Dayah Raudhatul Qur'an

Dayah Raudhatul Qur'an

Share

LPI Dayah Raudhatul Qur'an

Subscribe Channel Telegram:
https://telegram.me/dayahraudhatulquran

21/11/2024
دَايَةرَوْضَةُالقُرْآنْ 21/11/2024

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

*Jagalah Allah, Maka Dia akan Menjagamu*

Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: aku pernah di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari, lalu beliau bersabda, “Hai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarimu satu kalimat, ‘Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka kamu akan mendapatinya di hadapanmu. Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah. Apabila kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah! Seandainya umat manusia bersatu untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali sesuatu yang telah Allah tulis untukmu, dan seandainya mereka bersatu untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa menimpakan bahaya kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditulis atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan berkata, “Hadits hasan shahih.”

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do'a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran
📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__
🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter
📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq
🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ
🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09
📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran



💎⭐⛅🤝

دَايَةرَوْضَةُالقُرْآنْ LPI Dayah Raudhatul Qur'an Media informasi RQ-Center 📡Fb : Rq Post 🌎Fb : Dayah Raudhatul Qur'an 📷 : 🐦 : 📥 :t/me.dayahraudhatulquran Alamat: jln.Mesjid No.1D Tungkop Darussalam Aceh Besar

Telegram: Contact @dayahraudhatulquran 16/09/2024

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

*Tiga ‘Jangan’ dalam Hidup*

Pertama, jangan malas! Konon salah satu penyakit yang tidak ada obatnya itu adalah penyakit malas. Banyak hal yang menyebabkan kita dilanda kemalasan. Orang yang banyak masalah biasanya menjadi malas. Begitup**a orang yang tidak punya target dalam hidup biasanya senang bermalas-malasan.

Orang yang terkena penyakit malas dia akan membuang waktunya tanpa melakukan apapun seolah waktu itu tidak berharga baginya. Orang malas cenderung menggampangkan persoalan dengan menunda-nunda mengerjakannya. Itulah sebabnya salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk kita baca itu agar kita berlindung kepada Allah dari rasa malas.

Kedua, jangan putus asa! Biasanya orang malas akan cenderung mudah menyerah. Tidak punya spirit of fighting. Dia menganggap untuk apa berjuang toh hasilnya pasti kalah juga. Ini orang yang sudah kalah sebelum bertanding.

Alih-alih mengatur strategi dalam hidup, kita cenderung menerima keadaan dan tidak lagi mau berikhtiar. Anda boleh saja terlilit hutang, ditinggalkan kekasih, diberi cobaan penyakit, didera berbagai fitnah, namun apapun itu selama anda tidak berputus asa, anda masih bisa bangkit kembali..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. 12:87)

Buat yang s**a menuding orang lain kafir hanya karena berbeda pendapat, baca deh ayat di atas: jangan-jangan kita pun juga masuk kategori kafir kalau kita mudah putus asa dari rahmat Allah.

Orang yang putus asa itu seolah tidak percaya bahwa Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuan kita; tidak yakin bahwa bahkan binatang melata pun Allah beri rejeki; tidak percaya diri bahwa sesuai janji Allah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Ketiga, jangan lupa bersyukur! Mereka yang malas dan mudah putus asa biasanya jarang bersyukur. Apa yang mau disyukuri, lha wong hidup kami ancur-ancuran begini? Begitu biasanya dalih mereka.

Tapi selama nafas masih ada dan selama mentari masih bersinar hidup kita ini layak untuk kita syukuri. Tengoklah sekeliling kita: betapa banyak orang lain yang sebenarnya jauh lebih menderita ketimbang kita.

Gak percaya? Tanyakanlah pada para pemulung yang kebingungan melihat kita ngedumel karena koneksi wifi yang lemot; tengoklah mereka yang tidur beratapkan langit dan diterangi kerlip bintang sementara kita terus menggerutu listrik PLN yang byar-pet; dan dengarkan pengamen kecil yang bersenandung riang mengetuk kaca mobil kita di lampu merah sementara kita stres kehilangan proyek.

Mereka yang pandai bersyukur artinya percaya bahwa Allah akan menambah nikmat yang ada --entah kapanpun atau bagaimanapun caranya.

Mereka yang tetap bersyukur meski diuji dengan berbagai cobaan akan lebih optimis memandang masa depan --semua akan indah pada waktunya.

Mereka yang bersyukur akan semakin rajin beribadah dan bekerja karena syukur mereka telah melampaui kesabaran mereka -- tidak heran Allah kerap memuji mereka.

