Majelis Rasulullah
ALLAHUMMASHALLI WASALLIM 'ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WAALIHI WASHAHBIHI WASALLIM
05/10/2018
04/10/2018
Kutipan Tausiah (kalam mutiara) Al-Musnid Al'aribillah Al'allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidhz.
Di Masjid Sultan Iskandar Bandar Dato' Onn, Johor Baru, Malaysia.
2 oktober 2018 || 22 Muharram 1440 H
………………
• Tiada hamba yang selamat tanpa berpegang Teguh kepada Alloh dan rasul Nya. Dan seorang hamba yang berpegang Teguh di jalan yang benar (yang Alloh Ridhoi dan Cintai), maka hamba tersebut akan dinaungi Oleh para Nabi dan Rasul.
• Orang-orang akan dibawa ke dalam neraka secara berkelompok-kelompok, sesuai dengan apa2 yang kelompok itu lakukan saat di dunia (dlm perkelompokan yang tidak Alloh cintai / Alloh murkai).
Dan bagi orang-orang yang bertaqwa di jalan Alloh dan Rasul Nya akan digiring nantinya ke Surga Nya Alloh swt. Dan diharamkan bagi seluruh manusia masuk ke surga sebelum Nabi Muhammad Rasulillah saw memasukinya terlebih dahulu ke Surga Nya Alloh swt.
Begitu juga neraka, tiada yang boleh masuk ke neraka kecuali Iblis sudah masuk duluan ke dalam neraka.
Adapun iming-iming iblis semasa di dunia adalah palsu, karena iblis pun tidak mempunyai apa-apa sebagai jaminan iming-imingnya. Tugas iblis hanyalah mengelabuhi manusia serta menjerumuskan hamba Nya ke dalam neraka. Dan iblispun tidak menyuruh manusia untuk mengikutinya, karena justru manusialah yang mengikuti Iblis.
Semoga Alloh swt senantiasa memberikan kita ketaqwaan, agar kita terselamatkan drpd gangguan syaithon dan iblis.
• Dasar daripada Iman adalah Ikhlas hanya karena Alloh SWT
• Bilamana ada orang fasik yang melakukan kefasikannya di khalayak ramai (di hadapan orang banyak) dengan leluasa tanpa ada yang menghalanginya, maka di dalamnya ada banyak kongsi perksekutuan. Maka akan Alloh hancurkan keseluruhannya (baik yg fasik maupun tidak)
Dan bilamana maksiat merajalela yang dilakukan di dalam keramaian banyak orang serta tak ada instansi di dalamnya yang melarangnya, maka akan Alloh binasakan keseluruhannya.
Namun jika ada kelompok2 yang melarang perbuatan2 tersebut di atas, maka balasan mulia akan Alloh berikan kepada kelompok yang melarang tersebut.
• Bagaimana kalian bisa setenang itu meninggalkan kewajiban anda kepada Alloh (walau satu waktu), Apakah tdk ada beban pikiran atau penyesalan jika meninggalkan satu waktu saja kewajiban kita Kepada Alloh swt.? Ingatlah bahwa kelak balasan Alloh besar bagi yang melakukannya.
• Ingatlah bahwa maksiat hati itu lebih membahayakan daripada Maksiat Jasady (badan). Dan diantara maksiat hati itu adalah iri, dengki, sombong, menghasut, ghibah, membenci, dan saling mencetuskan timbulnya perpecahan di kalangan kaum muslimin.
• Tujuan Alloh swt menciptakan dunia dan isinya ini tiada lain adalah karena Nabi Muhammad Rasulillah saw. Dan kasih sayang Alloh sangatlah besar keatas beliau (saw). Dan apabila kita ingin disayangi Oleh Alloh swt, maka ikutilah Insan Terkasih Nya Alloh swt iatu Nabi Muhammad Rasulillah saw.
Adakah kita tidak mau di sayangi Oleh Alloh swt? Tentunya kita sangat ingin di sayangi oleh Alloh swt.
