Partisan Exiled
Sejarah tidak pernah benar-benar mati; ia hanya terbaring pingsan dalam bayang-bayang kekuasaan tirani.
14/07/2025
Surat Kabar Lawas; SOEARA MIAI Pengharapan Pemerintahan Dai Nippon Kepada Kiyai Bagian 1 & 2 SOEARA MIAI Pengharapan Pemerintahan Dai Nippon Kepada Kiyai Bagian 2
14/07/2025
Menyelengarakan Benteng Islam, Oleh S.M. Kartosoewirjo — Surat Kabar Lawas Download PDF (E-Book) Menyelengarakan Benteng Islam, Oleh S.M. Kartosoewirjo
14/07/2025
Kewajiban Oelama Pada Jaman Baroe, Oleh Moehammad Isa Ansari — Surat Kabar Lawas Download Kewajiban Oelama Pada Jaman Baroe, Oleh Moehammad Isa Ansari
14/07/2025
Perlawanan Tak Pernah Padam; Jejak Darul Islam Pasca Eksekusi Mati Kartosoewirjo Ketika S.M. Kartosoewirjo dieksekusi pada 1962, banyak yang mengira riwayat Darul Islam (DI) akan berakhir di tiang gantungan.
14/07/2025
Hari Bersenjata Tentara Islam Indonesia (TII) 17 Februari 1948 Tugas Suci dan Api Pertama Revolusi Umat Islam Bangsa Indonesia di Gunung Cupu
14/07/2025
Peran “Ulama” Jawa Barat dalam Operasi “Pagar Betis”; Kolaborasi atau Kooptasi Upaya penumpasan DI/TII telah dirancang melalui sejumlah Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO). Tahun 1958 menjadi titik balik bagi…
19/01/2025
Negara Islam Indonesia, sebagaimana tertulis dalam Kanun Azazi, berbentuk republik Islam yang dipimpin oleh seorang Imam. Namun, pada praktiknya, struktur negara ini bersifat teokratis, dengan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo sebagai pemimpin tunggal. Kartosoewirjo dirinya diangkat sebagai Imam bagi umat Islam di Indonesia.
Baca selengkapnya di:
Jalur Komando Praktis Negara Islam Indonesia (NII) di Era Revolusi Negara Islam Indonesia, sebagaimana tertulis dalam Kanun Azazi, berbentuk republik Islam yang dipimpin oleh seorang Imam. Namun, pada…
19/01/2025
Pelabelan “Tentara Liar” atau “Gerombolan”, seringkali dikaitkan dengan dengan Darul Islam (DI)/TII yang padahal istilah-istilah tersebut justru berasal dari kalangan TII itu sendiri...
Baca selengkapnya di:
Kami Bukan Gerombolan! Sejarah Menggugat Fitnah Terbesar Dalam Penulisan Sejarah Indonesia; “Pemberontakan”, “Gerombolan”, “Tentara Liar”.
12/11/2024
Pada masa awal kemerdekaan, Republik Indonesia dihadapkan pada serangan demi serangan, baik fisik maupun diplomasi yang menguji kedaulatan negara yang baru berdiri ini. Ketika Belanda terus berusaha menguasai kembali wilayah Indonesia dengan melancarkan aksi militer, muncul berbagai respon dari tokoh-tokoh pergerakan, salah satunya Kartosuwiryo.
Menolak Perjanjian Renville, Keputusan Bulat Umat Islam di Jawa Barat Menggugat bentuk penipuan dan pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa
29/10/2024
Masyumi didirikan pada masa pendudukan Jepang dengan dukungan tokoh-tokoh Islam seperti Kiai Haji Wachid Hasyim, Mohammad Natsir, dan Kartosoewirjo. Awalnya, Jepang berharap Masyumi dapat memperkuat posisi mereka di Perang Pasifik, tetapi para pemimpin Islam memanfaatkannya sebagai wadah perjuangan kemerdekaan. Kartosoewirjo, yang aktif di MIAI, organisasi cikal bakal Masyumi, bekerja sama dengan Jepang untuk memperluas pengaruh Islam. Namun, setelah proklamasi kemerdekaan, Masyumi berubah menjadi partai politik dengan tujuan mendirikan negara berdasarkan hukum Islam.
Kartosoewirjo memainkan peran penting dalam Masyumi di Priangan, memperkuat organisasi dan mempersiapkan milisi Hizbullah dan Sabilillah. Namun, ketegasannya dalam menolak Perjanjian Renville dan Persetujuan Linggarjati menimbulkan ketegangan dengan kelompok politik lain. Pada akhirnya, Kartosoewirjo memutuskan untuk fokus pada perjuangan bersenjata berbasis Islam, mendirikan Majelis Umat Islam di Jawa Barat, dan membekukan cabang-cabang Masyumi. Keputusannya ini memisahkan jalannya dengan Masyumi yang lebih memilih jalur konstitusional, hingga akhirnya Kartosoewirjo menolak ajakan Natsir untuk kembali ke perjuangan dalam koridor hukum negara.
Keras Hati S.M. Kartosoewirjo, Menolak Menjadi Menteri Pertahanan Penolakan Linggarjati oleh Kartosoewirjo adalah sikap tegas: ‘Kesepakatan yang hanya menguntungkan Belanda tak akan membawa kemerdekaan…
19/10/2024
Santri Sukamanah, Ketika Keyakinan Diinjak Kami Bertindak “Biarlah. Bebankan hal-hal yang berat dalam pemeriksaan tentara Jepang kepadaku. Jika terpaksa, boleh disebut nama kawanmu yang benar-benar…
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the business
Telephone
Address
Bandung