Generasi RAJAWALI

Generasi RAJAWALI

Share

"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." Amsal 23:18

22/06/2026

Selasa, 23 Juni 2026

SURAT DARI AYAH

Bacaan:
2Timotius 1:1-14

Nas:
Kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu melalui penumpangan tanganku atasmu
(2Timotius 1:6)

Beberapa bulan sebelum meninggal karena kanker, ayah saya menulis surat kepada saya yang berbunyi, "Aku selalu memikirkanmu sambil memanjatkan doa pendek untukmu dan kesuksesanmu. Aku mengenalmu. Aku tahu apa yang kaupikirkan. Dan, aku sangat yakin bahwa aku memahami tujuanmu, jenis tulisan yang ingin kaubuat, dan pesan yang ingin kausampaikan. Tetaplah di situ dan berkaryalah, kiranya Tuhan memberkatimu. Aku merasa sangat bangga dan bersyukur bahwa Tuhan mengizinkanku menjadi ayahmu."

Surat itu adalah salah satu hadiah terindah yang pernah saya terima dari Ayah.

Perjanjian Baru memuat dua surat dari Paulus kepada Timotius, seorang pemuda yang dibimbing dan dianggapnya sebagai "anakku yang sah di dalam iman" (1Timotius 1:2) dan "anakku yang terkasih" (2Timotius 1:2). Surat kedua Paulus diawali dengan perkataannya yang bersifat sangat pribadi dan meyakinkan Timotius tentang kasih serta doa-doanya yang penuh kesungguhan (ayat 2,3). Paulus mempertegas warisan rohani Timotius (ayat 5), dan juga karunia serta panggilan yang diberikan Allah untuknya (ayat 6,7). Lalu ia mendorong Timotius untuk hidup dengan penuh keberanian demi Injil Kristus (ayat 8).

Para ayah, Anda dapat memberi anak-anak Anda dorongan yang besar dengan menulis surat kepada mereka tentang kasih dan dukungan Anda. Itu mungkin akan menjadi hadiah terindah yang dapat Anda berikan kepada mereka. Mengapa Anda tidak mulai duduk dan menulis surat dengan segenap hati hari ini? --DCM

Allah memberi kita anak-anak
Untuk kita asuh dan kita kasihi,
Untuk kita beri dorongan semangat,
Dengan menanamkan hikmat surgawi. --Sper

HADIAH TERINDAH YANG DAPAT DIBERIKAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK-ANAKNYA ADALAH DIRINYA SENDIRI

21/06/2026

Senin, 22 Juni 2026

SEDIKIT PERSPEKTIF

Bacaan:
2Korintus 4:16-18

Nas:
Penderitaan ringan yang sekarang ini, akan menghasilkan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya
(2Korintus 4:17)

Seorang mahasiswi menulis sebuah surat yang mengejutkan kepada orangtuanya:

Ibu dan Ayah,

Ada banyak yang ingin saya ceritakan. Beberapa siswa membuat keributan dan membuat api di kamar saya. Akibatnya saya menderita kerusakan paru-paru dan harus ke rumah sakit. Di sana, saya jatuh cinta kepada seorang pegawai. Namun saya akhirnya ditangkap karena terlibat dalam keributan itu. Akhirnya, saya harus berhenti sekolah, menikah, dan pindah ke Alaska.

Putrimu yang terkasih.

NB: Sebenarnya tak satu pun hal di atas sungguh terjadi, saya hanya benar-benar gagal di pelajaran kimia. Saya ingin kalian memandang kegagalan saya ini dalam perspektif yang benar.

Kita mungkin heran melihat cara mahasiswi ini menyampaikan berita buruk kepada orangtuanya. Namun, hal itu menyoroti sebuah kebenaran: Perspektif yang benar itu penting.

Saat Paulus memberikan dorongan kepada jemaat di Korintus, ia menulis daftar pencobaan dan penderitaan yang benar-benar dialaminya. Agar memiliki perspektif yang benar, ia mengalihkan fokusnya kepada Allah. "Penderitaan ringan yang sekarang ini," katanya, "akan menghasilkan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2Korintus 4:17).

