Yayasan Umar bin Al Khattab Cirebon
Yayasan Umar bin Al Khattab berorientasi pada kegiatan pendidikan, sosial dan dakwah.
Unit Pendidikan:
Menaungi RA UBK, SDI UBK, dan SMP IT UBK dengan pendidikan Islami terpadu yang memadukan ilmu, adab, dan karakter dalam lingkungan yang aman, nyaman Yayasan Umar bin Al Khattab menyediakan fasilitas pendidikan dari mulai tingkat Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar Islam(SDI), dan Sekolah Menengah Pertama Islam terpadu (SMP IT)
Dengan memadukan kurikulum lokal yang penuh dengan ma
12/05/2026
Cara makan yang tidak disukai adalah makan sambil bersandar. Cara makan seperti ini termasuk cara makan orang yang lahap sehingga tidak disukai atau dinilai makruh. Jika demikian, maka sudah sepantasnya kita menghindarinya.Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau,
لاَ آكُلُ وَأَنَا مُتَّكِئٌ
“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” (HR. Bukhari no. 5399)
Ibnul Atsir rahimahullah berkata, “Yang dimaksud muttaki-an adalah condong ketika duduk bersandar pada salah satu sisi.” (Lihat Tawdhihul Ahkam, 5: 439)
Disebutkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari (9: 451), “Mengenai makna ittika’ diperselisihkan maknanya oleh para ulama. Ada yang mengatakan, pokoknya bersandar ketika makan dalam bentuk apa pun. Ada yang menjelaskan, yang dimaksud adalah condong pada salah satu sisi. Ada p**a yang memaknakan dengan bersandar dengan tangan kiri yang diletakkan di lantai.”
Dari perkataan Imam Malik yang disimpulkan oleh Ibnu Hajar terdapat isyarat bahwa beliau memaksudkan duduk ittika’ untuk segala macam bentuk bersandar, tidak khusus pada cara duduk tertentu.
11/05/2026
Larangan menolak pemberian minyak wangi disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عُرِضَ عَلَيْهِ طِيبٌ فَلاَ يَرُدَّهُ فَإِنَّهُ خَفِيفُ الْمَحْمَلِ طَيِّبُ الرَّائِحَةِ
Siapa yang ditawari minyak wangi, janganlah dia menolaknya. Karena minyak wangi itu ringan diterima, dan baunya harum. (HR. Ahmad 8264, Nasai 5276 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Juga disebutkan dalam hadis lain dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ الْوَسَائِدُ وَالدُّهْنُ وَاللَّبَنُ
Ada 3 hal yang tidak boleh ditolak, bantal untuk duduk, minyak wangi, dan susu. (HR. Turmudzi 3020, al-Baghawi 3173, dan dihasankan al-Albani)
Yang dimaksud bantal di sini bukan bantal untuk alas kepala ketika tidur, namun bantal lebar untuk alas duduk.
Di samping larangan di atas, juga disebutkan dalam hadis yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menolak pemberian minyak wangi. Setiap beliau diberi minyak wangi, beliau selalu menerimanya.
Seorang ulama tabi’in, Tsumamah bin Abdillah bercerita,
كَانَ أَنَسٌ لاَ يَرُدُّ الطِّيبَ. وَقَالَ أَنَسٌ إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَرُدُّ الطِّيبَ
Anas tidak pernah menolak pemberian minyak wangi. Anas mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menolak minyak wangi. (HR. Bukhari 2582, Turmudzi 3019 dan yang lainnya).
Wallahu a'lam..
08/05/2026
Kezaliman dan durhaka kepada orang tua bukanlah dosa yang ringan. Bahkan Rasulullah mengabarkan bahwa keduanya termasuk dosa yang disegerakan balasannya oleh Allah di dunia sebelum di akhirat nanti.
Terkadang seseorang merasa hidupnya baik-baik saja setelah menyakiti orang lain, merendahkan, mengambil hak, atau membantah kedua orang tuanya. Namun sesungguhnya, hukuman Allah bisa datang dalam bentuk hilangnya keberkahan, sempitnya hati, rusaknya hubungan, sulitnya urusan, atau kegelisahan yang tidak kunjung hilang.
Maka jagalah lisan, sikap, dan hati kita. Jangan merasa kuat untuk berbuat dzalim kepada siapa pun. Jangan p**a meninggikan suara di hadapan orang tua yang telah menjadi sebab hadirnya kita di dunia.
Berbaktilah selagi mereka masih ada. Mintalah maaf sebelum terlambat. Dan jika pernah berbuat salah, segeralah bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.
