Muhtadin Akbar

Muhtadin Akbar

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Muhtadin Akbar, Writer, Bone.

04/04/2025

Kalimat paling nyesek di lebaran tahun ini;

"Ih, gak usah minta maaf, kayak baru pertama kali nyakitin aja."

Kedengarannya hanya bercanda, tapi kenyataannya memang seperti itulah adanya kita.

Seburuk itu akhlak kita kepada sesama. Sejelek itu muamalah kita kepada manusia. Hingga, betapa sering tutur dan laku melukai perasaan tapi masih kita anggap biasa.

Parahnya lagi, kita nyaris tak pernah merasa bersalah.

Ah, semoga Allah memberikan hidayah. 😰😭

03/04/2025

Masih suasana lebaran, liburnya masih panjang; beberapa kawan di media sosial pada ramai tulis story dengan santainya;

"Seriusan habis shalat 'Id rebahan doang?"
"Bosan di rumah terus."
"Bingung mau ngapain"

Padahal target tilawahnya di bulan Ramadhan saja belum tercapai, malah sekarang Al Qurannya ditinggal begitu saja tanpa merasa bersalah.

Mungkin juga dia lupa kalau ilmunya tentang Allah masih "kulit-kulitnya"; pemahaman agamanya masih sangat sedikit, bahkan tidak sadar bahwa sebagian besar ibadahnya masih belum sepenuhnya tepat.

Masih bingung mau buat apa di waktu luang sedangkan amalan-amalan sunnah yang sudah dikerjakan masih terhitung jari, padahal maksiat dan dosa jalan setiap waktu setiap hari.

Sampai bosan karena tidak ngapa-ngapain padahal rajutan kain kafannya sudah selesai, kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi, dan ajal akan menjemput tanpa notifikasi.

Dan masih bisa bilang, "bingung mau ngapain hari ini?". Ayolah kawan!

01/04/2025

Jika kamu merasa tidak cocok bersahabat dengan seseorang, apapun alasanmu, maka cukup dengan tidak menjadikannya teman. Sesederhana itu.

Tidak perlu bagimu untuk menjadikannya musuh. Hingga membentuk "circle"; mengumpulkan orang-orang yang juga turut tidak menyukainya. Apalagi sampai mengajak orang lain untuk ikut membenci.

01/04/2025

Keajaiban itu;ketika rambut Zakariya telah beruban
Pundaknya pun kini teramat payah ditegakkan
Dan istri yang tak mampu hamil serta melahirkan
Tetiba kabar gembira dating dan lahirlah Yahya; di usianya yang senja

Keajaiban itu; kala tubuh Yunus tersungkur lemah
Dihimpit dahsyat dalam perut ikan
Membawanya menembus tiap lapis samdera di puncak kegelapan
Tetiba ia dimuntahkan segera
Tanpa berkurang sedikitpun dari raganya
Dan kala ia kembali, sekampung ramai telah beriman

Keajaiban itu; tatkala jilatan api berkobar memenuhi satu lembah
Menanti raga Ibrahim yang segera dilemparkan
Atas titah Penguasa seluruh isi semesta
Tetiba api kehilangan panas baranya
Dan tak sehelaipun dari Khalilullah itu; kecuali selamat

Keajaiban itu; ketika Musa terdesak di ujung jalan
Di hadapan terhampar luas laut membentang
Berbalik, Firaun durjana mengejar dengan tentara banyaknya
Dengan sekali sentuhan tongkat, disertai kepasrahan sepenuh diri
Tetiba lau itu membelah
Keselamatan bagi Musa dan yang beriman
Kebinasaan bagi yang angkuh menolak kebenaran

Maka keajaiban itu; adalah keniscayaan
Adalah kepastian
Karenanya kawan, munajatkan pinta hingga tinggi melangit

Bila semangat redup; sebab menatap oanjang jalan dan ujungnya belum ketemu
Mata kabur; sebab tersapu debu yang menempah asa dan mimpi
Sedih sendu; sebab payah lemah telah berpeluh tapi belum jua berjumpa sinar harapan
Coba bersungkur pada sujud yang panjang
Berbisik merayu pada bumi yang menghampar
Dan biarlah angin yang membawanya tinggi menembus lapis-lapis langit

