Salfa Collection

Salfa Collection

Share

Online Shop

07/04/2026
10/02/2026

🌙 Puasa Saat Dalam Keadaan Junub

Tenang, Islam itu memudahkan

Jika seseorang memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub,
puasanya tetap sah dan tidak batal.

🍜 Boleh sahur, makan, dan minum,
lalu mandi junub setelahnya.

📖 Teladan dari Rasulullah ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ pernah bangun pagi dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya,
kemudian mandi dan tetap melanjutkan puasa.
(HR. Bukhari & Muslim)

Ini menunjukkan bahwa keadaan junub tidak membatalkan puasa.

🚿 Tentang mandi junub
Mandi junub adalah kewajiban untuk shalat,
bukan syarat sah puasa.

Artinya:
Puasa tetap berjalan
Mandi junub dilakukan agar bisa menunaikan shalat dengan suci

⏰ Yang perlu diperhatikan
Mandi junub wajib dilakukan sebelum shalat Subuh,
dan tidak harus dilakukan sebelum sahur.

🌸 Allah tidak mempersulit hamba-Nya.
Yang penting, niat puasa dijaga
dan kewajiban shalat tetap ditunaikan.

Tambahan Penting:
Jangan disengaja Berhubungan suami istri di siang hari ya

Dan jika siang hari tertidur lalu mimpi basah, tetap sah puasanya
Dan wajib mandi sebelum menunaikan sholat.

Sorotan Pengikut

15/01/2026

FAKTA TENTANG DOA: SEBELUM & SESUDAH ACARA ISRA' MIKRAJ

Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya sebelum peristiwa isra' Mikraj, Rasulullah dan para sahabat sudah melakukan sholat. Tapi bagaimana bentuknya?

Dalam peristiwa Isra' dan Mikraj, kami mendapat informasi baik bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menerima perintah doa langsung dari Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Namun, ada satu hal penting yang sering diabaikan: urutan sholat pada waktu itu bukanlah pengaturan ibadah yang baru, melainkan pengaturan penambahan jumlah jam dan rakaat sholat.

__
Hakikatnya, sebelum peristiwa isra' mikraj, Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para sahabat sudah menunaikan sholat. Bahkan, Nabi صلى الله عليه وسلم mulai melakukan sholat sejak wahyu pertama diturunkan.

Ini diceritakan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya:

Gebriel, salamlah, aku adalah wahyu pertama kepadanya, dan dia tahu terang dan doa.
Arti nya adalah :
"Sesungguhnya Jibril AS datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika wahyu pertama diturunkan, kemudian mengajarkan Baginda wuduk dan sholat. "
[Kisah Ahmad (172.580)]

__
Ya, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sholat sebelum isra' mikraj, tapi sholat waktu itu hanya dua jam, yaitu pagi dan petang, dengan dua raka'at setiap waktu.

Hal ini dijelaskan oleh Ibnu rajab al-Hanbali:

Dia telah mengenakan dua rak'at padanya di hari pertama dan dua rak'at di hari terakhir saja

"Sesungguhnya telah wajib atas Baginda dua raka'at di siang hari dan dua raka'at di akhir hari saja. "
[Referensi: Fath al-Bari oleh Ibnu rajab al-Hanbali, jilid 2, hlm. 102, Perpustakaan Syamilah]

Hal yang sama dikatakan oleh Al-Syaukani, dari Imam Al-Harabi:

Doa sebelum isra adalah doa sebelum matahari terbenam, dan doa sebelum matahari terbit
"Sesungguhnya doa sebelum peristiwa isra' hanyalah doa sebelum matahari terbenam dan doa sebelum matahari terbit. "
[Referensi: Nail al-Awtar oleh Imam al-Syaukani, jilid 1, hlm. 374, Perpustakaan Syamilah]

Setelah peristiwa Isra' Mikraj, baru wajib shalat lima jam sehari, seperti yang kita ketahui hari ini.

__
Jadi muncul pertanyaan:

Mengapa sholat 'di upgrade' menjadi lima kali sehari? Apakah sholat dua kali sebelum itu buruk?

Jawabannya:
Tidak sama sekali. Doa dua jam sangat cocok untuk fase awal turunnya wahyu, yang merupakan fase membangun iman dan hubungan yang mendasar.

Namun, ketika orang-orang ini terpilih sebagai orang wasatan, mereka diberi sistem ibadah yang lebih kuat, mampu menahan tekanan kehidupan, tantangan peradaban, dan godaan zaman.

Doa jam lima adalah alat bertahan hidup spiritual, terutama bagi orang-orang yang percaya akhir zaman.

Dalam rangka Mi'raj, Allah menjadikan salat sebagai tulang punggung pengelolaan waktu seorang mukmin.

Dari pada 50 jam, ada proses pengeringan sampai tinggal lima jam lagi.

Hari manusia dipotong menjadi lima simpul kesadaran: pagi, sore, sore, senja dan malam. Seluruh siklus kehidupan tertutup dengan mengingat Tuhan.

Mengapa lima?
Karena manusia adalah makhluk yang mudah lupa, cepat hanyut, dan butuh "reset". Satu atau dua kali sehari tidak cukup untuk menjaga hati tetap berorientasi. Lima jam itu bukan beban, tapi sistem navigasi seperti kompas yang selalu dikalibrasi, agar manusia tidak tersesat terlalu jauh dalam kesibukan sehari-hari.

Pengikut

09/11/2025

"Gak penting seberapa besar rumah yang kita punya, yang paling penting adalah ada cinta di dalamnya."


Sorotan Pengikut

Photos from Salfa Collection's post 25/06/2020

ORI brand solo

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Cirebon?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Karang Getas
Cirebon