Dalam beberapa hal, perspektif kita lebih penting daripada apa yang kita alami. Paulus meneruskan, "Yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (ayat 18). Penderitaan kita akan menjadi tidak penting jika dibandingkan dengan kemuliaan yang menanti kita --HWR

YANG PALING DIBUTUHKAN DI DALAM SETIAP KESULITAN ADALAH PANDANGAN AKAN ALLAH -- G.C. Morgan

21/06/2026

Selamat Beristirahat, Sobat GR...
Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

20/06/2026

Minggu, 21 Juni 2026

TULI ROHANI

Bacaan:
1Korintus 2

Nas:
Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan
(1Korintus 2:14)

Sebagian orang menderita gangguan pendengaran yang aneh—mereka dapat mendengar suara, namun tidak mampu memahami kata-kata. Mereka tidak mengalami masalah saat mendengarkan kicauan burung atau suara detik jam, namun mereka tidak memahami kata-kata, seolah itu adalah bahasa asing. Gangguan pendengaran itu sumber masalahnya tidak pada telinga, tetapi berakar dari cedera di otak.

Ada juga penyakit tuli rohani yang memengaruhi banyak orang. Karena hati yang penuh dosa, mereka yang tidak beriman kepada Kristus dapat membaca Alkitab dan mendengar pengajaran firman Allah. Namun, pesan-pesan rohani ini mereka anggap sebagai suatu kebodohan (1 Korintus 2:14).

Ini menerangkan mengapa sebagian orang menghargai Alkitab sebagai karya sastra, sejarah yang dapat dipercaya, dan sebagai sumber standar moral yang tinggi, namun mereka gagal memahami pesan rohaninya. Mereka tidak menangkap arti penting apa yang dikatakan Alkitab tentang Kristus—kematian-Nya di kayu salib bagi dosa-dosa kita, kebangkitan-Nya, dan pelayanan-Nya kini menjadi perantara kita di surga. Berbagai kebenaran seperti ini tidaklah masuk akal bagi mereka.

Saat Anda membaca Alkitab, apakah Anda "mendengar" apa yang dikatakannya? Jika tidak, mohonlah kepada Allah supaya Dia membukakan pemahaman Anda terhadap apa yang dikatakan Alkitab tentang Yesus. Percayalah kepada-Nya sebagai Juruselamat pribadi Anda dan alamilah kelahiran rohani. Itulah obat bagi tuli rohani —RWD

KUNCI UNTUK MEMAHAMI FIRMAN YANG TERTULIS
ADALAH MENGENAL FIRMAN YANG HIDUP

19/06/2026

Sabtu, 20 Juni 2026

MILIKILAH PERASAAN

Bacaan:
Keluaran 22:21-27

Nas:
Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir
(Keluaran 22:21)

Orang yang kurang berperasaan terhadap orang lain bagaikan udara dingin yang bertiup menggantikan udara hangat saat musim dingin. Anda lebih s**a melihat kepergiannya daripada kedatangannya. Misalnya seorang pemilik rumah yang memperlakukan loper koran seperti hama. Ia menganggap seolah-olah pemuda itulah yang berada di balik berita buruk yang mendarat di beranda rumahnya setiap hari. Terkadang memang ada tindakannya yang menjengkelkan. Mungkin ketidakpuasan sang pemilik rumah memang beralasan. Namun, tidak ramah terhadap orang yang lebih lemah atau yang tingkat sosial-ekonominya rendah tidak dapat dibenarkan.

Allah menjelaskan begitu gamblang kepada bangsa Israel kuno ketika meminta mereka memperlakukan orang-orang yang tingkat sosialnya lebih rendah, sama seperti mereka memperlakukan diri sendiri. Dia mengingatkan bangsa pilihan-Nya karena mereka pun pernah menjadi orang asing di negeri orang. Jadi, mereka seharusnya tahu bagaimana rasanya bekerja di bawah orang-orang yang tidak menunjukkan simpati sedikit pun (Keluaran 22:21).

