Inibatam
Akun resmi inibatam.co.id
Aktual dan Terpercaya
#inibatam https://twitter.com/inibatam_id?t=nrICkjb4S10qDgI1Qjhvfg&s=09
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Batam pada Jumat pagi menjelang siang, 12 Juni 2026, kembali merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Bengkong.
Salah satu titik terparah terlihat di sepanjang Jalan Bengkong Indah Bawah, tepatnya di sekitar Masjid Babussalam. Tingginya intensitas curah hujan membuat volume air meningkat drastis dalam waktu singkat, hingga meluap dan menggenangi akses jalan utama masyarakat di wilayah tersebut.
Kawasan di sekitar Masjid Babussalam ini memang sudah lama menjadi langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Begitu hujan deras melanda, kondisi jalanan seketika berubah menyerupai aliran sungai yang cukup deras, menghambat aktivitas warga dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas.
Rasa waswas pun kembali menyelimuti warga setempat yang berharap adanya solusi konkret dari pemerintah daerah untuk membenahi sistem drainase di lokasi tersebut.
12/06/2026
Bagaimana prediksi kalian?
12/06/2026
Hasil pertandingan Meksiko vs Afrika Selatan 2-0
11/06/2026
Siapa yang bakal menang pada laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan nanti?
11/06/2026
Menjelang Pilkada, kita sering disuguhi hasil survei. Ada kandidat yang diunggulkan, ada yang tertinggal. Kadang hasilnya tepat, kadang meleset. Bahkan tak sedikit yang menilai publik bisa ikut terpengaruh oleh angka-angka yang dirilis. Semakin tinggi elektabilitas seseorang, semakin besar p**a peluang munculnya efek ikut-ikutan.
Di Piala Dunia, situasinya berbeda. Tidak ada pemilih yang bisa dipengaruhi. Tidak ada kampanye. Tidak ada debat kandidat. Yang ada hanyalah data, statistik, algoritma, dan berbagai model prediksi yang mencoba menebak siapa yang akan menjadi raja sepak bola dunia.
Nama yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026 adalah Joachim Klement, ekonom asal Jerman. Ia bukan pelatih, bukan mantan pemain, tetapi model yang ia bangun berhasil menebak juara tiga edisi Piala Dunia secara beruntun: Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina pada 2022. Tahun ini modelnya kembali berbicara, dan hasilnya cukup mengejutkan. Belanda diprediksi menjadi juara dunia.
Selain Klement, ada p**a EA Sports yang rutin melakukan simulasi melalui gim sepak bolanya. Rekam jejak mereka juga tidak bisa dianggap remeh. Spanyol pada 2010, Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina pada 2022 pernah berhasil mereka prediksi dengan tepat. Kali ini simulasi mereka lebih condong menjagokan Spanyol.
Bukan hanya itu. Opta melalui superkomputernya menjalankan ribuan simulasi pertandingan dan menempatkan Spanyol sebagai salah satu favorit utama. Sementara bank investasi Goldman Sachs juga merilis model prediksi berbasis data historis, peringkat tim, dan sistem Elo. Hasilnya sama, Spanyol berada di posisi teratas dengan peluang terbesar untuk mengangkat trofi.
Lalu ada Reuters yang melakukan survei terhadap sekitar 160 ekonom dari berbagai negara. Hasilnya sedikit berbeda. Mayoritas responden memprediksi Prancis akan keluar sebagai juara, mengungguli Spanyol dalam perolehan suara.
11/06/2026
Commuter Bike Siap Semarakkan Gowes 21 Juni, Bahagia Bersama di Atas Pedal
Gairah bersepeda di Batam semakin menyala dengan kehadiran Commuter Bike Batam. Komunitas yang mengusung semangat kebersamaan ini rutin menggelar gowes bersama dan aktif mendukung berbagai kegiatan sepeda, baik yang diselenggarakan komunitas maupun organisasi resmi seperti ISSI.
“Kami akan selalu hadir. Di Commuter Bike tidak ada batasan jenis sepeda maupun usia pesepeda. Intinya sederhana, berkumpul, gowes bersama, sehat bersama, tertawa bersama, dan menikmati kebahagiaan bersama,” kata Harto, salah seorang pendiri Commuter Bike Batam, di Batam Centre, Kamis (11/6).
