Al-HIKAM

Al-HIKAM

Share

Sempurnakan AGAMA'MU dengan IHSAN

04/05/2026

Sebagian dari istidroj.
dawuh Mushonnif :

مِنْ جَهْلِ المُرِيدُ اَنْ يَنسِىء الاََدَبَ، فَتُوءَخِرُ العُقـُوْبَة ُ عَنْهُ فَيَقوُلُ، لَوْكاَنَ هٰذَا سُوْءَ اَدَبٍ لَقطَعَ الاِمداد وَاَوجب الاِبعادُ، فقد يقطعُ المَدَدُ عنهُ مِنْ حيثُ لاَ يَشْعُرُ ولَولَمْ يَكُنْ الاَ منعَ المَزِيدِ وقدْ يُقاَمُ مقاَمَ البُعْدِ وهُوَ لاَيَدْرِي ولَولَمْ يَكُنْ الاَّ اَنْيُخَلِّيَكَ وَماَتُرِيْدُ

“Setengah dari tanda kebodohan murid, jika ia berbuat salah dalam beradab kepada Alloh lalu ditangguhkan hukumannya, lalu ia berkata, ‘Andaikata termasuk dosa tentu sudah diputuskan bantuan [karunia] dan sudah dijauhkan. Ingatlah! Adakalanya telah diputuskan bantuan [karunia] dengan jalan yang Ia tidak rasakan, meskipun hanya berupa tidak ada tambahan baru, dan adakalanya p**a Ia telah dijauhkan padahal ia tidak mengetahui, meskipun hanya berupa membiarkan engkau menurutkan hawa nafsumu.”

Syarah :
Putusnya bantuan dari Alloh adalah awal dari hijab. Jadi apabila murid sudah mulai terhijab sehingga ibadahnya tidak bisa khudhur kepada Alloh, itu menjadi sebab gugurnya murid dari perhatian Alloh. dan akan datang hijab dalam hatinya.

Syeikh Abul-Qasim al-Junaid rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Ketika aku sedang menunggu jenazah bersama orang-orang banyak yang akan dishalatkan di masjid As-Syuniziyah, tiba-tiba ada seorang pengemis miskin meminta-minta, maka dalam hatiku berkata, ‘Andaikan orang itu bekerja sedikit-sedikit supaya tidak meminta-minta, tentu akan lebih baik baginya’. Dan ketika pada malam harinya, aku akan mengerjakan wirid yang biasa aku kerjakan pada tiap malam, terasa sangat berat dan tidak dapat berbuat apa-apa, sambil duduk akhirnya tertidurlah mataku. Tiba-tiba aku bermimpi, orang-orang datang membawa orang miskin itu di atas talam [baki], dan orang-orang itu berkata kepadaku, ‘Makanlah daging orang ini sebab engkau telah meng-ghibah padanya’. Maka langsung aku terbangun dan sadar, dan aku tidak merasa ghibah padanya, hanya tergerak dalam hati, tetapi aku diperintahkan meminta halal kepada orang itu, maka tiap hari aku berusaha mencari orang itu, akhirnya bertemu di tepian sungai sedang mengambil daun-daunan yang rontok untuk dimakan dan ketika aku memberi salam kepadanya, langsung ia berkata, ‘Apakah kamu akan mengulangi lagi wahai Abul-Qasim?’ Jawabku, ‘Tidak’. Maka ia berkata, ‘Semoga Allah mengampuni kami dan kamu’.”

Tanda-tanda seseorang mendapat taufik itu ada tiga:

1.Mudah mengerjakan amal kebaikan, padahal ia tidak berniat dan bukan tujuannya.

2.Berusaha untuk berbuat maksiat, tetapi selalu terhindar dari padanya.

3.Selalu terbuka baginya kebutuhan dan hajat kepada Alloh ta’ala.

Sedangkan tanda-tanda seseorang yang dihinakan oleh Alloh juga ada tiga:

1.Sulit melakukan ibadah dan taat, padahal ia sudah berusaha sungguh-sungguh.