Mereka yang tidak pernah lupa bersyukur adalah mereka yang memulai harinya dengan energi positif; bukan dengan meratapi penderitaan, apalagi nyinyir melihat kesuksesan orang lain.

Jangan malas
Jangan mudah putus asa
Jangan lupa bersyukur

Bismillahi tawakaltu 'alallah wa la hawla wa la quwwata illa billah.

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do'a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran
📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__
🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter
📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq
🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ
🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09
📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran



💎⭐⛅🤝

Telegram: Contact @dayahraudhatulquran

Telegram: Contact @dayahraudhatulquran 14/09/2024

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

*Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 220: Tuntunan dalam Memelihara Anak Yatim*

Anak yatim mendapat perhatian serius dalam ajaran Islam. Hal ini terbukti dengan disebutkannya sejumlah ayat dalam Al-Quran yang membahas tentang anak yatim. Di antaranya pada Surat Al-Baqarah ayat 220 yang mengandung bahasan perihal tuntunan dalam memelihara anak yatim.


Berikut teks, terjemahan dan beberapa tafsiran ulama terhadap Surat Al-Baqarah ayat 220:


فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ


fid-dun-yâ wal-âkhirah, wa yas'alûnaka ‘anil-yatâmâ, qul ishlâḫul lahum khaîr, wa in tukhâlithûhum fa ikhwânukum, wallâhu ya‘lamul-mufsida minal-mushliḫ, walau syâ'allâhu la'a‘natakum, innallâha ‘azîzun ḫakîm


Artinya: “Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.’ Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 220)

ad

Munasabah

Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir, munasabah (keterkaitan) surat Al-Baqarah ayat 220 dengan ayat sebelumnya adalah sama-sama dilatarbelakangi oleh sebuah pertanyaan (ayat 219 pertanyaan tentang harta manakah yang sebaiknya diinfaqi, sedangkan ayat 220 ini pertanyaan tentang anak-anak yatim). Tujuannya agar menjadi pengingat kepada kita akan adanya sekelompok masyarakat yang lebih berhak untuk diberi nafkah dari kelebihan harta kita, guna memperbaiki dan membinanya, yaitu golongan anak-anak yatim. (Syekh Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili, At-Tafsirul Munir, [Damaskus, Darul Fikr: 1991 M], juz II, hal. 286).

Sababun Nuzul

Syekh Wahbah Az-Zuhaili memaparkan riwayat dari Imam Abu Dawud, Nasa'i, Hakim, dan lain-lain yang meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata bahwa setelah turunnya surat Al-An'am ayat 152, yang berbunyi:

ad

وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ


Artinya: “Janganlah kamu mendekati (menggunakan) harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat.” (QS. Al-An'am: 152)


dan surat An-Nisa' ayat 10, yang berbunyi:


اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًاۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًاࣖ


Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (An-Nisa': 10)


Setiap orang yang punya asuhan anak yatim mulai memisahkan makanan dan minumannya dari makanan dan minuman si yatim. Jika makanan anak itu bersisa sedikit, si pengasuh itu akan menyimpannya hingga makanan itu dimakan anak yatim tersebut atau kalau tidak dimakan maka makanan itu dibiarkan saja sampai basi.


Keadaan demikian, masih dalam riwayat tersebut, terasa berat oleh mereka, sehingga membuat mereka melapor kepada Rasulullah saw. Lalu, Allah menurunkan firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 220 ini:


وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ


Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim.” (QS. Al-Baqarah: 220)


Selain riwayat di atas, Syekh Wahbah juga mengutip riwayat dari Imam Adh-Dhahhak dan as-Suddi yang berkata bahwa sebab turunnya ayat ini adalah karena mereka dulu di masa Jahiliyah merasa bersalah kalau mencampuri anak yatim dalam hal makan, minum, dan lain-lain. (Syekh Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili, At-Tafsirul Munir..., hal. 285-286).


Ragam Tafsir

Ayat ini memuat bahasan utama bolehnya mengelola harta anak yatim dengan tujuan mengembangkannya. Sebab, pada masa Jahiliyah banyak orang yang merasa bersalah kalau mencampuri anak yatim dalam hal makan, minum, dan lain-lain.


