebanyak-banyaknya tentang Tuhan, mendengarkan banyak sekali pengajaran tentang Tuhan, namun tanpa Roh Kudus kita tidak akan sampai pada pengenalan yang benar tentang Yesus yang adalah Tuhan. Maka bila kita ingin benar-benar mengenal Tuhan dengan segala karya-Nya, pertama sekali mari terima dulu Roh Kudus dan biarlah Roh itu bekerja dalam hati dan pikiran kita.

Bila Roh Kudus telah berdiam dan bersama dengan kita maka tentu kita akan dipakai sebagai alat-Nya untuk melakukan segala yang dikehendaki-Nya. Namun jangan salah memahami, sebab tidak semua yang dapat kita lakukan adalah bentuk dari pekerjaan Roh Kudus. Inilah yang menjadi perdebatan bagi jemaat di Korintus, sebab mereka meyakini bahwa kelebihan yang mereka miliki adalah pekerjaan Roh Kudus.

Paulus menyampaikan satu indikator kunci untuk mengetahui bahwa benarkah pekerjaan itu adalah pekerjaan Roh Kudus atau tidak. Indikator itu adalah kesatuan di dalam Tuhan. Bila karunia itu dipakai hanya itu kemuliaan Tuhan dan melahirkan kesatuan di dalam jemaat, itulah pekerjaan Roh Kudus. Bila bukan untuk kemuliaan Tuhan maka itu bukan pekerjaan Roh Kudus. Dan bila dampaknya adalah mengakibatkan perpecahan, maka itu bukan pekerjaan Roh Kudus.

Dalam teks ini Paulus menuliskan beberapa karunia dari begitu banyak karunia yang diberikan Tuhan kepada kita melalui Roh Kudus, semuanya adalah untuk kemuliaan Tuhan dan demi kepentingan bersama.

Maka untuk kita pada saat ini, mari kita renungkan beberapa hal dalam peringatan hari turunnya Rohh Kudus ini. Apakah kita telah menerima Roh Kudus dan membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita? Bila kita masih dirajai oleh hawa nafsu kita, keinginan daging kita, maka kita akan menuju pada kesesatan tanpa kita sadari. Namun bila kita telah benar-benar menerima Roh Kudus dan Dia bekerja dalam hidup kita maka kita akan sampai pada pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, sehinga kemuliaan hanya pada Tuhan saja.

Kemudian apakah melalui segala yang dapat kita lakukan adalah karya Roh Kudus melalui hidup kita? Mari kita periksa dan selidiki sendiri hidup kita. Bila kita masih mengharapkan kemuliaan melalui apa yang kita kerjakan, maka itu bukan pekerjaan Roh Kudus. Bila apa yang kita kerjakan mengakibatkan perpecahan maka itu bukan pekerjaan Roh Kudus. Maka dari sekarang mari kita pastikan bahwa apapun yang kita kerjakan adalah hanya demi kemuliaan Tuhan, dan membawa dampak yang baik dalam komunitas kita.

Selamat Pentakosta

16/05/2026

TUHAN MEMBERKATI DAN MELINDUNGI ENGKAU
Bilangan 6: 22 - 27

Tentu kita tidak asing lagi dengan kalimat demi kalimat dalam nats khotbah ini. Inilah kalimat berisi berkat yang kita dengar dan kita terima di setiap akhir kebaktian. Kebaktian yang kita adakan pasti tidak akan lengkap bila kalimat berkat ini belum sampai kepada kita. Bahkan kalimat berkat ini sudah sangat tua, yaitu ketika Musa memimpin bangsa Israel dan hingga saat ini kita masih meyakininya dan merasa puas ketika kalimat itu diucapkan kepada kita.

Pada dasarnya ucapan berkat bukan hanya sekadar berita atau penyampaian berkat yang diucapkan imam pada saat kebaktian. Lebih dalam lagi ungkapan berkat ini adalah pertanda bahwa Tuhan sungguh-sungguh hadir dan memberikan yang terbaik bagi kita. Berkat ini bukan sekadar berbentuk materi seperti yang diharapkan banyak orang. Lebih dari itu berkat ini adalah kesempurnaan karya dan kasih Tuhan atas kita dan segala ciptaan-Nya.