Orang kristiani memiliki tanggung jawab yang sama terhadap orang miskin dan tertindas seperti yang pernah dialami oleh bangsa Israel. Kita mungkin menyanggah dengan berkata bahwa jika kita tidak memerhatikan diri sendiri, tak ada seorang pun yang akan memerhatikan kita. Akan tetapi, Allah meminta kita untuk mengasihi sesama. Dia juga mengingatkan bahwa jika kita lupa bagaimana rasanya berada di dasar, berarti kita tidak cocok lagi berada di atas —MRD

KETIKA YESUS MENGUBAH HATI ANDA
DIA MEMBERI ANDA HATI UNTUK SESAMA

18/06/2026

Jumat, 19 Juni 2026

TEKANAN DAN PRIORITAS

Bacaan:
Efesus 6:1-4

Nas:
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya
(Matius 6:33)

Saat berkunjung ke kantor seorang teman, saya melihat bahwa keranjang dokumen Masuk-Keluar yang biasa dipakai, kini telah diganti dengan rak bertingkat lima yang diberi label: Kritis, Mendesak, Penting, Kurang Penting, Jangka Panjang. Rak-rak dokumen itu mengingatkan bahwa jika saya tidak memakai cara pandang Allah setiap hari, maka tekanan selalu akan menentukan prioritas saya.

Yohanes 11:1-7 mengingatkan bahwa prioritas Allah itu berbeda dengan prioritas kita. Perhatikanlah rantai peristiwa ini: Lazarus sakit. Maka kedua saudara perempuannya, Maria dan Marta, menyuruh orang untuk memberi tahu Yesus. Lalu kita melihat dua pernyataan yang tampaknya bertentangan: "Yesus memang mengasihi Marta dan saudaranya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada" (ayat 5,6).

Ada seorang lelaki yang sedang menjemput ajal, dan ada Tuhan yang menunda. Prioritas Yesus tidak ditentukan oleh tekanan, namun ditentukan oleh persekutuan yang sempurna dengan Bapa surgawi-Nya.

"Tapi saya bukan Yesus," demikian kita berkata dengan cepat. "Saya harus bergerak cepat dan tidak punya waktu." Tetapi Kristus memanggil kita untuk berkonsultasi dengan-Nya di dalam setiap hal yang mendesak dan darurat, untuk mendengarkan petunjuk-Nya yang bijaksana, serta untuk menyediakan waktu bagi hal-hal yang benar-benar penting.

Prioritas apakah yang perlu kita perhatikan pada hari ini? --DCM

FOKUS PADA KRISTUS MENEMPATKAN HAL-HAL LAIN DI DALAM SUDUT PANDANG YANG BENAR

17/06/2026

Kamis, 18 Juni 2026

KEKHAWATIRAN

Bacaan:
Mazmur 91:9-16

Nas:
Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau
(Ibrani 13:5)

Saya tahu bahwa tidak seharusnya saya cemas, tetapi saya agak mengkhawatirkan sesuatu saat ini. Mungkin ini karena adanya situasi baru dalam keluarga kami. Bila melihat sekeliling, saya merasa agak gelisah. Ketahuilah, istri saya dan saya baru-baru ini mengetahui bahwa kami akan menjadi kakek dan nenek. Hal ini membuat saya berpikir tentang dunia tempat cucu kami dibesarkan nanti.

Tahun 2024 kelak, cucu kami itu akan lulus sekolah menengah. Mungkinkah biaya sekolah di perguruan tinggi akan sebesar Rp900.000.000,00 per tahun saat itu? Jika minyak masih ada, mungkinkah harga bensin jadi Rp58.500,00 per liter? Mungkinkah moral dan etika sudah ketinggalan zaman? Dan, apa gereja masih berpengaruh?

Masa depan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan. Sesuatu yang belum diketahui dapat mencekam, terutama ketika hal yang diketahui saat ini diliputi begitu banyak perjuangan. Itulah sebabnya, kita harus memercayai janji Allah.

Apa pun situasi yang akan dihadapi cucu-cucu kita, mereka dapat bergantung pada janji pertolongan Allah -- tak peduli persoalan apa yang akan meliputi dunia ini. Allah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5). Yesus berkata, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman" (Matius 28:20).

Janji-janji agung itulah yang dapat kita andalkan tatkala kita mulai merasa khawatir, entah tentang masa depan kita sendiri atau masa depan generasi selanjutnya --JDB

Cemas akan urusan dan masalah masa depan
Hanya akan mendatangkan derita dan sengsara;
Tuhan meminta kita tidak cemas dan tertekan
Hari esok kita ada dalam tangan-Nya. --Sper

KITA MUNGKIN TAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI DI MASA DEPAN
NAMUN KITA DAPAT MEMERCAYAI DIA YANG MENGENDALIKAN MASA DEPAN

16/06/2026

Rabu, 17 Juni 2026

SIAPA TAHU YANG TERBAIK?