Menurut Imam Qurthubi dalam kitab tafsirnya, ayat ini terkait dengan ayat sebelumnya. Sebab, perintah untuk memelihara harta anak yatim ini disandingkan kepada pembicaraan tentang harta pada ayat sebelumnya. Menurut satu pendapat, orang yang bertanya (dalam ayat ini) adalah Abdullah bin Rawahah. Selain itu, dahulu orang-orang Arab sinis untuk bersikap baik terhadap anak-anak yatim dalam makanan mereka, sehingga turunlah ayat ini.


Lebih jauh, Imam Qurthubi juga mengatakan bahwa dalam ayat ini, Allah memberikan izin untuk menyikapi anak-anak yatim dengan niat memperbaiki (keadaan) mereka melalui perhatian dan kebaikan yang diberikan untuk mereka. Sehingga, hal itu menjadi dalil tentang bolehnya men-tasaruf-kan (membelanjakan) harta mereka secara absolut, baik dalam melakukan jual-beli, pembagian, maupun yang lainnya. (Imam Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, [Kairo, Darul Kutub Al-Mishriyyah: 1964], juz 3, hal. 63).


Syekh Wahbah Az-Zuhaili, dalam Tafsir Al-Munir, mengatakan bahwa Allah menjawab pertanyaan, “Apakah boleh mencampur harta anak yatim dengan harta mereka sendiri ataukah sebaiknya harta itu dipisahkan?”


فأجابهم تعالى: قصد إصلاح أموالهم بالتنمية والحفظ خير من اعتزالهم، فإن كان في مخالطتهم إصلاح لهم ومنفعة، فذلك خير، فهم إخوانكم في الدين والنسب، والأخ يخالط أخاه ويداخله ولا حرج في ذلك، وإن كان في عزل بعض أموالهم كالنقود إصلاح لأموالهم، فهو خير، فعليكم أن تراعوا المصلحة فيهم، وأن تحسنوا النظر في أموالهم


Artinya: “Maka Allah menjawab: Mengembangkan dan menjaga harta anak yatim lebih baik daripada memisahkannya. Jika mencampur harta anak yatim itu bermanfaat bagi mereka, itu lebih baik, sebab anak yatim adalah saudara-saudaramu seagama dan satu nasab, dan saudara biasanya bercampur dan bergaul erat dengan saudaranya. Namun, jika memisahkan sebagian harta mereka, misalnya uang, lebih bermanfaat bagi harta mereka, itu juga lebih baik. Jadi, kamu harus mempertimbangkan maslahat bagi mereka dan mengurus harta mereka dengan baik.” (Syekh Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili, At-Tafsirul Munir... juz II, hal. 286).


Kemudian, makna dari lafadz, وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِۗ adalah sebuah peringatan dari Allah bahwa Dia mengetahui siapa yang berbuat kerusakan dan siapa yang mengadakan perbaikan. Artinya, Dia akan membalas masing-masing sesuai dengan perbuatannya. Seandainya Allah ingin mempersulitmu, dengan mewajibkanmu memisahkan harta anak yatim dari hartamu, tentu Dia akan melakukannya, akan tetapi Dia memandang dua maslahat, yakni maslahat si yatim dan maslahat kemudahan bagimu.


Wali anak yatim boleh berniaga dengan modal harta anak yatim, baik dalam bentuk jual-beli maupun mudharabah (qiradh/sistem pemodalan), dan boleh p**a si wali sendiri yang bertindak sebagai mudhaarib (pemodal) . Selain itu, ia juga boleh mencampur harta anak yatim asuhannya dengan hartanya sendiri apabila hal itu bermanfaat dan diiringi dengan perasaan diawasi oleh Allah serta jauh dari kerusakan dan perusakan. (Syekh Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili, At-Tafsirul Munir..., juz II, hal. 286-287).


Menurut Imam Maturidi dalam kitab tafsirnya, ayat ini menunjukkan bolehnya munahadah, yang biasa dilakukan orang-orang dalam perjalanan. Munahadah sendiri adalah masing-masing dari orang-orang yang dalam perjalanan menyerahkan sebagian bekalnya lalu mereka mencampurnya, kemudian mereka memakannya bersama, padahal ukuran makan setiap orang berbeda-beda. (Abu Mansur al-Maturidi, Ta’wilat Ahlissunnah, [Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiah, 2005] juz 2, hal. 121)


Walhasil, dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa diperbolehkan untuk mencampur harta anak yatim dengan tujuan menjaga atau bahkan mengembangkan potensi dari harta tersebut, sehingga harta anak yatim tersebut menjadi bermanfaat. Ketentuan ini tentunya berlaku jika pencampuran harta ini akan membawa kemaslahatan pada anak yatim yang bersangkutan.


