AutoDigest.co
Automotive portal for news and lifestyle Automotive magazine
02/08/2021
test
30/01/2020
Hi. I have some new parts for sale. Radiator cover E28 US$45, fuel sending unit E12 US$200, moulding front bumper E28 US$65 + shipping from Indonesia. Thanks for looking.
PT. Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku ATPM Mazda kembali mengadakan Mazda Power Drive dengan konten berbeda yakni bersamaan dengan peluncuran 2 produk facelift-nya yaitu Mazda2 dan CX-5. Setelah kedua mobil tersebut meluncur, konsumen bisa test drive di acara tanggal 23-24 November 2019 di Fairgrounds SCBD tersebut. Sebelumnya tanggal 22 November 2019 PT. EMI meluncurkan SUV 7-Seater Mazda CX-8 dan mulai hari itu juga konsumen bisa test drive.
_
“Kami akan terus memperkenalkan model-model terbaru Mazda, termasuk berbagai varian dari berbagai kelas yang cocok dengan pasar Indonesia.” ujar Ricky Thio, Direktur Sales, Marketing, dan PR PT. EMI. “Ajang Mazda Power Drive menjadi saat yang tepat untuk mengetahui dan merasakan langsung keunggulan model-model Mazda tersebut.” tambahnya.
_
Pertama Mazda2 facelift yang terlihat sekali perubahan minornya di eksterior. Perubahan minor di eksterior tersebut antara lain desain baru gril, bumper, dan pelek. Hasilnya, Mazda2 facelift terlihat lebih elegan dan lebih berkarakter mapan dibanding pendahulunya yang kentara kesan “anak muda”.
_
Kedua Mazda CX-5 facelift yang tidak begitu kentara perubahan minornya tetapi baru kentara ketika mengendarainya. Salah satunya yaitu kamera 360 yang memudahkan pengemudinya melihat sekitar mobil di depan, samping, dan belakang melalui layar multimedia. Adanya kamera tersebut sedikit mempengaruhi eksterior CX-5 meski tetap tidak kentara jika dilihat sepintas.
_
“Dengan memberi kesempatan bagi konsumen untuk mencoba dan merasakan langsung line-up terbaru Mazda, hal ini terbukti menghasilkan dampak yang lebih besar bagi kami.” ujar Roy Arman Arfandy, Presiden Direktur PT EMI.
_
www.autodigest.co
bit.ly/36sKEec
Music by: hooksounds.com
PT. Eurokars Motor Indonesia selaku ATPM Mazda meluncurkan SUV terbarunya yakni Mazda CX-8 untuk pasar Indonesia. Kehadiran CX-8 tersebut tak lain sebagai pengisi lini antara CX-5 dan CX-9, bukan sebagai alternatif CX-9 seperti di Jepang. Jika dibandingkan dengan CX-9, penampilan CX-8 lebih terkesan low profile namun dengan fitur tidak kalah menariknya dengan CX-9.
_
Seperti biasanya, styling mengusung bahasa desain KODO yang notabene wajib diterapkan di lini produk SKYACTIV Mazda. Jika dibandingkan dengan CX-9, penampilan CX-8 lebih kalem dengan gril lebih kecil, begitu juga pernik krom tidak se-mencolok CX-9. Hanya saja corak gril seperti Mazda6 sebelum facelift terkesan dated dan wajar mengingat CX-8 belum facelift dari awal diproduksi sejak 2017.
_
Dasbor seperti CX-5 dengan sejumlah fitur yang terkesan mewah dan berkelas, namun juga terkesan seperti CX-5 dipanjangkan jika berada di jok depan. Semenjak CX-8 7-Seater perbedaannya baru terasa ketika duduk di jok tengah, terutama ketika memilih tipe termahal karena ada captain seat, dan legroom yang lapang untuk tinggi badan sekitar 177 cm. Jok baris ketiga walaupun jok baris kedua sudah paling maju, masih terasa sempit untuk orang dewasa pada umumnya namun wajar mengingat CX-8 merupakan SUV.