Semoga Allah menjaga kita dari dosa-dosa yang mendatangkan murka-Nya dan menghiasi hidup kita dengan akhlak yang mulia. Aamiin.
Info SPMB Online:
www.ubkcirebon.sch.id
06/05/2026
Menjaga lisan saat marah bukanlah hal yang mudah, karena pada saat itu emosi sedang berada di puncaknya. Kata-kata terasa begitu ringan untuk diucapkan, namun seringkali berat untuk dipertanggungjawabkan. Satu kalimat yang keluar saat marah bisa melukai hati orang lain, merusak hubungan, bahkan meninggalkan bekas yang sulit untuk dihapus.
Seringkali kita menyesal bukan karena kita diam, tapi karena kita terlalu cepat berbicara. Ketika amarah telah reda dan hati kembali tenang, barulah kita menyadari bahwa kata-kata yang terucap tidak bisa ditarik kembali. Maka benar, diam sejenak ketika marah bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan dalam mengendalikan diri.
Belajarlah untuk menunda ucapan, tarik napas, dan beri waktu pada hati untuk meredam emosi. Karena tidak semua yang kita rasakan harus langsung diungkapkan. Ada saatnya diam menjadi pilihan terbaik agar tidak menyakiti, dan agar tidak menambah dosa dari lisan yang tak terjaga.
Jagalah lisan, karena ia adalah cerminan hati. Jika hati dipenuhi kesabaran, maka yang keluar pun akan penuh kebaikan. Namun jika hati dikuasai amarah, maka lisan bisa menjadi sumber penyesalan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga lisannya, terutama di saat marah, dan menggantinya dengan kata-kata yang lebih baik atau memilih diam demi kebaikan.
Info SMPB online:
www.ubkcirebon.sch.id
04/05/2026
Agar tidak mudah terjatuh dalam ghibah, kita perlu belajar menahan rasa ingin tahu yang berlebihan tentang orang lain. Karena sering kali, bukan karena terpaksa kita membicarakan orang, tapi karena kita terlalu ingin tahu urusan yang bukan bagian dari kita.
Lisan ini akan selalu mengikuti isi hati. Jika hati sibuk dengan kekurangan diri, maka lisan akan lebih banyak diam dan memperbaiki. Namun jika hati sibuk mengurusi orang lain, maka lisan pun mudah tergelincir dalam ghibah tanpa terasa.
Nasihat para ulama mengajarkan, kurangi rasa ingin tahumu tentang orang lain, maka ghibahmu pun akan berkurang. Sebuah kalimat sederhana, tapi dalam maknanya. Karena akar dari banyaknya pembicaraan sia-sia adalah rasa penasaran yang tidak perlu.
Sibukkan diri dengan memperbaiki iman, memperindah akhlak, dan memperbanyak dzikir. Tidak semua yang kita dengar harus ditanggapi, tidak semua yang kita tahu harus disampaikan. Ada saatnya diam itu lebih menyelamatkan.
Semoga Allah menjaga lisan kita dari ucapan yang sia-sia, menjaga hati kita dari penyakit buruk, dan menjadikan kita hamba yang lebih fokus pada memperbaiki diri daripada mencari-cari kesalahan orang lain.
29/04/2026
Terkadang yang membuat hati lelah bukan ujian hidup, tapi terlalu sibuk memikirkan penilaian manusia.
Padahal seorang mukmin belajar untuk tetap tenang, karena setiap ucapan manusia tidak akan pernah keluar dari dua keadaan:
Jika itu benar, semoga menjadi penggugur dosa dan pengingat untuk memperbaiki diri, jika itu salah, semoga menjadi pahala yang Allah hadiahkan tanpa kita bersusah payah mencarinya.
Maka jangan habiskan hidup untuk sibuk membalas setiap perkataan.
Cukuplah Allah yang mengetahui isi hati dan keadaan kita yang sebenarnya.
“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”
(QS. Ath-Thalaq: 3)
Info SPMB Online:
www.ubkcirebon.sch.id
28/04/2026
Utang bukan hanya soal harta, tetapi juga amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Hutang hukumnya mubah tapi konsekuensinya harus dibayar. Apabila kita mampu untuk segera melunasinya, maka bergegaslah melunasinya, dan wajib dibayar jika hutang tersebut telah jatuh tempo. Dan apa bila telah jatuh tempo sedangkan anda mampu membayarnya namun anda tunda tunda maka anda akan berDOSA..
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “مَطْل الغنيِّ ظلم. وإذا أُتْبع أحدكم على مَلِئٍ فليَتْبع” متفق عليه.
