Rayya dan Rimba Watukebo

Rayya dan Rimba Watukebo

Share

Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak (RIMBA)

Photos from Rayya dan Rimba Watukebo's post 26/03/2026

entahlah, aku begini adanya...

Photos from Rayya dan Rimba Watukebo's post 23/03/2026

ikut menikmati saja, apa adanya

Photos from Rayya dan Rimba Watukebo's post 18/10/2025

Hai kawan, ada yang mau punya bukuku ini? Beneran mau?

Aku OPEN PO-nya, ya.
55K —hubungi +62 823-3179-1629

BEREBUT BUKU BEREBUT SENJATA MELAWAN KETERTINGGALAN PENGETAHUAN —KEDAI 2025

: kolaborasi #dispussipjember #dispemasdesjember #dp3akbjember #rimbawatukebo #pusbin_badanbahasa 

selepas dari menjelajah desa, mengunjungi situs Prasada Watukebo, anak-anak peserta Kedai kembali naik Pegon menuju plataran TBM Rimba Watukebo untuk sarapan dan materi literasi berikutnya. Seolah jet lag anak-anak turun dari Pegon mencari sandaran dan tempat duduk di plataran Rimba, seraya menyantap kudapan pagi. 

Sarapan sudah, kudapan sudah, dan tak lama mobil pintar dari @dispusip.jember pun hadir tepat waktu, menghampiri anak-anak desa yang sejatinya lapar akan bacaan dan ilmu. Mencari dan meminjam buku menjadi keriuhan yang menyegarkan diantara hiruk pikuk para orang tua yang merasa buntu akan sikap anak-anaknya yang kecanduan gawai. Anak-anak perlu teman bercerita, butuh kawan membaca, rekan berkarya yang nyaman —dipandu pak Fatur (pustakawan senior) dan pak Munif.

Hadir juga pak Sugeng -Kabid Perlindungan Anak dari @bidangpa_dp3akbjember memberikan motivasi dan literasi tentang jaminan hak perlindungan anak. Pun hadir p**a pak Hari -Kadis @dpmd_jember memberikan dukungan pada #gerakanliterasipedesaan. Kolaborasi dan keseruan untuk melestarikan ruang bertumbuh anak-anak tak boleh berhenti, sebab hidup harus terus berjalan, berdaya dan setara. 

Sampai jumpa pada kolaborasi selanjutnya. Tore.. 

@badanbahasakemendikbud
#kemahdongenganakindonesia
#pusbin_badanbahasa #banpem_komlit2025 #tbmrimbawatukebo #rimbawatukebo 

#kedai2025 #kedaidongeng
#sdnandongsari02 #balairwinstitute #kedairimba #anakmajuberkarya #desamajuberdaya #gerakanliterasipedesaan #dispemasdesjember #dispussipjember #dp3akbjember #bankindonesiajember #diragrup #desaandongsari 02/10/2025

bergerak sama sama dan setara 💪🇲🇨

BEREBUT BUKU BEREBUT SENJATA MELAWAN KETERTINGGALAN PENGETAHUAN —KEDAI 2025 : kolaborasi #dispussipjember #dispemasdesjember #dp3akbjember #rimbawatukebo #pusbin_badanbahasa selepas dari menjelajah desa, mengunjungi situs Prasada Watukebo, anak-anak peserta Kedai kembali naik Pegon menuju plataran TBM Rimba Watukebo untuk sarapan dan materi literasi berikutnya. Seolah jet lag anak-anak turun dari Pegon mencari sandaran dan tempat duduk di plataran Rimba, seraya menyantap kudapan pagi. Sarapan sudah, kudapan sudah, dan tak lama mobil pintar dari @dispusip.jember pun hadir tepat waktu, menghampiri anak-anak desa yang sejatinya lapar akan bacaan dan ilmu. Mencari dan meminjam buku menjadi keriuhan yang menyegarkan diantara hiruk pikuk para orang tua yang merasa buntu akan sikap anak-anaknya yang kecanduan gawai. Anak-anak perlu teman bercerita, butuh kawan membaca, rekan berkarya yang nyaman —dipandu pak Fatur (pustakawan senior) dan pak Munif. Hadir juga pak Sugeng -Kabid Perlindungan Anak dari @bidangpa_dp3akbjember memberikan motivasi dan literasi tentang jaminan hak perlindungan anak. Pun hadir p**a pak Hari -Kadis @dpmd_jember memberikan dukungan pada #gerakanliterasipedesaan. Kolaborasi dan keseruan untuk melestarikan ruang bertumbuh anak-anak tak boleh berhenti, sebab hidup harus terus berjalan, berdaya dan setara. Sampai jumpa pada kolaborasi selanjutnya. Tore.. @badanbahasakemendikbud #kemahdongenganakindonesia #pusbin_badanbahasa #banpem_komlit2025 #tbmrimbawatukebo #rimbawatukebo #kedai2025 #kedaidongeng #sdnandongsari02 #balairwinstitute #kedairimba #anakmajuberkarya #desamajuberdaya #gerakanliterasipedesaan #dispemasdesjember #dispussipjember #dp3akbjember #bankindonesiajember #diragrup #desaandongsari

