You Should Know
Semua tentang universe
Apakah kesadaran benar-benar lenyap saat kita meninggal dunia?
Teori Orch-OR yang dikembangkan Roger Penrose dan Stuart Hameroff mengusulkan bahwa kesadaran mungkin melibatkan proses kuantum di dalam otak. Gagasan ini sangat kontroversial karena hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa kesadaran tetap bertahan setelah kematian.
Lalu, apakah kematian adalah akhir dari kesadaran, atau justru masih ada misteri besar yang belum berhasil dipecahkan oleh sains modern?
Selama lebih dari 400 tahun, salah satu teka-teki geometri paling sulit dalam sejarah matematika membuat para ilmuwan kebingungan. Bahkan Newton dan Kepler tidak pernah berhasil menemukan jawabannya.
Lalu pada tahun 2016, Maryna Viazovska memecahkan masalah sphere packing di dimensi 8 menggunakan pembuktian yang elegan dan mengejutkan dunia matematika. Penemuan ini bukan hanya penting bagi matematika murni, tetapi juga berhubungan dengan teknologi modern seperti internet, komunikasi digital, penyimpanan data, dan koreksi error.
Bagaimana mungkin sebuah masalah tentang menyusun bola dapat membantu mengirim data lebih efisien di era digital? Simak sampai akhir!
Pernah masuk toilet lalu melihat urinoir penuh es batu?
Kelihatannya aneh, bahkan seperti pemborosan. Tapi ternyata ada alasan ilmiah di balik kebiasaan yang sering ditemukan di bar, hotel, stadion, dan tempat hiburan ini.
Es batu membantu memperlambat penguapan senyawa penyebab bau, membilas sisa urin secara perlahan saat mencair, serta mengurangi fenomena splashback atau cipratan balik yang bisa menyebarkan bakteri dan aroma tidak sedap.
Yang lebih menarik, penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa bentuk urinoir dapat dirancang menggunakan matematika dan fisika fluida untuk menekan percikan hingga mendekati nol.
Ternyata benda yang biasa mendinginkan minuman ini diam-diam punya tugas lain sebagai penjaga kebersihan toilet. ❄️🚽
02/06/2026
Shout out to my newest followers! Excited to have you onboard!
Andy Wicaksono, Wong Komplak Tambun, Angga Lesmana, Arman Suikoniac, Edhy, Alinuddin Onding Dua, Mul Yono, Dodon Alfiander, Abdukadir Afrika Salad Wehelie, Fauzul Adzim, Sugeng Riyadi, Atmojo Sobri, Adem, Marno Widodo, Allysdona Pinkan II, Akiyat Karmadi, Pang Pang, Cimon Cimon, Ec, Budi Lukita Trainer, Gede Sudana, Hadie, Muhammad Firdaus, Mas Boy, Ardi Wiguna, Minie Ummu Hafidz Abdillah, Maulani Lani, Nael Ginting, Ampadullah, Oerang Leuweung Cikole, Sandy Boly Seloy, Sudirman Diman, Ajk Prasetyo, Fauzan Rangkuti, Rinson, Derosary Jr., Sesepuh Galanpu, Ebry, Suhepi Kroya, Abu Taufiqurrohman, W***y Djondjonler, Arina Salsabila, Lulus Irawan, Donny Paulus Simanjuntak, Kasanova Imron Baim, Much Hajir, Sihombing Junaedi, Juan Kayadoe, Agus Rahman, Parjo
01/06/2026
Shout out to my newest followers! Excited to have you onboard!
