Grup Ronda Mahayana
Rondaku tak seindah rondamu, karena kita nge-ronda bukan nge-rondo (cari janda)
Grup Ronda Mahayana
“Hidup tak selalu tentang berlari. Sesekali kamu butuh menepi dan bersyukur atas apa yang sudah kamu lewati.”
Tidak apa-apa jika langkahmu hari ini terasa lambat. Tidak semua perjalanan harus dipacu dengan tergesa-gesa. Kadang kita terlalu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa bahwa diri ini sudah berhasil melewati begitu banyak hal yang dulu pernah terasa mustahil.
Menepi bukan berarti menyerah. Berhenti sejenak bukan berarti kalah. Itu hanya cara hati memberi ruang untuk bernapas, menenangkan pikiran, dan menghargai perjuangan diri sendiri yang selama ini tetap bertahan meski sering lelah diam-diam.
Coba lihat ke belakang. Ada banyak luka yang berhasil kamu sembuhkan, banyak badai yang berhasil kamu lewati, dan banyak air mata yang akhirnya berubah menjadi pelajaran hidup. Tidak semua orang mampu sampai di titikmu hari ini.
Maka sebelum kembali melangkah jauh, sempatkan bersyukur. Karena kadang kebahagiaan bukan tentang seberapa cepat kita sampai, melainkan seberapa mampu kita menikmati perjalanan hidup yang sedang dijalani.
“Beda masa, beda cerita. Grup Ronda Mahayana bukan cuma anak muda, aki-aki juga ada.”
Di pos ronda, umur bukan pembatas untuk tetap berkumpul dan tertawa bersama. Ada yang masih kuat keliling malam sambil ngopi, ada juga yang jalannya sudah pelan tapi semangatnya masih paling depan. Dari yang rambutnya masih hitam sampai yang sudah dipenuhi uban, semuanya duduk dalam satu cerita yang sama: menjaga kebersamaan dan lingkungan.
Yang muda membawa tenaga dan semangat, yang tua membawa pengalaman dan nasihat kehidupan. Kadang justru obrolan paling sederhana di ronda malam melahirkan pelajaran hidup yang tidak diajarkan di sekolah.
Grup Ronda Mahayana bukan sekadar kumpulan orang begadang. Di sana ada canda, solidaritas, kepedulian, dan rasa saudara yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Karena pada akhirnya, ronda bukan hanya soal menjaga kampung tetap aman, tapi juga menjaga agar hubungan antarwarga tetap hangat.
Beda generasi boleh, beda umur juga biasa. Tapi kalau sudah duduk di pos ronda, semuanya tetap keluarga.
“Yang dibutuhkan saat ini cuma badan sehat, mental kuat, hati sabar, dan rezeki lancar.”
Untuk keluarga besar Grup Ronda Mahayana, semoga setiap langkah malam yang dijaga menjadi ladang kebersamaan, kekuatan, dan keberkahan. Tidak harus hidup mewah untuk merasa cukup. Kadang yang paling mahal justru kesehatan yang terjaga, hati yang tetap tenang, serta teman seperjuangan yang selalu ada saat susah maupun senang.
Di tengah kerasnya kehidupan, kita hanya perlu tetap kuat menghadapi keadaan, sabar menjalani ujian, dan terus percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar. Karena lelaki-lelaki yang rela begadang menjaga lingkungan bukan hanya sedang ronda, tapi juga sedang menjaga rasa peduli dan persaudaraan.
Semoga selalu diberi tubuh yang sehat untuk bekerja, mental yang kuat untuk menghadapi masalah, hati yang lapang dalam menerima keadaan, dan rezeki yang halal serta berkah untuk keluarga di rumah. Tetap solid, tetap sederhana, dan tetap saling menjaga. Salam hangat untuk seluruh anggota Grup Ronda Mahayana.
Walau ronda bareng aki-aki,
tapi semangat tetap tinggi 😄
Walau gigi tinggal dua,
tapi energi masih kayak mau ronda satu kecamatan 🤣
Yang muda kadang masih mikir ikut apa nggak,
yang sepuh malah udah standby duluan di pos ronda sambil ngopi.
Langkah boleh pelan,
lutut boleh bunyi tiap berdiri…
tapi urusan menjaga kampung dan ngerumpi tengah malam,
mereka tetap paling depan 😄
Karena bagi pas**an senior Grup Ronda Mahayana,
umur itu cuma angka…
yang penting kopi aman,
teman lengkap,
dan kentongan masih bisa dibunyikan 🤣
Lagi serius bahas besi p**a 1 1/5 inch di pos ronda.
Awalnya semua normal… ngobrol soal proyek, sambungan p**a, sama ukuran drat.
Tapi namanya juga bapak-bapak habis nguli seharian, obrolan pasti belok ke mana-mana 😄
“Kalau masang p**a itu harus fokus…”
“Iya lah, salah ukuran bisa repot.”
Lalu tiba-tiba satu orang nyeletuk:
“Kalau sampe nafsu ngelihat lobangnya… wah kacau sih itu hehehehe 🤣”
Pos ronda langsung pecah ketawa.
“Astagfirullah… itu p**a, bukan godaan dunia!”