Dan jika Alloh swt telah menyayangi hamba Nya, maka Alloh tidak akan mengAdzab hamba tersebut. Karena Alloh tidak akan mengAdzab seorang hamba yang telah Alloh swt Sayangi.
Dan hal paling Agung kepada seorang hamba yang disayangNya adalah bahwa setiap pendengaran, penglihatan, gerakan tangan dan langkah kakinya adalah merupakan pantulan cahaya dari Alloh yang telah Alloh berikan kepada hamba Nya tersebut.
Sebagaimana telah Diceritakan oleh Al Habib 'Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Shohibul Maulid Simtud Dhuror), suatu saat didatangi seorang lelaki.orang itu datang menghampiri Beliau dan memohon Doa pada Al Habib Ali Al Habsyi.
Lelaki itu berkata :
"Ya Habib Doakan aku."
Habib Ali bertanya :
"Doa apa yang kau minta?."
Lelaki itu berkata :
"Doakan supaya aku menjadi Hamba yang dicintai Allah Swt."
Jawaban lelaki itu membuat Habib Ali tertegun dan heran, karena kebiasaan Orang yang minta Doa pada Beliau senantiasa mengenai kelapangan rezeki, menginginkan kebahagiaan dan lain-lainnya... Tetapi lelaki ini berbeda Doanya.
Habib Ali bertanya lagi :
"Kenapa kau meminta untuk menjadi Hamba yang di Cintai Allah Swt?."
Lelaki itu menjawab :
"Ketahuilah wahai Habib, aku memiliki seorang anak yang masih kecil, betapa aku teramat sayang dan mencintai anakku, ketika aku sedang mengendong anakku, tiba-tiba dia mengeluarkan kotoran, tetapi tidak ada sedikitpun rasa jijik, apalagi marah didalam Hatiku...Bahkan buah hatiku aku peluk dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang dan tetap aku menciumnya."
"Sehingga aku ingin ketika aku menjadi Hamba yang di Cintai oleh Allah Swt...
Kelak ketika aku kembali Kepada-Nya,
aku ingin Allah mau menerimaku karena Kasih Sayang-Nya,
aku ingin menjadi Hamba yang dicintai-Nya. Sehingga kesalahanku, keburukanku tidak akan dipandang oleh-Nya, tetapi yang dipandang hanyalah kebaikanku, dan aku ingin Allah Swt Mencintaiku sebagaimana aku mencintai anak yang didalam pelukanku tadi."
• Diriwayatkan bahwa Nabi Musa 'Alaihi salam pernah berkata, " Wahai Rabb Ku Yang Maha Mulia, Bagaimana aku dapat membedakan antara orang yang ENGKAU CINTAI dengan orang yang ENGKAU BENCI?"
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Wahai Musa, Sesungguhnya jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya"
Nabi Musa bertanya, "Wahai Rabb, apa kedua tanda itu?"
Allah S.w.t berfirman: "Aku akan mengilhamkannya agar dia (sekelompok orang-orang) yang berdzikir kepada Ku, agar aku dapat menyebutnya di kerajaan langit dan Aku akan menahannya dari lautan murka Ku, agar dia tidak terjerumus dalam azab dan siksaKu."
Dan Alloh berfirman; "Wahai Musa, jika Aku membenci seorang hamba, Aku jadikan juga dua tanda kepadanya"
Nabi Musa Alaihisalam : "Wahai RabbKu, apa kedua tanda itu?"
Allah S.w.t berfirman : "Aku akan melupakannya (sekelompok orang-orang) berdzikir kepada Ku, Aku akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya, agar dia terjerumus dalam lautan Murka Ku dan merasakan azab pedihKu."
• Sebab dari tertolaknya bala musibah adalah dengan meramaikan masjid dan memakmurkannya dengan halaqah - halaqah, yaitu dengan perbanyak berdzikir di dalamnya, perbanyak membaca dan tadabur Al-Qur'an, serta pembacaan sholawat (mawlid) juga pembacaan Rattib dan berbagai ibadah-ibadah lainnya. Dengan cara seperti itulah Alloh akan meredam segala bala yang akan datang kepada wilayah tersebut.