2.Mudah terjerumus ke dalam maksiat, padahal ia berusaha menghindarkannya.

3.Tertutupnya pintu kebutuhan atau hajat kepada Alloh, sehingga merasa tidak perlu berdo’a dalam segala hal.

Rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“ Tuhan telah mendidik aku sebaik-baik didikan dan menyuruhku melakukan akhlak yang sebaik-baiknya.”

Dalam satu ayat:
Ambillah hati mereka dengan s**a memaafkan, dan anjurkan perbuatan-perbuatan yang baik dan mudah, abaikanlah orang-orang yang masih bodoh, [jangan dituntut] mereka yang masih bodoh itu.

Seorang sufi kehilangan anak, hingga tiga hari tidak mendapat beritanya, maka ada orang yang berkata kepadanya, 'Mengapa engkau tidak minta kepada Alloh, supaya mengembalikan anak itu kepadamu?' Jawab sang sufi, 'Tantanganku terhadap putusan Alloh itu akan lebih berat bagiku dari pada hilangnya anak'.

Syeikh Abu Sulaiman ad-Darony rodhiyallohu 'anhu berkata: "Alloh telah mewahyukan kepada Nabi Dawud 'alaihissalam, 'Sesungguhnya Aku menjadikan syahwat hanya untuk orang-orang yang lemah dari para hamba-Ku, karena itu waspadalah jangan sampai hatimu tertawan oleh syahwat itu, sebab seringan-ringan siksa untuknya ialah Aku cabut manisnya rasa cinta kepada-Ku dari dalam hatinya".

Dan dalam bagian lain Alloh berfirman kepada Nabi Dawud 'alaihissalam, "Wahai Dawud! Berpeganglah pada ajaran-Ku, dan tahanlah nafsumu untuk ketenangan dirimu, jangan sampai engkau tertipu dari padanya, niscaya engkau terhijab dari cinta-Ku, putuskan syahwatmu untuk Aku, sebab Aku hanya memberikan syahwat itu untuk hamba-Ku yang lemah, untuk apakah orang-orang yang kuat akan memuaskan syahwat. Padahal ia akan mengurangi kelezatan bermunajat kepada-Ku, sebab Aku tidak merelakan dunia ini untuk kekasih-Ku, bahkan Aku bersihkan ia dari padanya.

Wahai Dawud! Jangan engkau mengadakan antara-Ku dengan engkau suatu alam yang dapat menghijab engkau karena mabuk pada alam itu dari pada cinta kepada-Ku, mereka hanya perampok di tengah jalan terhadap hamba-Ku yang baru berjalan. Usahakan lah untuk meninggalkan syahwat dengan banyak puasa.

Wahai Dawud! Cintailah Aku dengan memusuhi hawa nafsumu, dan tahanlah dari syahwatnya, niscaya engkau melihat kepada-Ku, dan engkau akan dapat melihat yang terbuka antara-Ku dengan engkau'."

Syeikh Ibrohim bin Adham rodhiyallohu 'anhu berkata: ''Seseorang tidak akan mencapai derajat orang-orang sholeh, kalau tidak melalui enam rintangan:

1. Menutup pintu kemuliaan, membuka pintu kehinaan.

2. Menutup pintu nikmat, membuka pintu kesulitan.

3. Menutup pintu istirahat, membuka pintu perjuangan.

4. Menutup pintu tidur, membuka pintu jaga.

5. Menutup pintu kekayaan, membuka pintu kemiskinan.

6. Menutup pintu harapan, membuka pintu siaga menghadapi maut.''

Syeikh Ibrahim al-Khawaash rodhiyallohu 'anhu berkata: ''Ketika aku ditengah perjalanan tiba-tiba merasa lapar, sehingga sampai di kota Array, maka aku berkata dalam hati, 'Di sini aku banyak sahabat, maka jika aku bertemu tentu mereka akan menjamuku, maka ketika aku telah masuk ke dalam kota, tiba-tiba aku melihat perbuatan-perbuatan mungkar [maksiat], dan aku merasa berkewajiban mencegah kemungkaran. Tiba-tiba aku ditangkap dan dipukuli oleh orang-orang'. Sehingga aku bertanya-tanya dalam hati, 'Mengapa aku dipukuli oleh semua orang padahal aku ini lapar'. Tiba-tiba diingatkan dalam hatiku, 'Engkau mendapat hukuman itu karena engkau mengharap dijamu oleh sahabat-sahabatmu'.''