_
Mesin memakai 2500cc berkode PY-VPS naturally-aspirated seperti mesin Mazda6 dan juga CX-5. Tidak memakai turbo seperti pasar Jepang, namun faktanya varian 2500cc naturally-aspirated juga tersedia untuk pasar Jepang. Hal tersebut tak lain untuk menjaga posisi CX-9 sebagai flagship Mazda Indonesia disamping faktor kebutuhan pasar.
_
CX-8 dibanderol mulai dari harga Rp. 664.800.000,- untuk tipe Touring dan Rp. 746.800.000,- untuk tipe Elite dengan konfigurasi jok baris tengah captain seat 2+2. Misalnya memilih warna Soul Red Crystal dan Machine Grey, seperti biasanya harus menambah Rp. 4.000.000,- dari harga jual. Harga yang cukup sebanding karena mobil berdimensi panjang membutuhkan sentuhan proper engineering ketimbang sekedar memanjangkan sasis atau menambah fiturnya.
www.autodigest.co
bit.ly/2PAbABP
PT. Honda Prospect Motor (HPM) selaku ATPM Honda kembali mengadakan acara apresiasi pemilik kendaraan bermotor Honda, Honda Fastival 2. Lebih kentara aspek car culture menjadi salah satu branding acara tanggal 24 November 2019 di Hall D2 JIEXpo Kemayoran tersebut. Lantas bagaimana car culture menjadi sebuah branding ATPM?
_
Di Indonesia lini produk Honda sangat kentara dengan modifikasi mobil bahkan Honda termasuk mobil yang tidak begitu mengenal istilah “retro”. Artinya tidak peduli usia mobil Honda tersebut, tetap saja banyak diminati konsumennya termasuk modifikasi dan masih terkesan kontemporer. Mobil modifikasi bukan hanya menjadi mobil display, tetapi juga sebagai bagian dari kegiatan interaktif seperti photobooth dengan Honda HR-V.
_
Memelihara mobil klasik atau retro bisa mengarah kepada aspek branding, seperti yang terlihat di sepanjang selasar indoor Hall D2 JIExpo Kemayoran. Oleh karena itu penyelenggara merangkul pemilik mobil klasik atau retro Honda dengan kondisi mulus untuk mendisplay mobilnya. Mobil klasik atau retro tersebut dipajang untuk menunjukkan sejarah perjalanan 2 model terpopuler Honda yakni Civic dan Accord.
_
Semenjak motorsport merupakan “roh” Honda di Indonesia, tidak lengkap jika tidak ada sarana untuk memacu kendaraan yang telah dimodifikasi. Oleh karena itu kompetisi time attack di jalan lurus sepanjang 100m dan kompetisi slalom merupakan bagian dari konten acara. Semenjak Honda, bukan hanya performa tetapi juga suara mesin yang kerap menjadi daya tarik penonton.
_
“Acara ini merupakan apresiasi bagi para pecinta dan komunitas Honda yang merupakan konsumen loyal kami.” ujar Takehiro Watanabe, Presiden Direktur PT. HPM. “Dirancang sesuai dengan karakter mobil Honda yang sporty, sangat stylish untuk dimodifikasi, dan memiliki karakter khas yang tak lekang zaman.” tambah Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT. HPM.
_
www.autodigest.co
bit.ly/2EbFEyd
Music by: hooksounds.com
Dari sekian merk mobil dibawah naungan Astra, Toyota merupakan manufaktur yang tampil paling all-out di Astra Auto Fest 2019. Bagaimana tidak, hampir semua lini produk ATPM Toyota dibawa ke acara tanggal 22-24 November 2019 termasuk lini premiumnya. Tidak tanggung-tanggung, sampai Lexus yang notabene relatif eksklusif dalam berpameran, turut dibawa untuk tampil di Astra Biz Center, BSD.
