Islamic Motivation Development
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Islamic Motivation Development, Gunungpring Muntilan, Magelang.
TIDUR ADALAH PROSES SPIRITUAL
Tidur adalah saudara kematian. Demikian Nabi Muhammad saw menjelaskan tidur dalam sebuah hadits. Tidak semua orang mengetahui di manakah jiwa selama proses tidur berlangsung. Saya pernah bertanya beberapa orang, Di manakah jiwa anda berada selama tidur? Kebanyakan orang tidak bisa menjawab dengan benar. Padahal Allah menjelaskan bahwa jiwa orang hidup itu berada dalam genggaman-Nya selama tidur. Demikian p**a jiwa orang mati juga berada dalam genggaman-Nya.
Tidur dan mati bisa diibaratkan saudara kembar. Keduanya memiliki persamaan dan memiliki perbedaan. Persamaan kedua adalah bahwa jiwa orang tidur dan jiwa orang mati sama-sama berada dalam genggaman Allah. Sedang perbedaan keduanya adalah jiwa orang tidur diperkenankan kembali ke alam dunia dan jiwa orang mati tidak diperkenankan kembali ke alam dunia. Kadang saat orang tidur bertemu dengan orang yang telah mati dalam sebuah mimpi. Hal itu adalah bukti jelas bahwa jiwa orang tidur dan jiwa orang mati sama-sama berada dalam genggaman Allah dan bukan melayang-layang.
Bila kita telah memahami keberadaan jiwa manusia selama proses tidur berlangsung maka kita tidak akan main-main dengan perihal tidur. Paling tidak ada dua alasan penting. Pertama, kita akan mengembalikan jiwa kepada Sang Pemiliknya. Kedua, kita tidak mau kehilangan 1/3 umur terbuang sia-sia. Dengan kata lain, kita harus melakukan tidur sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw agar tidur kita benar-benar berkualitas.
Sebenarnya tidur berkualitas dapat kita ketahui dengan mudah sekali. Bila kita bisa melaksanakan tidur dengan baik maka kita akan memuji Allah setelah beberapa saat bangun tidur. Dengan kata lain, berdoa setelah beberapa saat bangun tidur adalah indikator keberhasilan dalam melaksanakan tidur. Ternyata kita hampir tidak pernah bisa memuji Allah setelah beberapa saat bangun tidur. Hal itu bisa disebabkan oleh ketidaktahuan kita tentang perihal tidur. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh pengetahuan kita bahwa tidur hanyalah proses istirahat bagi tubuh yang lelah dan letih.
*** bersambung ...
KISAH NYATA
Di siang hari, saya kedatangan tamu laki-laki di rumah. Saya pun menpersilahkannya masuk dan duduk di ruang tamu. Beberapa saat kemudian tamu itu memberikan proposal pembangunan pondok pesantren. Saya membaca proposal itu dengan baik lalu timbul niat dalam hati untuk memberikan infak kepada tamu itu. Begitu ada niat berinfak dalam hati tiba-tiba saja saya teringat susahnya mencari duit. Padahal sebelum kedatangan tamu itu, saya sama sekali tidak ingat susahnya mencari duit. Bahkan saya sedang menikmati kopi dan sebatang rokok pada saat itu. Pada keadaan seperti saya memikirkan apa yang telah terjadi dalam hati sehingga saya ingat susahnya cari duit.
Saya mencoba menelusuri apa yang terjadi dalam hati. Dalam penelusuran itu, saya menenukan dua hal penting. Pertama, niat berinfak itu sebenarnya datang dari sisi Allah ke dalam hati saya. Kedua, setan itu takkan tinggal diam bila saya berhasil menjalankan setiap niat baik yang datang dari sisi-Nya. Oleh sebab itu, saya mencoba merekonstruksi kembali tipu daya setan dalam hati. Dalam rekonstruksi, saya menemukan kelemahan dalam diri dan saya tidak pernah mengetahui sebelumnya.
Pada saat saya niat berinfak kepada tamu laki-laki itu, setan menperlihatkan bagaimana saya cari duit selama ini. Mengapa setan melakukan hal itu? Jawabnya sederhana sekali, bila saya ingat susahnya cari duit maka saya akan menunda atau bahkan tidak jadi melaksanakan niat berinfak kepada tamu itu. Memang benar, pada saat saya merasakan susahnya cari duit maka hati saya pun merasa berat untuk mengambil uang dari dompet dan memberikannya kepada tamu itu. Jika kondisi seperti itu dibiarkan maka saya tidak jadi melaksanakan niat berinfak. Oleh sebab itu, saya bertanya kepada Allah untuk menemukan solusinya.