Firman Alloh dalam salah satu wahyu-Nya [kepada Nabi Dawud 'alaihissalam]: ''Sesungguhnya seringan-ringan siksa-Ku terhadap orang alim jika ia mengutamakan syahwatnya dari pada cinta-Ku, maka Aku haramkan dari pada merasakan kelezatan bermunajat kepada-Ku.''

Sangat Penting bagi murid :

Al-Imam Qusyairy berkata:
Siapa saja yang menjadi murid salah satu guru sufi/thoriqoh, lalu menentang gurunya dengan hati, berarti dia sudah merusak perjanjiannya menjadi murid, dan murid tersebut harus bertaubat.

Apabila ada seorang salik yang bermaksud wushul, tapi tidak bisa wushul itu disebabkan menentang pada gurunya, karena guru sufi/thriqoh(yang sudah menetapi syarat) itu menjadi penunjuk jalan bagi para murid.

Al-Hikam pasal 76.

03/05/2026

Intermezo..

Kecemburuan sosial bagi Wanita dan ia bertanya pada seorang Hukama.

itu bertanya kenapa Allah hanya menciptakan bidadari yang notabene diperuntukan bagi penduduk surga laki laki.

Kata Orang Nanti juga Wanita diberikan biDARA kalau wanita itu masuk Surga sambil tersenyum.

Dia itu berkata lagi..bukan begitu rasanya tidak adil saja kalau laki laki disiapkan bidadari namun wanita tidak, seakan tidak puas dan menolak jawaban Hukama bahwa wanita akan diberikan bi Dara juga.

Rupanya Wanita itu satu kakinya sudah berada di jalur Hakekat sedangkan satu kakinya masih tertancap di jalur Sareat.

Baiklah kata .
Sekarang saya mau bertanya sembelum menjawab pertanyaanmu wahai wanita...

Apakah kamu sudah tahu bahwa ruh itu laki laki atau perempuan ?

Si itu menjawab kata ulama sih Ruh itu tidak laki laki tidak juga perempuan tidak p**a waria.

Oh baguslah kalau begitu kata .
Seharusnya engkau sudah tahu jawabannya akan pertanyaanmu itu.

Kalau Ruh itu bukanlah laki laki dan bukan juga perempuan terlebih waria, maka bidadari itu disediakan untuk mu juga wahai wanita.

Yang bentuk atau rupa wanitakan jasadmu saja, Ruhmukan bukan perempuan.. dan bukan juga laki laki alias tidak berjenis kelamin.

Wanita dan laki laki itu Sifatnya, seorang yang jasadnya wanita namun jiwanya bijaksana gigih dan kuat bertanggung jawab dan tidak pernah merengek mengeluh, mencari perhatian, bersolek dan ingin di perhatikan dimanja dll..bisa menjadi laki laki.
Bahkan bisa mengalahkan seorang yg jasadnya laki laki perkasa maco dan brewokan.

Begitupun seorang yg jasadnya laki laki jika ia selalu ingin diperhatikan caperan, perasa mudah tersinggung baperan, delitan, s**a merajuk manja, dan ingin menang sendiri, s**a mengumbar aurat dll.. sejatinya ia itu meski tubuhnya laki laki berotot namun hakekatnya ia itu seorang perempuan. Maka kebanyakan yang perempuan inilah tempatnya di neraka maka disurga para pelayannya adalah bidadari bidari yg cantik molek tiada tara.

Sampai disini engkau paham?
Kata si tadi.

Paham ? Kata si mengulang pertanyaanya karena melihat si ini bengong dan melongo.

Itu jawaban bagimu wahai Wanita karena kaki satumu kulihat masih tertancap di Sareat.
Coba angkat kakimu yang tertancap itu dan sini tapakan kedua kakimu di Hakekat semua.

