PT. Andalan Dinamika Informatika Cilacap
Penyedia Jasa Akses Internet
System Management Service
Maintenance Electrical
Security System
IT Consultant
CCTV Online
IT Solution
Colocation
Grounding
.
Teknologi.id - Jalur tol internet terbaru asal Amerika saat ini sudah sampai di Indonesia melalui kabel bawah laut. Dengan adanya jalur tol internet ini diharapkan internet di Indonesia semakin kencang.
Setelah dilakukan beberapa bulan masa pembangunan serta penerapan jalur tol internet di bawah laut ini maka sistem komunikasi kabel bawah laut akhirnya berlabuh di Tanjung pakis, kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dengan adanya jalur tol ini tentunya akan membuat akses internet antara Indonesia sampai Amerika makin kencang. Hal ini ditandai dengan berlabuhnya golden buoy, yaitu semacam balon yang dipasang pada kabel optik yang nantinya akan ditarik ke daratan kemudian dilanjutkan penyambungannya dengan jaringan kepunyaan dari provider XL Axiata.
Sebagai informasi, SKKL Echo ini merupakan proyek bersama antara induk perusahaan Facebook Meta, Google, dan XL Axiata. Total panjang SKKL ini 15 ribu km yang membentang dari Singapura, Indonesia, Guam, sampai ke Eureka, California, AS.
"Kedatangan Golden Buoy di Tanjung Pakis ini merupakan bagian dari rangkaian pembangunan proyek SKKL Echo yang sangat panjang, di mana kabel fiber optik ditarik dari California, Amerika Serikat, melintasi Samudera Pasifik, langsung ke sini, dan nanti berlanjut hingga ke Singapura," ujar Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022).
Ia juga mengatakan bahwa " setelah sampai di Indonesia, SKKL echo akan dikoneksikan dengan sistem jaringan milik XL Axiata yang kemudian bisa kami manfaatkan untuk meningkatkan kualitas koneksi internet bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia".
Beda dengan kabel bawah laut saat ini, SKKL echo akan langsung menghubungkan antara Indonesia dan Amerika serikat dan dampaknya sendiri akan membuat kapasitas dan latensi dari RI sampai as semakin cepat dari sebelumnya.
01/05/2022
Suara.com - Google akan menghapus fitur Lite atau Hemat Data untuk browser Chrome versi Android.
Fitur ini dinilai sudah tidak efektif karena biaya internet di seluruh dunia jauh lebih murah.
"Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat adanya penurunan biaya untuk data seluler di banyak negara," kata Craig selaku Chrome Support Manager dalam blog resmi Google, dikutip dari Techradar, Senin (28/2/2022).
Mode Lite pertama kali dikenalkan Google Chrome ke Android pada tahun 2014 lalu.
Fitur ini ditujukan agar pengguna bisa menjelajahi internet dengan lebih sedikit data.
Kini biaya untuk beli paket data sudah mulai menurun, juga fitur Google Chrome makin lengkap.
Berangkat dari sana, Google memilih untuk menghapus mode Lite di Chrome Android.
Alasan lainnya adalah sistem operasi Android 12 juga sudah memiliki fitur penghemat data internet untuk semua aplikasi.
Pengguna bisa mengaturnya dengan cara masuk ke Settings dan pilih Cellular Data.
Meski mode Lite hilang, Craig berjanji untuk memastikan Chrome tetap memberikan pengalaman loading web yang cepat di perangkat seluler.
Dihapusnya mode Lite pada Google Chrome Android akan dilakukan pada 29 Maret 2022, bersamaan dengan rilisnya Chrome M100 ke semua perangkat.
08/03/2022
Bismillaahirrohmaanirrohiim
05/01/2022
Semoga pecah telor dan beranak pinak
Aman Nyaman Lancar dan berkah, aamiin
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Pasar Karanggendot No. 8 Limbangan Wanareja
Cilacap Regency
53232