ALTraining
altraining adalah lembaga jasa pelatihan dan pengembangan SDM
ALTraining adalah lembaga jasa pelatihan dan pengembangan SDM yang berfokus pada bidang pendidikan. dengan jenis layanan kegiatan TRAINING MOTIVASI, TRAINING TEAM BULIDING, TRAINING LEADERSHIP & TRAINING CHARACTER BUILDING. ALTraining didirikian atas komitmen penuh dengan kompetensi dan layanan yang berkualitas dengan pendekatan; Neuro Linguistic Programe (NLP) serta pendekatan Hypnosis. Semua jen
21/08/2016
07/08/2016
Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan di indonesia adalah peraturan sekolah indonesia yang terlalu mengikat.
Peraturan yang selama ini di terapkan di sekolah-sekolah cenderung mengikat siswa dalam peraturan yang di buat oleh sekolah. Peraturan berfungsi sebagai suatu pedoman yang mengatur siswa. Peraturan memang penting, namun tidak seharusnya bersifat mengikat. Siswa boleh diberi kebebasan namun harus sesuai norma-norma yang berlaku.
Ini tentang KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang seharusnya sekolah memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. Namun, apa yang terjadi? Karena tuntutan RPP, SILABUS yang “membelenggu” kreatifitas guru dan sekolah dalam mengembangkan kekuatannya.
Yang terjadi RPP banyak yang jiplakan (bahkan ada loh RPP dijual bebas, siapapun boleh meniru). Padahal RPP seharusnya unik sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Administrasi-administrasi yang “membelenggu” guru, yang menjadikan guru lebih terfokus pada administrator, sehingga guru lupa fungsi utama lainnya sebagai mediator, motivator, akselerator, fasilitator, dan lainnya.
Sumber : line/ceritadunia
05/08/2016
“Aku berlindung dengan kalimat Allah
yang sempurna dari setiap gangguan syaitan, binatang berbisa dan setiap mata orang yang dengki”
02/08/2016
Lelah dalam belajar itu hal yang wajar, tetapi jangan sampai menyerah dalam belajar.
31/07/2016
"Sikap positif adalah aset berharga dalam belajar"
SEKOLAH BASA BASI
Oleh: DEDDY CORBUZIER
Coba tanya sama orang tua kalian. S**a balet? Mau tidak belajar balet?
S**a catur? Gimana kalau les catur? Mau tidak mereka?
Itu masalahnya.
Masalah kenapa kalau kita tidak s**a matematika, kita dipaksa belajar matematika. Kalau tidak s**a biologi kita dipaksa belajar biologi. Dan bahkan diberikan pelajaran tambahan matematika pulang sekolah.
Saya ingat sekali saat saya SMP mata pelajaran matematika saya jelek. Dan saya pun di-les-kan pada... siapa lagi kalau bukan guru matematika saya sendiri (kerja sampingan). Dan apakah saya jadi pintar matematika sekarang? Ya tetap tidak.
Mengapa saya tidak cukup belajar pertambahan? Lalu perkalian. Atau basic basic nya saja. Mengapa saya harus belajar rumus TANGEN? Atau rumus lainnya yang saya tidak pakai mungkin sampai saya mati nanti.
Balet. Dasarnya adalah lompat. Tekuk kaki dll. Semua orang bisa kan! Tapi tidak semua orang harus bisa balet kan?
Manusia adalah unik. Apalagi anak anak yang masih berkembang. Mengajari ikan untuk terbang, hanya akan membuat si ikan stress dan mati.
Begitu juga dengan anak.
Kalau saya punya hak. Saya akan berikan penjurusan sejak SMP. Mereka s**a apa? Mereka belajar apa?
Pilih yang mereka s**a. Kita maksimalkan pelajarannya. Yang tidak s**a? Ya cukup dasarnya saja, beres bukan?
Saat anak lain di-les-kan macam macam. Saya tanya anak saya. Kamu mau belajar apa. Mau les apa? Endingnya anak saya Azka les catur dan bela diri.
Kalau pelajarannya jelek? Ah biar saja. Jangan takut nilai pelajaran merah. Namanya juga belajar.
