GBT Tuberta HOB
Selamat datang di page Gereja Bethel Tabernakel Tuberta Hall of Blessing. Lokasi: ITC Cemp
Live Streaming
๐๐๐ง ๐ง๐จ๐๐๐ฅ๐ง๐ ๐๐ข๐
Ev. Miranty Noviyana
"๐๐๐๐๐๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ฝ๐ผ๐๐ผ ๐๐๐๐๐๐ผ๐๐๐ผ๐"
สษชษดแด YแดแดTแดสแด
https://youtu.be/c6DhEsffZsE
(*๐ฑ๐ญ๐ฆ๐ข๐ด๐ฆ ๐ด๐ถ๐ฃ๐ด๐ค๐ณ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ฅ)
*Proses Shooting telah mengikuti prosedur kesehatan yang ketat*
Kami menyambut dan bersukacita bisa menyembah Tuhan bersama Saudara.
Persembahan Umum/Persepuluhan atau bagi saudara yang diberkati dan ingin memberkati pelayanan Tuhan, dapat menabur melalui:
๐๐๐ ๐๐ฐ๐ฝ. ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ ๐ฃ๐๐๐ถ๐ต ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ
๐ก๐ผ. ๐ฅ๐ฒ๐ธ: 70.616.9999.0
a/n: ๐๐๐ง ๐ง๐จ๐๐๐ฅ๐ง๐ ๐๐ข๐
TUHAN YESUS MEMBERKATI
11/07/2020
Mrk 4:28 (BIL)
Tanah itulah yang dengan sendirinya mengeluarkan hasil; mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir gandum yang bernas pada bulir itu.
SABAR MENANTIKAN BUAH2 FIRMAN
Setiap petani gandum percaya akan potensi yg dahsyat yg terdapat pada sebiji benih gandum.
Karena itulah ia menanamnya dalam tanah. Lalu dengan sabar ia menanti benih itu berproses dengan tanah dan lingkungannya.
Hingga kemudian memunculkan tunas, tangkai-daun, bulir, dan kemudian butir2 gandum.
Hingga butir2 gandum itu bernas, barulah ia memanennya.
Para petani memberi kita gambaran tentang kehidupan yg punya visi dan kesabaran.
Sebagai pembelajar Firman, seharusnyalah kita juga punya visi dan kesabaran yg sama seperti para petani itu.
Firman Tuhan pun benih yg mengandung potensi sangat dahsyat. Jika dengan sabar kita baca, hafalkan dan pahami, suatu saat akan menghasilkan buah2 lebat, dan kita akan menuainya dengan penuh sukacita. Persis seperti yg tertulis dalam Mzm 126:5: "Mereka yang menabur dengan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai."
Sungguh tidak ada hal yang diperoleh dengan mudah, yg dapat memberikan kepuasan besar.
Penantian dengan kesabaranlah yg mendatangkan kepuasan terbesar. Jadi, berpeganglah pada visi Yes 55:11, dan bersabarlah! Amin.
1Tim 4:16 (BIL)
Perhatikanlah dirimu dan ajaranmu! Tetaplah tinggal di dalamnya, sebab dengan melakukan semua itu baik engkau maupun orang yang mendengarkan engkau akan diselamatkan.
PRAKTIK DULU, BARU MENGAJAR
Pada ayat mas kita di atas, kita diingatkan agar selalu seimbang dalam ajaran dan dalam praktik hidup.
Artinya, kita memang terpanggil untuk memberitakan Firman kepada orang lain, namun kita juga terpanggil untuk menjadi pelaku Firman yg kita ajarkan itu.
Jangan menjadi orang yg pandai mengajar, namun diri sendiri tidak mempraktikkan apa yg diajarkan.
Orang lain bisa ia selamatkan, dirinya sendiri binasa.
Itulah juga yg pernah diungkapkan Rasul Paulus dalam 1Kor 9:27.
Boleh dikatakan, inilah sebenarnya prinsip dasar pemuridan yg diajarkan Tuhan YESUS.
Jika kita mengaku sebagai murid Kristus, maka sesungguhnya kita sudah terlebih dulu mempraktikkan ajaran Kristus sebelum kita mengajarkannya kepada orang lain.
Memang diperlukan disiplin yg tinggi untuk menjalankan prinsip ini. Dan memang disiplin itu pada hakekatnya adalah bagian terpenting dari pemuridan (discipleship). Dalam ketentaraan, secanggih apa pun senjata yg dimiliki, jika kita tidak berlatih mempersiapkan dan menggunakannya, ia tidak akan berguna apa pun dalam peperangan.
