B2B Generation

B2B Generation

Share

We build to bless our generation

1. Christ center

2. Training

3. Camp building

4. Focus Community

5. One on one

6. One get one movement

Tempat dimana lo itu penting!

Photos 10/12/2018

Merry christmas 2018 guys

Photos 03/12/2018

We invite all of you guys to celebration christmas 2018

Photos from B2B Generation's post 03/12/2018

Christmas celebration B2B Generation Dec 09, 2018 come and join with us

Photos from B2B Generation's post 18/11/2018

Today b2b welcome two baby’s For our family beby moises and beby Ethan 👶👶

Photos 17/08/2018

Happy independence day for Indonesia...

16/07/2018

CG SPK B2B Generation 14-15 Juli 2018

Photos 20/06/2018

Are you ready guys for the cup .generation .futsal

Photos from B2B Generation's post 08/12/2017

Jangan lewatkan guys B2B community ibadah minggu terakhir dan perayaan natal 2017 save the date guys,come and join with us....

Photos 10/08/2017

Dokter Tanpa Kaki
1 Korintus 10:13, Filipi 4:13

Li Juhong wanita asal Chongqing, Tiongkok, pada Maret 1983 silam, di usianya yang masih 4 tahun, mengalami peristiwa tragis, yang membuatnya harus kehilangan kedua kakinya. Saat itu, dalam perjalanan berangkat ke sekolah, di tabrak oleh truk. Karena terlindas, kedua kakinya harus diamputasi. Para dokter yang telah menyelamatkan nyawanya, memberikan semangat tersendiri baginya. Merek menginspirasi Li untuk menjadi seorang dokter saat beranjak dewasa. Sejak itu ia berkeinginan agar bisa membantu orang-orang sakit dan menyelamatkan nyawa mereka. Ia pun tidak mau tinggal dalam keterbatasannya, ia mulai belajar berjalan dengan menggunakan bangku kayu. Kegigihannya berlatih membuahkan hasil, di usia 8 tahun ia sudah terbiasa berjalan dengan bantuan bangku kayu.

Keterbatasan fisik tidak bisa memberangus impian Li, terbukti ia akhirnya menjadi dokter, setelah lulus sekolah, di tahun 2001, ia mulai berkerja di klinik kesehatan di Desa Wadian. Dengan bantuan bangku kayu sebagai ganti kakinya, Li mendatangi rumah pasien satu per satu untuk mengobati mereka. Dua tahun kemudian, ia menikah dengan Liu Xingyan, Suaminya sangat mendukungnya, bahkan ia berhenti berkerja dan mengurusi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan istrinya, semua dilakukannya. Terkadang ia menggendong Li di punggung dan mengantarkannya ke klinik atau rumah pasien.

Hampir setiap hari Li melayani pasien di rumah-rumah mereka dan hingga kini ia telah menyelamatkan nyawa ribuan orang. Sealama 15 tahun sejak menjadi dokter, ia sudah menangani sekitar 6.000 orang pasien. Kebaikan hati serta keteguhan Li tidak hanya menginspirasi banyak orang, tetapu juga menginspirasi putranya. Putranya yang masih berusia 12 tahun, bercita-cita menjadi seorang dokter. Ia ingin mengikuti jejak sang ibu. Rahasia yang membuat Li tetap tegar, selalu berjuang, dan terus mendatangi rumah para pasien, karena ia yakin Tuhan akan menolongnya. "Jika dibandingkan dokter lainnya, kusulitan saya lebih banyak. Tetapi, saya selalu berbisik pada diri saya sendiri bahwa Tuhan membantu orang yang menolong dirinya sendiri. Itulah yang membuat saya terus maju" ujar Li.