Pria yang akrab disapa Pak Pres itu mengatakan, Commuter Bike Batam siap ambil bagian dalam memeriahkan gowes bersama yang akan digelar pada 21 Juni mendatang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus merayakan semangat bersepeda yang terus tumbuh di Batam.
Apalagi, sejumlah perayaan besar disatukan dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Batam Folding Bike (BFB) ke-17, kegiatan itu juga disejalankan dengan syukuran 19 tahun Indonesia Folding Bike (IdFB).
Perayaan akan semakin semarak dengan kehadiran KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang dijadwalkan turut berkayuh bersama para pesepeda di Batam. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari peringatan World Bicycle Day yang diperingati setiap 3 Juni dan telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2018.
Commuter Bike Batam sendiri terbilang komunitas baru. Kehadirannya diawali melalui kegiatan perdana Last Friday Ride (LFR) yang digelar pada Juni lalu. Dari kegiatan itu, komunitas ini terus berkembang dan mulai aktif menggelar berbagai agenda bersepeda yang mendapat sambutan positif dari para pesepeda di Batam.
LFR menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jumat terakhir setiap bulan. Konsep ini terinspirasi dari sejumlah kota yang dikenal ramah terhadap pesepeda, salah satunya Yogyakarta, yang memiliki tradisi gowes malam bersama sebagai ruang berkumpul dan bersilaturahmi.
“Kami ingin memperkuat rantai silaturahmi para pesepeda, bukan hanya di Batam, tetapi juga dengan sahabat-sahabat pesepeda dari Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan. Juga dari Malaysia dan Singapura,” ujar Pak Pres.
Menurutnya, setiap pertemuan selalu menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, hingga tips-tips bersepeda yang aman dan menyehatkan. Karena itu, kegiatan yang mereka gelar tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga membangun persaudaraan di antara para pesepeda.
Selain LFR, Commuter Bike juga rutin menggelar kegiatan Siol-Siol 50 KM setiap tiga bulan sekali. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak menikmati jalanan Batam yang semakin ramah bagi pengguna sepeda sekaligus mempererat kebersamaan antarkomunitas.
“Yang paling dicari peserta sebenarnya bukan sekadar jarak tempuhnya, tetapi kebersamaan dan kegembiraannya. Karena itu kami selalu berusaha menghadirkan suasana penuh tawa dan kekeluargaan dalam setiap kegiatan, termasuk 21 Juni nanti,” tutup Pak Pres
11/06/2026
Saat Survei Tak Lagi Menentukan, Ketika Data Bertaruh pada Juara Dunia
Menjelang Pilkada, kita sering disuguhi hasil survei. Ada kandidat yang diunggulkan, ada yang tertinggal. Kadang hasilnya tepat, kadang meleset. Bahkan tak sedikit yang menilai publik bisa ikut terpengaruh oleh angka-angka yang dirilis. Semakin tinggi elektabilitas seseorang, semakin besar p**a peluang munculnya efek ikut-ikutan.
Di Piala Dunia, situasinya berbeda. Tidak ada pemilih yang bisa dipengaruhi. Tidak ada kampanye. Tidak ada debat kandidat. Yang ada hanyalah data, statistik, algoritma, dan berbagai model prediksi yang mencoba menebak siapa yang akan menjadi raja sepak bola dunia.
Nama yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026 adalah Joachim Klement, ekonom asal Jerman. Ia bukan pelatih, bukan mantan pemain, tetapi model yang ia bangun berhasil menebak juara tiga edisi Piala Dunia secara beruntun: Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina pada 2022. Tahun ini modelnya kembali berbicara, dan hasilnya cukup mengejutkan. Belanda diprediksi menjadi juara dunia.
Selain Klement, ada p**a EA Sports yang rutin melakukan simulasi melalui gim sepak bolanya. Rekam jejak mereka juga tidak bisa dianggap remeh. Spanyol pada 2010, Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina pada 2022 pernah berhasil mereka prediksi dengan tepat. Kali ini simulasi mereka lebih condong menjagokan Spanyol.
Bukan hanya itu. Opta melalui superkomputernya menjalankan ribuan simulasi pertandingan dan menempatkan Spanyol sebagai salah satu favorit utama. Sementara bank investasi Goldman Sachs juga merilis model prediksi berbasis data historis, peringkat tim, dan sistem Elo. Hasilnya sama, Spanyol berada di posisi teratas dengan peluang terbesar untuk mengangkat trofi.
