Santapan Rohani

Santapan Rohani

Share

Santapan Rohani adalah renungan yang membantu Anda untuk merenungkan firman Tuhan setiap hari.

Berisi kisah-kisah inspiratif yang mengarahkan pembaca kepada Allah dan firman-Nya yang mengubahkan hidup. Santapan Rohani adalah terjemahan dari Our Daily Bread yang diterbitkan oleh Our Daily Bread Ministries. Our Daily Bread Ministries tidak didanai atau berada di bawah kelompok atau denominasi apa pun. Persembahan kasih seberapa pun dari para sahabat memampukan Our Daily Bread Ministries untuk

Memberi dari Pemberian Allah 14/06/2026

"Memberi dari Pemberian Allah"

Ayat Bacaan: 2 Korintus 9:6-15

Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu . . . berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. –2 Korintus 9:8

Kemurahan hati Stanley selalu membuat saya kagum. Ia sering membawakan makanan dan hadiah untuk para lansia di gereja, petugas kebersihan di lingkungannya, atau siapa saja yang perlu disemangati.

Yang tak kalah mengagumkan, meski Stanley tidak kaya atau ahli dalam berinvestasi, ia mempunyai investasi kecil yang berkembang sangat baik, sehingga ia mampu untuk terus memberi. Setiap kali seseorang berterima kasih kepadanya, ia akan menunjuk ke atas sambil tersenyum, seolah berkata, “Itu dari Allah, bukan dari diriku.” Ia sering berkata bahwa Allah telah menolongnya untuk menolong orang lain.

Itulah yang dimaksudkan Paulus dalam 2 Korintus 9 ketika menulis tentang pemberian. Ia bangga dengan kerelaan jemaat Korintus untuk menolong saudara-saudara seiman mereka (ay. 2), dan berharap dapat mengumpulkan persembahan yang telah mereka mulai (ay. 3). Dalam mendesak mereka untuk memberi dengan murah hati dan s**acita, Paulus menegaskan bahwa Allah tidak hanya akan memberi upah bagi mereka yang memberi (ay. 6-7), tetapi juga memberkati mereka agar dapat memberi lebih banyak lagi (ay. 8).

Allah tidak mengharapkan kita memberi lebih dari apa yang mampu kita berikan (2 Kor. 8:12). Sebaliknya, Dia mempercayakan kepada kita uang, waktu, atau karunia agar kita dapat “berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (9:8). Dia juga menyediakan segala yang kita perlukan sehingga “[kita] selalu sanggup memberi dengan murah hati” (ay.11 TSI). Itulah sebabnya kita dapat memberi dengan iman dan hati yang bers**acita (ay. 7), karena menyadari bahwa sesungguhnya kita hanya dapat memberi dari apa yang telah kita sendiri terima dari Allah. Kiranya Allah dimuliakan lewat pemberian kita (ay. 13).

Memberi dari Pemberian Allah Kemurahan hati Stanley selalu membuat saya kagum. Ia sering membawakan makanan dan...

14/06/2026

Kemampuan apa saja yang sudah Allah berikan kepada Anda? Dalam hal apa Dia memanggil Anda untuk bekerja bahu-membahu dengan orang lain?

Mari bagikan di kolom komentar!

Melayani Bahu-membahu 13/06/2026

"Melayani Bahu-membahu"

Ayat Bacaan: Nehemia 2:17-18; 3:6-12

“Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. –Nehemia 2:18

Toko buku Serendipity yang berada di kawasan pop**ar di Chelsea, Michigan, perlu tempat yang lebih luas. Pemiliknya menemukan sebuah bangunan berukuran dua kali lebih besar kurang lebih 100 meter dari situ. Daripada menutup tokonya selama berhari-hari dan mengepak semua buku ke dalam kardus, ia ingin perpindahannya dilakukan dengan cepat. Jadi, ia memutuskan untuk meminta pertolongan warga sekitar. Hari itu, lebih dari 300 orang datang untuk membantu! Mereka berdiri berjajar, membentuk “ban berjalan” manusia, dan mengoper buku demi buku dari satu orang ke orang berikutnya, hingga berhasil memindahkan 9.100 eksemplar buku dalam waktu kurang dari dua jam. Sang pemilik toko berkata, “[Toko buku ini] sungguh bagian dari komunitas ini, dan [mereka] juga adalah pemiliknya.” Mereka semua bekerja berdampingan dengan antusias.