Ada tiga kali penyebutan kata TUHAN dalam ungkapan berkat ini. Bila kita lihat dengan saksama maka kita akan melihat kesempurnaan karya keselamatan Allah di dalam Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Pertama: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; ini menyatakan kehadiran dan penyertaan Tuhan bagi kita. Allah yang menciptakan dan memelihara kehidupan kita dan yang memberikan segala yang kita perlukan dalam hidup. Sebelum Allah menciptakan kita manusia sebelumnya Dia telah menciptakan dan menyediakan segala yang kita butuhkan. Demikian juga Allah tetap memelihara dan melindungi kita dari segala petaka walaupun lebih sering manusia itu yang meninggalkan Tuhan. Berkat yang kita pahami berbentuk materi, kekayaan, kesehatan, kesuksesan dan lainnya itu adalah bagian kecil dari segala yang telah disediakan Tuhan bagi kita.

Kemudian: Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; ini menyatakan kehadiran Allah secara langsung langsung dan pemberian anugerah yaitu keselamatan kita di dalam Yesus Kristus Anak Allah. Di dalam Yesus manusia itu berjumpa dengan Tuhan secara fisik sehinga sinar wajah-Nya dapat terlihat jelas. Bahkan puncaknya anugerah terbesar diberikan-Nya kepada kita melalui penebusan yang dilakukan-Nya bagi kita. Nyatalah kasih karunia itu sungguh sampai kepada kita di dalam Kristus.

Lalu ditutup dengan: Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera; ini menyatakan persekutuan kita yang bahkan tidak berjarak lagi dengan Tuhan di dalam Roh Kudus. Setiap saat kita berhadap-hadapan wajah bersama dengan Tuhan di dalam Roh Kudus. Kita tidak lagi ragu akan masa depan dan berjalan dengan yakin sebab kita dituntun oleh Roh Tuhan. Kedamaian itu juga berdiam di dalam hati kita sehingga dosa itu tidak lagi bekerja dalam hidup orang percaya. Damai sejahtera itu menggambarkan hati yang bersih, teduh dan penuh kasih.

Lengkaplah sudah kebahagiaan hidup orang percaya bila sudah menerima berkat dari Tuhan. Biarlah berkat itu juga bekerja di dalam hidup kita sehari-hari.

Selamat Hari Minggu

13/05/2026

YESUS NAIK KE SORGA DAN AKAN DATANG KEMBALI
Kisah Para Rasul 1: 1 - 11

Kenaikan Yesus Kristus ke sorga adalah satu peristiwa yang tidak kalah penting dari peristiwa lain dalam Alkitab, khususnya dalam karya keselamatan oleh Allah di dalam Yesus. Kenaikan Yesus ini adalah peristiwa sejarah dan disaksikan bukan hanya satu orang saja, namun banyak orang yang ada di sana. Para rasul menyaksikan kenaikan Yesus ini dan menjadi satu berita yang tersiar di seluruh daerah itu dan sampai kepada kita saat ini. Maka tidak ada hal yang meragukan dari peristiwa kenaikan Yesus ini.

Lukas yaitu penulis kitab Kisah Para Rasul ini memberikan kesaksian kepada Teofilus tentang Yesus bahkan sampai pada pemberitaan injil yang dilakukan oleh para rasul dan utusan-utusan lainnya. Khusus pada bagian awal kitab ini dia menuliskan bagaimana pesan Yesus kepada para murid sebelum Dia terangkat ke sorga. Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, kemudian Dia menampakkan diri-Nya kepada para murid dan banyak orang lain selama empat puluh hari. Satu pesan penting yang disampaikan Yesus kepada para murid adalah agar mereka tidak meninggalkan Yerusalem menantikan Roh Kudus yang telah dijanjikan-Nya sebelumnya.