………………
Allohumma sholli 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi Sayyidina Muhammad
18/09/2018
Assalamualaikum.wr.wb sekedar mengingatkan kembali...terima kasih
Assalamu'alaikum wr wb, pemberitahuan .... Kepada Yth. Bapak/Ibu/Sdr/i Kaum Muslimin dan Muslimat ...Bersama ini kami beritahukan bahwa, kami dari pengurus Maqam Keramat Luar Batang, beserta segenap panitia Maulid, Insya Allah akan menyelenggarakan acara peringatan Maulid Akbar Baginda Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H / 2017, diadakan dua tahap :- Tahap I ( kaum pria ) Ahad/ Minggu tgl 2 Rabi'ul akhir 1438 H atau 1 Januari 2017 pkl 08.30 WIB s/d selesai, tempat Masjid dan Maqam Keramat Luar Batang, penceramah Habaib dan Alim Ulama.Tahap II ( kaum wanita ) Selasa, 4 Rabi'ul akhir 1438 H/ 3 Januari 2017. Di tempat yg sama, penceramah Ustadzah / Muballighah.Pada kesempatan ini perlu kami sampaikan, bagi yg ingin berpartisipasi menunjang kelancaran acara ini dipersilakan menyampaikan bantuannya di nomor rekening BCA 5530333045 a.n. Husein Alaydrus. Atau konfirmasi 02166697276 / Hp 081213741714 ( Husein bin Hasan Alaydrus ).Demikian pemberitahuan ini secara resmi kami sampaikan, atas perhatian dan bantuannya, kami ucapkan jazakumullah Khoiron katsiro dan terima kasih. Wass. Wr. Wb.Ttd.Ketua / Mutawalli Maqam / Panitia Maulid, HABIB HUSEIN bin HASAN ALAYDRUS.
09/08/2016
Logo apa itu…?
Huruf ‘ﺡ’ ditengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan
“Darkaah Ya Ahlal Madinah” , di bawahnya bertuliskan “Ya Tarim Wa Ahlaha” , di samping kanannya bertuliskan lafzhul jalalah yang berbunyi ﻓﺘﺎﺡ ﻳﺎ “Ya Fattah” dan di samping kirinya ﻳﺎ ﺭﺯﺍﻕ “Ya Rozzaaq” . Di atas huruf ‘ha’ bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf ‘ha’ bertuliskan angka 110 .
Mengenai isim seperti itu dan yang semacamnya maka hal itu merupakan tabarruk dan tawassul kepada hal yang mulia.
Sedangkan isim di atas sendiri adalah tabarruk dan tawassul kepada al Imam al Habib Abdullah bin al Haddad , seorang Wali Quthb yang sangat masyhur, cucu Rasulullah SAW dari Sayyidina Husain bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib, suami Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah Muhammad SAW.
Beliau adalah penyusun Ratib al Haddad , Wirdullathif yang banyak diamalkan oleh muslimin di berbagai penjuru dunia, juga kitab Risalatul Mu’awanah, Nashoihud Diniyah, dll.
Dijelaskan oleh Al Habib Munzir bin Fuad al Musawwa, “Darkah ya ahlal madinah” maksudnya adalah bertawassul pada shohibul Madinah yaitu Rasulullah SAW.
“Yaa Tarim wa ahlaha” adalah tawassul kepada para shalihin dan lebih dari 10 ribu wali yang dimakamkan di pemakaman Zanbal, Fureidh, dan Bakdar, yang pada pekuburan Zanbal itu juga terdapat Ashabul Badar utusan Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq r.a. yang wafat di sana. “110” melambangkan marga Ibn Syeikh Abubakar bin salim Fakhrul Wujud (dzuriyyah Rasulullah SAW). “1030” melambangkan marga Al Habsyi (dzuriyyah Rasulullah SAW).