Ketika Nehemia, seorang Yahudi yang dipercaya menjadi juru minuman raja Persia, mengetahui bahwa tembok yang mengelilingi kota Yerusalem telah runtuh, ia pun berseru memohon petunjuk Allah (Neh. 1:3-11). Orang-orang Babel telah menghancurkan tembok kota itu pada tahun 587 sm. Setelah melakukan penyelidikan, Nehemia meminta pertolongan dari komunitasnya. Ia berkata kepada para pemimpin Yahudi, “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan . . . Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem” (2:17). Pasal 3 menggambarkan bagaimana para pemimpin dan seluruh warga bersama-sama dengan s**arela memperbaiki bagian tembok yang ada di hadapan mereka masing-masing. Mereka melakukan pekerjaan itu dengan bahu-membahu.

Kita juga dapat memberi dampak bagi komunitas kita dengan melayani bersama dalam tuntunan dan kekuatan Allah.

Melayani Bahu-membahu Toko buku Serendipity yang berada di kawasan pop**ar di Chelsea, Michigan, perlu t...

13/06/2026

Kapan Anda pernah mengalami suatu situasi yang rasanya bisa menumbangkan Anda? Bagaimana Anda akan mengandalkan kekuatan Allah saat menghadapi krisis di masa mendatang?

Mari bagikan di kolom komentar!

Mengandalkan Kekuatan Allah 12/06/2026

"Mengandalkan Kekuatan Allah"

Ayat Bacaan: 2 Korintus 11:23-29

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. –2 Korintus 12:9

Tungsten adalah suatu paradoks. Logam keras ini memiliki kekuatan tarik tertinggi dari semua logam murni, sehingga membuatnya sangat sulit untuk diolah. Namun, situs Mead Metal mencatat, “Dalam hal ketahanan terhadap benturan, tungsten tergolong lemah. Tungsten adalah logam rapuh yang mudah hancur saat terkena benturan.” Menarik bahwa tungsten, logam alami yang terkuat, ternyata juga begitu lemah dan rapuh.

Manusia juga menunjukkan karakteristik yang serupa. Meski dapat menunjukkan kekuatan fisik dan mental yang luar biasa, kita begitu rapuh dan mudah hancur di bawah tekanan dunia yang berdosa dan rusak ini. Rasul Paulus mengalaminya secara pribadi. Dalam 2 Korintus 11, ia menerangkan sejumlah pengalaman yang membuatnya tidak berdaya (ay. 23-29). Namun, Allah menguatkannya: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Karena itu, Paulus menyatakan, “Terlebih s**a aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (12:9).

Di bagian awal suratnya, Paulus telah menuliskan, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit” (4:8). Selalu ada harapan, meski anak-anak Allah yang paling tangguh sekalipun tahu betul bahwa dunia ini terlalu berat untuk dihadapi sendiri. Karena itu, dengan s**arela, kita mengandalkan kekuatan kasih karunia-Nya untuk dapat bertahan. Seperti Paulus, kiranya kita menerima kelemahan kita supaya kuasa Allah memampukan kita menanggungnya.

Mengandalkan Kekuatan Allah Tungsten adalah suatu paradoks. Logam keras ini memiliki kekuatan tarik tertinggi ...

12/06/2026

Dalam musim kehidupan seperti apa Allah memanggil Anda? Bagaimana Anda dapat bertumbuh mekar secara rohani, supaya orang lain dapat melihat gambar Allah dalam diri Anda?

Mari bagikan di kolom komentar!

Musim Kasih 11/06/2026

"Musim Kasih"

Ayat Bacaan: Roma 5:6-8

Pada waktu yang ditentukan oleh Allah . . . Kristus telah mati untuk kita. –Roma 5:6,8

Bunga tidak harus mekar untuk terlihat indah, kata desainer tata ruang luar ternama Piet Oudolf. Bahkan di tengah musim dingin, desain karya ahli taman asal Belanda yang meraih penghargaan itu tetap memukau dengan keindahannya. “Keindahan dapat ditemukan dalam banyak hal yang tidak terpikirkan oleh kita,” ujar Oudolf, meski ada yang mungkin tidak sependapat. “Saat saya mengatakan bahwa saya menyukai tanaman yang terlihat mati [dorman],” katanya, “saya dianggap aneh, karena pada umumnya orang tidak menyukai tanaman mati.”