_
Sportscar Toyota seperti 86 dan GR Supra turut dibawa ke Astra Auto Fest 2019 dan sportscar relatif hanya dipamerkan di pameran papan atas macam GIIAS 2019. Tanpa pembatas, sportscar tersebut terbuka untuk publik yang ingin masuk ke dalam interiornya. Walau pasarnya tergolong niche, Toyota sangat niat mempromosikan produk sportscarnya bahkan sebelumnya mengundang awak media untuk mencoba menggebernya di sirkuit Sentul.
_
Sebagai manufaktur yang getol dengan mobil terelektrifikasi, lebih lengkap jika mobil hybrid-nya juga turut dibawa seperti C-HR dan Camry. Kedua mobil tersebut merupakan tipe termahal di lini produknya tetapi untuk C-HR sebagai hybrid termurah dan Camry hybrid termahal. Melalui pergelaran ini juga Toyota sangat serius dalam menjual mobil yang berorientasi ramah ekologi.
_
Lini premium seperti Voxy dan Alphard juga dibawa bahkan menariknya Land Cruiser juga turut dibawa. Walaupun Toyota, jarang-jarang Land Cruiser ditampilkan di event bahkan di GIIAS-pun tidak pernah dipamerkan. Betapa niatnya Toyota berjualan bahkan yang selama ini jarang sekali dipamerkan juga turut dibawa ke Astra Auto Fest.
_
Beralih ke Lexus, kebanyakan mobil yang dibawa berjenis SUV dan tidak ada produk hybrid. Sedan Lexus hanya satu yaitu ES300 yang notabene produk entry level-nya. Sepertinya Lexus lebih menjagokan SUV karena bukan hanya lebih laris tetapi juga visi kedepan secara global.
_
www.autodigest.co
bit.ly/2M1fKSr
Music: hooksounds.com
Menjamurnya tren crossover, setidaknya beberapa hari dari berakhirnya Tokyo Motor Show 2019, membuat Mitsubishi tertarik meng-crossover-kan produk terlarisnya, Xpander. PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku ATPM meluncurkan Xpander versi crossover Xpander Cross pada tanggal 12 November 2019. Xpander Cross menawarkan lebih dari sekedar menjadi crossover dari sebuah MPV karena sampai pada aspek engineering-nya.
_
Pertama dari eksterior yang membuatnya jelas sekali bahwa Xpander Cross merupakan sebuah crossover. Seperti desain bumper yang menyerupai SUV Mitsubishi, begitu juga gril-nya khas SUV Mitsubishi dynamic shield macam RVR dan Pajero Sport. Ubahan tersebut juga sampai pada pelek, roof rail, dan ground clearance lebih tinggi dibanding Xpander biasa.
_
Interior juga dibuat lebih berkelas sekaligus menyiratkan kesan adventure. Warna hitam pada interior tentu tidak membuatnya terlihat cepat kotor terutama ketika sehabis aktifitas outdoor lantas masuk ke mobil. Aksen merah pada interiornya menyiratkan kesan sporti yang tentunya cocok untuk tema crossover-nya.
_
Sektor engineering juga tidak luput untuk menegaskan identitasnya sebagai crossover. Seperti suspensi yang dituning khusus untuk melewati medan lebih berat serta kestabilan berkat katup sokbreker depan-belakang dan itu juga membuat Xpander Cross menjadi 225mm. Tak ketinggalan, Xpander Cross juga dilengkapi sejumlah fitur seperti Active Stability Control mengurangi peluang oversteer dan understeer serta juga cruise control agar nyaman ketika berkendara di jalan tol.
_
Xpander Cross dihargai mulai dari Rp. 267.700.000,- untuk transmisi manual dan Rp. 277.700.000,- untuk transmisi otomatis serta Rp. 286.700.000,- untuk premium package. Semenjak genre crossover atau SUV, berarti saingannya lebih ke Daihatsu Terios, Toyota Rush, Honda BR-V, dan DFSK Glory 560 dengan rentang harga setara dan sama-sama 7-penumpang. Dengan harga relatif mahal dibanding kompetitornya, akankah Xpander Cross berhasil memenangkan pasar?
