Aksara Rasa
Perihal rasa
23/03/2026
Ya Allah, aku datang tanpa topeng. Hati ini rapuh, penuh retakan yang bahkan aku sendiri lelah menghitungnya. Langkahku sering melenceng, lisanku kadang melukai tanpa sadar, dan di dalam dada ada luka-luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Tapi di balik semua kekacauan ini, ada satu permohonan yang jujur dan sederhana, please, fix me, ya Allah. “Broken hearts are not rejected hearts.” Bagiku, rusak bukan berarti dibuang, justru di situlah Engkau bekerja. Aku tahu aku bukan siapa-siapa tanpa cinta-Mu, tanpa ampunan-Mu. Maka jika hari ini aku berani datang, itu bukan karena aku pantas, tapi karena aku percaya rahmat-Mu jauh lebih besar dari segala kekuranganku.
Ya Rabb, ada saat-saat aku merasa tersesat. Like walking in the dark with no map, hanya mengandalkan napas dan harap. Dunia terlalu bising, pikiranku penuh, dan beban-beban lama masih ikut terbawa. Lalu hati bertanya pelan, kapan ya aku bisa benar-benar tenang? Menurutku, lelah itu bukan tanda iman runtuh, tapi sinyal bahwa jiwa butuh pulang. “Peace doesn’t come from having less problems, but from being closer to Allah.” Aku tidak minta hidup yang sempurna, aku hanya ingin hati yang Kau jaga. Angkat pelan-pelan beban ini, ya Allah, ajari aku melepaskan tanpa merasa kalah, ajari aku percaya tanpa harus selalu paham.
Ya Rahman, kalau aku pernah menjauh, tarik aku kembali dengan cara-Mu yang lembut. Aku capek berpura-pura kuat, capek menyusun ulang diriku sendiri sendirian. Aku butuh Engkau, more than anything, lebih dari semua hal yang pernah aku kejar. “When Allah fixes your heart, life slowly follows.” Bagiku, diperbaiki oleh-Mu berarti belajar berjalan lagi, bukan dengan hati yang keras, tapi hati yang utuh. Tuntun aku agar setiap langkah terasa dekat dengan-Mu, agar luka- luka ini tidak lagi membentukku dengan sakit, tapi dengan cinta.
08/12/2025
RUSTU YANG TAK TURUN KE BUMI.
Kisah kita lahir dari sunyi yang saling mengenali, tumbuh perlahan seperti cahaya yang belajar menjadi pagi. Namun sebelum sempat menjadi siang yang utuh berdiri, takdir menutup jendela dan kita terhenti di tengah dini.
Ada cinta yang tak pernah salah, hanya jalan yang tak diberi arah. Kita meniti harapan di atas tanah rapuh yang retak, sambil berdoa semoga restu turun, meski tak pernah juga mendesak.
Kau adalah bait yang ingin kuselesaikan, tapi pena nasib direnggut tangan-tangan aturan. Semesta menuliskan batas, dan kita dipaksa patuh pada kehilangan, seolah sayang yang jujur adalah kesalahan yang harus disembunyikan.
Aku belajar bahwa beberapa perpisahan lahir bukan dari jeda, melainkan dari dunia yang menolak dua hati untuk bersuara. Kita menjadi sepasang bayang yang saling mengeja, namun tak pernah boleh berdiri dalam cahaya yang sama.
Maka biarlah cinta ini berdiam dalam sunyi yang dewasa seperti bulan yang merelakan malam tanpa pernah memeluknya. Karena kita bukan gugur karena kurang doa, melainkan karena semesta tak membuka pintunya untuk kita berdua.
06/12/2025
HARUSKAH KUKEHILANGAN KESEKIAN KALI..!!
Malam kembali menumpahkan sunyinya di jendela, sementara aku, masih di sini, menulis nama yang tak lagi menjawab panggilan doa.
Langit menua dalam tatapku yang gamang, seakan tiap bintang mengabarkan: yang hilang, tak selalu kembali dengan alasan.
Haruskah aku kehilangan lagi? Padahal jiwaku baru saja menambal sobek dari kehilangan yang lalu, baru saja berani menggenggam hangat yang sempat kupanggil rumah. Namun lagi-lagi, tangan takdir seperti menertawakan hatiku yang mudah percaya.
