Outnthick
The Authentic Life
Semua itu ada waktunya
28/07/2018
Semua bentuk akhlak yang baik adalah sikap yang selayaknya diberikan kepada tetangga kita baik mereka itu muslim ataupun bukan.
Diantaranya adalah bersedekah, bahkan anjuran ini sangat ditekankan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :
لَيْسَ الْـمُؤْمِنُ الَّذيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إلَى جَنْبِهِ
“Bukan mukmin, orang yang kenyang perutnya sedang tetangga sebelahnya kelaparan”.
(HR. Al Baihaqi)
Mulai sekarang, pastikan kondisi tetangga kita baik-baik saja, jika mereka membutuhkan bantuan, maka bantulah dengan hanya mengharap ridho Allah Ta'ala.
26/07/2018
Rasulullah ﷺ bersabda, "Tolonglah saudaramu, baik dia zalim ataupun dizalimi."
Seseorang kemudian berkata, "Wahai Rasulullah saya maklum kalau dia dizalimi, lalu bagaimana saya menolong kalau dia berlaku zalim?"
Rasulullah ﷺ bersabda, "Engkau mencegahnya atau menahannya dari berbuat zalim, sesungguhnya hal itu merupakan pertolongan baginya."
(HR. Bukhari)
Dakwah itu kerja kolektif, ada yang mendakwahi anak preman, anak gaul, anak pejabat, anak jin (hehe), dsb silahkan, dan ingat siapapun berpeluang melakukan kesalahan (termasuk kita), memangnya siapa yang sekarang dakwahnya sempurna? gak ada.
Kita sangat cinta dengan Qur'an dan Sunnah, kita ingin meniru para salafus shalih dalam beragama, mari buktikan dengan perbuatan.
Al Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)
Fir’aun adalah sosok yang paling kejam dan keras di masa Nabi Musa Alaihisalam namun Allah tetap memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar menasehatinya dengan lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman,
فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا
Artinya, “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)
sedangkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
Artinya, “Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)
Seorang pemberi nasehat hanyalah seseorang yang menunjukkan jalan, bukan seseorang yang memerintahkan orang lain untuk mengerjakannya. Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan: “Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim…” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)
Sekali lagi, dakwah itu kerja kolektif. Jika terdapat kebaikan kita sama-sama dukung, jika terdapat kesalahan kita sama-sama berikan nasehat dan semua itu harus dengan niat hanya untuk mencari ridho dari Allah Azza Wa Jalla.
18/07/2018
Tiada Tuhan Selain Allah.
18/07/2018
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Cihampelas