Kata lagi.. wujud bidadari itu bukanlah seorang wanita yang banyak orang awam mengira sebagai wanita cantik perawan, tubuh tinggi semampai, kulit putih bersih, keringat dan air liurnya wangi dan terus perawan meski dipakai berkali². Gambaran itu bagi orang orang yg jiwanya mesum, jiwa nafsuan yang ketika melihat lawan jenis langsung ingin ditunggangi.

Hakekatnya tidak seperti itu ..
Bidadari adalah wujud dari sebuah kenikmatan yang Allah berikan ketika engkau hidup di Dunia banyak berlaku baik, takwa dan tidak menjadi pembangkan terhadap Din Allah.

Si Wanita itu ahirnya terdiam.

03/05/2026

Karunia Apa Istidroj?

خـَفْ مِنْ وُجُودِ اِحْساَنِهِ اِلَيْكَ وَدَوامِ اِساَءَتِكَ مَعَهُ اَنْ يكونَ ذٰلِكَ اِسْتِدْراَجاًلكَ، سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْسُ لاَيَعْلموُنَ

"Hendaknya engkau merasa takut jika engkau selalu mendapat karunia Allah, sedangkan engkau masih tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj oleh Allah. Sebagaimana firman Allah: "Sanas-tadri-juhum min-haytsu laa ya'lamuna" [Akan Aku putar(binasakan pelan-pelan) mereka itu dengan jalan yan mereka tidak mengetahui]."

Syarah :
Hikmah ini menjadi jawaban soal dari hikmah sebelumnya, yakni: kita tahu banyak yang tidak mensyukuri nikmat,tetapi nikmatnya tidak hilang bahkan bertambah; maka Mushonnif menjawab dengan hikmah ini. Yaitu: itu semua istidroj dari Alloh,

Istidraj, ialah mengulur, memberi terus menerus supaya bertambah lupa kemudian dibinasakan, juga berarti memperdaya.

Firman Allah subhanahu wata'ala:
"Maka ketika mereka telah melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Kami bukakan bagi mereka pintu bagi tiap-tiap sesuatu, hingga apabila mereka senang dengan apa yang diberikan kepada mereka, tiba-tiba Kami datangkan siksa atas mereka, maka mereka berputus asa." [QS. Al-An'am 44].

Demikianlah sebuah ibarat istidraj, Tiap-tiap seseorang berbuat dosa ditambah dengan nikmat, dan dilupakan untuk meminta ampun [istighfar] atas kesalahannya itu.

30/04/2026

Nikmat dan Musibah adalah jalan menuju Allah.
Al-Hikam pasal 74.

Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk menghilangkan nikmat itu, dan barang siapa mensyukuri nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat”.

مَنْ لَّمْ يَشْكُرِ النِّعَمَ فَقَدْ تَعَرَّضَ لِزَوَالِهَا وَمَنْ شَكَرَهَا فَقَدْ قَيَّدَهَا بِعِقَالِهَا

Mensyukuri nikmat itu berarti menetapkan dan menambah nikmat itu, Allah berfirman:
“Lain syakartum la-adziydan-nakum” (Kalau kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat bagimu).

Bersyukur itu ada kalanya dengan Hati, yaitu sadar kalau kenikmatan itu semua datang dari Allah, Allah berfirman:
“Wamaa-bikum min-ni'matin faminallahi” (Tiada terjadi suatu nikmat bagimu, maka itu dari Allah).

Ada kalanya dengan lisan, yaitu dengan menceritakan nikmat itu pada orang lain. Allah berfirman:
“Wa-ammaa bini'mati Robbika fahad-dits” (Adapun terhadap nikmat pemberian Tuhanmu, maka pergunakanlah/ceritakan dan sebarkan).

Dan ada kalanya dengan anggauta badan, yaitu dengan taat kepada Allah sehingga jangan sampai anggauta tubuh digunakan untuk melakukan perkara yang tidak diridhoi Allah.