Lalu ada Reuters yang melakukan survei terhadap sekitar 160 ekonom dari berbagai negara. Hasilnya sedikit berbeda. Mayoritas responden memprediksi Prancis akan keluar sebagai juara, mengungguli Spanyol dalam perolehan suara.
Menariknya, semua pihak menggunakan pendekatan yang berbeda. Ada yang mengandalkan simulasi komputer, ada yang memakai model ekonomi, ada yang memanfaatkan data performa bertahun-tahun, dan ada p**a yang menggabungkan faktor geografis, demografi, hingga peringkat FIFA. Mereka tidak sedang menerka, tetapi mencoba menemukan pola dari jutaan data yang tersedia.
Namun sepak bola selalu memiliki satu unsur yang tidak bisa dihitung secara sempurna: kejutan. Cedera pemain bintang, kartu merah, kesalahan wasit, gol bunuh diri, atau tendangan yang berubah arah bisa mengubah seluruh prediksi dalam hitungan detik. Karena itu, sekuat apa pun model yang dibuat, lapangan tetap menjadi hakim terakhir.
Malam ini perjalanan panjang itu dimulai. Tuan rumah Meksiko membuka Piala Dunia 2026 menghadapi Afrika Selatan. Dari pertandingan pertama hingga partai final nanti, semua prediksi akan diuji. Apakah Joachim Klement akan kembali mencatat prediksi sempurna untuk keempat kalinya? Apakah EA Sports kembali menunjukkan ketajamannya? Apakah Goldman Sachs, Reuters, atau superkomputer Opta yang akan tersenyum di akhir turnamen? Atau justru sepak bola kembali menghadirkan kejutan yang tidak diperkirakan siapa pun?
Kalau boleh berharap, MinIB ingin melihat juara yang memberi cerita baru. Tetapi bagaimana dengan kalian? Tim mana yang ingin kalian lihat mengangkat trofi Piala Dunia tahun ini?
11/06/2026
Pendidikan tidak bisa direduksi hanya pada transfer pengetahuan. Ia adalah proses humanisasi: pendidikan selalu kembali ke satu titik: kualitas pendidik.Guru bukan sekadar fasilitator konten. Guru adalah agen perubahan yang memediasi antara kurikulum dengan realitas peserta didik. Ketika kapasitas guru lemah, secanggih apa pun kurikulum dan semodern apa pun infrastruktur, proses pembelajaran akan kehilangan daya transformasinya.
1. Modal Manusia sebagai Prasyarat Mutu Pembelajaran
Teori Human Capital menegaskan bahwa investasi pada kapasitas manusia adalah investasi paling produktif jangka panjang. Dalam konteks pendidikan, human capital itu terwujud pada kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Data empiris mendukung hal ini. Penelitian Tennessee Value-Added Assessment System menunjukkan bahwa guru dengan efektivitas tinggi mampu membuat pertumbuhan belajar siswa setara 1,5 tahun dalam satu tahun ajaran.
Sebaliknya, guru dengan efektivitas rendah membuat siswa tertinggal 0,5 tahun. Kesenjangan ini terakumulasi dan menjadi determinan utama ketimpangan hasil belajar.Realitas di Indonesia pun serupa. Berdasarkan data Kemendikbudristek, belum semua guru memenuhi standar kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik. Padahal sertifikasi adalah mekanisme penjaminan mutu yang memastikan guru memiliki pedagogical content knowledge yang memadai.
2. Pembelajaran Bermakna vs Instruksi Mekanistik
Pendidikan bermutu menuntut terjadinya meaningful learning, bukan sekadar instruksi mekanistik. Constructivist learning theory menekankan bahwa siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan guru dan lingkungan. Sayangnya, praktik teacher-centered learning masih dominan di banyak ruang kelas. Padahal paradigma ini bertentangan dengan tuntutan abad 21 yang menuntut penguasaan 4C: Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity. Transformasi ke student-centered learning hanya mungkin terjadi jika guru memiliki literasi pedagogik dan keberanian didaktis untuk keluar dari zona nyaman.