Ia akan tetap tersimpan di tempatnya, sementara peperangan berkecamuk dan kita terdesak.
Firman sedahsyat apa pun, jika Sdr tidak pernah mempraktikkannya, ia akan tetap berupa tulisan yg tercetak dalam Kitab Suci, atau paling 'banter' hanya menjadi slogan hafalan yg tanpa kuasa. Mari kita selamatkan orang lain dengan terlebih dulu izinkan Firman yg menyelamatkan itu bekerja sepenuhnya dalam hidup kita. Amin.
Yer 1:7 (BIL)
Namun YAHWEH berfirman kepadaku, โJangan berkata: โAku masih muda,โ sebab, ke mana pun Aku mengutus engkau, engkau harus pergi, dan apa pun yang Aku pesankan kepadamu, haruslah engkau katakan!
TUHAN YG MENGUTUS, TUHAN YG MEMPERLENGKAPI
Bagaimana kita berpikir, begitulah jadinya kita.
Sebuah pernyataan yg terambil dari kitab Amsal 23:7. Ini soal citra diri kita.
Citra diri kita bisa negatif bila kita berpikir negatif tentang diri kita.
Tuhan tidak mau Yeremia memiliki citra diri negatif karena ia berpikir negatif tentang dirinya, bahwa dirinya masih muda dan tidak bisa apa2.
Yeremia telah dipilih Tuhan untuk memberitakan Firman ke mana pun Tuhan menyuruhnya.
Bukankah Tuhan yg akan memperlengkapi dirinya dengan pesan atau Firman-Nya, sebelum ia memberitakannya kepada siapa pun?
Begitupun dengan diri kita. Ketika kita mengumpulkan Firman setiap hari, yg turun bagaikan embun pagi ke lahan hati kita, dan menyegarkan jiwa kita.
Bukankah Firman itu p**a yg kelak kita bagikan kepada sesama kita, baik untuk menghibur, membangun, menguatkan, bahkan untuk mendidik?
Jadi, yg utama adalah bangunlah citra diri kita dengan benar. Kita adalah ciptaan baru dalam Kristus. Dialah Tuhan yg setia memperlengkapi segala kebutuhan kita, baik kebutuhan diri kita sendiri, maupun kebutuhan akan benih harus kita taburkan (2Kor 9:10).
Maka bersiap sedialah untuk berbuah lebat, sebab Dia juga akan menggerakkan kemauan dan kemampuan kita untuk bekerja bagi-Nya. Sebagaimana tertulis dalam Flp 3:13: Sebab TUHANlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik untuk mengingini maupun mengerjakan, sesuai dengan apa yang diperkenan-Nya. Amin.
Yak 1:5 (BIL)
Jika ada di antara kamu yang kekurangan hikmat, biarlah ia memintanya dari Elohim, yang memberi kepada semua orang dengan tulus tanpa merendahkan, maka hal itu akan Dia berikan kepadanya.
TUHAN BERI HIKMAT KEPADA YG MEMINTA
Terkadang kita lupa untuk menerapkan prinsip segala sesuatu yg kita lakukan, kita melakukannya seperti kepada Tuhan.
Kita berpikir bahwa semua keseharian kita sudah biasa kita tangani dan sanggup kita atasi.
Padahal hidup manusia, siapa pun, sangat rentan, karena tiba2 saja bisa didatangi hal2 yg tak terduga.
Bahkan hal2 yg diluar kemampuannya untuk bisa ditangani.
Seharusnya, kita tidak boleh lupa untuk meminta hikmat Tuhan setiap hari.
Sebab hal itu bukan hanya akan memampukan kita melewati hari2, bahkan yg tersulit sekalipun.
Namun juga kita sedang menyatakan kerendahan hati untuk bergantung sepenuhnya pada kemurahan Tuhan.
Kita tidak akan direndahkan Tuhan, dan dianggap cengeng, kurang mandiri, dan sebagainya.
Sebab Dia mengetahui betul keadaan kita yg masih mengenakan tubuh darah daging ini. Bahkan Adam dengan segala kesempurnaan alam lingkungan sekitarnya, masih juga bisa jatuh tanpa mengandalkan Diri-Nya.
Jadi Sdr2, jangan takut, jangan ragu, mintalah hikmat kepada-Nya setiap hari! Dia pasti memberikannya kepadamu tanpa merendahkan dirimu.
Dan dengan itu, hiduplah dalam kemenangan dan damai setiap hari.
