Alp
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Alp, Blogger, Kecamatan palibelo, Dompu.
"maka nikmat Tuhan mu yang mana, yang engkau dustakan"
halaman ini di dedikasikan untuk mengungkap fakta-fakta menarik di sekitar kita dengan pendekatan sains, namun dengan penyampaian ringan dan cenderung santai
Banyak pihak yang mempersoalkan sumpah yang di lakukan oleh orang tua kifen. Namun sayangya,fokus mereka lebih banyak tertuju kepada prosesi sumpah yang di lakukan, lalu menutup mata Dengan latar belakang, kenapa sumpah tsb harus terjadi ???". Dengan gaya khas netizen, orang-orang di medsos mengumpat hingga mengolok-olok seorang ayah yang berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarganya, lewat upaya-upaya yang menurut pengetahuannya yang terbatas, bisa di lakukan, termasuk melalui sumpah yang telah di ucapkan
Kita sepakat, jika sumpah yang di lakukan orang tua kifen kemarin bukan mubahalah, karna memang tidak terpenuhinya syarat kehadiran kedua belah pihak. Lalu apakah sumpah yang di lakukan tsb salah ??? hal ini mungkin masih bisa kita perdebatkan, mengingat dalam prosesi sumpah kemarin, ada muatan doa yang di panjatkan, yakni doa dari seorang hamba , yang terzalimi.
Baik, kita tinggalkan dulu persoalan tsb, lalu kemudian kita fokus dengan persoalan lain yang lebih penting untuk kita perhatikan, yakni, mengenai "kenapa sumpah tersebut harus di lakukan ?"
Sebenarnya kita sudah mendapatkan gambaran yang utuh, prosesi sumpah kemarin telah memberikan informasi yang gamblang, tentang kenapa sumpah tsb harus terjadi, yakni adanya tuduhan yang tidak pernah di dasari dengan bukti, jika ayahanda kifen terlibat dalam kasus hilangnya kifen, anaknya,
Padahal sejauh ini status tersangka tidak pernah melekat pada diri ayah kifen, apalagi vonis bersalah oleh pengadilan.
Menuduh seseorang tanpa bukti kemudian menyebarkannya, jelas-jelas berpotensi menyerang kehormatan seseorang yang di lindungi oleh UU, di samping melanggar asas praduga tak bersalah yang merupakan bagian integral dari sistem peradilan di negeri ini.
Pun seandainya upaya sumpah yang telah di lakukan oleh ayahanda kifen kita anggap keliru, misalnya ! Maka ini pun tidak bisa menghalanginya untuk tetap melakukan pembelaan diri, baik di tinjau dari sisi agama, moral,maupun hukum yang berlaku.
Saran untuk bang Furkan Sadam atau keluarga kifen, buat seruan terbuka(tantangan mubahalah) kepada pihak-pihak yang menuduh jika orang tua kifen terlibat dalam peristiwa hilangnya kifen
Ede Nukrah Kasipahu , Lembo Ade Ndai , dan followers menamu. Watisipodana tuduhan nggomi Doho, di keluarga la kifen terutama doumtuana, Allah pemilik kerajaan bumi dan langit ini lah yang akan kalian hadapi.
Ee Disa nawa wa'u eee ! Ba ne'e na Raka dolar. Pa'i ngupa Ngaha eee
Pai la Nukrah Kasipahu labo Lembo Ade Ndai di rece mubahalah rau re
06/01/2026
Kalau sy jadi warga Sangiang, sy juga pasti bingung, tapi bukan bingung seperti bingungnya puting beliung NTB. Bingung, kegaduhan dari spekulasi-spekulasi yang tidak pernah muncul dari tanah Sangiang, di paksakan agar menjadi plot yang harus di mainkan oleh manusianya
Mistis, promosi wisata, dugaan jual beli daging rusa di lindungi, hingga pembunuhan berencana, plot2 ini mengisi drama hilangnya kifen yang berhembus selama hari-hari belakangan. Tiap plot punya penulis, yang berupaya memaksa agar drama hilangnya kifen berjalan sesuai plot yang mereka buat.