An-Nu'maan bin Basyir RA berkata: Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang banyak, dan barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia berarti tidak dapat bersyukur (berterima kasih) kepada Allah”.

Syukur, Ialah merasa dalam hati, dan menyebut dengan lidah, dan mengerjakan dengan anggota badan.

Imam Junaid Al-Baghdadi berkata: “Ketika aku berusia tujuh tahun dan hadir dalam majelis As-Sariyussaqathi, tiba-tiba aku ditanya: Apakah arti syukur?, Aku menjawab “Syukur ialah tidak menggunakan suatu nikmat yang diberiakan Allah untuk berbuat maksiat”.

As-sary berkata: Aku khawatir kalau bagianmu dari karunia Allah hanya dalam lidahmu belaka.

Imam Junaid Al-Baghdadi berkata: Maka karena kalimat yang dikeluarkan oleh Assary itu aku selalu menangis, khawatir kalau benar apa yang dikatakan oleh Assary itu.

28/09/2025

"Nikmat Dan Musibah Adalah Jalan Menuju Alloh"
Al-hikam pasal 73.

مَنْ لَمْ يُقبِلْ على اللهِ بِمُلاَ طفاَتِ الاِحْساَنِ قـُيِّدَ اليْهِ بِسلاَسِلِ الاِمتِحاَنِ

"Barangsiapa yang tidak s**a menghadap kepada Alloh dengan halusnya pemberian karunia Alloh, maka akan diseret supaya ingat kepada Alloh dengan rantai ujian [musibah]."

Syarah .....
Ada dua perkara yang menjadikan seorang hamba itu bisa Taat dan menghadap kepada Alloh, yaitu : 1. Datangnya nikmat dari Alloh pada dirinya, sehingga dia mau bersyukur dan menghadap taat kepada Alloh. 2. Datangnya macam-macam musibah dan bencana pada dirinya atau hartanya, lalu ia bisa sadar dan kembali kepada Alloh. Terkadang musibah itujuga bisa menjadi sebab ia meninggalkan bergantung pada dunia dan hanya bergantung pada Alloh. Karena yang diinginkan Alloh pada hambanya yaitu kembalinya hamba kepada Alloh dengan cara menurut (ridho) atau dipaksa.

Barangsiapa yang tidak s**a sadar dan dzikir [ingat] kepada Allah ketika sehat dan murah rezeki, maka akan dipaksa supaya dzikir [ingat] kepada Allah dengan tibanya musibah [bencana]. Maka dalam kedua hal itu Allah berkenan akan menuangkan nikmat karunia yang sebesar-besarnya kepada hamba-Nya.

27/09/2025

"Tamak akan melahirkan kehinaan"
Al-Hikam Pasal 72

لمَا اَنتَ لهُ طاَمعُ

"Engkau bebas merdeka dari segala sesuatu yang tidak engkau butuhkan, dan engkau tetap menjadi hamba kepada apa yang engkau inginkan."

Syarah ...
Hikmah ini menunjukkan hinanya tamak, dan baiknya Qona’ah.

Andaikan tidak ada keinginan-keinginan yang palsu dan sifat tamak, pasti orang akan bebas merdeka tidak akan diperbudak oleh sesuatu yang tidak berharga.

العبد حرّماقنع ٭ والحرُّعبد ٌماطمع
Budak itu merdeka/bebas selagi dia menerima pembagian dari Alloh(Qona’ah) *orang merdeka itu menjadi budak selagi dia tamak.

Qona’ah yaitu: tenangnya hati karena tidak adanya sesuatu yang sudah biasa ada. Dan qona’ah itu awal dari pada sifat zuhud.

Suatu hikayat:
Burung elang [rajawali] yang terbang tinggi di angkasa raya, sulit orang akan dapat menangkapnya, tetapi ia melihat sepotong daging yang tergantung pada perangkap, maka ia turun dari angkasa oleh karena sifat tamaknya [rakusnya], maka terjebaklah ia dari perangkap itu sehingga ia menjadi permainan anak-anak kecil.