_
bit.ly/34J4yku
www.autodigest.co
Music: hooksounds.com
Dari sekian produsen otomotif Jepang, setidaknya Mitsubishi Motor Corporation melakukan langkah berani dalam produksi mobil terelektrifikasi. Itupun bukan hanya konsep ataupun styling tetapi juga sampai pada dalam aspek engineering. Mobil tersebut antara lain Mitsubishi MI-TECH Concept, mobil konsep elektrifikasi anti-mainstream.
_
Dari konsepnya saja sudah terlihat anti mainstream dengan model buggy tanpa meninggalkan bahasa desainnya yakni dynamic shield. Walaupun kaku, MI-TECH Concept masih menawarkan estetika lebih dalam arti masih enak dilihat. Hasilnya MI-TECH Concept terlihat futuristis namun tidak kalah penting, lekukan-lekukan tersebut termasuk bentuk mengikuti fungsi.
_
Interior terlihat seperti paduan nuansa retro dan nuansa futuristis dari sebuah mobil buggy. Dasbor yang terlihat simpel, begitu juga setir dan joknya menyiratkan kesan retro, sedangkan panel instrumen digital dan bagian konsol tengah menyiratkan kesan futuristis dari pinggiran konsol tengah berongga-nya. Kaca depan seperti head-up display ternyata cukup mempengaruhi estetik lantaran monitor multimedia ditengah seperti mobil zaman sekarang terkesan tidak diperlukan lagi.
_
HEV-nya sendiri mengusung mesin pembakaran dalam berbeda yakni gas turbin yang lebih ringan dan kecil dari mesin konvensional. Mesin gas turbin memiliki output lebih besar per ukuran dan berat dan lebih ramah lingkungan. Menariknya gas turbin bisa diisi beragam bahan bakar seperti kerosen, alkohol, dan bensin semenjak setiap wilayah memiliki perbedaan tingkat kesulitan mencari bahan bakar.
_
Semenjak konsepnya buggy, belum lengkap jika tanpa teknologi di kaki-kaki yakni electric 4WD system dengan 2 motor. Sistem tersebut sudah terintegrasi dengan S-AWC yang mengontrol keempat rodanya dibantu dengan kaliper rem terelektrifikasi berdaya cengkram dan akurasi tinggi. Hasilnya bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga tangguh di segala medan dan juga lebih aman terkendali.
_
bit.ly/35XE92A
www.autodigest.co
Music: hooksounds.com
Dari sekian mobil produksi yang sekedar debut di Tokyo Motor Show (TMS) 2019, Daihatsu Rocky merupakan mobil pertama dijual. Di TMS 2019 Rocky sekedar debut dan pada waktu itu Daihatsu belum merilis ke publik termasuk nama mobilnya itu sendiri. Sekitar 29 tahun tidak beredar, Rocky kembali hadir dengan evolusi konsep SUV yang dulunya berkarakter “keras” sekarang menjadi “santai”.
_
Hal tersebut terlihat sekali dari styling yang relatif mengikuti tren SUV zaman sekarang atau bahkan lebih ke crossover ketimbang “jip”. Kalau tahu dulunya Rocky seperti apa, dan itu bukan Rocky keluaran ATPM karena di Jepang namanya Rugger, tentu terkesan jomplang. Untungnya garis bodi tajam serba trapezoidal ditambah two-tone yang membuat Rocky terlihat mencolok dan kontemporer walau berbeda karakter.
_
Interior terlihat lebih futuristik dengan garis-garis trapezoidal yang terlihat tajam serta corak jok terlihat kontemporer nan dinamis. Futuristis tersebut bukan hanya dari bentukan dasbor tetapi juga dari panel instrumen digital yang uniknya bisa gonta-ganti grafisnya. Dari interior juga semakin kentara bahwa sekarang Rocky lebih ke urban SUV ketimbang “jip” seperti pendahulunya.