Dalam hati saya bertanya, Ya Allah, jika aku mau berinfak kepada orang ini sementara itu hatiku merasakan berat karena teringat susahnya cari duit maka saya tidak jadi melakukan sebuah kebaikan. Sungguh tidak disangka-sangka muncul perkataan seperti inj, Bila kamu mau memberikan sebagian rizkimu kepada orang lain maka tidak usah kamu memandang susahnya kamu cari duit! Perkataan itu mampu memotivasi saya untuk segera melaksanakan niat berinfak. Tapi setan tidak tinggal diam dan ia berusaha dengan cara lain. Seakan-akan setan berkata, Baiklah, jika fenomena susahnya cari duit tidak bisa menggagalkanmu untuk berinfak kepada orang itu maka aku akan mencoba cara lain. Tiba-tiba saja dalam kesadaran muncul banyaknya kebutuhan hidup yang harus saya cukupi. Tadi saya teringat susahnya cari duit dan kini saya teringat banyaknya kebutuhan hidup.
Tampaknya setan memperlihatkan cara kedua di hadapan saya. Cara kedua adalah memperlihat banyak kebutuhan hidup agar saya menunda lagi niat untuk berinfak kepada tamu laki-laki itu. Saya tahu bila saya terus memikirkan banyaknya kebutuhan hidup maka saya akan menggagalkan niat baik itu. Tampaknya setan benar-benar tahu mengapa saya cari duit dan bagaimana saya cari duit. Dalam hal ini, saya tidak boleh diam, saya harus lekas cari solusi atas tipu daya setan ini.
Dalam hati saya bertanya, Ya Allah, jika aku mau berinfak sementara itu aku ingat banyaknya kebutuhan hidup yang harus aku cukupi maka aku takkan bisa melakukannya. Tiba-tiba muncul perkataan dalam hati, Bila kamu mau berinfak kepada orang lain maka tidak usah kamu memandang banyaknya kebutuhan hidupmu! Perkataan itu sanggup menggerakkan hati untuk tetap berinfak. Sekali lagi setan tidak akan tinggal diam karena saya akan melaksanakan niat baik. Seakan-akan setan berkata, Baiklah, saya telah berusaha memperdayamu dengan dua cara dan kamu bisa selamat. Sekarang saya akan mencoba cara ketiga. Tiba-tiba saja terlihat jelas keburukan tamu laki-laki itu. Saat itu, saya melihat bahwa laki-laki berusaha cari dana untuk pembangunan pesantren tapi sebenarnya ia cari duit buat dirinya sendiri.
Tentu saja saya juga akan menunda atau bahkan tidak jadi memberikan infak kepada tamu laki-laki itu. Saya tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Oleh sebab itu, saya harus memcari solusinya. Dalam hati saya bertanya, Ya Allah, bila aku mau berinfak sementara itu aku memandangi keburukan si penerima maka aku takkan bisa melakukannya. Tiba-tiba muncul perkataan dalam hati, Jika kamu mau berinfak kepada orang lain maka janganlah kamu mengingat susahnya cari duit, janganlah kamu mengingat banyaknya kebutuhan hidupmu, jangan memandangi keburukan si penerima tapi pandanglah Allah yang memberikan rizki kepadamu dan kepada orang itu!
Pandanglah Allah yang memberikan rizki kepadamu dan kepada orang itu! Perkataan itu sanggup menggerakkan hati untuk memberikan infak kepada orang lain. Bahkan setelah perkataan itu, setan tidak lagi bisa membuat tipu daya untuk menggagalkan niat baik dalam hati.
Berdasarkan kisah nyata itu, saya ingin menyampaikan tips berderma kepada orang lain baik dalam bentuk infak, sedekah, zakat dan lainnya.
1. Jika anda ingin berderma untuk orang lain maka janganlah anda mengingat susahnya cari rizki!
2. Jika anda ingin berderma untuk orang lain maka jangan anda mengingat banyaknya kebutuhan hidup anda!
3. Jika anda ingin berderma untuk orang lain maka janganlah anda memandangi keburukannya!
4. Jika anda ingin berderma untuk orang lain maka pandanglah Allah yang telah memberikan rizki kepada anda dan dia!
Sekian
6) Kita memperoleh sedikit pengetahuan dari sisi Tuhan itu bkn sbb usaha kita tapi semua itu terjadi krn kehendak-Nya.
5) Kita bisa mengetahui segala hal di dunia ini sebab Allah telah memberikan sedikit pengetahuan-Nya kepada kita.
4) Segala hal yang datang dari sisi Tuhan pastilah ia adalah hal baik dan luar biasa karena Dia adalah Sang Maha Sempurna.
4) Segala hal yang datang dari sisi Tuhan pastilah ia adalah hal baik dan luar biasa.
3) Ketika pengetahuan dr sisi Tuhan itu sprt cahaya masuk ke dalam wujud kegelapan itu maka tampaklah wujud diri kita.
2) Tubuh kita ini adalah wujud kegelapan; dan sedikit pengetahuan dari sisi Tuhan itu adalah cahaya dari sisi-Nya.
3) Ketika pengetahuan dari sisi Tuhan itu masuk ke dalam wujud kegelapan itu maka tampaklah wujud diri kita.
2) Tubuh kita ini adalah wujud kegegelapan; dan sedikit pengetahuan dari sisi Tuhan itu adalah cahaya dari sisi-Nya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the place of worship
Telephone
Address
Gunungpring Muntilan
Magelang