Fateh al-Maushily ketika ditanya tentang ibarat orang yang menurutkan nafsu syahwat dan sifat tamaknya [rakusnya], sedang tidak jauh dari tempat itu ada dua anak sedang makan roti, yang satu hanya makan roti, sedang yang kedua makan roti dengan keju, lalu yang makan roti ingin yang keju, maka ia berkata kepada temannya:

"Berilah kepadaku keju.” Jawab temannya: “Jika engkau s**a jadi anjingku, aku beri keju”.

Jawab anak yang meminta: ‘Baiklah’.

Maka diikatlah lehernya dengan tali sebagai anjing dan dituntun.

Berkata Fateh kepada orang yang bertanya: “Andaikata anak itu tidak tamak [rakus] pada keju, niscaya ia tidak menjadi anjing”.

suatu kejadian, ada seorang murid didatangi oleh gurunya, maka ia ingin menjamu gurunya, maka ia keluarkan roti tanpa lauk pauk, dan tergerak dalam hati si murid sekiranya ada lauk pauknya tentu lebih sempurna. Dan setelah selesai sang guru makan apa yang dihidangkan itu, berdirilah sang guru dan mengajak si murid keluar tiba-tiba ia dibawa ke penjara untuk ditunjukkan berbagai macam orang yang dihukum, baik yang dirajam atau dipotong tangannya dan lain-lain, lalu berkatalah sang guru kepada muridnya:

Semua orang-orang yang engkau lihat itu, yaitu orang yang tidak sabar makan roti saja tanpa lauk pauk.

Ada seorang yang baru dikeluarkan dari penjara, yang masih terikat kakinya dengan rantai ia meminta-minta sepotong roti kepada seseorang, maka berkatalah orang tempatnya meminta:

Andaikata sejak dulu engkau mau menerima sepotong roti, maka tidak akan terikat kakimu itu.

Dalam hikayat lain dikisahkan:

Ada seseorang melihat seorang hakim sedang makan buah yang jatuh ke sungai, maka orang itu berkata, 'Wahai bapak hakim, sekiranya engkau mau bekerja pada Baginda Raja tentu engkau tidak sampai makan buah yang jatuh ke dalam sungai.

Lalu dijawab oleh sang hakim:

Andaikan engkau s**a menerima makanan ini, tidak perlu menjadi budaknya Raja.

04/02/2025

Tamak Akan Melahirkan Kehinaan
Al-Hikam pasal 71
ماَ قاَدَكَ شىءٌ مثـل الوَهْمِ

"Tiada sesuatu yang dapat menuntun/memimpin engkau (pada kehinaan)seperti angan-angan [bayangan yang kosong]."

Syarah

Wahm: Ialah tiap-tiap angan-angan terhadap sesuatu selain dari Alloh, yang berarti angan-angan yang tidak mungkin terjadi. Dan biasanya nafsu itu lebih tunduk pada wahm/ angan-angan, dari pada pada akalnya. Sebagai contoh: manusia itu biasanya lari apabila melihat ular, karena dia berangan-angan ular itu akan menggigit dirinya. Apabila dia(nafsunya) tunduk pada akalnya, tentu dia tidak lari. Karena apa-apa yang sudah ditentukan Alloh pasti wujud, dan sebaliknya.

Ingatlah tidak ada orang yang bisa selamat dari sifat tamak, kecuali orang yang khusus yaitu orang-orang yang ahli Qona’ah dan berserah diri pada Alloh, yang hatinya sama sekali tidak bergantung pada makhluk (manusia).

04/02/2025

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Fahmi Ardiyansyah, Fikri Hakim, Mburitan Cemara, Iwan Santoso

04/02/2025

Halo semuanya! 🌟 Anda bisa mendukung saya dengan mengirim Bintang, itu membantu saya mendapatkan uang untuk terus membuat konten yang Anda s**ai.

Setiap kali Anda melihat Stars, Anda bisa mengirimi saya Stars!

27/11/2024

"TAMAK AKAN MELAHIRKAN KEHINAAN"
Al-Hikam pasal 70

ماَ سَبَقتْ اَغْصاَنَ ذ ُلِّ ِاِلاَّ على بِذْرِ طَمَعٍ

"Tidak akan berkembang biak berbagai cabang kehinaan itu, kecuali di atas bibit tamak [kerakusan]."