Kemudian ada satu pertanyaan yang belum terjawab menurut para murid hingga mereka tetap mempertanyakannya sebelum Yesus naik ke sorga, yaitu tentang kepulihan kerajaan Israel. Kemudian Yesus memberikan jawaban menyiratkan bahwa bukan itu yang paling penting, sebab yang terpenting adalah saat mereka menerima kuasa dari Roh Kudus, dan mereka akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan sampai ke ujung bumi. Setelah itu terangkatlah Yesus.

Saat mereka terpaku melihat peristiwa itu, malaikat yang bersama Yesus memberi pesan: bahwa Yesus yang terangkat ke sorga saat ini akan datang kembali dengan cara yang sama seperti yang mereka lihat saat Dia naik ke sorga.

Kenaikan Yesus ke sorga bukanlah perpisahan yang biasa kita ketahui dan alami layaknya perpisahan oleh karena kematian. Perpisahan mereka dengan Yesus ini adalah kesinambungan dari karya keselamatan Allah bagi dunia di dalam Yesus. Setelah Yesus naik ke sorga maka mereka akan menerima Roh Kudus dan di dalam Roh Kudus mereka akan menjadi alat Tuhan dalam memberitakan Kabar Baik. Bila selama ini Yesus sendiri yang mengajar, namun kelak mereka akan menjadi pengajar oleh kuasa Roh Kudus.

Kemudian kenaikan Yesus memastikan bahwa sorga itu benar-benar nyata, dan itulah yang akan menjadi tempat kita orang-orang percaya yang telah ditebus-Nya. Bila Yesus tidak kembali ke sorga, wajar saja kita meragukan sorga itu apa ada atau tidak. Namun ketika mereka melihat dan kita juga percaya akan kenaikan Yesus ke sorga, maka nyatalah bahwa sorga itu nyata adanya. Melalui kata-kata malaikat yang bersama Yesus bahwa Yesus kelak akan datang juga, tentu untuk membawa kita bersama dengan-Nya di kekekalan.

Untuk itu bagi kita semuanya, marilah kita juga bers**a cita dan bersyukur akan hari kenaikan Yesus ini sebab dengan kenaikan Yesus ini memastikan bahwa kehidupan sorgawi itu nyata adanya. Inilah yang kita harapkan dalam kehidupan ini, dan harapan dalam keberimanan kita juga bahwa kelak kita juga akan seperti Yesus yang naik ke sorga.

Namun sebelum semuanya itu terjadi kita tetap semangat dalam tugas-tugas melakukan dan membicarakan Firman Tuhan sembari memberitakan Kabar Baik kepada seluruh dunia. Berilah diri kita dipakai Roh Kudus untuk menjadi alat-Nya agar seluruh umat manusia mendapatkan keselamatan. Kita tentu sudah memiliki keyakinan bahwa kita akan bersama Yesus kelak, maka marilah melalui kita juga semaki banyak orang yang sama seperti kita. Kelak mereka juga akan bersama dengan Yesus dalam hidup yang kekal.

Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus

09/05/2026

TETAPLAH BERDOA
Kolose 1: 9 - 14

Saudara sekalian yang dikasihi Tuhan, minggu ini diberikan nama "Rogate" yang berarti berdoa. Doa adalah nafas orang percaya. Berarti hidup orang percaya berada pada doa, ketika doa itu berhenti maka hidup rohaninya juga berhenti. Dalam nats ini Paulus menulis surat kepada jemat di Kolose sebab dia mendengar bebarapa persoalan yang terjadi di sana. Pembawa Kabar Baik ke Kolose bukanlah Paulus, namun dia tetap merasakan panggilan Tuhan untuk mengirimkan surat penggembalaan ketika dia mendengar ada hal yang tidak baik terjadi di sana.