Kau tahu, mencintaimu rasanya seperti berdiri di tepi hujan, basah, tapi enggan berlari. Sakit, tapi terlalu indah untuk pergi. Aku bertahan di antara sisa-sisa hujan yang tak juga reda, menunggu pelangi dari seseorang yang mungkin tak akan kembali.
Haruskah aku kehilangan kesekian kali, hanya karena semesta ingin mengajariku tentang arti pasrah? Tentang bagaimana mencintai tanpa menggenggam, tentang menerima bahwa tidak semua yang hangat diciptakan untuk menetap.
Aku mulai paham, kehilangan bukan akhir dari cinta, ia hanyalah cara alam semesta membersihkan hati dari yang tidak lagi layak dititipi harap. Namun entah mengapa, setiap perpisahan tetap saja terasa seperti kematian kecil, yang pelan-pelan mencabut bagian lembut dalam diri yang masih ingin percaya pada “kita.”
Maka malam ini, biarlah aku beristirahat di pangkuan sepi, membiarkan kenanganmu menjadi debu di antara bait-bait doa yang tak sempat terjawab. Jika cinta memang harus hilang lagi, setidaknya kali ini aku tahu bukan aku yang tak cukup, hanya semesta yang sedang mengajarkanku: bahwa kehilangan pun bisa menjadi bentuk lain dari cinta.
23/11/2025
Tanpamu, untuk apa bait-bait indah kucipta ?
Percuma!
20/11/2025
TENTANG YANG TAK LAGI KEMBALI…
Aku masih di sini, menjaga sunyi di tempat yang sama, menata ulang detak yang patah sejak kau pergi tanpa kata. Kadang hidup terasa seperti mimpi buruk yang kehilangan jeda, sejak jejakmu menghilang tanpa pamit, tanpa tanda, tanpa suara.
Kenangan tentangmu masih menetap seperti cahaya yang terluka, tawa dan kata manismu bergaung seolah waktu tak pernah berubah rupa. Nyatanya, ingatan hanya bayang yang pandai membuka luka, menghadapkanku pada diriku sendiri yang terus belajar menerima apa adanya.
Sudah kucoba kuat, berdamai dengan takdir yang tak lagi sama, meski malam sering menjadi jurang yang menampung rinduku yang buta. Kusampaikan pada hati bahwa kau bukan lagi takdir yang layak kupuja, namun ia selalu membantah, bergetar, dan mencari namamu dalam doa.
Ada banyak kisah yang ingin kusampaikan padamu suatu masa, tapi pintumu telah tertutup, dan aku tak lagi punya tempat untuk pulang ke sana. Kau berubah menjadi ingatan yang rapuh, jauh, namun masih berkuasa, sementara aku tersesat di dunia nyata yang tak lagi memelukku dengan cara yang sama.
Dan lucunya, meski aku runtuh sejak langkahmu menjauh dari peta, aku masih berharap kau baik-baik saja di mana pun semesta membawa. Aku hanya ingin kau tahu meski namaku padamu telah tiada, sebagian diriku tetap tertinggal dalam setiap doa yang kupanjatkan diam-diam, tanpa jeda, tanpa nama, hanya sisa cinta yang perlahan belajar merelakan segalanya.
It’s okey!
Jalan tol yang bebas hambatan aja punya rest area to take a rest and continue your journey when you are ready.
Semangat ya!
Hidup tempatnya belajar, kamu tidak bisa jadi orang yang sempurna, kamu sudah bisa survive dan menerima apapun yang terjadi dihidup kamu aja udah keren banget!
25/10/2025
Maka biarlah segala rasa ini menjadi rahasia kecil di antara hembusan malam, tempat aku menitipkan namamu tanpa harus kau tahu.
Sebab mencintaimu bukan tentang memiliki, melainkan tentang belajar tulus dalam keheningan yang indah.
Dan jika esok takdir membawamu jauh dari segala kemungkinan, aku akan tetap tenang di sini keluh.
