Ayah Fuzy

Ayah Fuzy

Share

Ayah Fuzy adalah seorang pendidik al-Qur'an di Pondok Pesantren Nashuhiyyah Alaskonda Jatimerta Gunung Jati Cirebon. Selamat datang di "Moucha Shop".

Bersama istri, mengasuh santri putra putri di pesantren Nashuhiyyah. Untuk anda yang ingin melakukan pemesanan, kami memiliki 1 sistem pembayaran:

PEMESANAN --> TRANSFER --> KONFIRMASI KE KAMI --> BARANG KIRIM (JNE). Lakukan pemesanan melalui SMS/WA/BBM ke kontak yang tertera di Bawah. Kami akan menjawab pemesanan anda secepatnya & akan memberitahukan informasi rincian biaya serta nomor rekening

12/03/2025

Kun fayakun 🤲🏻🤲🏻🤲🏻
Aamiin

19/01/2025

QUIZ

Fuzy punya uang 30rb, lalu dia beli telur 15rb, berapa uang kembalian Fuzy???

19/01/2025

Pray for Banjir Cirebon

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, .

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon telah membawa duka dan kesedihan bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Di tengah cobaan ini, mari kita bersama-sama mendoakan mereka agar diberi kekuatan dan ketabahan.

Semoga musibah ini segera berlalu, dan masyarakat yang terdampak dapat kembali bangkit serta menjalani kehidupan dengan normal. Dukungan dan doa dari kita semua sangat berarti bagi mereka.

Photos from Ayah Fuzy's post 19/01/2025

ZIARAH : RUHIYYAH DAN BADANIYYAH

Saya ingin berbagi pengalaman yang begitu berkesan ketika saya berziarah ke makam kakek dan nenek istri saya di Madura, tepatnya di kampung Makkaan Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Perjalanan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momen berkumpulnya keluarga besar yang jumlahnya benar-benar luar biasa—ratusan orang dari berbagai kota datang untuk meramaikan acara ini.
Sebelum saya bercerita lebih jauh, mari kita bahas sedikit tentang ziarah kubur. Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan umatnya untuk berziarah kubur, sebagaimana dalam sebuah hadits:
"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah karena ia dapat mengingatkan kalian pada akhirat."
(HR. Muslim).

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah, salah satu sahabat Nabi yang terkenal karena banyak meriwayatkan hadits. Pesan utama dari anjuran ini adalah agar kita mengingat kematian, sekaligus mendoakan para pendahulu yang telah tiada. Dalam perjalanan saya ini, pesan itu terasa begitu dalam.

Makkaan, Krampon, Torjun

Perjalanan ke Madura selalu menarik bagi saya. Kami berangkat dari Cirebon, hari Sabtu jam 2 siang. Bergantian menjadi supir dengan adik ipar dalam perjalanan kurang lebih 12 jam. Melewati Jembatan Suramadu, saya merasa seperti melintasi gerbang waktu menuju suasana desa yang damai dan penuh tradisi. Sesampainya di Desa Krampon, kami langsung istirahat. Mengingat waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Langsung masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk kami selama di Madura.
Ziarah ke Makam Kakek dan Nenek

Setelah berbincang sebentar dengan paman, dilanjutkan dengan sarapan, kami bersama-sama menuju makam kakek dan nenek istri saya. Makam mereka berada di area pemakaman umum yang dikelilingi pepohonan rindang. Udara pagi yang sejuk, suara burung, dan hembusan angin membuat suasana semakin khidmat.

Kami memulai dengan membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan tahlil dan doa. Saat berdoa, saya merasakan betul makna dari hadits Nabi tadi. Kehadiran kami di sana bukan hanya untuk mengenang kakek dan nenek, tetapi juga sebagai pengingat bahwa suatu hari nanti, kita semua akan berada di tempat yang sama.
Tahlilan dan Rojaban
Selepas maghrib, kami berkumpul di langgar untuk mengikuti tahlilan. Ruangan penuh sesak, sampai ada yang duduk di teras. Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an, tahlil, dan doa bersama untuk keluarga yang telah wafat.