Andy Wicaksono, Wong Komplak Tambun, Angga Lesmana, Arman Suikoniac, Edhy, Alinuddin Onding Dua, Mul Yono, Dodon Alfiander, Abdukadir Afrika Salad Wehelie, Fauzul Adzim, Sugeng Riyadi, Atmojo Sobri, Adem, Marno Widodo, Allysdona Pinkan II, Akiyat Karmadi, Pang Pang, Cimon Cimon, Ec, Budi Lukita Trainer, Gede Sudana, Hadie, Muhammad Firdaus, Mas Boy, Minie Ummu Hafidz Abdillah, Ardi Wiguna, Maulani Lani, Nael Ginting, Ampadullah, Oerang Leuweung Cikole, Sandy Boly Seloy, Sudirman Diman, Ajk Prasetyo, Fauzan Rangkuti, Rinson, Derosary Jr., Sesepuh Galanpu, Ebry, Suhepi Kroya, Abu Taufiqurrohman, W***y Djondjonler, Arina Salsabila, Lulus Irawan, Donny Paulus Simanjuntak, Kasanova Imron Baim, Much Hajir, Sihombing Junaedi, Juan Kayadoe, Agus Rahman, Parjo
01/06/2026
Thanks for being a top engager and making it on to my weekly engagement list! 🎉
Budi Lukita Trainer, Mas Boy, Dayu's Trust, Bejo Sutrisno
Venus sering disebut sebagai kembaran Bumi, tetapi kenyataannya planet ini berubah menjadi dunia neraka dengan suhu mencapai 465 derajat Celsius, tekanan atmosfer 92 kali lebih besar daripada Bumi, serta langit yang dipenuhi awan asam sulfat. Dalam video ini kita akan mengungkap bagaimana Venus yang mungkin pernah memiliki lautan dan hujan dapat berevolusi menjadi planet paling panas di Tata Surya. Dari efek rumah kaca tak terkendali, gunung api raksasa, rotasi terbalik, hingga misteri kemungkinan kehidupan di lapisan awannya, inilah kisah lengkap salah satu dunia paling ekstrem yang pernah ditemukan manusia.
Awan pelangi kembali terlihat di Indonesia dan membuat banyak orang mengira langit sedang menunjukkan fenomena misterius. Padahal, warna-warni spektakuler ini adalah fenomena ilmiah yang disebut cloud iridescence atau awan iridesen.
Fenomena ini terjadi ketika cahaya Matahari berinteraksi dengan jutaan tetesan air atau kristal es berukuran sangat kecil di dalam awan. Cahaya mengalami difraksi sehingga terurai menjadi berbagai warna seperti pelangi. Menariknya, warna-warna tersebut hanya muncul jika ukuran partikel awan hampir seragam, menjadikannya salah satu fenomena optik atmosfer yang sangat presisi.
Jadi yang sedang kita lihat bukanlah tanda gaib atau kejadian supranatural, melainkan demonstrasi menakjubkan dari fisika cahaya yang bekerja tepat di atas kepala kita.
29/05/2026
Shout out to my newest followers! Excited to have you onboard!
Ame Sofyanto M. Sainan, Aleks Mashun, Vidas Abe, Putra Bayaby Labi Gau, Fikri Mahmud, Arya Mangkulangit, Ahmad Subhan Widianto, Muh Al Amin, Jhend Sebastiand, Gzevon Nzeven, Lancar Garage, L M Hadi Riyantoko, Paulus Paiqpinan, Sumaliasa Kadek, Tumpas Tuntas, Putu Indra, Jhemz Celallusukses, Saleho Saputra, Prasetya Hady, Rudy Via, Santi, Hendra Septiana, Ginanjar Wijaya Kusuma, Hendrik Bandrex, Jeki Riza, Ricky Anta, Yogiantoro, Rickyz Vicz, Gerry Makatita, Choiruddin Altar, Jhoy We Lah, Razak, Desperado Heart, Ketut Mandiarta, Mozenk Zamri, Wayan Selamat, Yusuf Jaya Zain, M Chabib, Sudarman Sudarman, Raimon Jongga, Slamet Supaidi, Izek Sdl, Ferdinandus Purnawan Naur, Nathanael Simanungkalit, Ida Rosanti, Aceng Gondok Ok, Takara Sakana, Andi Andi, Boybatu Gong, Soraya Aminullah Wartabone
Tubuh manusia ternyata belum benar-benar diam setelah kematian.
Dalam sebuah penelitian forensik di Australia, ilmuwan memasang kamera time-lapse yang memotret jenazah donor setiap 30 menit selama 17 bulan. Hasilnya mengejutkan: posisi lengan, kaki, dan sendi terus mengalami perubahan bahkan lebih dari setahun setelah kematian.
Fenomena ini bukan karena tubuh hidup kembali, melainkan akibat proses dekomposisi. Jaringan yang mengering, tendon yang menyusut, gas pembusukan, dan pengaruh gravitasi membuat tubuh perlahan bergeser dari posisi awalnya.
Penemuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang apa yang terjadi setelah kematian dan membantu ahli forensik menentukan waktu kematian dengan lebih akurat.
Kematian ternyata bukanlah tombol OFF yang langsung menghentikan seluruh perubahan pada tubuh. Bahkan setelah kehidupan berakhir, proses fisika dan biologi masih terus bekerja dalam diam.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Bantul