Awindu PRO
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Awindu PRO, Public Figure, Jalan Gunung Agung, Denpasar.
Tokoh Publik, Akademisi dan Praktisi Pendidikan, Penyandang Sabuk Hitam INKAI, Mantan Atlet Nasional Binaraga (1997-2003), Penyandang Sabuk Hitam Internasional Taekwondo Federation (ITF), Asesor BAN PDM, Asesor Kompetensi BNSP
22/04/2026
Foto Jempol dari Kolam renang
22/04/2026
Mau berenang dulu biar adem
Suasana di penginapan The Cemoks Cottage
22/04/2026
Tiba di penginapan
21/04/2026
Wanita zaman now dengan MOGE
20/04/2026
Habis Gelap Terbitlah Terang
20/04/2026
Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia
20/04/2026
Kata-kata mutiara dari sang pejuang wanita
18/04/2026
rAHAJENG RAHINA SUCI Tumpek Landep
18/04/2026
PANCA SEMBAH
Berikut adalah mantra Panca Sembah (atau Kramaning Sembah) yang umum digunakan dalam persembahyangan umat Hindu Bali. Panca Sembah terdiri dari lima tahap sembah (pemujaan), biasanya dilakukan setelah Puja Tri Sandya.
Sembah pertama dilakukan tanpa sarana (sembah puyung), kemudian tiga sembah dengan bunga, dan ditutup dengan sembah puyung lagi.
1. Sembah Pertama (Sembah Puyung / Tanpa Sarana – Pembuka)
Mantra:
Om Ātmā Tattwātmā Suddhamām Swāhā
Arti:
Om, Ya Hyang Widhi Wasa, Engkau yang menguasai ātmā (jiwa) dan tattwa (kebenaran), sucikanlah ātmā hamba ini.
2. Sembah Kedua (dengan bunga putih – ditujukan kepada Sang Hyang Aditya / Surya)
Mantra:
Om Ādityasya Param Jyotiḥ
Rakta Teja Namo’stute
Śveta Paṅkaja Madhyasthe
Bhāskarāya Namo Stute
Om Raṃ Riṃ Saḥ Parama Cintya Yenamaḥ Swāhā
Arti:
Om, Wahai Sang Hyang Aditya yang memiliki cahaya tertinggi, cahaya merah yang menyinari, Engkau yang berada di tengah bunga teratai putih, wahai Bhaskara (Matahari), hamba sembah kepada-Mu.
Om, kepada Yang Maha Cintya (Yang Tak Terpikirkan), salam dan sujud hamba.
3. Sembah Ketiga (dengan bunga merah atau kewangen – ditujukan kepada Ista Dewata / Dewa yang berstana)
Mantra:
Om Nama Dewa Adhiṣṭhānāya
Sarva Vyāpi Vai Śivāya
Padmāsana Eka Pratiṣṭhāya
Ardhanaresvarāya Namaḥ Swāhā
Arti:
Om, salam kepada Dewa yang berstana, yang meresapi segala sesuatu sebagai Siwa, yang bertempat di padmasana (singgasana teratai) yang tunggal, kepada Ardhanareswari, hamba sembah.
4. Sembah Keempat (dengan bunga warna-warni / kewangen – memohon anugrah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Mantra:
Om Anugraha Manohara
Dewadatta Anugrahakam
Arcanam Sarva Pūjanam
Namaḥ Sarva Anugrahakam
Dewā Devī Mahāsiddhi
Yajñāṅga Nirmalātmakaṃ
Arti:
Om, anugerah yang memikat hati, anugerah yang diberikan oleh Dewa, pemujaan dan segala persembahan, salam kepada segala anugerah.
Kepada Dewa dan Dewi yang maha sempurna, yang suci dalam yadnya, yang memiliki jiwa murni.
5. Sembah Kelima (Sembah Puyung – Penutup)
Mantra:
Om Dewa Suksma Parama Acinthya ya Namah Swāhā
Om Śāntiḥ Śāntiḥ Śāntiḥ Om
Arti:
Memuja Tuhan dalam wujud Yang Maha Gaib, Maha Halus, tak terpikirkan, namun Maha Karya, hormat dan penyerahan diri.
Semoga damai di hati, bumi dan akhirat, damai pikiran, perkataan, perbuatan.
Catatan penting:
- Saat mengucapkan mantra, biasanya dilakukan sambil duduk bersila (padmasana atau semadi), tangan dalam sikap sembah (anjali mudra), dan diikuti dengan memercikkan tirtha (air suci) jika ada.
- Versi mantra ini bisa sedikit berbeda antar sumber atau pandita, karena tradisi lisan dan lokal. Versi di atas adalah yang paling umum beredar di Bali.
- Panca Sembah bertujuan membersihkan batin, memuja manifestasi Hyang Widhi (Surya, Ista Dewata, dan pemberi anugrah), serta memohon kesucian dan rahmat.
16/04/2026
Mie sosis buatan sendiri
16/04/2026
Membuat Rujak Lodek Singaraja
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Gunung Agung
Denpasar
80118