Paulus mengucap syukur atas iman orang-orang percaya di Kolose, kemudian berdoa kepada mereka sebagai bentuk pelayanannya sebagai pemberita Injil Kristus. Ada beberapa poin doa Paulus tentang jemaat itu kepada Tuhan, diantaranya:

Agar memiliki hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Kita harus mengakui bahwa kita adalah manusia yang terbatas pengertian dan pengetahuannya. Apalagi bila berbicara tentang kehendak Allah, bagaimana mungkin kita yang berdosa ini bisa mengetahui kehendak Allah yang kudus. Satu-satunya cara mengetahui kehendak Allah adalah ketika Allah sendiri yang memberitahukannya sendiri kepada kita. Untuk itu yang dapat kita lakukan adalah memohon kepada Tuhan agar kita mengetahui dan mengerti kehendak-Nya. Tujuannya agar kita tidak tersesat dengan marasa benar namun sebenarnya salah, dan tidak mudah putus asa ketika kita berhadapan dengan masalah.

Poin berikutnya adalah agar kita layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya. Dalam doa kita juga sedang membawa diri kita kepada Tuhan, itu yang utama. Sama halnya dengan kita ketika kita sedang menginginkan sesuatu dari seseorang, kita harus memahami dulu karakter orang yang dimaksud, mencari tahu situasi dan keadaanya, dan juga bersaha menyenangkan hatinya (mengambil hati). Kepada Tuhan juga demikian agar terlebih dahulu kita layak di hadapan-Nya dan berkenan kepada-Nya. Namun bagaimana itu bisa terjadi sumbernya bukan dari kita, melainkan juga dari Tuhan. Untuk itu biarlah Tuhan yang membuat kita layak di hadapan-Nya dan berkenan kepada-Nya.

Poin selanjutnya agar kita mampu memberikan buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah. Pekerjaan kita hendaklah itu memberikan buah-buah yang baik, untuk itu perlu sekali agar Tuhan yang menuntun kita dalam pekerjaan itu. Serta kita juga dapat bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, untuk itu juga sangat perlu agar Tuhan yang memberi hikmat kepada kita yang membawa kita untuk memiliki pengertian yang baik akan segala hal.

Poin ini tidak kalah penting dari poin sebelumnya, yang menyatakan bahwa hidup ini tidak akan lepas dari pergumulan. Untuk itu memohon kepada Tuhan agar kita dikuatkan oleh kuasa-Nya agar mampu menanggungnya dengan tekun dan sabar. Bilapun kita mengerti kehendak Allah, kita layak dan berkenan kepada-Nya, bahkan mampu memberikan buah-buah yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, bukan berarti kita akan lepas dari berbagai-bagai pergumulan hidup. Untuk itu mintalah dalam doa agar kita diberikan kekuatan untuk menanggungnya dengan tekun dan sabar.

Maka sebaik dan seburuk apapun situasi bagi orang percaya akan selalu mengucapkan syukur dan bers**a cita kepada Bapa. Dia telah melayakkan kita untuk mendapat bagian yang telah ditentukan bagi orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. S**a cita kita bukan semata-mata karena kita telah memiliki segala yang ada di dunia ini, namun saat kita menyadari bahwa kita telah beroleh bagian di dalam kerajaan-Nya. Dia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih. Itulah anugerah terindah yang kita miliki saat dosa kita telah diampuni.

Saudara yang terkasih, mari kita tetap hidup di dalam doa kepada Tuhan, sebab itulah nafas kita. Doa bukan hanya sebatas kita menyampaikan apa yang kita rindukan kepada Tuhan. Namun juga agar kita lebih mengerti dan memahami siapa kita yang sesungguhnya dan apa yang Tuhan inginkan kita lakukan di sisa hidup yang diberikan-Nya kepada kita. Dalam doa yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Kolose ini, kita tidak menemukan permintaan yang bersifat jasmani, akan tetapi semuanya bersifat rohani. Artinya kebutuhan rohani kita jauh lebih utama daripada sekadar kebutuhan jasmani. Maka mari bersama-sama berdoa dan doa kita berfokus pada kebutuhan rohani kita kepada Tuhan.