Apresiasi Oudolf terhadap siklus hidup tanaman menggemakan prinsip rohani yang mendasar: Allah mengasihi kita meski kita masih mati karena dosa. Rasul Paulus menjelaskan, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah” (Rm. 5:6). Ia melanjutkan, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (ay. 8).

Yesus memilih orang-orang yang penuh dengan kekurangan untuk menjadi murid-murid-Nya. Dia makan bersama dengan para pendosa. Dia menyembuhkan kaum yang terpinggirkan. Begitu p**a dengan Oudolf, yang “tertarik pada tanaman bukan hanya karena bunganya, tetapi juga karena karakter tanaman itu sendiri.” Ia melihat adanya keindahan “dalam hal-hal yang tidak terlihat indah pada pandangan pertama.”

Sebagai makhluk yang segambar dengan Allah, kita memperlihatkan diri-Nya kepada dunia melalui cara kita berelasi dengan-Nya dan dengan sesama. Dengan berakar dalam kasih-Nya, kita diurapi Bapa kita untuk bertumbuh indah di dalam Dia. Kita, yang dahulu mati dalam dosa, kini menampilkan keindahan-Nya kepada dunia yang rindu melihat secercah kemuliaan-Nya.

Musim Kasih Bunga tidak harus mekar untuk terlihat indah, kata desainer tata ruang luar ternam...

11/06/2026

Bagaimana Anda dapat menyiapkan diri menyambut kesempatan yang terbuka untuk membagikan iman Anda? Siapakah kenalan atau orang di sekitar Anda yang perlu mendengar berita Injil?

Mari bagikan di kolom komentar!

11/06/2026

Apa harapan Anda untuk Indonesia?

Mari kita bagikan di kolom komentar dan saling mendoakan. Percayalah, Tuhan terus berkarya bagi bangsa ini 🙏

404 - page not found 10/06/2026

"Siap Sedia untuk Berbagi"

Ayat Bacaan: 1 Petrus 3:13-17

Siap sedialah untuk memberi jawaban kepada siapa pun yang menuntutmu mengenai pengharapan yang kamu miliki. –1 Petrus 3:15 (AYT)

Gadis remaja itu berdiri teguh pada pendiriannya. Saat bersama teman-teman sekolahnya mengunjungi rumah rehabilitasi bagi orang-orang yang kecanduan, Claire berbincang dengan pria yang berusia 20-an yang berperawakan jauh lebih besar darinya. Mereka sedang berbicara tentang iman.

Claire menyampaikan kabar baik tentang Tuhan Yesus dengan sejelas-jelasnya. Pemuda itu menanggapi dengan mengemukakan pandangan spiritualnya yang jauh berbeda. Keduanya lalu terlibat dalam percakapan yang hangat dan bersahabat. Akhirnya, pria muda itu menatap Claire dan berkata, “Kamu benar. Aku tidak bisa membantah perkataanmu.”

Meski pria itu belum menyatakan kepercayaan kepada Yesus, benih iman telah ditanamkan. Claire memang berharap anak muda itu menerima Kristus, tetapi kekecewaannya terobati saat menyadari bahwa ia telah menaati panggilan Allah baginya hari itu: “Siap sedialah untuk memberi jawaban” (1 Ptr. 3:15 AYT). Ia sudah membagikan rencana keselamatan dari Allah dengan penuh kasih.

Claire tidak malu akan Injil (Rm. 1:16), dan siap sedia “memberi jawaban kepada siapa pun yang menuntut[nya] mengenai pengharapan yang [ia] miliki” (1 Ptr. 3:15 AYT). Claire juga berusaha membuat “perkataan[nya] selalu penuh kasih” supaya ia tahu “bagaimana seharusnya menjawab” (Kol. 4:6 AYT) pemuda tersebut dengan sikap hati yang benar.

Alangkah besarnya hak istimewa yang Allah berikan kepada kita untuk memperkenalkan Kristus kepada orang lain! Kiranya kita siap sedia untuk berbagi dengan orang lain, dalam kesanggupan yang diberikan Allah.

404 - page not found Page not found

Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


PO Box 2500
Jakarta
11025

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00