Dari balik layar smartphone, penulis-penulis plot yang bahkan mungkin tidak pernah menginjakan kakinya di tanah Sangiang ini, membanjiri publik dunia Maya dengan berbagai argumentasi , yang mereka bangun hanya berdasarkan potongan-potongan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, Tanpa sadar mereka sedang memisahkan akal mereka dari dunia materil yang mereka pijak.
Sampai saat ini plot-plot tersebut masih sebatas spekulasi, sedangkan spekulasi bukanlah kebenaran itu sendiri, namun plot-plot ini telah melahirkan stigma negatif manusia sangeang, stigma tentang kebiadaban seorang ayah, saudara, dan rekan, hingga tuduhan kepada manusia Sangiang keseluruhannya sebagai kelompok masyarakat pendosa yang telah menyembunyikan kejahatan. atau minimal mendiamkan kejahatan.
02/01/2026
Yakin ?
Netizen itu massa baba avokae, massa itu hanyalah satu diantara beberapa faktor yang mampu mendorong perubahan. Massa yang bodoh, gampang di giring oleh hoax ibarat lidi yang tidak di satukan menjadi sapu ! Banyak tapi gak punya efek, nah di sanalah di butuhkannya faktor penentu lain, yaitu kepemimpinan, utamanya kepemimpinan dalam ide. Tabir yang menghalangi kebenaran itu harus di singkap dengan pikiran yang jernih , analisa yang tajam dan jiwa yang bersih, agar jelas mana yang hitam dan mana yang putih, setelah itu pahamkan massa dengan realitas tsb
Ndede sih baba, laina modal na'e nawa ra KA sadis Pahu mpoa
@ sorotan
02/01/2026
Hilangnya kifen yang tak kunjung menemui titik terang, melahirkan berbagai spekulasi yang meliputinya. Spekulasi-spekulasi tersebut berseliweran dengan bebas di media sosial, Di sharing di grup, di bagikan di wall pribadi, dan tidak sedikit juga yang membubuhkan nya dengan caption tambahan, baik untuk sekedar membantah atau untuk memperkuat narasi yang di bagikan
Kolom-kolom komentar pun tidak sepi, tidak puas dengan hanya membagikan, netizen dari berbagai latar belakang, mulai dari petani sampai pejabat bergumul dalam ruang-ruang komentar seorang konten kreator, baik konten kreator yang mereka memang benar-benar ahli, maupun konten kreator ahli musiman, yang main Facebook hanya untuk mencari validasi dan dolarisasi
Apakah berspekulasi itu melanggar hukum ? Kita yang hidup di alam demokrasi tentu akan sepakat menjawab, "tidak", karna kebebasan berpikir dan berekspresi adalah hal yang prinsip dalam demokrasi itu sendiri.
Namun apakah kebebasan berpikir dan berekspresi itu juga tidak ada batasnya ??? Tentu "tidak juga ". Meskipun kebebasan berpikir adalah hak asasi setiap individu(dalam demokrasi). Namun jangan lupa manusia juga memiliki hak lain yang tidak boleh di langgar, semisal hak untuk di hormati, di hargai, dan tidak di jatuhkan kehormatannya sebagai manusia.
Oleh karenanya ujaran kebencian, hinaan, hujatan kepada individu atau kelompok tertentu, tetap memiliki konsekwensi hukum, meskipun pelakunya berdalih dengan kebebasan berpikir dan berekspresi.
Kita bisa menyebut fenomena individu ataupun kelompok yang mempergunakan kebebasan berpikirnya dengan serampangan , dengan istilah " kebablasan berpikir".
Dalam kasus kifen, fenomena kebablasan berpikir dapat kita lihat dimanana di tengah-tengah spekulasi yang berkembang, muncul sosok-sosok yang mengambil peran sebagai APH. Alih-alih di sebut sebagai spekulasi, narasi-narasi mereka lebih layak di sebut sebagai tuduhan. Tak jarang tuduhan-tuduhan mereka bumbui dengan hujatan dan makian.
Penyidikan terhadap kasus kifen belum berhenti, kesimpulan pun belum di dapatkan, apalagi vonis persidangan. Namun orang-orang ini bertindak layaknya APH, memastikan pelaku sampai membeberkan kronologi.