Bacaan:
2Tawarikh 36:15-21

Nas:
Mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya
(2Tawarikh 36:16)

"Saya mencintai pekerjaan saya," kata Maggie, seorang perawat yang masih muda, "namun ketika saya memberi tahu orang apa yang perlu dilakukan agar ia tetap sehat, tetapi nasihat saya tidak dituruti, saya pun menjadi sangat frustrasi."

Saya tersenyum dengan penuh pengertian. "Saya pun merasa demikian saat memulai karier editorial saya," kata saya kepadanya. "Saat pengarang tidak memedulikan nasihat saya agar naskah mereka menjadi lebih baik, saya pun merasa frustrasi."

Kemudian saya menyadari bahwa hal ini mirip dengan masalah kerohanian. "Jika kita merasa frustrasi saat orang tidak menuruti nasihat profesional kita," kata saya, "coba bayangkanlah perasaan Allah apabila kita mengabaikan nasihat-Nya." Dia adalah Pribadi yang paling mengetahui hal terbaik bagi kita. Akan tetapi, kita kerap kali justru bersikap seakan-akan kita sudah mengetahui yang lebih baik.

Begitulah kasus bangsa Israel dahulu. Karena berpikir mereka tahu lebih banyak daripada Allah, mereka pun menuruti jalan mereka sendiri (2Tawarikh 36:15,16). Akibatnya, Yerusalem dan Bait Allah jatuh ke tangan orang-orang Babel.

Kita pun menghadapi kasus yang sama saat perintah-perintah Allah terlihat sulit. Kita menyimpulkan bahwa Dia melakukan pengecualian terhadap situasi kita.

Allah dengan murah hati mengajarkan hal yang terbaik (Yesaya 48:17,18) namun tidak memaksa kita untuk melakukannya. Dia dengan sabar menawarkan sesuatu yang benar dan baik, dan mengizinkan kita untuk memilihnya --JAL

PENGAJARAN ALLAH TIDAK SELALU MASUK AKAL TETAPI SUNGGUH BODOH JIKA KITA MERASA TAHU YANG LEBIH BAIK

15/06/2026

Selasa, 16 Juni 2026

MASALAH DENGAN ORANG

Bacaan:
Roma 12:14-21

Nas:
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam damai dengan semua orang!
(Roma 12:18)

Tetangga saya tampaknya jengkel terhadap saya. Kelihatannya saya telah melakukan sesuatu yang menjengkelkannya. Saat saya bertanya apakah saya telah menyinggung perasaannya, ia menanggapi dengan kasar, "Tidak!" Lalu saya berkata, "Saya tidak ingin ada perasaan tidak enak di antara kita. Jika saya telah melakukan sesuatu yang menyinggung perasaanmu, saya minta maaf." Sejak saat itu iklim di antara kami menjadi sejuk.

Seseorang mengatakan, "Semakin saya memahami manusia, saya semakin mencintai anjing saya." Ya, anjing itu setia, dapat diandalkan, selalu ingin menyenangkan, cepat memaafkan, dan melupakan. Tidakkah Anda berharap bahwa manusia pun seperti itu? Tetapi kadang kala, betapa pun kerasnya kita berusaha untuk memiliki hubungan yang baik dengan seseorang, usaha itu gagal.

Rasul Paulus mengacu pada situasi tersebut dalam Roma 12:18. Perhatikanlah kata-kata "kalau hal itu bergantung padamu". Ia tahu bahwa beberapa masalah dengan orang lain mungkin tidak pernah terselesaikan. Jika ada dua orang yang bertengkar, maka ada dua orang yang perlu berdamai. Jika Anda telah melakukan bagian Anda, tetapi masalah itu tidak selesai, maka ada sebuah rencana yang dapat diikuti. Jangan menyimpan amarah atau membalas dendam dengan tidak berbicara. Lakukanlah semua hal yang dapat Anda lakukan untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (ayat 21), dan izinkanlah Allah mencari penyelesaian masalahnya.

Kita perlu terus mengikuti langkah-langkah di dalam Roma 12 sampai masalah-masalah kita dengan orang terselesaikan -- tetapi terutama jika tidak terselesaikan --DJD

CARA TERBAIK UNTUK MENGALAHKAN MUSUH ADALAH DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA KASIH

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Manado?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Manado