Sebumi

Sebumi

Share

Learning conservation & sustainability through experiencing nature’s wonder & biodiversity

Sebumi is a subsidiary of Eco Indonesia, an organization aiming to provide learning and understanding on environmental issues and challenges through direct experiential learning with nature and hands on involvement in the ground. Sebumi will focus on providing tourist and nature-enthusiast the chance to gain a life time experience being together with the beauty of mother nature. We provide a real

Photos from Sebumi's post 13/06/2026

Liburan sekolah sering kali berakhir dengan pola yang sama: bangun, bermain gadget, menonton video, lalu mengulanginya lagi besok.

Padahal, ada banyak hal yang tidak bisa dipelajari dari layar. Akan menyenangkan melihat mereka dapat menyentuh tanah secara langsung, melihat proses sebuah benih tumbuh menjadi makanan dan sisa dapur yang kembali bermanfaat melalui maggot, bahkan memanen buah pala dari kebun secara langsung dan mengolahnya menjadi minuman fermentasi.

Melalui "Farm Adventure: Little Farmer, Big Earth" bersama Rumah Mahika dan Sebumi, anak-anak diajak belajar langsung dari alam melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh eksplorasi!

Kita harus ingat, pelajaran terbaik tidak datang dari layar, melainkan dari pengalaman yang bisa disentuh, dirasakan, dan diingat langsung.

πŸ“… 11 Juli 2026
πŸ“ Rumah Mahika, Bogor

Daftar pada tautan di bawah ini, atau DM kami untuk informasi lebih lanjut!
bit.ly/LittleFarmerBigEarth

07/06/2026

Tahun kemarin, Bandung menghasilkan hampir 1.500 ton sampah setiap hari.

Sementara itu, kapasitas pengangkutan sampah harian masih berada di kisaran 800–900 ton. Artinya, masih ada tantangan besar yang perlu dihadapi bersama, mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pengelolaan yang lebih baik di tingkat kota.

Berangkat dari keresahan yang sama, "Plogging Fun Run: Morning Miles" jadi ruang bagi masyarakat untuk langsung mengambil peran.

Akhir pekan lalu (]30/5), lebih dari 130 peserta berkumpul untuk berlari sambil memungut sampah di sepanjang rute. Dalam waktu sekitar satu jam dan jarak sekitar empat kilometer, terkumpul 74,34 kilogram sampah yang sebelumnya berada di ruang publik.

Jumlah ini tentu tidak langsung menyelesaikan persoalan sampah Bandung. Namun ini bisa menunjukkan, perubahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak yang bergerak menuju tujuan yang sama.

Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan sistem pengangkutan. Upaya pengurangan, pemilahan, dan peningkatan kesadaran juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.

Semoga langkah kecil ini dapat menjadi pengingat bahwa lingkungan yang lebih bersih dimulai dari tindakan kolektif yang dilakukan secara konsisten. Terima kasih kepada New Hemangini Hotel, Plastavall Solution, dan seluruh peserta yang telah menjadi bagian dari Morning Miles kali ini!

Finish strong, keep it clean all along.
running

Photos from Sebumi's post 06/06/2026

We're calling you back, Sobat Sebumi! πŸ“’πŸŒ

Buat kamu yang butuh support system untuk jalanin sustainable living, the circle isn't complete without you! Dari aksi nyata, info green jobs, sampai community meet-up, semuanya ada di Sobat Sebumi!

Stop wandering alone. Let's make an impact together! ✨
Join Komunitas Sobat Sebumi sekarang!

Daftar di bit.ly/SobatSebumi2026
atau hubungi nomor di poster untuk info lebih lanjut!

03/06/2026

Pendaftaran Jogja Art Camp: Climate Change Voices Through Art resmi diperpanjang hingga 7 Juni 2026!

Selama tiga hari di Yogyakarta, peserta akan diajak mengeksplorasi bagaimana seni dapat menjadi medium untuk memahami, merespons, dan menyuarakan isu krisis iklim.

🎨 Puppet-making workshop bersama Papermoon Studio
♻️ Recycling center visit & recycled plastic workshop bersama Jogja Life Cycle
πŸ–ΌοΈ Mengenal ekosistem seni melalui kunjungan galeri dan kampus seni
🌏 Mengunjungi ARTJOG 2026 dan melihat bagaimana seni berbicara tentang isu sosial dan lingkungan
πŸ’¬ Refleksi kreatif dan diskusi bersama praktisi seni dan lingkungan
🀝 Bertemu teman-teman baru dengan minat yang sama

Ini jadi ruang belajar, bereksplorasi, dan menerjemahkan keresahan tentang masa depan bumi menjadi karya yang bermakna.

πŸ“… 26–28 Juni 2026
πŸ“ Yogyakarta
⚠️ Kuota terbatas!

πŸ”— bit.ly/jogjaartcamp

Photos from Sebumi's post 01/06/2026

Kadang, kita sering merasa krisis iklim adalah sesuatu yang jauh, abstrak, dan sulit dibayangkan. Padahal, perubahan itu terjadi dalam rentang waktu yang relatif cepat, bahkan lebih singkat dari usia beberapa klub sepak bola tertua di dunia. Sebut saja salah satunya .

Sejak kesebelasan London ini berdiri pada 1886, mereka masih menunggu trofi Liga Champions Eropa pertamanya setelah kalah adu penalti lawan PSG di final malam minggu kemarin.

Selama itu juga, dunia juga berubah dengan cepat.