Kalau tidak naik kelas? Ya biar saja. Jangan takut tidak naik kelas.
School has to be fun! Not stressful.
Memarahi anak karena pelajaran jelek? Menjadikan kita Orang tua bodoh. Memarahi hal yang si anak tidak s**a akan mematikan proses kretivitas mereka. Biar saja mereka berkembang, sesuai apa yang mereka bisa dan diciptakan.
Ingat! Kita semua unik.
Mengapa kita diperlakukan sama?
Pernah coba meminta guru Inggris mengerjakan soal biologi? Atau guru matematika ujian seni rupa?
Gimana kalau guru bahasa indonesia ujian olahraga?
Pasti kebanyakan lucu hasilnya.
Inilah mengapa saat kecil, cita-cita anak biasanya menjadi astronot. Presiden. Polisi. Penari. Pesulap. Dll.
Sepertinya tidak ada yang cita citanya menjadi Profesor biologi.
Kalau pun ada, pasti krn si anak nanti mulai mengenal hal itu di saat menjelang remaja dan menjadi s**a. Kalau tidak? Tidak mungkin cita-cita jadi ahli akuntan dll.
Lalu mengapa ketika kita besar cita-cita jadi presiden berganti jadi asisten dosen?
Atau astronot jadi akuntan?
Atau pesulap jadi "kerja di bank".
Simple.
Coz the parents and the environment including the school refuse the ideas. And Push their own goals.
Saya ingat sekali saat saya SMP nilai akuntansi saya 4.
Lalu si guru marah sambil berkata "kamu gak bisa akuntan gak akan sukses kamu! Mau jadi apa?"
Mungkin sekarang bisa saya jawab. Saya sukses di bidang lain saja ya. Lalu saya bayar seorang akuntan tuk kerja buat saya.
Si anak dijejali pelajaran yang bahkan mereka tidak mau. Tidak s**a. Dan dijejalinya sampai eneg. Bukan diperkenalkan.
Pernah menghafal peta buta??
Aneh bukan. Sampai detik ini setiap saya tersesat saya pakai GPS.
Setiap saya beli peta, selama ini ada tulisannya.
Nah lalu saya belajar peta buta itu untuk apa ya? Oh saya tau. Mungkin mereka berpikir siapa tahu saya akan jadi Indiana Jones.
Change the way u think.
If not. U kill your kids most potential ability.
Make them DUMB!
YES DUMB.
I don't need kids who know everything. I need kids who do good on what they love.
23/07/2016
Selamat Hari Anak Nasional - 23 Juli 2016
KANTONG BERLUBANG
Ada rahasia dari seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya.
Orang tersebut mempunyai dua kantong.
Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tetapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang MENYAKITKAN yang pernah didengarnya seperti kata2 makian, sindiran, gosip, dan kata2 kotor, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang BERLUBANG.
Tetapi semua yang INDAH, semua yang benar, semua yang menyukakan hati dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang TIDAK ADA LUBANGNYA.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya dan menikmati hal2 indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu.
Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan sesuatu.
Iapun tertawa dan tetap bers**acita karena kantong tersebut tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang BAIK di kantong yang TIDAK BERLUBANG, sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita.
S e b a l i k n y a
Simpanlah semua yang BURUK di kantong yang BERLUBANG, dimanapun yang buruk itu akan jatuh tercecer dan tidak dapat kita ingat lagi.
N a m u n sayang sekali, begitu banyak diantara kita yang melakukan dengan TERBALIK...
Menyimpan semua yang baik di kantong yg berlubang, dan apa yang tidak baik di kantong yang tidak berlubang.
Memelihara pikiran2 jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati, hanya akan membuat kita tidak bisa menikmati kebahagiaan hidup.
Sumber:
Belajar Bisnis di Telegram
09/06/2016
Gabung di Line yu, Klik http://line.me/R/ti/g/2zzx45yK6B
LINE : Free Calls & Messages LINE is a new communication app which allows you to make FREE voice calls and send FREE messages whenever and wherever you are, 24 hours a day!
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Telephone
Address
Jalan Kebon Kopi No. 8
Cimahi
40534