Damai dengan Tuhan, damai terhadap diri sendiri, terhadap sesama, dan terhadap lingkungan. Jadikanlah hidupmu bermakna, dan syukurilah itu sebagai bukti kemurahan Tuhan atasmu. Amin.
1Pet 5:5b (BIL)
Ya, semua kamu, hendaklah kamu saling menundukkan diri seorang terhadap yang lain, hiasilah dirimu dengan kerendahan hati! Sebab TUHAN menentang orang-orang yang sombong, tetapi Dia memberi anugerah kepada orang-orang yang rendah hati.
PERHIASAN KITA ADALAH KERENDAHAN HATI
Tuhan YESUS berkata dalam Mat 11:29 "...belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati...". Tidak pernah ada seorang pun yg berani berkata seperti itu di dunia ini, selain YESUS saja.
Mengapa? Sebab ketika ada orang yg mengklaim dirinya rendah hati, itu berarti ia orang yg sombong.
Sebab kodrat dosa yg masih lekat pada tubuhnya, pastilah memengaruhinya untuk berpretensi dibalik ucapannya.
Berbeda dengan YESUS yg tanpa dosa, Dia tulus dan tanpa kemunafikan sedikitpun ketika mengajar apa pun.
Cukup banyak orang yg belajar rendah hati dari Tuhan YESUS.
Salah satunya adalah Abraham Lincoln, presiden AS ke-16. Selain tak pernah melupakan Tuhan dalam hidup dan karyanya, ia juga percaya pada waktu-Nya Tuhan.
Setiap kali bertemu siapapun, ia selalu menganggap bahwa orang itu punya suatu kelebihan yg bisa ia pelajari.
Jadi ia selalu siap mendengarkan dan belajar dari orang tsb. Ia selalu berkata kepada yg ditemuinya: "Saya akan menyiapkan diri saya, karena suatu hari nanti kesempatan saya pun akan datang."
Beberapa kali ia gagal dalam mencalonkan diri menjadi anggota Senat maupun Kongres AS.
Satu kali ia gagal dalam pemilihan Wakil Presiden AS.
Kegagalan demi kegagalan tidak membuat dirinya merasa dilabeli sebagai pecundang. Orang yg rendah hati tidak akan diperbudak oleh kegagalan masa lalu. Tetapi justru menjadikannya sebagai pijakan untuk perencanaan yg lebih baik ke masa depan.
Dan akhirnya ia berhasil menjadi Presiden AS pada pemilihan th.1860.
Dan karya terbesarnya adalah Proclamation of Emancipation untuk menghapus perbudakan di AS.
Orang yg rendah hati adalah orang yg mampu memandang sesamanya setara di hadapan Tuhan, hukum dan apa pun. Apakah hal ini juga sudah menjadi perhiasan yg semakin memperindah hidup kita? Mari, belajarlah pada YESUS yg lemah lembut dan rendah hati.
Kiranya anugerah Tuhan semakin berlimpah atas kita! Amin.
Mat 15:18 (BIL)
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
PERKATAAN APA YG KELUAR DARI MULUT ANDA?
Konteks ayat di atas adalah sedang membicarakan kenajisan.
Begitu seringnya dari mulut kita keluar hal2 yg najis, bukan hanya berupa muntahan makanan, tetapi juga muntahan perkataan yg berasal dari hati yg telah banyak menampung pikiran2 dan perasaan2 yg najis.
Sangat wajar jika hati manusia itu menjadi gudangnya segala kenajisan, sejak manusia jatuh ke dalam dosa.
Sebersih apa pun manusia itu mandi, itu hanya akan membersihkan bagian lahiriahnya, bukan yg batiniah.
Seperti yang dikatakan Tuhan YESUS kepada orang2 Farisi dan ahli2 Kitab (Mat 23:27). Itu sebabnya diperlukan penebusan dan pembelian kembali semua diri kita yg semula menjadi 'milik' atau 'diperbudak' dosa, menjadi 'milik' atau 'dikuasai' kebenaran. Dan hal itu sudah dilakukan oleh Tuhan YESUS Kristus, dengan pembayaran yg lunas terhadap semua catatan/surat utang kita, di kayu salib (Kol 2:14).
Sudah seharusnyalah, YESUS Pemilik hidup kita, yg mau berdiam di dalam kita dalam wujud Roh Kudus, berhak penuh untuk 'membedah dan membersihkan' hati kita, agar tidak lagi berfungsi sebagai 'gudang' kenajisan.
