The Jakarta Chronicle
Halo!
10/06/2026
Sebuah sedan melintas di samping mereka, mencipratkan lumpur ke wajah Mo. Mereka berhenti melangkah, Nina memandang wajah Mo yang kotor. Dia mengeluarkan handuk dari tas bermaksud untuk membersihkan wajah Mo, tetapi Mo menahan tangannya di udara. Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan.
“Cuma karyawan,” kata Mo, memecah kebekuan.
Hujan - The Jakarta Chronicle Dan seperti popcorn, nama Marmo meletus begitu saja di pikiran.
21/05/2026
Setelah hampir delapan tahun berkeliling dunia dan menikmati hidangan lezat di restoran-restoran ternama di berbagai negara, ternyata restoran terbaik ada di negeri saya sendiri. Di Korea. Tepatnya di Seoul, di Distrik Gangnam, lantai 7 Hotel JW Marriott. Dari nama distrik dan hotelnya, Anda sudah bisa membayangkan seberapa mahal harga menunya. Meskipun demikian, tulisan ini tidak dikhususkan untuk orang-orang berpunya, jadi bagi Anda yang belum berpunya, tidak ada salahnya membacanya sampai selesai. Setidaknya, penjelasan saya bisa menjadi gambaran atau mungkin panduan makan malam di restoran ini seandainya suatu saat nanti Anda memperoleh rezeki yang melimpah.
selengkapnya: https://jakartachronicle.com/id/cerita-pendek/makan-malam-di-gangnam-gu/
09/05/2026
Acaranya akan diadakan di ruang dongeng, yang terletak di sebelah halaman belakang, setelah makan malam. Ikue bukan satu-satunya pendongeng dalam keluarga. Jauh di atasnya sudah banyak yang jadi pendongeng. Yang lain ada yang jadi pelukis, pemusik atau apa saja yang berkaitan dengan seni. Keluarga kami menyebutnya “sudah keturunan” alih-alih bakat. Tentu saja di rumah ini ada ruangan-ruangan lain untuk para seniman kami.
Selengkapnya: https://jakartachronicle.com/id/cerita-pendek/dongeng-ikue/
08/05/2026
“Kau salah, Keith. Presiden tidak makan daging. Begitu juga istri dan ketiga anaknya. Ia mendidik keluarganya dengan baik untuk hidup sehat. Kautahu, daging itu penuh dengan parasit. Parasit itu sumber penyakit. Aku mempelajarinya di Harvard.”
“Tapi ikan bukan daging, Dok. Pak Presiden makan Steik tuna. Beliau menghabiskannya dan hampir nambah jika tidak menyadari dirinya sedang dikelilingi para wartawan.”
Selengkapnya: https://jakartachronicle.com/id/cerita-pendek/steik-tuna-pak-presiden/
06/05/2026
Ayah tidak terganggu dengan teriakan itu atau dengan kegaduhannya. Tidak juga terganggu dengan suara suara sumbang pengamen atau teriakan pedagang yang mondar-mandir menawarkan dagangan mereka. Dengan koran terselip di tangannya yang dilipat di atas perutnya yang buncit, Ayah tidur sangat pulas. Wajahnya terlihat lelah, tenang, dan damai.
Selengkapnya: https://jakartachronicle.com/id/cerita-pendek/wawancara-kerja/
Halo
10/02/2025
THE GIFT OF THE MAGI karya O. Henry
02/01/2025
Tapi aku tidak mengikuti Deni keluar. Aku masih di dalam, memperhatikan si wajah Arab yang sedang menonton video TikTok. O, dia berbeda sekali dengan Hani. Dia berambut keriting, Hani berambut lurus. Dia bermata bulat besar, Hani tidak. Dia beralis tebal, Hani beralis agak tipis. Dia berpipi tembem, Hani berpipi oval. Tapi keduanya berkulit putih dan cantik. Dia memandangku dengan mata hijaunya yang besar dan aku pun tersenyum. Kuambil sebungkus cokelat dari dalam kantong belanja, kuberikan kepada si wajah Arab.
SI WAJAH ARAB
Si Wajah Arab - EscapeReaders Rumahnya tidak begitu jauh, di dalam gang sempit hanya cukup untuk satu motor, di salah satu rumah-rumah tanpa teras yang berjajar rapat seperti anak tangga.
21/12/2024
Rabu pagi itu, sehari setelah pengumuman kelulusan, Kepala Sekolah memberi wejangan kepada kami. Katanya, kami seperti orang yang membeli koran. Masing-masing punya tujuannya. Ada yang beli koran untuk mencari lowongan kerja. Ada yang untuk alas dagangan. Ada juga yang untuk alas tidur. Kami yang memutuskan untuk dijadikan apa koran itu.
Meski tidak dijelaskan, aku paham maksudnya. Namun, ia melewatkan sesuatu. Yakni, ada yang beli koran untuk dibaca. Mungkin ia sengaja tidak menyebutkannya, mengingat kami lulusan STM yang kemungkinan besar akan bekerja di pabrik.
HAMDAN
Hamdan - EscapeReaders Hamdan tiba di rumahku pukul 07.25, waktu aku sedang sarapan. Ia datang naik sepeda. Aku membukakan pintu pagar untuknya, memintanya menaruh sepedanya di
10/11/2024
Ia tidak berharap lelaki itu melihatnya. Kalaupun iya, lelaki itu tidak akan mengenalinya. Ia sudah banyak berubah, dari seorang bocah kurus menjadi menjadi seorang pria bertubuh tegap dan berisi, dan wajah yang ditumbuhi berewok. Selain itu, ia tidak pernah sekalipun datang ke acara reuni atau pertemuan alumni lainnya dan hanya dua kali menginjakkan kakinya di sekolahnya sejak lulus SD. Itu pun ketika ia baru masuk SMP dan tidak ada lelaki itu di sana.
JOGING PAGI
Joging Pagi - EscapeReaders Sudah seminggu hujan tidak turun pagi-pagi, tapi ia masih enggan pergi ke lapangan. Ada buku yang harus selesai dibaca, begitu alasannya untuk membenarkannya
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the business
Website
Address
Bekasi