Peradaban DUNIA

Peradaban DUNIA

Share

memulai baru untuk berita terbaru

14/08/2025

Apakah kalau kita memutar murottal di tempat usaha akan didatangi LMKN untuk meminta royalti ? 🤔🤔🤔

04/08/2025

🇮🇩 Inilah Alasan Kenapa Bendera One Piece Dikibarkan Menjelang Hari Kemerdekaan ke-80 Indonesia ✨

Bukan karena mereka ingin memberontak. Bukan karena mereka tak cinta Merah Putih. Tapi karena mereka ingin mengibarkan harapan — yang selama ini terus dirampas.

Bendera One Piece bukan simbol bajak laut. Ia adalah simbol perjuangan damai, pencarian keadilan, dan keberanian untuk berkata “cukup” terhadap ketimpangan yang semakin nyata.

Di balik bendera itu, ada suara:
"Kami ingin merdeka dari kemiskinan, dari korupsi, dari janji-janji tanpa aksi."

UUD 1945 menjanjikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tapi di lapangan, yang kaya makin bebas, yang miskin makin ditekan.

Maka rakyat memilih simbol yang jujur, imajinatif, dan membela kebenaran — meski dari dunia fiksi. Karena dalam One Piece, bahkan bajak laut pun bisa punya hati dan prinsip.

Bendera itu dikibarkan bukan untuk memberontak, tapi untuk mengingatkan:
"Kita belum sepenuhnya merdeka, tapi kita belum menyerah."

Jangan buru-buru menghakimi.
Kadang suara paling jujur justru datang dari yang tak lagi percaya cara-cara formal. Tapi mereka tetap peduli. Mereka tetap mencintai negeri ini.

20/07/2025

Di tengah kepanikan dan isak tangis, ada satu suara yang menenangkan:
‘Ade aman… Ade ada dengan Om.’

Om Abdul Rahman Agu bukan sekadar penumpang, dia pahlawan sejati di lautan api.
Ketika nyawa dipertaruhkan, dia tetap memilih untuk menyelamatkan yang lain.

Terima kasih, Om Abdul...
Kebaikanmu tak akan pernah dilupakan.
Semoga Tuhan membalas dengan keberkahan dan perlindungan di setiap langkahmu.🙏

20/07/2025

Perahu nelayan yang membantu evakuasi warga terjebak dalam kebakaran KM Barcelona di Sulawesi Utara Minggu 20 Juli 2025

20/07/2025

KM Barcelona terbakar di Sulawesi Utara Minggu 20 Juli 2025 🥹🥹🥹

14/07/2025

Tangis Dua Anak Manado di Hari Ulang Tahun Kota: "Sudah Pakai Seragam, Tapi Tak Tahu Mau Sekolah di Mana"

Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun ke-402 Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), ada dua tangis yang tak terdengar dalam keramaian.

Bukan tawa atau sukacita, melainkan air mata dua anak kurang mampu Kota Manado yang tercecer dari sistem pendidikan di tanah kelahirannya sendiri.

Senin pagi, 14 Juli 2025 — udara dingin usai Subuh menyelimuti rumah sederhana di sudut kota. Muhamad Rahmad Jul Fikar (Ikra) dan Raisa Putri Matoha, dua anak kurang mampu penerima PIP dan anak penerima PKH mengenakan seragam putih biru, berdiri terpaku di depan pintu rumah.

Tas sudah digendong. Sepatu sudah dipakai. Tapi mereka tak tahu akan melangkah ke sekolah mana.

Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah untuk tahun ajaran baru 2025. Tapi bagi Ikra dan Raisa, itu adalah hari pertama mereka merasa tak diinginkan oleh sistem.

Ikra sebelumnya sudah mendaftar di SMP Negeri 1 Manado, sekolah favorit yang menjadi harapan banyak anak di kota ini. Namun namanya ditolak oleh sistem.

Ibunya berusaha mencarikan alternatif sekolah lain, namun semuanya juga menutup pintu. Alasannya? Nama Ikra masih terdaftar di sekolah lain—sekolah yang justru tak meloloskan nya.

