Igas Channel

Igas Channel

Share

"Igas Chanel" menghadirkan cerita, inspirasi, dan momen-momen hangat dari kehidupan keluarga sehari-hari. Temukan keindahan dalam kebersamaan sederhana!

Berbagi tawa, tradisi, dan nilai-nilai yang mempererat hubungan keluarga.

28/10/2024

"Banten Sumbu Pemeos" adalah salah satu jenis sesajen atau persembahan dalam tradisi adat Bali, khususnya dalam konteks upacara pemelaspas atau penyucian. Banten ini memiliki makna simbolis untuk memohon keberkahan, perlindungan, dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari. Kata "sumbu" berarti "inti" atau "pusat," sedangkan "pemeos" berasal dari kata "meos" yang berarti "mengantar" atau "mendampingi."

Banten Sumbu Pemeos biasanya terdiri dari berbagai unsur seperti janur, bunga, kue, buah, dan dedaunan tertentu, yang semuanya disusun dengan sangat rapi dan penuh makna. Unsur-unsur tersebut memiliki makna simbolis yang mencerminkan berbagai aspek kehidupan, seperti kesucian, keindahan, serta harapan agar segala hal berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Persembahan ini biasanya diletakkan di tempat-tempat suci atau titik-titik penting yang diyakini memiliki energi positif dalam rumah atau lingkungan sekitar.

Photos from Igas Channel's post 27/10/2024

Dalam budaya Bali, upacara tiga bulanan, atau disebut "Telubulanin," adalah salah satu upacara penting yang menandai usia bayi yang telah mencapai tiga bulan kalender Bali (sekitar 105 hari sejak kelahiran). Upacara ini bertujuan untuk menyucikan bayi dan memperkenalkan mereka kepada dunia luar serta kepada leluhur. Tiga bulanan ini dianggap penting karena dipercaya pada usia ini, roh bayi mulai menjadi bagian dari keluarga dan dunia sosialnya.

Berikut adalah tahapan umum dalam upacara tiga bulanan di Bali:

1. **Persiapan Banten (Persembahan)**: Keluarga akan menyiapkan berbagai jenis persembahan seperti *canang*, *bebanten*, buah-buahan, dan sesajen khusus lainnya untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa dan leluhur.

2. **Upacara Pembersihan**: Bayi dimandikan secara simbolis untuk menyucikan tubuh dan jiwanya. Air yang digunakan biasanya diberkati oleh pendeta atau pemangku setempat.

3. **Peletakan di Tanah**: Ini adalah momen penting di mana bayi untuk pertama kalinya diletakkan di atas tanah, melambangkan hubungan dengan bumi dan dunia manusia.

4. **Doa dan Berkah**: Pendeta atau pemangku akan membacakan doa-doa untuk memberkati bayi, memohon keselamatan, kesehatan, serta perlindungan dari para dewa dan leluhur.

5. **Upacara Pencukuran (Opsional)**: Beberapa keluarga juga melaksanakan upacara pencukuran rambut bayi sebagai simbol pembersihan.

6. **Pemberian Nama (Opsional)**: Terkadang, upacara tiga bulanan ini juga dijadikan momen untuk memberikan nama resmi pada bayi.

Upacara ini merupakan wujud rasa syukur dan permohonan keselamatan bagi bayi serta untuk memperkenalkan bayi kepada alam semesta.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bali?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Bali