Demikianlah penjelasan tentang Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 220 yang mengandung bahasan perihal tuntunan dalam memelihara anak yatim.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do'a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran
📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__
🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter
📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq
🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ
🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09
📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran



💎⭐⛅🤝

Telegram: Contact @dayahraudhatulquran

دَايَةرَوْضَةُالقُرْآنْ 06/09/2024

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

*Untuk Shalat Tahajud Apakah Harus Tidur Dulu?*

Shalat tahajud merupakan shalat sunah malam yang didirikan setelah terbangun dari tidur. Shalat ini sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim. Riwayat Imam An-Nasa'i menjelaskan, Nabi Muhammad saw apabila terbangun di tengah malam, akan melakukan shalat tahajud:


كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ


Artinya, “Bahwa Nabi Muhammad saw apabila terbangun di tengah malam, maka beliau akan mendirikan shalat tahajud.” (HR An-Nasa'i).


Alur Sertifikasi HalalSertifikasi Halal
Timbul pertanyaan, apakah untuk melakukan shalat tahajud harus tidur terlebih dahulu?


Apakah Shalat Tahajud Harus Tidur Dulu?
Dijelaskan dalam kitab As-Syarhul Kabir karya Imam Ar-Rafi’i:


أَنَّ التَّهَجُّدَ يَقَعُ عَلَى الصَّلاَةِ بَعْدَ الْهُجُوْدِ وَهُوَ النَّوْمُ يُقَالُ تَهَجُّدٌ إِذَا تَرَكَ الْهُجُوْدَ اَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ فَلاَ تُسَمَّى تَهَجُّدًا


​​​​Artinya, “Bahwa shalat tahajud adalah shalat yang dilakukan setelah terbangun dari tidur. Sehingga tidak dikatakan shalat tahajud, apabila seseorang melakukan shalat tersebut sebelum tidur.” (Ar-Rafi’i, As-Syarhul Kabir, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2015], juz II, halaman 124).


Dalil di atas menjelaskan bahwa yang dinamakan shalat tahajud adalah shalat yang dilakukan di malam hari setelah terbangun dari tidur, sehingga bila orang melakukan shalat malam akan tetapi belum tidur dahulu, maka ia tidak dikatakan melakukan shalat tahajud.


Keutamaan Shalat Tahajud
Di sisi lain, terdapat banyak keutamaan yang diperoleh seseorang apabila melakukan shalat tahajud. Seperti Allah akan mengangkat derajatnya ke tempat yang terpuji kelak di akhirat, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 79:


وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا


Artinya, “Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’: 79).


Hukum Shalat Tahajud
Berdasarkan hadits dan ayat yang telah disebutkan di atas, ulama sepakat hukum mendirikan shalat tahajud adalah sunnah muakkad, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Bujairimi ‘alal Khatib:


وَالنَّوَافِلُ الْمُؤَكَّدَةُ) بَعْدَ الرَّوَاتِبِ (ثَلاَثَةٌ) الْأُوْلَى: (صَلاَةُ اللَّيْلِ) وَهُوَ التَّهَجُّدُ


Artinya, “Terdapat tiga shalat sunah muakkad setelah sunnah rawatib, yaitu shalat malam (shalat tahajud).” (Sulaiman Al-Bujarami, Hasyiyah Al-Bujairami ‘alal Khatib, [Beirut, Darul Kutub Al-’Ilmiyah: 1996], juz II, halaman 60).


Walhasil, shalat tahajud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah terbangun dari tidur. Terkait teknis pelaksanaan shalat tahajud, meliputi niat, bacaan, serta doa, sebagaimana dijelaskan dalam artikel NU Online berjudul “Tata Cara Shalat Tahajud: Niat, Rakaat, Bacaan Surat, dan Doanya”.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do'a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran
📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__
🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter
📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq
🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ
🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09
📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran



💎⭐⛅🤝

دَايَةرَوْضَةُالقُرْآنْ LPI Dayah Raudhatul Qur'an Media informasi RQ-Center 📡Fb : Rq Post 🌎Fb : Dayah Raudhatul Qur'an 📷 : 🐦 : 📥 :t/me.dayahraudhatulquran Alamat: jln.Mesjid No.1D Tungkop Darussalam Aceh Besar

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Banda?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jl. Masjid No.1D, Desa Tungkob, Kec Darussalam, Kab Aceh Besar
Banda
23373