Larutlah dalam munajarmu;
Selembut Zakariya dalam meminta
Seberserah Yunus kala tak berdaya
Setegar Ibrahim meski dinanti bahaya
Sekuat Musa dalam perjuangannya

Jemputlah keajaiban dengan doa;
Dan jangan berputus asa
Yang terbaik untukmu telah disiapkan oleh yang Mahabaik

Berdoalah;
Sebab doa adalah melawan kemustahilan

31/03/2025

Untukmu yang akan bersilaturahim ke kerabat dari pintu ke pintu, mohon berpikirlah beribu kali sebelum bertanya;

Kapan nikah?
Kapan wisuda?
Kapan terangkat PNS?
Kapan punya anak?
Kapan beli rumah sendiri?
Dan yang semisal dengannya.

Kamu tidak pernah tahu betapa dia juga teramat mendambakan itu, berbulir-bulir peluh dikeluarkan untuk mengejarnya, berbilang-bilang munajat dia langitkan, tapi Allah jugalah yang menentukan.

Tolong jangan bantu setan membuatnya kian tenggelam dalam sedih sampai kehilangan harapan kepada Rabbnya.

29/03/2025

Ramadhan akhirnya juga pamit. Hendak beranjak pergi membawa segala keutamaannya.

Bilangan hari yang lalu, bersama hadirnya Ramadhan, pintu-pintu Surga dibuka. Maka berlalunya yang tinggal hitungan jam ini, sederet ibadah tak akan semudah kemarin. Puasa tak akan seringan sebelumnya. Shalat malam, tilawah, hingga sedekah menjadi berat seperti biasanya.

Bilangan hari yang lalu, bersama hadirnya Ramadhan, pintu-pintu Neraka ditutup. Maka beranjaknya yang sebentar lagi ini, jalan-jalan maksiat kembali lancar, pintu-pintu kedurhakaan terbuka lebar, sungguh godaan dan rayuan dosa mendahsyat kembali.

Bilangan hari yang lalu, bersama hadirnya Ramadhan, setan-setan dibelenggu. Maka pamitnya yang sudah dekat ini, segala tipu daya dan bisikan durjana kembali berhembus kencang. Menembus setiap dinding-dinding rumah, bahkan di tempat paling tersembunyi.

Maka ya Allah...
Jiwa ringkih ini memunajat penuh harap, semoga biar Ramadhan saja yang pergi, tapi takwa yang menghiasi hati tetap tinggal mengabadi.
Semoga biar bulannya saja yang pergi, tapi ibadah dan ketaatan tetap merutini hari-hari.
Semoga biar waktunya saja yang berganti, tapi taufik-Mu untuk tetap menyungkur menghamba tak pernah berhenti.

Maka ya Allah...
Jiwa yang tertawan dosa ini memunajat penuh harap, semoga segala amal kebaikan yang telah dikerjakan, meski sadar penuh cacat lagi kelemahan, Engkau berkenan menerimanya.
Semoga segala khilaf yang mengalpai diri, meski sadar berulang berkali-kali, Engkau berkenan memaafkannya.

Maka ya Allah...
Rahmat-Mu
Maghfirah-Mu
Perkenankan kami mendekapnya erat-erat sebelum perpisahan dengan Ramadhan.

Majidil Haram - Makkah, 29 Ramadhan 1446
Hamba yang begitu berhajat atas Rahmat Allah, Muhtadin Akbar

01/02/2025

Semoga bukan kita

21/01/2025

Di saat dadamu angkuh membusung merasa lebih baik sebakda dosanya tersingkap, mungkin dirinya telah larut dalam tangis sesal taubatnya kepada RabbNya.

13/01/2025

Jangan biarkan penilaian orang mengubah kebaikan hatimu

10/01/2025

Nikmat sehat, misalnya.

05/01/2025

Bukan cuma kamu saja, jadi berhentilah mengeluh

03/01/2025

Jangan turunkan level kebaikanmu hanya karena orang lain

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bone?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Bone