“Makanya jangan terlalu dihayati ngelihat lobang p**a 😭”
Begitulah ronda malam versi bapak-bapak.
Awalnya serius bahas bangunan,
ujung-ujungnya malah jadi stand up comedy dadakan 😄
Nunggu tim ronda pada dateng, pos ronda malam ini jadi tempat istirahat paling sederhana… sekaligus paling hangat.
Sarung digelar, kopi mulai diseruput, dan bapak-bapak yang habis capek seharian kerja nguli akhirnya bisa duduk selonjoran sambil ngelepas penat.
Obrolannya pun khas… versi bapak-bapak pekerja keras 😄
Mulai dari harga semen yang naik, proyek yang bikin pinggang protes, sampai cerita lucu mandor yang lebih sering ngawasin daripada bantuin.
“Punggung gue rasanya udah kayak triplek kena hujan…”
“Masih mending, gue batuk aja bunyinya kayak knalpot bocor 🤣”
Tawa kecil pecah di tengah malam yang dingin.
Nggak mewah, nggak ramai… tapi justru obrolan receh beginilah yang bikin hati agak ringan setelah seharian dihajar kerjaan.
Ada yang sambil mijit kaki sendiri, ada yang setengah ngantuk tapi masih maksa ikut ngobrol. Sebab kadang, setelah capek cari nafkah seharian, yang dibutuhin cuma duduk sebentar… dan merasa nggak sendirian.
Malam makin larut, tim ronda belum lengkap juga.
Tapi ngerumpi versi bapak-bapak nguli sudah lebih dulu jalan 😄
Ronda malam dimulai.
Udara dingin pelan-pelan turun, jalanan mulai sepi, dan suara jangkrik mengambil alih suasana malam.
Satu per satu mulai berdatangan…
Pas**an generasi tua Grup Ronda Mahayana akhirnya muncul.
Walau umur sudah sepuh,
langkah mungkin tak lagi gesit,
lutut kadang bunyi duluan sebelum jalan…
tapi soal semangat, mereka tetap paling tangguh 😄
Sarung masih rapi dililit, kopi panas masih jadi andalan, dan candaan khas para senior mulai memenuhi pos ronda. Ada yang datang sambil batuk kecil, ada yang sambil pegang punggung… tapi begitu ngobrol dimulai, suasana langsung hidup.
“Yang penting hadir dulu…”
“Soal kuat muterin kampung, itu urusan nanti 🤣”
Di balik tawa sederhana itu, ada hal yang diam-diam bikin salut—di usia yang tak lagi muda, mereka masih mau begadang demi menjaga lingkungan tetap aman.
Karena bagi mereka, ronda bukan cuma rutinitas malam…
tapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan menjaga kampung seperti menjaga rumah sendiri.
Dan malam itu, Grup Ronda Mahayana kembali lengkap…
dengan pas**an generasi tua yang mungkin jalannya pelan,
tapi loyalitas dan semangatnya masih jalan paling depan 😄
Ronda itu bukan cuma soal memastikan lingkungan tetap aman.
Lebih dari itu… ini soal tanggung jawab kecil yang kadang nggak kelihatan.
Termasuk memastikan ibu-ibu yang jualan warteg bangun jam 3 pagi,
biar nggak telat masak, belum lagi harus belanja ke pasar.
Malam masih gelap, udara dingin, mata masih setengah ngantuk…
tapi tugas ya tetap tugas.
Pelan-pelan diketok pintunya…
“Bu… bu… udah jam 3…”
Nggak ada jawaban.
Diketok lagi, agak semangat sedikit…
“Buu… bangun bu…”
Dan tiba-tiba…
“Meoong…”
Lah.
Bukan ibu wartegnya yang bangun duluan…
malah si empus yang muncul, nengok dengan muka polos,
kayak nanya: “Ada perlu apa sih jam segini?”
Yang ngetok pintu cuma bisa diem sebentar…
lalu geleng-geleng sendiri.
Ya begitulah…
niat bantu orang bangun buat cari rezeki,
yang bangun duluan malah kucing 🤣
Tapi ya, di situlah serunya ronda.
Nggak selalu serius, nggak selalu tegang…
kadang justru hal-hal kecil kayak gini
yang bikin malam jadi lebih hidup. 😄
Waktu masih belum lengkap, personil Grup Ronda Mahayana belum pada datang, malam terasa santai tapi dingin. Duduk di pos ronda, ditemani kopi seadanya, mata sesekali nengok jalan…
Siapa tahu bukan cuma temen ronda yang datang.
Angin lewat pelan, suasana hening, cuma suara jangkrik yang setia nemenin. Tapi namanya juga manusia… harapan itu s**a nyelip diam-diam.
“Ya kali aja…”
bukan cuma anggota ronda yang lewat,
tapi ada rondo (janda) yang lewat juga 😄
Bukan apa-apa sih… sekadar nyari teman ngobrol,
biar ronda nggak cuma jaga kampung,
tapi juga jaga hati biar nggak kesepian.
Tapi ya… kalau yang datang tetap personil ronda semua,
ya sudah… kita lanjutkan saja tugas mulia ini:
Menjaga keamanan… sambil tetap berharap ada yang lewat bikin hati berdebar 🤣
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Depok
164XX, 165XX