Luar biasanya adalah, Tuhan tidak menjadikan kita obyek-Nya semata, agar Dia sendiri yg melakukan 'pembedahan dan pembersihan' hati kita itu. Dia justru mengajak serta kita, untuk ber-sama2 melakukan 'proses' itu.
Apa maksud dan tujuan-Nya? Tidak lain, Dia ingin melihat sendiri 'kesungguhan' kita dalam 'membersihkan' hati kita, sebagai bukti bahwa kita benar2 sedang mengungkapkan kasih dan rasa syukur kita yg tulus dan murni kepada-Nya.
Dan 'prosesnya' adalah melalui mengisi hati kita setiap hari dengan Firman-Nya. Lalu Firman Tuhan itu, ber-sama2 dengan Roh Kudus, itulah yg akan 'membedah dan membarui' hati, pikiran2 dan perasaan2 kita.
Selanjutnya, Firman Tuhan atau Kebenaran itu jugalah, yg kian hari kian menimbun dan memenuhi hati kita. Sehingga kelak, yg keluar dari mulut kita adalah perkataan2 kebenaran yg akan menjadi berkat, bukan hanya bagi kita dan keluarga kita, tetapi juga bagi sesama dan lingkungan kita. Amin.
Dan 6:10 (BIL)
Ketika Daniel mengetahui bahwa maklumat itu telah ditandatangani, p**anglah ia ke rumahnya. Adapun jendela-jendela kamarnya terbuka ke arah Yerusalem. Tiga kali sehari Daniel bersujud, berdoa dan mengucap syukur di hadapan TUHANnya, sebagaimana yang biasa ia lakukannya sebelumnya.
UJIAN KESETIAAN
Bagi Daniel, kebiasaannya bersujud, berdoa dan bersyukur di hadapan TUHAN, bukanlah kebiasaan yg sambil lalu, tanpa rasa dan tanpa makna.
Sebab jika itu kebiasaan sambil lalu, maka ia akan sangat mudah dihentikan dengan ancaman.
Namun dalam kebiasaannya bersujud, berdoa dan bersyukur itu, Daniel merasakan benar nikmatnya.
Ia juga memaknainya sebagai bukti kasih setia TUHAN, dan kemurahan-Nya atas dirinya.
Sehingga membentuk hidupnya menjadi semakin setia. Karena itu ancaman sehebat apa pun, tidak akan pernah bisa menghentikan kebiasaannya itu.
Tidak berhenti sampai di situ, sikapnya yg tidak marah dan kecewa kepada Tuhan ketika dirinya dimasukkan juga ke gua singa, membuktikan bahwa setia itu pada hakekatnya tanpa akhir.
Dan akhirnya, TUHAN pun tidak lalai untuk menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Daniel.
Begitupun dengan menghafal Firman. Kebiasaan menghafal Firman yg kita lakukan, janganlah menjadi kebiasaan yg sambil lalu. Menghafal Firman harus menjadi kebiasaan yg dapat kita rasakan nikmatnya, dan dapat kita maknai sebagai bukti anugerah Tuhan yg tanpa henti atas hidup kita, sehingga semakin membentuk kesetiaan kita.
Dan dengan kesetiaan itu, kita seperti sedang menyusun batu bata satu persatu, hingga berdirinya sebuah bangunan. Begitu p**a satu persatu ayat yg kita hafalkan, akan membentuk bangunan rohani yg kokoh, bahkan ketika harus menghadapi ujian sekalipun.
Ujian justru akan lebih membuktikan kesetiaan kita.
Kita tidak pernah kecewa terhadap apa pun yg terjadi dalam hidup, apalagi sampai menyerah dan putus asa. Sebab pada akhirnya, pastilah Tuhan juga membuktikan kesetiaan-Nya kepada kita. Karena itu, marilah kita terus menghafal Firman, sebab setia pada hakekatnya tidak pernah mengenal akhir. Amin.
Flp 1:20-21 (BIL)
Sesuai dengan penantian dan harapanku yang terdalam, bahwa aku tidak akan mendapat malu dalam hal apa pun, sebaliknya dengan penuh keberanian seperti biasanya, begitu pun sekarang, Kristus akan dipermuliakan di dalam tubuhku, baik melalui hidupku maupun melalui matiku. Sebab bagiku, hidup itu Kristus, dan mati, keuntungan.
KRISTUS DI DALAM TUBUHKU DIPERMULIAKAN
Menghafal Firman Tuhan sesungguhnya adalah sedang menulisi batin kita dengan kualitas karakter YESUS Kristus.