3. Kesejahteraan Psikososial Guru sebagai Determinan Mutu
Mutu pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari kondisi psikososial guru. Teori Job Demands-Resources menjelaskan bahwa tingginya tuntutan kerja tanpa diimbangi sumber daya yang memadai akan memicu burnout dan menurunkan performa.Guru yang mengalami emotional exhaustion sulit menciptakan iklim kelas yang kondusif. Sebaliknya, guru yang sejahtera—secara finansial, profesional, dan psikologis—akan lebih mampu menerapkan differentiated instruction dan membangun relasi afektif dengan peserta didik. Karena itu, penguatan kapasitas guru harus paralel dengan pemenuhan hak-hak dasarnya.Penutup: Investasi Strategis, Bukan Beban Anggaran.
Memperkuat guru berarti berinvestasi pada masa depan bangsa. Ini bukan beban anggaran, melainkan investasi strategis dengan return on investment tertinggi: lahirnya generasi yang berpikir kritis, berkarakter, dan berdaya saing.Pendidikan yang hebat lahir dari guru yang hebat. Dan guru yang hebat lahir dari sistem yang memanusiakannya. Karena pada akhirnya, memajukan pendidikan berarti memajukan manusia yang menggerakkannya.
Oleh: Dr. Sarmini S.Pd, M.M.
Sebuah video yang direkam sopir trailer sekaligus kreator TikTok, Silaban, pemilik akun , menyoroti kondisi sejumlah pekerja yang beristirahat di tepi jalan kawasan Sekupang.
Menurut Silaban, video tersebut direkam pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 12.20 WIB saat jam makan siang. Lokasi yang dimaksud berada setelah lampu merah, tepatnya di sisi jalan dekat Kompleks Shangrila, Sekupang.
Dalam rekaman itu terlihat beberapa pekerja beristirahat di area median jalan yang berada di tepi jalur lalu lintas aktif. Silaban menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori tidak aman karena para pekerja berada sangat dekat dengan arus kendaraan yang melintas.
"Posisi mereka sudah masuk kategori kondisi tidak aman karena ada yang duduk di median jalan. Kejadian seperti ini juga sudah sering terlihat saat mereka beristirahat makan siang di lokasi tersebut," ujarnya.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pengguna jalan lain, para pekerja kerap menyeberang jalan secara tiba-tiba, terutama saat jam masuk dan p**ang kerja.
Silaban menegaskan bahwa tujuan merekam dan membagikan video tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan para pekerja.
Ia mengingatkan bahwa beristirahat di pinggir jalan raya, terlebih di jalur yang ramai dan aktif dilalui kendaraan, memiliki risiko yang tinggi. Berbagai potensi bahaya bisa terjadi, mulai dari pengemudi yang mengantuk, kendaraan yang kehilangan kendali, hingga pengendara yang harus menghindari kendaraan lain dan keluar jalur.
"Jangan sampai niat mencari rezeki justru berujung petaka. Di jalan raya, berbagai kemungkinan bisa terjadi dan keselamatan harus menjadi prioritas," kata Silaban.
Ia berharap para pekerja dapat memilih lokasi istirahat yang lebih aman dan jauh dari arus lalu lintas guna menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.
Sumber: Silaban
Air Batam Hilir akan melanjutkan pekerjaan perbaikan kebocoran p**a di depan Informa Simpang Kepri Mall, Batam. Kebocoran tersebut terjadi akibat adanya pergeseran p**a pada jaringan distribusi air.
Saat ini, tim teknis masih melakukan sejumlah persiapan sebelum pekerjaan dimulai. Persiapan meliputi pengamanan area kerja, penyiapan material dan peralatan, hingga penyusunan metode pekerjaan.
Air Batam Hilir menyebut langkah tersebut dilakukan agar proses perbaikan berjalan aman dan efektif serta meminimalkan dampak terhadap pelanggan maupun pengguna jalan di sekitar lokasi.
"Tim teknis sedang melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pekerjaan perbaikan dapat berjalan dengan aman, efektif, dan meminimalkan dampak terhadap pelanggan maupun pengguna jalan," demikian informasi yang disampaikan Air Batam Hilir.
Meski belum mengumumkan jadwal pelaksanaan pekerjaan, Air Batam Hilir memastikan informasi terkait waktu pengerjaan dan wilayah yang berpotensi terdampak akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.
Informasi mengenai perbaikan p**a tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Air Batam Hilir.
**abocor
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Kota Batam
Batam