Dari abi hurairoh rodhiallhu ‘anhu berkata: Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
Menunda pembayaran hutang dalam kondisi mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan(hutangnya) kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya”
[Al-Bukhari III/55, 85 Muslim III/1197 nomor 1564,]
Jangan menunda jika mampu membayar. Sebab ketenangan hati orang lain bisa jadi sedang menunggu itikad baik kita.
Semoga Allah mudahkan kita untuk menjaga amanah, melunasi tanggungan, dan dijauhkan dari hutang yang memberatkan.
info SPMB online:
www.ubkcirebon.sch.id
27/04/2026
Cerdas bukan hanya tentang dunia, tapi tentang sejauh mana kita mempersiapkan akhirat.
Menguatkan hati untuk selalu mengingat kematian, bukan untuk takut berlebihan, tapi agar hidup lebih terarah, amal lebih ikhlas, dan waktu lebih berharga. Karena mukmin yang sejati adalah mereka yang tidak lalai, yang sadar bahwa perjalanan ini sementara, dan tujuan akhirnya adalah kehidupan yang kekal.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshar mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian. Itulah mereka orang-orang yang paling cerdas.”” (HR. Ibnu Majah, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)
Semoga kita termasuk orang-orang yang bijak dalam mempersiapkan bekal terbaik sebelum p**ang.
Info SPMB online:
www.ubkcirebon.sch.id
23/04/2026
Menjaga diri bukan sekadar pilihan, tapi bentuk ketaatan.
Apa yang terlihat kecil, bisa menjadi pintu menuju hal yang besar. Sentuhan yang tak halal bukan hal sepele dalam pandangan syariat. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mengingatkan betapa beratnya perkara ini.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengingatkan tentang besarnya kerusakan dan fitnah yang ditimbulkan oleh perempuan terhadap laki-laki dalam sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam: “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah (keburukan/kerusakan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki melebihi (fitnah) kaum perempuan”. [HSR al- Bukhari (no. 4808) dan Muslim (no. 2740)]
Imam Ibnul Qayyim berkata: “Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan kaum perempuan bercampur (bergaul) bebas dengan kaum laki-laki adalah biang segala bencana dan kerusakan, bahkan ini termasuk penyebab (utama) terjadinya berbagai melapetaka yang merata. Sebagaimana ini juga termasuk penyebab (timbulnya) kerusakan dalam semua perkara yang umum maupun khusus. Pergaulan bebas merupakan sebab berkembangpesatnya perbuatan keji dan zina, yang ini termasuk sebab kebinasan massal (umat manusia) dan wabah penyakit-penyakit menular yang berkepanjangan [Seperti penyakit AIDS dan penyakit-penyakit kelamin berbahaya lainnya, na’uudzu billahi min dzaalik].
Oleh karena itulah, Islam melarang segala bentuk hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, kecuali dalam batasan-batasan yang sempit yang diperbolehkan dalam syariat Islam.
Maka, jagalah batas, pelihara kehormatan, dan kuatkan iman.
Karena kemuliaan bukan hanya pada apa yang kita lakukan, tapi juga pada apa yang kita tinggalkan karena Allah.
Info SPMB online:
www.ubkcirebon.sch.id
23/04/2026
Alhamdulillah, dalam suasana penuh syukur dan kebanggaan, Kepala Sekolah Ustadz Andry Chrisyanto, S.Pd. menyampaikan apresiasi dan reward yang tulus kepada seluruh siswa-siswi SDI UBK.
Dengan penuh ketenangan namun sarat makna, beliau menuturkan bahwa setiap prestasi yang diraih bukanlah hasil yang tiba-tiba, melainkan buah dari kesungguhan, doa, dan proses panjang yang dijalani dengan penuh kesabaran.
Dalam nasihatnya, beliau mengajak seluruh murid SDI UBK untuk tidak berhenti pada capaian hari ini. Prestasi bukan sekadar tujuan, tetapi bagian dari perjalanan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah.
Beliau juga menyampaikan rasa bangga yang mendalam, karena para siswa-siswi yang berprestasi dalam ajang Pentas PAI tingkat kecamatan tahun 2026 telah melangkah lebih jauh lolos ke tingkat kabupaten untuk mewakili dan membawa nama baik SDI UBK.
Dalam untaian motivasi yang disampaikan, tersirat harapan agar semangat ini tidak berhenti pada segelintir nama, melainkan tumbuh menjadi api yang menyala di hati seluruh siswa siswi nya untuk berani bermimpi, berusaha, dan berprestasi dengan adab dan keikhlasan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Jalan Gunung Jati, Kec. Gunung Jati, Desa Grogol
Cirebon
45151