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut di kaki Rasulullah saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa. Maka Sang Nabi saw menepuk pundakku, “Tenang dan sabarlah.. . sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku."
AlHabib Mundzir AlMusawa : Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu. Aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kuli yang bekerja sepanjang hari, di hadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda, "Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi… kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah….”
Kujenguk dalam kemah mewah itu ada Guru Mulia (Habib Umar bin Hafidz) seraya berkata, "Kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi Engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia."
Maka Rasulullah saw terus mengajakku masuk, "Masuklah... kau sudah kelelahan… kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah). Tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah di sini bersamaku… serumah denganku… seatap denganku…. makan dan minum bersamaku.... masuklah!"
Lalu aku berkata, "Lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasulullah saw).”
Maka beberapa orang menjawab di belakangku, “Wafatmu akan membangkit kan ribuan hati untuk meneruskan cita-citamu...! Masuklah…!"
Lalu malaikat Izrail as. menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata, "Mari… ku hantar kau masuk... mari…"
Maka kutepis tangannnya dan aku berkata, “Saya masih mau membantu Guru Mulia saya.
Maka Rasulullah saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku. Aku terbangun…. Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya. Ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as. Kukatakan padanya, "Belum… belum... aku masih ingin bakti pada Guru Muliaku… pergilah dulu!” Maka ia pun menghilang gaib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut di kaki Rasulullah saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa. Maka Nabi saw menepuk pundakku, “Tenang dan sabarlah.. sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku." Usia saya kini 39 tahun pada 23 Februari 1973.
Penadangan otak ini adalah penyakit terakhirku. Aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasulullah saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala. Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majlis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku… ampuni kesalahanku… kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi...
Al habib 'umar bin hafidh متعنا الله بطول حياته
Ada seorang sholeh yang datang ke kota Tarim untuk bertemu dan belajar kepada guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz. Ketika telah sampai di Tarim dan mempelajari kitab Bidayatul Hidayah, orang sholeh tersebut mengamalkan sedikit demi sedikit sunah-sunah Nabi saw apa yang telah dipelajari di dalam kitab Bidayatul Hidayah. Sekian waktu berlalu orang sholeh tersebut terus memperhatikan gerak gerik al-Habib Umar, dan orang sholeh tersebut sangat kagum melihat sosok al-Habib Umar bin Hafidz. Kemudian orang sholeh tersebut mengatakan "aku tidak perlu membaca kitab ini, cukup bagiku melihat al-Habib Umar bin Hafidz sudah melebihi apa yang ada di dalam kitab ini". Ini menunjukkan setiap gerak gerik, seiap apa yang guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz tidak terlepas dari pada sunah-sunah Baginda Nabi Muhammad saw.
(Kisah ini besumber dari salah seorang murid beliau yang berasal dari Indonesia). sultonul qulub alhabib munzir almunsawa pernah bercerita dari mulai 4thn tarbiyah bersama beliau saya tidak menemukan budi pekerti yg lebih dan serasi dgn nabi muhammad saw sbagaimana yg saya lihat dlm pribadi beliau, sbagaimana yang saya lihat dari kitab hadis nabawi tentang budi pekerti rosul, cara duduknya cara berjalannya cara bertidurnya, cara bicaranya dan cara segala galanya semuanya ada di dalam diri guru kita yang mulia alarifbillah alhafidz almusnid alhabib umar bin hafidz..
Semoga Allah swt memanjangkan umur guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz dalam segala keberkahan. Semoga Allah swt mempertemukan dan mengumpulkan bersama beliau di dunia sebelum di akhirat kelak bersama Rasulullah saw. Aamiin ya Robbal 'aalamiin..
Wa allahu a'lam bish showwab..
صلو على سيدنا وحبيبنا و شفيعنا و مولنا محمد... و اله وصحبه تسليما..