Setelah tahlilan selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan Rojaban. Ternyata, ini adalah tradisi di Madura yang diadakan setiap bulan Rajab untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ. Ada ceramah agama yang diisi oleh seorang kyai setempat, dan isi ceramahnya adalah pembacaan kitab yang membahas peristiwa Isra’ Mi’raj.
Ceramahnya, tentu saja, disampaikan dalam bahasa Madura. Saya, yang hanya memahami sedikit bahasa Madura, lebih banyak mengamati ekspresi wajah dan semangat orang-orang di sekitar. Meski tidak memahami seluruhnya, saya tetap merasa kagum melihat bagaimana tradisi ini mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat di sana.
Momen yang Membekas

Saya merasa sangat terharu melihat ratusan orang berkumpul dengan niat yang sama: berdoa, mengenang, dan merajut tali silaturahmi. Anak-anak kecil berlarian di sela-sela orang dewasa, para ibu sibuk menyiapkan hidangan untuk tamu, sementara yang lainnya khusyuk mendengarkan ceramah.

Tradisi ini mengajarkan saya banyak hal. Ziarah kubur bukan hanya tentang mengunjungi makam, tetapi juga tentang mempererat hubungan antar-generasi, mengenang jasa para pendahulu, dan mengambil pelajaran dari kehidupan.
Ketika kami akhirnya berpamitan untuk pulang, saya merasa hati saya penuh dengan rasa syukur. Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa keluarga adalah anugerah yang tak ternilai, dan tradisi seperti ini adalah warisan yang harus dijaga.
Saya juga jadi lebih memahami mengapa Nabi menganjurkan ziarah kubur. Selain untuk mengingatkan akhirat, ziarah juga menjadi pengikat hubungan sosial dan keluarga. Meski dengan keterbatasan bahasa, namun tetap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya begitu universal: doa, syukur, dan kebersamaan.
Ayah Fuzy

Photos from Ayah Fuzy's post 19/01/2025

3 tahun kurang lebih, Angga, belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan saya. Alhamdulillah.. Perkembangan nya sudah terasa.
Ingat awal saya menerima setoran bacaan Al Qur'an nya, memprihatinkan. Huruf Hijaiyah belum dikuasai, apalagi cara membaca Al-Qur'an sesuai kaedah tajwid. Masih jauh. Meski, hafalan juz 30 nya sudah cukup banyak.
Hal ini cukup umum terjadi di masyarakat kita, saat ini. Anak anak dipaksa untuk menghafal sedemikian rupa, tanpa dibekali terlebih dahulu dengan, paling tidak, kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai tajwid.
Dan PR ini bukan hanya milik lembaga saja, memang, namun juga keluarga dan masyarakat secara umum. Jangan sampai nanti anak anak kita hanya menjadi semacam burung beo yang hanya pintar menirukan bacaan, tanpa mengetahui betul apa yang diucapkan nya. Apalagi membaca langsung dari mushaf Al-Qur'an.
Anak kandung saya pun, Fuzy, dilatih sedemikian rupa bagaimana membaca yang baik dan benar. Untuk kemudian, ketika memang nanti nya ditakdirkan untuk menjadi seorang pembawa Al-Qur'an (penghafal Al-Quran), juga memahami betul apa yang dihafalnya itu. Semoga.

24/12/2024

Hafalan Al-Qur'an..

Menghafalkan Al-Qur'an itu mudah.. yang susah itu menjaga (hafalan) nya..
Apalagi yang baru khatam (selesai 30 juz) hafalan nya..
Harus rajin mengulang-ulang (muroja'ah)..
Sampai kapan harus muroja'ah..?
Selagi umur masih dikandung badan..

Mari kita selalu memohon kepada Allah, agar diberikan keberkahan waktu dalam menjaga Kalam-Nya.. Aamiin

23/12/2024

Menuju Jakarta dari Pulau Tidung Kepulauan Seribu

22/12/2024

Sunset di Pantai Pulau Tidung Kepulauan Seribu

Photos from Ayah Fuzy's post 21/12/2024

Alhamdulillah.. sampai di pulau Tidung Kepulauan seribu Jakarta

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Cirebon?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Cirebon
45151