MERAYAKAN LITERASI DALAM KEDAI 2025 (KEMAH DONGENG ANAK INDONESIA)

#pegon #pegonambulu

Pagi itu, anak-anak begitu semangat, sebab apa? Yup, mereka akan berkelana, menyusuri desa dengan menaiki Pegon —armada tradisional masih lestari di wilayah Jember selatan. Bahkan Pegon tengah diupayakan menjadi WBTB oleh kabupaten Jember (Warisan Budaya Tak Benda). Rimba Watukebo bekerja sama dengan Paguyuban Pegon menyediakannya menjadi sarana literasi yang menyenangkan. 

Akhir pekan lalu, anak-anak peserta KEDAI telah bersiap mengikuti field trip —jelajah desa mengunjungi objek di duga c***r budaya ODCB, yang terletak di dusun Watukebo, Andongsari, Jember. Objek itu disinyalir diduga berdasarkan sumber literasi sejarah yang ada adalah 'Prasada Watukebo' —yang konon telah ada pada era Majapahit. 

Sejak pagi, bahkan selepas subuh mereka sudah berkerumun di sekitar tendanya masing-masing. Meski telah semalaman bersuka ria menonton film, menyaksikan pertunjukan kawannya, berdiskusi tentang ceritanya, hingga sebelum tidur anak-anak menulis surat untuk orang tuanya. 

Pegon, mungkin masih akrab bagi masyarakat Jember selatan, namun demikian menaikinya bahkan keliling desa beramai-ramai bisa jadi pengalaman pertama yang special bagi anak-anak. Mereka di antar para 'Bajingan' —sopir pegon— menuju situs sejarah lokal yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. 

Jelajah desa ini salah satu materi peningkatan literasi masyarakat (khususnya anak-anak) bagaimana mengenal dan memahami cerita sejarah desa di lingkungannya. Imam Jazuli, seorang pegiat sejarah menjadi pemateri dalam field trip —jelajah situs— kali ini. Mau ikut jelajah desa, lagi?

@badanbahasakemendikbud
#pusbin_badanbahasa
#banpem_komlit2025
#tbmrimbawatukebo
#rimbawatukebo

#kedai2025 #kemahdongeng
#kemahdongenganakindonesia #kedai_rimbawatukebo #gerakanliterasipedesaan #sdnandongsari02 #balairwinstitute #bankindonesiajember #dispussipjember #dispemasdesjember #dp3akbjember #diragrup #desaandongsari 01/10/2025

serunya keliling desa

MERAYAKAN LITERASI DALAM KEDAI 2025 (KEMAH DONGENG ANAK INDONESIA) #pegon #pegonambulu Pagi itu, anak-anak begitu semangat, sebab apa? Yup, mereka akan berkelana, menyusuri desa dengan menaiki Pegon —armada tradisional masih lestari di wilayah Jember selatan. Bahkan Pegon tengah diupayakan menjadi WBTB oleh kabupaten Jember (Warisan Budaya Tak Benda). Rimba Watukebo bekerja sama dengan Paguyuban Pegon menyediakannya menjadi sarana literasi yang menyenangkan. Akhir pekan lalu, anak-anak peserta KEDAI telah bersiap mengikuti field trip —jelajah desa mengunjungi objek di duga c***r budaya ODCB, yang terletak di dusun Watukebo, Andongsari, Jember. Objek itu disinyalir diduga berdasarkan sumber literasi sejarah yang ada adalah 'Prasada Watukebo' —yang konon telah ada pada era Majapahit. Sejak pagi, bahkan selepas subuh mereka sudah berkerumun di sekitar tendanya masing-masing. Meski telah semalaman bersuka ria menonton film, menyaksikan pertunjukan kawannya, berdiskusi tentang ceritanya, hingga sebelum tidur anak-anak menulis surat untuk orang tuanya. Pegon, mungkin masih akrab bagi masyarakat Jember selatan, namun demikian menaikinya bahkan keliling desa beramai-ramai bisa jadi pengalaman pertama yang special bagi anak-anak. Mereka di antar para 'Bajingan' —sopir pegon— menuju situs sejarah lokal yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Jelajah desa ini salah satu materi peningkatan literasi masyarakat (khususnya anak-anak) bagaimana mengenal dan memahami cerita sejarah desa di lingkungannya. Imam Jazuli, seorang pegiat sejarah menjadi pemateri dalam field trip —jelajah situs— kali ini. Mau ikut jelajah desa, lagi? @badanbahasakemendikbud #pusbin_badanbahasa #banpem_komlit2025 #tbmrimbawatukebo #rimbawatukebo #kedai2025 #kemahdongeng #kemahdongenganakindonesia #kedai_rimbawatukebo #gerakanliterasipedesaan #sdnandongsari02 #balairwinstitute #bankindonesiajember #dispussipjember #dispemasdesjember #dp3akbjember #diragrup #desaandongsari

KEDAI 2025 : MAIN LEMPUNG
21 September 2025
—bercerita aku pada tanah

Jelang sore, anak-anak begitu antusias. Mereka bergelak dalam canda seraya menanti pembagian lempung. Sebongkah tanah mainan yang sudah jarang, bahkan langka untuk mereka sentuh. Dan Kedai, menjadi ruang tumpah ruah bahasa dan ekspresi mereka —untuk mengungkap dan menghadirkan bentuk otentik dari memori serta literasinya.