Jumlah kendaraan bermotor tumbuh drastis hingga lebih dari 1,4 miliar unit. Kenaikan inj memberi banyak pengaruh ke suhu rata-rata bumi, konsentrasi karbon dioksida, dan juga kondisi permukaan air laut yang makin meninggi.

Berbeda dengan sepak bola, bumi tidak mengenal musim depan, pertandingan ulang, atau tambahan waktu untuk mengulang dan merestorasi kondisinya menjadi sama seperti dulu.

Justru karena itu, tiap keputusan yang kita ambil hari ini akhirnya tetap berarti. Mulai dari memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, membeli seperlunya, hingga kembali membangun hubungan yang lebih sehat dengan alam.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah dunia sedang berubah. Namun, perubahan seperti apa yang ingin kita tinggalkan untuk generasi berikutnya.✨️🌎

Photos from Sebumi's post 28/05/2026

Sudah sejak lebih dari 250 tahun lalu, Yogyakarta dibangun dengan cara pandang yang berbeda.

Melalui konsep Catur Gatra, Yogyakarta ditata berdasarkan empat elemen utama: Keraton sebagai pusat pemerintahan, Alun-alun sebagai ruang sosial, Masjid sebagai pusat spiritual dan solidaritas masyarakat, serta Pasar sebagai ruang ekonomi rakyat.

Tata ruang ini bukan cuma tentang estetika kota, tetapi juga tentang bagaimana manusia hidup lebih dekat, terhubung, dan selaras dengan lingkungannya. Di tengah kota-kota modern yang semakin padat, panas, dan kehilangan ruang bersama, filosofi ini rasanya makin relevan pada hari ini.

Melalui Jogja Heritage Green Tour, kita akan menyusuri kembali kawasan Keraton Yogyakarta sambil membaca bagaimana nilai-nilai keberlanjutan telah lama hidup dalam filosofi kota Jawa.

πŸ“ Jogja Heritage Green Tour
β€œKembali ke Jogja!”

πŸ“… Sabtu, 6 Juni 2026
⏰ 08.00–11.00 WIB
πŸ“Œ Meeting Point: Titik Nol Jogja

🎟️ Rp 75.000/pax
⚠️ Kuota terbatas!

Daftar di sini sekarang!
πŸ”— bit.ly/JogjaGreenTour

27/05/2026

Eid al-Adha is not only about sacrifice, it is also about reflection about learning to live with more awareness, gratitude, and care.

In a world that constantly asks us to consume more, this moment reminds us to pause and rethink what truly matters: our relationship with others, with nature, and with the life we choose to build every day.

May this celebration bring warmth, kindness, and a deeper sense of responsibility toward the Earth and the communities around us.

πŸŒ™ Eid al-Adha Mubarak from Sebumi.

Photos from Sebumi's post 25/05/2026

Hutan bukan lah sekedar lanskap bagi masyarakat adat Moi. Hutan adalah mama, dapur, ruang belajar, sekaligus rumah yang membentuk cara hidup masyarakat adat Moi.

Melalui tradisi Waili, kita diajak untuk melihat kembali hubungan kita dengan makanan. Bahwa setiap yang ada di piring punya perjalanan, punya cerita, dan lahir dari keseimbangan yang dijaga.

Dari proses meramban di hutan, penggunaan alat masak alami, hingga cita rasa asli dari bahan-bahan yang diolah tanpa perisa buatan. Waili mengingatkan bahwa alam sudah menyediakan. Dan manusia punya peran untuk menjaga dan menghargai apa yang ada.

Kalau kamu tertarik untuk merasakan perjalanan ini, kembali terhubung dan memahami apa yang kita konsumsi setiap hari, dan mungkin pelan-pelan melihatnya dengan cara yang berbeda, kamu bisa bergabung dalam perjalanan ini!

Jelajah Malamoi bersama Lumbung Sagu

πŸ—“11 - 16 Juni 2026
πŸ‘₯ Kuota terbatas

Kunjungi laman Lumbung Sagu untuk informasi dan reservasi lebih lanjut!

22/05/2026

Apakah kamu mengenal suara burung di sekitarmu? 🐦

Setiap pagi, kota sebenarnya punya ambiens alami bernama dawn chorus, momen ketika burung-burung bernyanyi bersamaan saat matahari terbit. Kicauan ini dinyanyikan untuk menandai wilayah, mencari pasangan, sampai saling memberi sinyal kondisi lingkungan sekitar.

Keberadaan suara burung di kota bukan cuma bikin suasana lebih hidup. Burung kota juga punya fungsi ekologis penting seperti penyebaran biji tanaman mengontrol populasi serangga, dan indikator kesehatan ruang hijau kota.

Ketika suara burung mulai hilang dari kota, sering kali itu pertanda ruang hidup mereka ikut menghilang: pohon berkurang, suhu makin panas, polusi meningkat, dan kota makin tidak ramah bagi makhluk hidup selain manusia.

Kota yang baik tak hanya memberi ruang untuk warganya, tapi juga ruang hidup untuk satwa kota. Dari burung, serangga, hingga reptil sebagai suatu ekosistem utuh yang hidup.

Yuk uji pengetahuanmu tentang jenis-jenis burung kota dengan menulis jawabanmu di kolom komentar! ✨

Selamat hari keanekaragaman hayati!

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jalan Rindang No. 4 Cipedak Jagakarsa
Jakarta
12630

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00