Mutiara Islami

Mutiara Islami

Share

mutiara islami.nasehat sejati dalam hidup penuh lika liku ini saling mengingatkan dalam kebenaran

21/04/2026

Ciri ciri hati yang cinta dunia.AA GYM

16/04/2026

Pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq, Amr bin al-Ash turut serta dalam memerangi orang-orang murtad. Setelah itu Abu Bakar mengangkatnya sebagai panglima salah satu pas**an yang diberangkatkan menuju wilayah Syam. Lalu ia bergabung dengan Khalid bin Walid dalam Perang Yarmuk. Kemudian ia merampungkan penaklukkan wilayah Syam. Melalui pemimpin ulung ini, wilayah Gaza, Yafa, Rafah, Nabulus, dll. berhasil dikuasai kaum muslimin.

Pada masa Umar bin Khattab, ia dipercaya memimpin wilayah Palestina. Kemudian Umar memerintahkannya berangkat menuju Mesir untuk menghadapi pas**an Romawi. Umar sangat mengagumi kecerdasan yang dimiliki Amr bin al-Ash, sampai-samapi ia memujinya dengan mengatakan, “Tidak pantas, bagi Abu Abdullah (Amr bin al-Ash) berjalan di muka bumi ini kecuali sebagai seorang pemimpin.” (Riwayat Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, 46:155).

Tibalah waktu dimana Umar bin Khattab memerintahkan Amr untuk berangkat ke Mesir memerangi orang-orang Romawi. Menyerang negara adidaya ini, Amr hanya diberi bekal 4000 orang pas**an yang berangkat bersamanya. Tanpa perasaan gentar dan takut, pas**an pun bertolak menuju ke tanah para Firaun itu.

Amirul mukminin, Umar bin Khattab tetap memantau pas**an ini, ia senantiasa meneliti kabar-kabar tentang Romawi di Mesir dan juga senantiasa berdiskusi dengan pembesar sahabat. Setelah beberapa diskusi dan mendengar kabar-kabar tentang Romawi, Umar khawatir dengan pas**an Amr, khawatir mereka tidak mampu menghadapi pas**an Romawi yang begitu kuat dan banyak jumlahnya. Akhirnya amirul mukminin menulis surat kepada Amr,

Zakat Foundation of America 16/04/2026

Abdurrahman Bin 'Auf, salah satu sahabat Nabi yang dikenal paling kaya. Tidak ada sahabat terkaya dibanding dirinya. Di samping kaya, ia juga dinobatkan oleh Rasulullah sebagai salah satu sahabat yang dipastikan masuk surga.

Namun, meskipun ia dikenal sebagai sahabat terkaya, ia tidak pernah berfoya-foya karena hartanya. Bahkan, selalu menangis dengan harta yang dimilikinya. Ia takut jika harta yang dimiliki membuatnya berkurang dalam beribadah kepada Allah.

Pada zaman Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf menyedekahkan separuh hartanya. Kemudian ia menyedekahkan lagi sebanyak 40.000 dinar. Namun, kekayaan yang dimiliki Abdurrahman bin Auf justru menjadi suatu kekhawatiran baginya. Bahkan, sahabat nabi ini sempat berusaha untuk menjadi orang miskin. Hal tersebut setelah ia mendengar perkataan Rasulullah SAW. Mengutip Rumah zakat.org, Rasulullah SAW berkata, Abdurrahman bin Auf akan masuk surga paling akhir karena terlalu kaya. Ia akan dihisab paling lama. Sahabat nabi ini tidak ingin dihisab paling lama. Ia mencoba untuk menjadi miskin supaya masuk surga lebih awal.

Suatu ketika setelah perang Tabuk, kurma yang ditinggalkan sahabat di Madinah menjadi busuk. Hal tersebut menyebabkan nilai jual kurma menurun. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Abdurrahman bin Auf. Ia membeli kurma busuk dengan harga yang normal. Tentu saja semua sahabat bersyukur karena yang awalnya berpikiran tidak laku, kini ludes dibeli oleh Abdurrahman bin Auf. Akan tetapi, usaha Abdurrahman bin Auf menjadi miskin gagal. Suatu ketika datang utusan dari Yaman yang sedang mencari kurma busuk. Utusan tersebut bercerita jika di negerinya sedang terserang wabah penyakit menular.

Konon yang menjadi obat penyakit menular itu adalah kurma busuk. Abdurrahman bin Auf mau tak mau menjual kurma busuk itu. Oleh utusan Raja Yaman, kurma busuk itu dibeli dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Apa yang dilakukan Abdurrahman bin ‘Auf membuat Umar bin Khattab berkata, "Sungguh aku melihat 'Abdurrahman bin 'Auf telah berdosa. Ia telah menyumbangkan seluruh hartanya tanpa menyisakannya untuk keluarga."