Kisah Perjuangan KH. Ihya' Ulumuddin Pujon Malang
==========================
KH Ihya' Ulumiddin adalah Ma’had Nurul Haromain Ngroto Pujon Malang dan santri dari Abuya As Sayyid Muhammad al Maliki. Hubungan antara murid dan guru ini terus berkesinambungan hingga saat ini, saat pesantren Abuya telah diasuh oleh As Sayyid Ahmad bin Muhammad al Maliki. Wujud dari hubungan ini salah satunya adalah hingga kini mayoritas santri Indonesia yang bermaksud untuk mondok di Rushaifah Makkah harus terlebih dulu berstatus sebagai santri Ma’had Nurul Haromain Ngroto Pujon Malang. Saat Abina KH Ihya' Ulumiddin mengembangkan tugas dakwah di Ngoro Pujon Malang mendapatkan banyak tantangan dari masyarakat dana atau tokoh masyarakat yang memiliki pemahaman kejawen dan darmo gandul.
Mereka melakukan serangan sihir hingga fisik. Salah satu cara menghabisi nyawa Abina adalah memotong selang rem mobil taff merah milik beliau.
Taff merah yang selang minyak rem dalam kondisi terpotong ditumpangi beliau dalam perjalanan dari Pujon ke arah Jombang.
Setelah nyampek di Kandangan diperiksakan di bengkel Kandangan ternyata selang udah terputus karena digergaji orang.
Tentu saja harapanya nyawa Abina melayang bersama taff merah di saat perjalanan di tepi jurang Pujon, Ngantang atau Kasembon.
Namun Allah Ta'ala masih memberi pertolongan sehingga mobil bisa berjalan normal walau harus mengisi minyak rem di perjalanan tersebut.
Kata Abina, jika diukur dengan nalar manusia maka mobil udah masuk jurang. Namun irodah Allah Ta'ala punya kehendak lain.
Beliau selamat hingga dapat meneruskan perjalan dakwah. Demikian kisah taff merah yang disampaikan Abina saat milad 25 tahun Ma'had Nurul Haromain Pujon Malang
kisah bilal sang muadzin baginda nabiyina MUHAMMAD SHOLLALLAAHU 'ALAYHI WA SALLAM ''
wafatnya Rasulullah, membuat Bilal dilanda kesedihan yang mendalam. Suatu ketika Khalifa Abu Bakar meminta Bilal untuk menjadi muadzin kembali, namun dengan perasaan yang masih sedih Bilal berkata : ”Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."Sepeninggalan Rasulullah SAW masih terasa di hati Bilal ia pun meninggalkan Madinah mengikuti pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.Setelah tingga lama di Syria, Bilal tidak pernah mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalammimpi Bilal, dan menegurnya: "Ya Bilal, Wamaa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?".Ia pun bangun dan segera mempersiapkandiri untuk melakukan perjalanan ke Madinah guna berziarah ke makam Rasulullah. Setiba di Madinah, Bilal tidak dapat menahan rindu dan kesedihannya pada Rasulullah SAW. Kemudian datang cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Denganmata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.Salah satu cucu Rasulullah SAW berkata kepada Bilal: "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami."Umar bin Khattab yang saat itu sebagai Khalifah juga memohon kepada Bilal untukmengumandangkan adzan, meski sekali saja. Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup.Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan.Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih adaRasulullah diantara mereka.Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat.Adzan yang tak bisa dirampungkan.Subhanallah, sungguh kisah yang sangat mengharukan betapa cintanya Bilal kepada Rasulullah SAW. sampai saat saya menuliskan kisah ini saya merasakan merinding sambil terharu.
Pernahkah Anda membaca dalam riwayat akan Sayidina Umar bin Khatab menangis..??
Sayidina Umar yg terkenal bertubuh kekar & gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan.
Bahkan dlm satu riwayat, Nabi Muhammad menyebutkan jk jin,setan & iblis pun sgt takut dgn Sayidina Umar,sehingga jk Sayidina Umar lewat di suatu jalan, maka setan menghindar lewat ke jalan yg lain karna khawatir dibanting2 oleh Sayidina Umar.