Syarah
Sifat tamak bagian dari besarnya aib yang mencela sifat kehambaan,

Sifat tamak [rakus] itu adalah bibit dari segala macam kehinaan dan kerendahan.

Sifat tamak [rakus] itu adalah sumberdari segala penyakit hati,karena tamak itu hanya bergantung pada manusia,minta tolong pada manusia, bersandar pada manusia, mengabdi pada manusia, yang demikian itu temasuk kehinaan, sebab ragu-ragu dengan taqdirnya Alloh.

Abu Bakar al-Warroq al-Hakim berkata: "Andaikata sifat tamak itu dapat ditanya, 'Siapakah ayahmu?' Pasti jawabnya, 'Ragu terhadap takdir Alloh'. Dan bila ditanya, 'Apakah pekerjaanmu?' Jawabnya, 'Merendahkan diri'. Dan bila ditanya, 'Apakah tujuanmu?' Jawabnya, 'Tidak dapat apa-apa."

Suatu hikayat mengatakan: "Ketika Ali bin Abi Tholib Karomalloh wajhah, baru masuk ke masjid Jami' di Basrah, didapatinya banyak orang yang memberi ceramah didalamnya. Maka ia menguji mereka dengan beberapa pertanyaan dan yang ternyata tidak dapat menjawab dengan tepat, maka mereka di usir dan tidak diizinkan memberi ceramah di masjid itu, dan ketika sampai ke majelis Hasan al-Basri, ia bertanya, 'Wahai para pemuda! Aku akan bertanya kepadamu sesuatu hal, jika engkau dapat menjawab, aku izinkan engkau terus mengajar di sini, tetapi jika engkau tidak dapat menjawab, aku usir engkau sebagaimana teman-temanmu yang lain, telah aku usir itu'.

Jawab Hasan al-Basri, 'Tanyakan sekehendakmu'.

Sayyidina Ali bertanya, 'Apakah yang mengokohkan agama?'

Jawab Hasan, 'Waro' [menjaga diri sendiri untuk menjauhi segala yang bersifat syubhat dan haram].

Lalu Sayyidina Ali bertanya lagi, 'Apakah yang dapat merusak agama?'

Jawab Hasan, 'Tamak [rakus]'.

Imam Ali berkata kepadanya, 'Engkau boleh tetap mengajar di sini, orang seperti engkaulah yang dapat memberi ceramah kepada publik'."

Seorang guru berkata: "Dahulu ketika dalam permulaan bidayahku di Iskandariyah, pada suatu hari ketika aku akan membeli suatu keperluan dari seorang yang mengenal aku, timbul dalam perasaan hatiku; mungkin ia tidak akan menerima uangku ini, tiba-tiba terdengar suara yang berbunyi, 'Keselamatan dalam agama hanya dalam memutuskan harapan dari sesama makhluk'." Waro' dalam agama itu menunjukkan adanya keyakinan dan sempurnanya bersandar diri kepada Alloh. Waro' yaitu jika sudah merasa tiada hubungan antara dia dengan makhluk, baik dalam pemberian, penerimaan atau penolakan, dan semua itu hanya terlihat langsung dari Alloh Ta'ala.

Sahl bin Abdullah berkata: "Di dalam iman tidak ada pandangan sebab perantara, karena itu hanya dalam Islam sebelum mencapai iman."

Semua hamba pasti akan makan rezeki-Nya, hanya berbeda-beda, ada yang makan dengan kehinaan, yaitu peminta-minta. Ada yang makan rezeki-Nya dengan bekerja keras, yaitu para buruh, ada yang makan rezeki-Nya dengan cara menunggu, yaitu para pedagang yang menunggu sampai adanya membeli barang-barangnya. Adapun yang makan rezeki-Nya dengan rasa mulia, yaitu orang sufi yang merasa tidak ada perantara dengan Tuhan.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Cirebon?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Cirebon