Sehingga hidup kita menjadi seperti surat terbuka-Nya Kristus, yang dapat dibaca oleh setiap orang.
Kemudian ketika orang membaca keindahan Kristus melalui sikap, pikiran, gagasan, perkataan dan perbuatan kita, mereka pun tertarik untuk menerima YESUS Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.
Itulah yang Tuhan YESUS inginkan terjadi pada diri kita.
Orang2 yg memiliki hati yg benar2 hanya tertuju kepada YESUS Kristus.
Sehingga Kristus tidak saja dihormati dalam keberadaan kita, tetapi juga tertampil indah dan nyata dari hidup kita bagi orang lain.
Sudah banyak kesaksian tentang hal ini, yakni apa yg terjadi dengan para pemuda dari negara2 Arab yg ingin study di AS. Contohnya Kemal dan Alfadi, mereka sama, sebelum tiba di AS punya hasrat untuk mengubah orang2 Kristen Amerika yg mereka anggap sesat dan tidak selaras dengan ajaran ISA/YESUS seperti yg ada dlm kepercayaan dasar mereka.
Namun apa yg terjadi, ketika tiba di AS dan harus berhubungan dengan keluarga2 Kristen, mereka mendapati YESUS yg amat berbeda dari persepsi yg selama ini terbangun lewat apa yg telah mereka pelajari dalam agamanya.
Mereka justru melihat keindahan YESUS Kristus melalui orang2 Kristen itu, dan akhirnya menjadi pengikut Kristus yg setia. Sdr2ku, mohonlah kepada Tuhan, agar kita pun bisa menjadi seperti keluarga2 Kristen yg berhasil menampilkan keindahan Kristus itu.
Namun, mulailah dengan diri kita sendiri: menghafal Firman Tuhan! Amin.
Yes 33:6 (BIL)
Waktu-waktu yang aman akan datang bagimu, kekayaan keselamatannya: hikmat dan pengetahuan; takut akan YAHWEH itulah harta berharganya.
HARTA BERHARGAKU: TAKUT AKAN TUHAN!
Jika kita membaca ayat sebelumnya dari ayat mas di atas, maka kita tahu bahwa ayat mas kita ini adalah nubuat bagi Zion. Zion adalah Kota Daud tempat ia merindukan pusat pemerintahan Tuhan YAHWEH atas segenap umat-Nya berlangsung di situ.
Jadi, Zion itu berbicara tentang umat yg diperintah oleh Tuhan, baik Israel secara jasmaniah, maupun kita orang2 percaya yg dijuluki Israel rohaniah.
Karena itu, menurut ayat di atas, harta berharga kita orang2 percaya adalah takut akan Tuhan. Itulah sebabnya Daud berkata dalam Mzm 34:10: "Takutlah akan YAHWEH, hai orang-orang kudus-Nya, sebab orang yang takut akan Dia tidak akan berkekurangan." Bahkan dalam ayat selanjutnya
Daud memberi perumpamaan tentang singa2 muda yg merana kelaparan, namun orang2 yg mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun yg baik. Itulah pernyataan dan kesaksian Daud.
Baginya, Tuhan yg dihormati dan dikasihinya, bukan saja sumber dari segala persediaan hidup bagi semua makhluk ciptaan-Nya, melainkan juga Bapa yg sempurna, Bapa yg baik dan kekal, penyedia pemeliharaan dan pengayoman yg lengkap atas hidupnya. Sdrku, kesadaran bahwa takut akan Tuhan adalah harta yg tak ternilai harganya, seharusnya membuat kita tenang dan mantap menghadapi kehidupan ini. Mengapa? Ayat mas kita di atas menjamin, bahwa kita akan mengalami datangnya waktu2 yang aman. Dan juga mengalami keselamatan yg diperkaya dengan hikmat dan pengetahuan.
Sehingga sesulit apa pun kehidupan yg kita alami, hikmat dan pengetahuan yg memperkaya kita itu, pasti sanggup mengatasi dan memecahkan kesulitannya.
Sdrku, tentunya kita semua tahu apa arti takut akan Tuhan.
Kita tidak hanya berhenti pada rasa hormat kepada Tuhan, tetapi lebih jauh, kita akan semakin mengasihi Dia dan melakukan Firman-Nya.
Sehingga kita tidak akan pernah mengalami kekurangan apa pun yg baik. Kita juga akan didatangi oleh waktu2 yang aman, dan keselamatan yg kekayaannya adalah hikmat dan pengetahuan Tuhan. Amin.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Website
Address
Jakarta
10640