Mendengar itu akhirnya Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman Bin 'Auf. "Apakah engkau meninggalkan sesuatu untuk keluargamu, wahai Abdurrahman?"

Dengan yakin Abdurrahman menjawab, "Ya, aku bahkan meninggalkan untuk mereka sesuatu yang lebih banyak." jawabnya. "Berapakah jumlahnya?" tanya kembali Rasulullah.
"Sebanyak janji Allah dan Rasul-Nya, yakni berupa balasan kebaikan, pahala dan ganjaran," jawab Abdurrahman dengan ikhlasnya.

Abdurrahman Bin 'Auf dikenal sebagai orang yang dermawan kepada siapa pun. Hartanya tidak membuat dirinya jumawa. Justru, ia selalu berlinang air mata karena takut tidak akan masuk surga disebabkan kekayaan yang dimilikinya.

Zakat Foundation of America Support Zakat Foundation’s mission: sponsor orphans, aid Gaza, and empower communities in 40+ countries. Donate zakat with confidence and make a difference.

10/04/2026

Masya Allah...semoga hatinya slalu dalam keistiqomahan Islam

06/05/2025

Ceramah sangat menyentuh Hati

14/04/2025

Perjalanan Abdullah bin Abbas dalam Menuntut Ilmu

Abdullah bin Abbas, yang lahir di Makkah pada tahun 619 M, mulai menuntut ilmu sejak usia sangat muda. Bahkan ketika Nabi Muhammad SAW wafat, Abdullah bin Abbas yang baru berusia 13 tahun sudah memiliki pemahaman yang dalam tentang Islam. Salah satu kisah yang paling menginspirasi adalah ketika Abdullah ingin menyaksikan bagaimana Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat malam. Ia menginap di rumah Nabi, terjaga sepanjang malam agar tidak terlewatkan saat Nabi bangun untuk shalat. Ketika Nabi bangun, Abdullah dengan cepat menyiapkan air untuk wudhu (ablusi). Melihat perhatian dan kesigapan pemuda ini, Nabi Muhammad SAW terharu dan mendoakan agar Abdullah diberi ilmu yang mendalam tentang agama dan tafsir Al-Qur’an.

Saat shalat, Abdullah bin Abbas berdiri berdampingan dengan Nabi, namun kemudian merasa tidak pantas berdiri sejajar. Ia mundur sedikit, tetapi Nabi menariknya kembali untuk berdiri di sampingnya. Setelah shalat, Nabi Muhammad SAW bertanya mengapa ia mundur. Abdullah menjawab, "Wahai kekasih Allah dan manusia, tidak pantas bagi saya berdiri sejajar dengan utusan Allah. Nabi tersenyum, menenangkan hati Abdullah, dan kembali mendoakannya dengan doa yang sama.

Setelah wafatnya Nabi, Abdullah bin Abbas terus menuntut ilmu dengan mengunjungi dan belajar dari para sahabat lainnya. Ia rela berjalan jauh, bertekad untuk memperoleh ilmu dimanapun ia bisa. Dedikasi dan komitmennya dalam memahami ajaran Islam membuatnya dikenal sebagai seorang ulama besar yang dihormati karena kebijaksanaannya.

Kebijaksanaan dan Kecerdasan Abdullah bin Abbas

Abdullah bin Abbas dikenal sebagai sosok yang memiliki pemikiran tajam dan berpikir kritis. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Abdullah bin Abbas diundang untuk menghadiri majelisnya dan sering memberikan nasihat dalam perkara penting. Pandangannya sering dijadikan acuan, menunjukkan kedalaman pemahamannya.

Suatu ketika, seseorang bertanya kepada Abdullah bin Abbas bagaimana ia memperoleh ilmu. Ia menjawab, “Dengan lidah yang gemar bertanya dan akal yang s**a berpikir.” Ini menegaskan bahwa ilmu diperoleh melalui rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam. Pelajaran ini penting bagi generasi masa kini karena mengajarkan kita bahwa ilmu tidak datang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan usaha, pembelajaran terus-menerus, dan berpikir kritis

23/03/2025
13/03/2025

Sifat seseorang akan terlihat ketika kita tak lagi menguntungkan baginya

13/03/2025

Nasihat Imam As Syafii

05/03/2025

Untukmu yang dilanda ragu

Ragu akan janji-janji Tuhanmu

Padahal Ia akan menolongmu

Di masa indah yang tak kau tahu

Manusia tak selalu ada untukmu

Rabbmu selalu ada kapan kau mau

Namun kau selalu tak tahu malu

Hanya dzikir ketika datang sedihmu

Untukmu yang selalu ragu

Di dunia kita hanyalah tamu

Janganlah terlena di dalam semu

Hingga lupa siapkan bekal akhiratmu

16/01/2025

Kisah Rasulullah dan para sahabat

10/01/2025

Masya Allah

Want your business to be the top-listed Media Company in Alas?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Alas