_
Rocky merupakan SUV pertama Daihatsu serta mobil non-kei car Daihatsu yang memakai platform DNGA generasi terbaru. Rocky dibekali mesin 1000cc turbo dan transmisi D-CVT yang diklaim memiliki kesenangan menyetir mobil 1500cc namun lebih hemat BBM serta lebih ramah lingkungan. Sistem 4WD-nya sebatas dynamic torque control 4WD dimana pembagian torsinya hanya adaptif dengan permukaan jalan.
_
Rocky memiliki kembaran induk perusahaannya yakni Toyota Raize yang notabene pembedanya lebih ke eksterior dan juga harga lebih murah 26.000 Yen untuk base model-nya. Sepertinya kehadiran Rocky lebih menguntungkan Toyota karena tidak punya pendahulu Rocky dari segi nama, lebih murah, dan kesan “mini RAV4”. Dengan harga mulai dari 1.705.000 Yen 2WD dan itu gardan depan, apakah pantas SUV ini mengemban nama Rocky?
_
bit.ly/380hN2i
www.autodigest.co
Music: hooksounds.com
Subaru memutuskan untuk mengakhiri produksi mesin terkencangnya EJ20 yang sudah sesepuh setelah 30 tahun produksi. Mesin tersebut semasa produksinya memiliki peran membesarkan brand-nya di kancah motorsport ataupun industri. Oleh karena itu Subaru memproduksi WRX STI EJ20 Final Edition sebagai penghormatan terakhir yang diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019.
_
Berbasis WRX STI Type S, terdapat beberapa perbedaan eksterior dibanding WRX STI biasa yang terlihat mencolok dan kentara historis. Seperti misalnya aksen merah ceri warna logo STI, side garnish, air outlet di bumper belakang, dan pelek OEM BBS yang modern namun melegenda bagi Subaru terlebih semenjak warna emas dan Subaru punya sejarah panjang dengan BBS. Warna WR Blue Mica tentunya kentara aspek historis bagi Subaru dari zaman masih aktif di WRC.
_
Interior juga memiliki perbedaan seperti misalnya aksen carbon fiber di dasbor dan setir suede dengan jahitan warna perak. Mulai dari interior juga terdapat varian, yakni standard dan full-package. Untuk full-package, varian standar ditambah jok Recaro berdesain eksklusif berbahan suede dengan aksen perak dan spion dengan rear side warning support system serta anti-silau dari lampu besar mobil di belakangnya.
_
Sentuhan mesin bukan semata covernya tetapi juga balancing internal agar toleransinya berkurang dan kepresisian pembuatannya mendekati mesin balap. Seperti piston dan connecting rod dibalancing toleransi bobot berkurang 50%, crankshaft dibalancing toleransi keseimbangan rotasi berkurang 85%. Tak ketinggalan, clutch cover dan flywheel juga turut dibalancing hingga membuat toleransi keseimbangan rotasinya berkurang 50%.
_
Jumlah unitnya sendiri memiliki nilai historis yakni 555 unit terinspirasi dari sponsor yang membesarkan brand-nya di ajang reli yakni rokok State Express 555. Pemesanan harus melalui undian untuk menentukan pelanggan, namun pemesanan EJ20 Final Edition sekarang sudah ditutup. Untuk WRX STI standar, pemesanannya masih sampai tanggal 23 Desember 2019 yang berarti masih berpeluang merasakan mesin sesepuh tersebut.
bit.ly/34oCCCn
www.autodigest.co
Music: hooksounds.com
Dalam pergelaran Tokyo Motor Show (TMS) 2019 Nissan juga memperkenalkan mobil konsep kei-car, Nissan IMk. Mobil konsep tersebut memiliki pesona Jepang yang kuat dan tentunya bukan hanya dari jenis mobil kei-car semata ataupun teknologinya. Sejumlah elemen seni Jepang banyak diterapkan dalam eksekusi mobil konsep Jepang tersebut.
Pertama tentu saja garis bodi kotak yang banyak diminati di Jepang namun dengan unsur futurisme berpola Mizuhiki atau seni kertas beras khas Jepang di bumper, pelek, ban, lampu depan-belakang, atap, dan roof spoiler. Semakin kentara dengan corak woodworking khas Jepang di V-Shaped motionnya dan warna merah tembaga Akagane. Warna tersebut memiliki arti penghormatan kepada pengerajin tembaga yang membuatnya menjadi seni fungsional.