Selamat Hari Minggu

02/05/2026

AKU MENYANYI BAGI TUHAN
Keluaran 15: 1 - 14

Bernyanyi adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan juga perasaan. Kita bisa saja mengungkapkan rasa syukur dan s**a cita melalui nyanyian, demikian juga dengan kesedihan, jatuh cinta, putus cinta dan ekspresi emosi lainnya. Bahkan melalui nyanyian dapat kita merasakan ungkapan yang lebih tulus dari pada sekadar kata-kata. Dalam ibdah juga kita tidak terleapas dari nyanyian. Kita memuji Tuhan dan bersyukur dengan nyanyian, mengungkapkan pertobatan melalui nyanyian, mengungkapkan harapan juga melalui nyanyian, dll.

Demikianlah Musa dan bangsa Israel mengungkapkan kebahagiaan mereka setelah terlepas dari kejaran Firaun dengan nyanyian. Sebelumnya saat mereka sedang berjalan meninggalkan Mesir, Firaun justru mengejar mereka dan hendak menjadikan mereka kembali sebagai tawanan. Namun kuasa Tuhan nyata di hadapan mereka saat mereka melewati Laut Teberau dengan berjalan dari dasar laut yang kering. Kuasa Tuhan membelah lautan tersebut sehingga mereka dapat menyeberanginya dari tanah yang kering. Saat mereka telah tiba di seberang, masuklah juga pas**an Firaun ke dalam laut, namun saat itu juga Tuhan mengembalikan laut seperti semula sehingga tenggelamlah tentara Firaun dengan segala perlengkapan mereka.

Melihat itu tentu Musa dan segenap bangsa Israel sangat bers**acita dan mereka mengekspresikan s**a cita mereka melalui nyanyian. Dalam nyanyian ini ada beberapa pengakuan dan perenungan tentang kuasa Tuhan dalam hidup ini.

Pertama Tuhan kuat dan perkasa, tidak ada yang menandingi-Nya. Tuhan laksana pahlawan perang yang tidak pernah terkalahkan. Akhir-akhir ini kita sering menonton berita tentang peperangan antar bangsa-bangsa di dunia ini. Tentu dalam peperangan yang penting dipersiapkan adalah panglima perang dengan pas**annya juga peralatan tempurnya. Namun bagi Tuhan semuanya itu tidak perlu sebab Tuhan bisa menyatakan kehendak-Nya dengan caranya sendiri. Itulah yang terjadi di depan mata bangsa Israel.

Kemudian Tuhan berkuasa atas alam semesta untuk mewujudkan kehendak-Nya. Lihatlah laut dapat terbelah oleh kuasa Tuhan demi keselamatan Israel. Maka sangat disalahkan bagi kita orang percaya bila ada keraguan di dalam hati kita kepada Tuhan. Tuhan bisa memakai apa saja dan siapa saja untuk mewujudkan kehenda-Nya. Sekalipun itu mustahil bagi manusia, namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Dengan keluhuran Tuhan yang besar, Dia dapat meruntuhkan siapa saja yang menentang-Nya. Kalimat ini termasuk pengakuan yang menarik. Firaun dengan pas**annya yang gagah dan peralatan perangnya merasa yakin dapat membawa kembali bangsa Israel sebagai budak mereka. Namun walaupun dia memiliki kekuatan yang besar, itu tidak akan mampu mengagalkan rencana Tuhan. Sebaliknya mereka justru diruntuhkan oleh Tuhan dan membiarkan laut menelan mereka. Demikianlah kita jangan sekali-sekali mengandalkan diri kita seolah-olah mampu menandingi kuasa Tuhan.

Pada bagian yang terakhir dengan kasih setia-Nya, Tuhan menuntun umat-Nya yang telah ditebus dan membimbing mereka ke tempat kediaman Tuhan yang kudus. Dalam hidup ini biarlah Tuhan yang menuntun hidup kita dan membimbing kita berjalan agar perjalanan kita menuju rumah Tuhan yang kudus. Jangan sekali-sekali mengandalkan diri sendiri seolah mampu melawan Tuhan. Sebaliknya hendaklah kita tunduk dan taat pada tuntunan Tuhan dalam kehidupan ini.

Selamat Hari Minggu

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Medan?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


GKPPD Sada Arih Medan
Medan