Menjaga rindu tanpa sebab cinta yang diam bukan berarti hilang, ia hanya memilih cara paling lembut untuk tetap ada.
゚🔥
23/10/2025
hanya luka yang menyamar
Kita hanyalah sepasang bayang yang disilangkan waktu, ditarik semesta untuk saling tatap, lalu dipukul kenyataan hingga remuk dalam pelukan yang tak pernah sempat. Kau datang seperti perjamuan malam, penuh cahaya, namun hanya menyisakan piring retak dan gelas kosong di meja.
Aku mencintaimu seperti laut mencintai tebing, menghantam berkali-kali meski tahu takkan pernah dipeluk kembali. Kau adalah badai yang kucumbu, karena aku bodoh mencintai luka yang justru menenggelamkanku.
Kita bukan takdir, kita adalah kesalahan yang terlalu indah untuk disesali, terlalu dalam untuk dilupakan, terlalu sesak untuk dibiarkan tenang.
Aku ingin membencimu, tapi rindu ini terus tumbuh liar, menjalar seperti akar yang menembus batu, merobek setiap dinding hati yang coba kutambal sendiri. Kau telah menjadi candu, dan aku rela jadi tubuh yang hancur demi racunmu.
Pertemuan ini adalah dosa yang kusebut cinta, dan perpisahan ini adalah neraka yang kusebut takdir. Kita hanya dipertemukan, untuk saling mencabik jiwa bukan untuk saling pulang.
15/10/2025
Akhirnya, aku pulang
Waktu mengalir seperti sungai tanpa suara, menyapu jejak yang dulu kutulis di pasir asa, membawaku kembali ke muara yang sama tempat aku pernah menukar logika dengan cinta.
Aku tak lagi bertanya pada semesta, tentang mengapa takdir mematahkan kisah di tengah cerita, sebab kini kutahu, beberapa perjumpaan hanyalah jeda, bukan takdir yang abadi, hanya pesan sementara dari semesta.
Aku tumbuh dari reruntuhan doa yang sia-sia, dari dinding hati yang pernah retak karena percaya, namun dari celah-celah luka itulah cahaya bekerja, menerangi jiwa yang dulu buta oleh rasa.
Kau, yang dulu kusebut hujan di padang keringku yang fana, kini menjadi langit yang jauh tapi tetap kupuja, tak lagi kuburu, tak lagi kusesali adanya, sebab beberapa nama memang dicipta hanya untuk singgah di dada, bukan untuk tinggal selamanya.
Aku kini mengerti, cinta bukan sekadar euforia, tapi keheningan panjang di antara luka dan doa, tempat jiwa belajar menerima fana, dan berdamai dengan kehilangan sebagai bagian dari makna.
Dan malam ini, di bawah lampu langit yang sama, aku menatap bintang tanpa menaruh siapa-siapa. Rasanya damai seperti laut yang telah berdialog dengan badai, seperti luka yang telah berhenti ingin dimengerti, seperti aku yang akhirnya memahami bahwa pulang bukan tentang arah kaki, melainkan tentang hati yang kembali percaya bahwa kehilangan pun bisa menjadi cara Tuhan menunjukkan bentuk lain dari cinta.
14/10/2025
Luka yang Tak Sempat Pulang
Ada luka yang tumbuh tanpa suara, menyimpan nyeri di sela doa yang hampa, ingin sembuh, tapi masih ingin dikenal oleh duka, seolah kesedihan adalah rumah yang tak rela ditinggalkannya.
la duduk di antara sisa kenangan yang sirna, menyulam sabar dari benang yang nyaris tak ada, disetiap diamnya adalah jerit yang tak sempat bernada, dan setiap senyumnya hanyalah topeng bagi hatinya yang hampa.
la belajar berdamai dengan rasa yang tak pernah reda, menunggu damai pada hujan yang tak kunjung sirna, sebab bagaimana caranya menyembuhkan luka, jika sembuh berarti harus melupa?
Maka biarlah waktu menjahit perlahan segala sisa, meski tanpa janji, tanpa siapa-siapa, karena kadang yang tersisa dari cinta, hanya keberanian untuk tetap diam meski luka.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Bandung
401XX, 402XX, 406XX