Tuhan menghendaki kita untuk selalu berusaha menjadi pribadi yanb memiliki kedewasaan rohani, bahkan memiliki kasih dan kepedulian terhadap sesama, seperti halnya yang dilakukan oleh Li Juhong. Meski dalam keadaan terbatas Ia bahkan berorientasi terus menolong orang lain. Tidak ada alasan bagi kita untuk menolak melakukan kebaikan bagi orang lain, sebab ternyata Li yang memiliki keterbatasan pun mampu melakukan sesuatu di luar logika kita. Karena itu, mulailah hari ini dengan bersyukur kepada Tuhan atas keberadaan kita, dan mintalah kemampuan dari Tuhan agar kita bisa melakukan kabaikan, menolong, atau melakukan hal yang bermanfaat bagi banyak orang melalui apa yang ada pada kita.

Tuhana Yesus Memberkati

Photos 08/08/2017

Menjaga Kualitas Rohani
(Amsal 3:31; Kolose 2:6-7)

Sebut saja namanya pak Simon. Baru saja di PHK dari perusahaan tempatnya berkerja, sebab perusahaan tersebut hampir mengalami kebangkrutan, mau tidak mau karyawan yang jujur dan berpotensi pun terkena imbasnya, harus segera diberhentikan. Karena kebutuhan keluarga yang mendesak dan harus menghidupi seorang istri dan dua orang anak, apalagi ia tidak punya modal untuk membuka usaha, maka ia pun harus berusaha segera mendapatkan pekerjaan yang baru.

Ia tidak pernah menyalakan Tuhan atas apa yang terjadi dan percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah dan terbaik di balik percobaan yang ia hadapi. Bahkan, ia selalu mengajak keluarganya berdoa bersama dan selalu mengatakan kepada anak-anaknya bahwa Tuhan itu baik.

Agar mendapatkan uang, ia pun bersedia kerja apa saja yang penting halal. Suatu hari temannya mengatakan bahwa ada lowongan staf si salah satu perusahaan besar di kota itu. Keesokan harinya, ia mendatangi perusahaan tersebut sembari membawa surat lamaran. Beberapa kemudian ia diinterview oleh direktur dan kepala HRD perusahaan tersebut. Setelah memeriksa berkasnya dan mengajukan pertanyaan, kepada HRD pun berkata, "Anda memenuhi kriteria dan Anda bukan saja menjadi staff, Anda bisa menjadi pimpinan cabang, apakah Anda bersedia?" Sebelum sempat di jawab, kepala HRD menambahkan, "Tetapi ada yang harus Anda penuhi." Sesaat hati Pak Simon begitu dan langsung menjawab, "Ya saya bersedia dan jika sanggup akan saya lakukan." Yang perlu Anda lakukan adalah anda harus membuat laporan palsu pengeluaran dan pemasukan, agar perusahaan ini mendapat banyak keuntungan, karena setoran pajaknya kecil. Bersediakah Anda?" Tanya kepala HRD. Sesaat hatinya berkecamuk. Di suatu sisi ia mau hidup sesuai firman Tuhan, di sisi lain tawaran itu sangat menggiurkan, sayang kalau dilewatkan. Akhirnya, ia pun berkata, "maaf saya tidak bisa menerima pekerjaan ini." "O, jangan terburu-buru menjawabnya, seminggu lagi Anda temui kami di sini dan berikan jawabannya," ujar kepala HRD.

Sepulang dari perusahaan itu, ia menceritakan kepada istrinya dan istrinya pun menganjurkannya untuk memilih yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Seminggu kemudian, ia kembali dan bertemu dengan direktur dan kepala HRD. "Apa jawaban Anda?" Tanya kepala HRD. Dengan mantap dan yakin ia menjawab, "Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, tetapi maaf saya tidak bersedia menerimanya." Sang Direktur dan kepala HRD pun saling memandang dan tersenyum. Direktur itu berkata kepadanya, "Selamat, Anda diterima menjadi kepala cabang, kami mencari orang jujur seperti Anda, dan Andalah orangnya."

Jangankan manusia, Tuhan pun akan tersenyum bila kita sebagai orang percaya tetap menjaga kejujuran dan hidup berkenan kepadaNya. Dunia boleh menawarkan kehidupan yang berkelimpahan, tetapi janganlah kita tergiur. Tetaplah menjaga Kualitas rohani kita.

Tuhan Yesus memberkati,

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Jakarta
11510