IBU Cerdas

IBU Cerdas

Share

Berbagi informasi yang bermanfaat seputar kehidupan agar menjadi ibu yang cerdas bagi keluarga.

08/04/2020

Buat yg kemarin gak kebagian subsidi listrik dari pemerintah, ini saya kasih tau caranya πŸ‘‡πŸ»
Silahkan dicoba ..
10000% bukan hoax.

Photos from IBU Cerdas's post 29/03/2020

Bahan renungan.

21/02/2020

Yang bisa copy
Berarti hp nya canggih
πŸ‘ πŸ‘
πŸ‘ƒ
πŸ‘„

Selamat mencoba😁😁
Selamat malam sabtuanπŸ˜†πŸ˜†

Hahahaha

05/02/2020

-BERNILAI-

Saya menemukan uang 50.000 diselokan, bentuknya kumal dan bau kencing.
Saya bersihkan dan saya berpikir sekumal apapun uang ini tetap nilainya 50.000.

Lalu jika kebetulan uang tersebut ada di tong sampah apakah nilainya masih sama 50.000 ?

Jika uang tersebut saya temukan di jalan, diinjak injak orang, apakah nilainya masih sama 50.000 ?

Ternyata dimanapun uang tersebut berada, nilainya tetap sama.

Saya berpikir lagi mungkin beda cerita jika saya menemukan uang ini dalam keadaan terkoyak, pasti tidak akan bernilai lagi.

Tapi... Upsss.... !!!
Terkoyak kan bisa ditempel pakai plester ?
Saya ingat mamak saya dulu menempel uang yang sobek pakai nasi.
Jika ada uang yang sobek segera mamak saya berlari kedapur membuka periuk dan mengambil sebutir nasi untuk menempel uang tersebut dengan secobek buku tulis.

Ohh...
Berarti sekalipun uang itu koyak nilainya tetap sama.

-------

Begitu juga hidup kita...

Kadang kita merasa tidak berharga karena kita pengangguran dan miskin.

Kita merasa diinjak injak,
Kita merasa dikucilkan,
Kita merasa dijauhi keluarga dan teman teman, Kita merasa digunjingkan,
Kita merasa dihina,
Kita merasa disakiti,
Kita merasa dikhianati,
Kita merasa dibenci,
Kita merasa seorang diri,
Kita merasa difitnah,
Kita merasa dijauhkan,
Kita merasa dibuang,

Dan semua perasaan itu membuat kita MERASA TIDAK BERNILAI.

------

Jika uang saja tetap bernilai sekalipun dia berada dicomberan lalu kenapa kita manusia tidak merasa memiliki nilai ?

Uang itu tetap bernilai karena ada orang yang memberi nilai pada uang tersebut.

Begitupun hidup kita...
Kita akan tetap bernilai karena kita yang menghargai diri kita.

Tuhan menciptakan kita (masing masing manusia) dengan tujuan hidup yang berbeda namun kita memiliki nilai yang sama dimata Tuhan.

Tidak semua manusia harus kaya,
Tidak semua manusia harus tertawa,
Tidak semua manusia harus banyak uang,
TAPI semua manusia punya nilai yang sama.

Mungkin saat ini ada yang teraniaya,
Mungkin saat ini ada yang dirampas haknya,
Mungkin saat ini ada yang menderita,
Mungkin saat ini ada yang pengangguran,
Mungkin saat ini ada yang bangkrut,
Mungkin saat ini ada yang kurang makan,
Mungkin saat ini ada yang dijauhi teman,
Mungkin saat ini ada yang difitnah,
Mungkin saat ini ada yang berbeban berat,
JALANI saja semuanya dengan senang hati dan jangan pernah membuat diri kita tidak bernilai.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, NILAI KITA tidak akan berkurang jika bukan kita sendiri yang mengurangi.

29/01/2020

Sering lihat seorang istri marah-marah kepada suami karena sang suami tak bisa memenuhi keinginan sang istri.
Sering jugga lihat seorang anak bicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak bisa membelikan apa yg sang anak mau.

Tak seorang pun kepala keluarga yg tidak ingin melihat keluarganya bahagia.
Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkan lah apa yg telah dilakukan oleh seorang suami.
Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga nya.

Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya.?
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana.?
Taukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak" mu.
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa pulang membawa uang.

Sebelum engkau cemberut padanya,,,
Hitung lah dulu telah berapa juta tetes keringat engkau peras dari tubuhnya.
Sebelum engkau marah padanya,,,
Tataplah lekat-lekat matanya, mungkin tanpa kamu sadari mata itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat dirimu tersenyum 😊 😞

Ketahuilah
Bila sampai hari ini dia belum bisa memenuhi segala keinginanmu, itu hanya karena faktor keadaan.

Untuk para ayah di mana pun berada. Smoga lelah mu menjadi berkah, Amiin ya Allah..

Photos from IBU Cerdas's post 09/01/2020

Terharu bacanya.

09/01/2020

Memang terkadang hal - hal yang begini ga bisa di jelaskan secara logika manusia.

28/12/2019

Bisnis Tdk Harus High Profit
===============

Guru kami pernah menukil sebuah kisah yang disampaikan syaikh beliau saat belajar di Madinah. Dulu, tahun 1950-an, di kalangan para pedagang Madinah ada sebuah budaya yang bagus. Ketika toko seorang pedagang laris, sementara toko sebelahnya sepi, maka si pemilik toko yang laris ini akan mengarahkan sebagian konsumennya agar berbelanja ke toko sebelah. Atau, dia akan menutup tokonya, agar pembeli belanja di toko sebelah.

Ini luar biasa. Sebab, kultur ini menabrak prinsip ekonomi berkenaan dengan prospek dan keuntungan. Lazimnya, jika toko kita laris, maka penjualan mesti dioptimalkan. Strategi marketing mesti dirapikan, dibuat lebih canggih, agar konsumen semua mengalir ke toko kita. Jika perlu, celah-celah yang memungkinkan orang belanja ke toko lain ditutup rapat-rapat, agar kita bisa memonopoli pasar. Tapi, ini tidak. Alih-alih menggenjot penjualan dan melakukan ekspansi, pemilik toko ini malah mengarahkan konsumennya agar belanja di toko sebelah yang sedari pagi sepi pelanggan.

Kultur ini tak mungkin tumbuh kecuali di atas landasan akidah yang kuat. Si pedagang yakin bahwa Ar Razaq tidak akan mungkin salah alamat dalam membagi rejeki. Jika Allah ingin memberi, maka tak satu pun yang dapat mencegah. Sebaliknya, jika Allah ingin mencegah, maka tak satu pun akan dapat memberi. Karena itu, meskipun pedagang ini menutup toko atau mengarahkan konsumen ke toko sebelah, ia yakin itu tak akan pernah mengurangi jatah rejeki yang sudah Allah tetapkan untuknya.

Beda sekali dengan sebagian pedagang hari ini yang memiliki pola pikir bersaing. Mereka memandang pedagang lain sebagai kompetitor. Seakan-akan, rejeki Allah itu harus diperebutkan. Pembagian rejeki Allah dikalkulasi dengan pola pikir siapa cepat dia dapat. Akhirnya, masing-masing pedagang melakukan berbagai upaya agar ia lebih unggul dari saingannya. Jika perlu, lewat cara-cara haram yang dicela agama.

Dari kisah singkat itu, saya mendapatkan insight bahwa cakupan akidah ternyata bisa ke mana-mana. Tak terbatas pada soal keyakinan saja. Dampaknya bisa sampai pada muamalah juga. Wallahu a'lam.
IG:

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Cirebon?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Cirebon
45131