Bahkan musuh2 dr kalangan umat muslim jk mendengar Nama Umar,maka mereka lari ngibrit terkencing2 karna keperkasa'an Umar.
Yg jelas keperkasaan Sayidina Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karena itu jk Sayidina Umar sampai menangis tentulah itu menjadi peristiwa yg menakjubkan.
Sayidina Umar pernah melihat Rosulallah sedang berbaring di atas tikar yg sgt kasar. Sebagian tubuh Rosulallah berada di atas tanah & Rosulallah hanya berbantal pelepah kurma yg keras.
Umar berkata :
Aku tidak sanggup menahan tangisku melihat keada'an Pemimpin dunia akhirat dlm keada'an seperti itu..”
Rasulullah bertanya kpd Sayidina Umar :
Knapa kau menangis wahai Umar?
Umar menjawab :
Bagaimana aku tidak menangis,tikar ini telah menimbulkan bekas pd tubuhmu,pdhl kau ini kekasih Allah & pemimpin dunia akhirat.
Sedangkan raja2 duduk di singgasana emas & berbantalkan sutera.
Dgn lembut Nabi menjawab :
Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang jg.
Sebuah kesenangan yg pasti berakhir.
Qt adalah kaum yg menanti kesenangan Hari Akhir.
Perumpamaan Qta dgn dunia seperti orang yg bepergian pd musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon kemudian berangkat & meninggalkannya."
Nabi mengumpamakan Dunia hanya tmpt berteduh sesa'at, kemudian Qt meneruskan perjalanan yg sesungguhnya alam keabadian yaitu akhirat..
Mudah2'an manfa'at.. 😊😊😊
INDAHNYA MA'RIFATULLAH
Suatu ketika Rabi'ah Adawiyah ditanya, "Apa pendapatmu tentang surga?" Dia menjawab, "Pasangan dan rumah."
Lalu, Rabi'ah pun menjelaskan, "Hatiku tak pernah menoleh ke surga. Aku terfokus kepada Sang Pemilik surga. Siapa yang tidak mengenal Allah di dunia, maka ia tidak akan mengenal-Nya besok di akhirat. Siapa yang tidak memperoleh kenikmatan makrifat di dunia, maka ia tidak akan memperoleh kenikmatan menatap wajah Allah besok di akhirat. Sebab, tidak ada yang muncul tiba-tiba di akhirat. Semua harus dibawa dari dunia. Seseorang tidak akan menuai selain apa yang ia tanam.
Pada Hari Kiamat nanti setiap orang akan dikumpulkan sesuai dengan bagaimana keadaan ketika ia menyambut kematian, karena semua manusia akan mati sesuai keadaan ketika ia menjalani kehidupan." Makrifat yang dibawa serta oleh seseorang dari dunia itulah yang akan menjadi sumber kenikmatannya di akhirat. Hanya saja, dengan disibakkannya tabir itu, makrifat lalu berubah menjadi musyahadah (penyaksian). Dengan begitu, berlipatgandalah kenikmatan yang ia rasakan, seperti kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang sedang cintanya mabuk kepayang ketika melihat kekasihnya bukan hanya terbayang dalam khayal, tetapi tertangkap langsung oleh indra penglihat.
Di situlah ia menemukan puncak kenikmatan. Kenikmatan surga dapat dicapai oleh setiap orang sesuai dengan apa yang ia inginkan. Orang yang hanya menginginkan pertemuan dengan Allah SWT jelas tidak akan merasakan kenikmatan selain pertemuan itu sendiri. Bahkan, yang lain hanya akan membuat dirinya menderita. Oleh karena itu, kenikmatan surga tergantung pada kadar kecintaan seseorang terhadap Allah SWT, sementara kecintaan seseorang terhadap Allah sangat tergantung pada makrifatnya. Jadi, kebahagiaan itu bertpangkal pada makrifat, yang dalam istilah agama disebut "iman."
--Imam Al-Ghazali dalam kitab Mahabbah
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Address
Cidodol
Jakarta
11170