Interior mengusung tema rileks layaknya berada di kafe atau lounge yang terlihat dari dasbor, karpet, dan juga jok model bangku. Di bagian pintu bawah terdapat bilah kayu yang dibuat dengan teknik woodworking kigumi Jepang, menciptakan rasa ketenangan. Aksen warna akagane terlihat harmonis dengan desain interior simpel nan rileks dan tentunya menimbulkan pesona Jepang.
Semenjak mobil listrik merupakan mobil masa depan, tentu belum lengkap jika tidak bicara teknologinya dan menariknya sampai ke estetik. Seperti misalnya teknologi otonom dan teknologi konektivitas yang ditampilkan di layar multimedia hologram. Untuk pengoperasiannya, tuas hanya untuk mengoperasikan transmisi, selebihnya memakai layar sentuh seperti mengoperasikan AC.
IMk concept bukan hanya memunculkan pesona Jepang pada futurisme mobil listrik tetapi juga bercitarasa mewah dengan segala aspek seninya. Hal tersebut jelas berpotensi baik paling tidak untuk pasar Jepang karena bukan hanya mungil tetapi juga ramah lingkungan. Bukan hal yang tidak mungkin jika nantinya akan menembus pasar global semenjak konsepnya sendiri tergolong all-out sehingga memperkuat eksistensi Jepang dari segi teknologi dan seni.
bit.ly/35DzTVK
www.autodigest.co
Music: hooksounds.com
Dalam pergelaran Tokyo Motor Show (TMS) 2019 Nissan memperkenalkan mobil listrik konsep, Nissan Ariya. Mobil konsep tersebut merupakan upaya Nissan selaku manufaktur ulung dalam mobil listrik menciptakan perspektif baru mobil listrik. Sejumlah elemen mulai dari styling hingga engineering terbaik Nissan diterapkan di Ariya concept.
_
Ariya concept memiliki garis bodi yang “sleek,” “seamless” dan “sexy” sekaligus menjadi pionir bahasa desain Nissan V-Shape motion terbaru. Bagian depannya terdapat ‘perisai’ menggantikan fungsi gril secara estetik dengan tekstur 3-dimensi innovatif. Bagian belakang mengusung SUV tradisional dengan pilar C berotot dan menyatu dengan roofline ditambah lampu belakang sambung yang trendi.
_
Interior dibuat simpel sekaligus menyiratkan kesan high-tech, baik desain maupun sejumlah gadget di dalamnya. Semenjak mobil listrik, lebih memungkinkan agar lantai dibuat rata sehingga menambah kelegaan kabin dan juga ruang kaki. Selain itu pengemudi juga akan dimudahkan dengan sejumlah teknologi mobilitas ketika berada di balik kemudi, seperti ProPILOT 2.0 dengan warna lampu kabin menyesuaikan mode.
_
Kekuatan utama dalam Nissan Ariya adalah engineering yang akan diusungnya dan engineering tersebut sangat berkontribusi dalam perspektif mobil listrik. Seperti intelligent 4X4 system dari Nissan Patrol dan ATTESA E-TS torque split system dari Nissan GT-R. Kehadiran fitur engineering tersebut membuat Ariya concept akan memiliki pengendalian yang baik di beragam kondisi medan jalan sekaligus akselerasi lebih cepat berkat torsi instan roda depan-belakang 50/50.
_
Jadi seperti itulah upaya Nissan dalam mengubah perspektif mobil listrik. Mobil listrik bisa tampil seksi, inovatif, dan dinamis, ditambah performa akselerasi dan handling mumpuni dengan teknologinya yang sudah teruji. Jangan lupa, itu sudah semakin dekat dengan tahap produksi mengingat Ariya concept merupakan kelanjutan dari mobil konsep IMx.
_
bit.ly/2QUfjMU
www.autodigest.co
Music: hooksounds.com
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Bantenan