Di sisi lain, oknum konten kreator yang Nyambi jadi APH ini memunculkan kecurigaan lain, siapa orang-orang ini sebenarnya ? Dari mana mereka mendapatkan informasi , yang seharusnya informasi tersebut hanya bisa digali dari hasil penyidikan polisi ? Apakah informasi-informasi tersebut legal di akses oleh publik, sebelum polisi merilis hasil penyidikan mereka ? Kalaupun informasi tersebut rahasia ? Lalu bagaimana informasi tsb dapat dengan mudah bocor mengalir di ruang-ruang publik ?
Atau informasi-informasi tsb bukan fakta sebenarnya, alias hoax, kemudian hoax tsb sengaja di suplai oleh pihak-pihak tertentu kepada mereka, APH musiman ! Dengan tujuan agar kasus lain yang lebih besar dan masih tersembunyi di balik drama hilangnya kifen, tidak terendus oleh publik, kemudian hilang bersamaan dengan hilangnya kepedulian publik yang bosan di jejali dengan berbagai spekulasi
Usus itu ‘otak kedua’. Punya 100 juta neuron sendiri.
Mata berkedip 15–20 kali per menit. Reset sistem visual
Tubuh lo itu mesin biologis paling kompleks yang pernah ada.
Paru-paru punya luas permukaan setara lapangan tenis. Semua dilipat rapi di dada
14/12/2025
Kenapa Motor Boros Padahal Jarang Dipakai ?
Jawabannya : Bensin “Tua” & Mesin Jadi Tidak Efisien
Logika awam bilang :
“Motor jarang dipakai harusnya irit dong.”
Secara kimia & mekanika, justru sering kebalikannya, brokuh.
🧪 1️⃣ Bensin itu “hidup”, bisa rusak walau disimpan
Bensin bukan cairan mati. Di dalamnya ada senyawa ringan yang mudah menguap. Saat motor lama diam :
☑️fraksi bensin ringan menguap duluan,
☑️sisa bensin jadi lebih berat & susah terbakar.
Hasilnya: 👉 pembakaran tidak sempurna
👉 tenaga turun
👉 gas harus dibuka lebih dalam
👉 boros bensin
🧪 2️⃣ Oksidasi bensin bikin performa turun
Bensin yang kena udara lama-lama teroksidasi. Reaksi ini bikin bensin :
☑️kehilangan daya bakar,
☑️membentuk endapan lengket (varnish).
Endapan ini nempel di :
☑️injector / karburator,
☑️klep,
☑️ruang bakar.
Mesin jadi :
☑️ngempos,
☑️brebet,
☑️dan minta bensin lebih banyak buat hasil yang sama.
🔧 3️⃣ Komponen mesin “kaku” karena jarang kerja
Motor yang jarang dipakai :
☑️ring piston bisa nempel tipis,
☑️seal mengering,
☑️gesekan meningkat.
Gesekan naik = energi kebuang = bensin kebakar sia-sia.
🌡️ 4️⃣ Mesin jarang panas optimal
Mesin butuh suhu kerja buat efisien. Motor yang cuma dipanasin sebentar :
☑️nggak pernah capai suhu ideal,
☑️oli nggak kerja maksimal,
☑️pembakaran tetap kasar.
Efisiensi turun → boros lagi.
💡 Tips Ilmiah Biar Motor Jarang Dipakai Tetap Irit
✔️ Pakai motor minimal 2–3 hari sekali
✔️ Jalankan 10–15 menit, jangan cuma dipanasin
✔️ Jangan simpan bensin lama (isi secukupnya)
✔️ Kalau jarang banget dipakai, habiskan bensin lama dulu
✔️ Bersihin injector/karbu berkala
✔️ Gunakan bensin sesuai rekomendasi oktan
Kesimpulan bengkel versi sains :
Motor itu kayak badan manusia, brokuh. Kalau jarang digerakin → malah makin “sakit-sakitan” dan boros.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Kecamatan Palibelo
Dompu
Opening Hours
| Monday | 08:00 - 17:00 |
| Tuesday | 08:00 - 17:00 |
| Wednesday | 08:00 - 17:00 |
| Thursday | 08:00 - 17:00 |
| Friday | 08:00 - 17:00 |
| Saturday | 08:00 - 16:30 |