Bermain lempung, dari sudut pandang budaya, adalah tindakan kembali ke asal-usul manusia. Tanah liat bukan sekadar materi, tetapi bahasa purba yang menghubungkan manusia dengan bumi. 

Lempung menghadirkan dialog kultural yang hening antara tangan anak dan semesta, di mana imajinasi berwujud menjadi bentuk. Dalam kerangka pedagogi, aktivitas ini adalah praktik literasi yang melampaui teks: anak belajar menyusun makna, mengabstraksikan bentuk, dan menyampaikan gagasan melalui medium tak tertulis.

Dalam praktek kebahasaan ini bisa  dilihat sebagai akuisisi “gramatika alami” dalam pengalaman sensorimotor—anak belajar memahami struktur, keteraturan, sekaligus kebebasan berkreasi. Dari sisi ini perkembangan, bermain lempung menstimulasi motorik kasar saat menekan, meremas, dan menggumpal, sekaligus melatih motorik halus ketika membentuk detail kecil. Dampak mentalnya adalah pelepasan ketegangan, ruang bagi ekspresi emosi, dan penguatan rasa percaya diri. Lempung, dalam kesederhanaannya, adalah teks hidup tentang kebebasan, keindahan, dan pembentukan diri. 

@badanbahasakemendikbud
#pusbin_badanbahasa #banpemkomlit2025 #tbmrimbawatukebo #rimbawatukebo 

#mainlempung #literasipedesaan #sdnandongsari02 #bankindonesiajember #desaandongsari #dispemasdesjember #dispussipjember #dp3akbjember #diragrup #balairwinstitute #rumahdongengcantikan #alitjember #langgarkawruhaksari #srawungsastra 01/10/2025

asyiknya di KEDAI 2025

KEDAI 2025 : MAIN LEMPUNG 21 September 2025 —bercerita aku pada tanah Jelang sore, anak-anak begitu antusias. Mereka bergelak dalam canda seraya menanti pembagian lempung. Sebongkah tanah mainan yang sudah jarang, bahkan langka untuk mereka sentuh. Dan Kedai, menjadi ruang tumpah ruah bahasa dan ekspresi mereka —untuk mengungkap dan menghadirkan bentuk otentik dari memori serta literasinya. Bermain lempung, dari sudut pandang budaya, adalah tindakan kembali ke asal-usul manusia. Tanah liat bukan sekadar materi, tetapi bahasa purba yang menghubungkan manusia dengan bumi. Lempung menghadirkan dialog kultural yang hening antara tangan anak dan semesta, di mana imajinasi berwujud menjadi bentuk. Dalam kerangka pedagogi, aktivitas ini adalah praktik literasi yang melampaui teks: anak belajar menyusun makna, mengabstraksikan bentuk, dan menyampaikan gagasan melalui medium tak tertulis. Dalam praktek kebahasaan ini bisa dilihat sebagai akuisisi “gramatika alami” dalam pengalaman sensorimotor—anak belajar memahami struktur, keteraturan, sekaligus kebebasan berkreasi. Dari sisi ini perkembangan, bermain lempung menstimulasi motorik kasar saat menekan, meremas, dan menggumpal, sekaligus melatih motorik halus ketika membentuk detail kecil. Dampak mentalnya adalah pelepasan ketegangan, ruang bagi ekspresi emosi, dan penguatan rasa percaya diri. Lempung, dalam kesederhanaannya, adalah teks hidup tentang kebebasan, keindahan, dan pembentukan diri. @badanbahasakemendikbud #pusbin_badanbahasa #banpemkomlit2025 #tbmrimbawatukebo #rimbawatukebo #mainlempung #literasipedesaan #sdnandongsari02 #bankindonesiajember #desaandongsari #dispemasdesjember #dispussipjember #dp3akbjember #diragrup #balairwinstitute #rumahdongengcantikan #alitjember #langgarkawruhaksari #srawungsastra

Photos from Rayya dan Rimba Watukebo's post 14/09/2025

semoga senantiasa dilancarkan rejeki keluargaku, serta penuh barokah buat sesama.. Aamiin 🤲🙏

Want your establishment to be the top-listed Arts & Entertainment in Jember?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Art

Telephone

Website

Address


Jember

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 19:00
Saturday 09:00 - 21:00
Sunday 06:00 - 17:00