Alasan sekolah lain menolak Ikra karena kuota di sekolah mereka sudah penuh.

"Mama kong Ikra mo sekolah di mana dang?" tanya Ikra lirih, matanya berkaca-kaca melihat teman-temannya berangkat dengan riang ke sekolah masing-masing.

Berbeda kisah, namun sama luka, Raisa Putri Matoha pun menghadapi ketidakjelasan. Ia mendaftar di SMPN 1 Manado lewat jalur afirmasi, jalur khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, seperti dirinya.

Orangtuanya penerima PKH, Raisa penerima PIP. Namun hingga hari pertama sekolah, status pendaftarannya masih "mengusul".

Padahal, sesuai aturan, dari 480 kuota siswa baru SMPN 1 Manado, 20 persen—atau 96 kursi—disediakan untuk anak-anak afirmasi. Tapi anehnya yang diterima jalur afirmasi hanya satu orang, nama Raisa dan Ikra tidak ada di sistem padahal keduanya adalah orang seharusnya mendapat kuota di jalur afirmasi.

Dari informasi yang beredar, sejumlah orangtua mengaku dimintai uang oleh calo agar anak-anak mereka diterima.

Baca selengkapnya di kolom komentar..
Yulius Selvanus Komaling Andrei Angouw Richard Sualang

Source : Jurnal Indy

03/07/2025

Tuna netra asal Desa Gegelang, I Wayan Tumpek (60) saat menunjukan keset dari serabut kelapa yang ia buat, Senin (30/6/2025).

Kisah Tuna Netra Pembuat Keset Serabut Kelapa di Bali, Tak Mampu Berobat, Sabar Menunggu Pembeli.

Keterbatasan fisik, tidak membuat I Wayan Tumpek (60) menyerah dengan keadaan.

Penyandang tuna netra asal Banjar Telengan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem tetap berusaha produktif dengan membuat keset berbahan serabut kelapa.

Wayan Tumpek bergegas ke luar dari kamar, saat ditemui di rumahnya yang sederhana, Senin 30 Juni 2025.

Ia tampak sangat antusias, setiap ada tamu yang datang. Dengan berlahan ia berjalan menuju tempatnya menyimpan keset yang dibuat dengan kedua tangannya.

Untuk per lembar keset, ia jual Rp 20 ribu. Namun saat ini diakuinya, penjualan keset serabut kelapa cukup sepi.

Keset yang sudah siap jual masih menumpuk karena belum laku. Meski demikian ia tetap sabar, menunggu pembeli datang.

“Setelah keset ini habis, baru saya buat lagi,” ungkapnya sembari tersenyum. (eka mita suputra)

Sc: Tribun

03/07/2025

Pakaian/Barang menumpuk ?? Saatnya disalurkan bersama Rumah Tampung Bitung

Daripada menumpuk dan tidak terpakai, ayo salurkan pakaian dan barang layak pakai milikmu untuk mereka yang bener benar membutuhkan.

Karena apa yang sudah tidak kita gunakan bisa jadi sangat berharga ditangan orang lain.

Bersama Rumah Tampung Bitung, kita bergerak menyebarkan manfaat. Setiap helai yang kamu donasikan bisa menjadi bentuk kasih sayang, empati dan kontribusi nyata untuk sesama.

Kami siap menjemput donasimu di wilayah Kota Bitung.
Tak perlu repot, cukup hubungi kami dan tim akan menjemput.

Layanan Donasi : 0895603530010
Lokasi : Jl. Perjuangan Kompleks SMK Muhammadiyah Bitung

Photos from Peradaban DUNIA's post 30/06/2025

Izin melaporkan kami telah menyalurkan ke lansia di pelosok Sulawesi Utara untuk program bulan Juni 2025.

Jika teman teman ingin berdonasi untuk Program di awal bulan Juli 2025 bisa menghubungi admin di nomor : 0895603530010 🙏🙏.

Program yang akan kita laksanakan adalah "Pangan untuk anak yatim"

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bitung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Bitung
95514